Turun Rahim (Prolapsus Uteri)
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia
Obgyn di RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan memiliki 3 orang anak.
Q: Halo Dokter Riyana,
Para urban Mama berdikusi di forum tentang terminologi “turun rahim”.
Lalu karena info simpang siur berdasarkan informasi dari para orang tua jaman dulu, kami jadi bertanya:
- Apa benar istilah “turun rahim” itu ada dalam medis? Bagaimana kah penjelasan medisnya?
- Apa saja tanda-tanda “turun rahim” yang dialami para urban Mama seperti sakit pinggang, pusing, demam, sakit ketika berhubungan, dan lain-lain itu ada obatnya?
- Selama ini, menurut para orang tua, “turun rahim” ini harus dipijat dan rahimnya dinaikkan ketika dipijat, apakah ini benar dan aman dilakukan?
- Bagaimana para urban Mama menjaga agar tidak mengalami “turun rahim”?
- ditanyakan oleh para urban Mama via thread “Love Your New Mama Body“
A: Halo urban Mama,
Istilah turun peranakan sebenarnya yang dikenal di dunia medis adalah prolapsus uteri (the falling of the wombs) yaitu turunnya rahim ke liang vagina, dikenal ada gradenya 1 sampai dengan 4. Kalau sudah grade 4 maka uterus (rahim) sudah keluar dari liang vagina. Faktor risikonya adalah karena banyaknya anak, jenis persalinan, besarnya bobot bayi yang dilahirkan dan kelainan kolagen (yang ini jarang). Keluhan ini biasanya terasa saat menjelang atau sudah menopause karena jaringan makin ‘kendor’ atau ada peningkatan pada tekanan perut misalnya batuk kronis, angkat berat.
Gejala yang sering dirasakan adalah terasa ada benjolan yang bisa dimasukkan, terasa mengganjal seperti menduduki bola, atau gangguan senggama (vagina terasa lebih pendek). Bisa disertai gangguan berkemih, seperti anyang-anyangan, sering berkemih, atau bahkan sulit berkemih. Gejala nyeri pinggang disertai demam bukanlah gejala khas peranakan turun tetapi lebih mirip gejala infeksi di saluran kemih atau batu di saluran kemih. Pemijatan mungkin hanya mengurangi gejala nyeri tetapi tidak bisa mengoreksi kelainan turunnya peranakan (prolaps).
Jadi untuk memastikan ada tidaknya gangguan ini adalah diperiksakan ke dokter kandungan sehingga bisa dilihat apakah ada penurunan organ genitalia interna (prolaps). Biasanya diperiksa dalam dilihat dan diukur panjang vagina dan pada saat mengedan apakah ada penurunan.
Tindakan untuk memperbaikinya ada 2 cara: operasi maupun konservatif (tanpa operasi).
Kalau operasi dilakukan repair pada jaringan otot dasar panggul, jika sudah tidak ingin hamil lagi maka rahim pun bisa dibuang dan diperbaiki jaringannya. Teknik konservatif adalah dengan pemasangan cincin (pessarium).
Bagaimanakah cara mencegahnya?
Bukan dengan diurut atau dinaikkan dan sebagainya. Karena secara logika adanya prolaps atau ‘turun peranakan’ tersebut karena berkurangnya elastisitas jaringan penggantung rahim dan otot dasar panggul, maka pencegahannya adalah dengan melakukan exercise yang dapat menguatkan otot-otot dasar panggul.
Dikenal senam Kegel salah satu latihan untuk dasar panggul, gerakannya adalah seperti orang menahan berkemih lalu dilepaskan (akan terasa ada otot2 dasar panggul kita yang berkontraksi). Selain itu pencegahan faktor persalinan yang traumatis pada dasar panggul (dengan vakum, bayi besar, jumlah anak banyak).
Mudah-mudahan membantu urban Mama ya. Dan saran saya, bagi kita yang sudah melahirkan dari sekarang lakukan Kegel exercise supaya otot-otot dasar panggul kita kuat dan kencang.





terima kasih dr. Riyana untuk pencerahannya. Informatif sekali.
indriani budi utami / 15 Feb 2011 03:08 / Log in to Replythanks dok…btw apakah kasus tersebut juga bisa terjadi pada proses kelahiran caesar?
silfia claudiana / 15 Feb 2011 05:03 / Log in to ReplyOperasi caesar yang dilakukan berencana (elektif) akan mengurangi risiko terjadinya kerusakan dasar panggul, namun hal ini tidak berlaku jika operasi sesar dilakukan secara emergensi dan pasien sudah dalam keadaan inpartu (sedang tjd proses persalinan), selain itu risiko juga sama pada operasi caesar lebih dari 3 kali.
dr. Riyana Kadarsari, SpOG / 15 Feb 2011 05:55 / Log in to Replyterima kasih dok infonya.
13 bulan yang lalu sy melahirkan secara SC, sebenarnya direncanakan sih, tapi taunya malam sebelum jadwal SC sy mengalami kontraksi sampai bukaan 3, mudah2an tdk menjadi resiko prolaps ya.
Selama melahirkan sy blm pernah check ke dokter lagi ttg kondisi rahim sy krn sy pikir tdk perlu sebab saya tdk mengalami keluhan yang berarti (cm sesekali saja pinggung terasa nyeri sedikit).
Tapi saya jadi kepikiran setelah melahirkan sy pernah angkat2 yang berat2 krn pindahan rumah, tp sy ga tau parameter berat itu brp kg ya. Boleh tau ga dok ciri2 prolaps stage 1 itu apa saja? Apa yang seperti menduduki bola itu masih ringan atau sudah stage 4 ya dok?
Terima kasih sebelumnya ya..
herlina / 15 Feb 2011 06:45 / Log in to ReplyBedah caesar yg dilakukan pada saat sudah terjadi kontraksi berisiko sama dengan persalinan normal, untuk itu sebagai pencegahannya tetap lakukan secara berkala latihan untuk menguatkan dasar panggul. Stadium I hampir tidak bergejala, biasanya diketahui dgn pemeriksaan ginekologi. Jika ada biasanya keluhan pun ringan misalnya sering berkemih. Jika keluhan spt duduk di atas bola atau rasa mengganjal biasanya udah stadium lanjut. Memang tidak ada patokan berapa kilo beban, tapi durasi yang intens dan beban yang berlebihan (mgk spt atlit binaragawati) kelak ketika dia menopause berpotensi terjadi prolaps.
dr. Riyana Kadarsari, SpOG / 15 Feb 2011 08:13 / Log in to Replyterima kasih buat jawabannya yaa, dr riyana! jadi tau kalo pijet2 untuk yang katanya ‘angkat rahim’ itu gak boleh. mending pijet beneran aja kalo gitu yaa? heheh..
shinta lestari / 15 Feb 2011 09:16 / Log in to Replygitu ya dok, kebetulan aku sc krn emergency, thanks banget infonya.
silfia claudiana / 15 Feb 2011 09:57 / Log in to Replyiya nih…untungnya blm pernah pijet krn abis sc jd selama ini cm pijet kaki tangan aja ga berani pijet perut…:)
wah terima kasih banyak dr. riyana untuk penjelasannya, sepertinya untuk lbh yakin ttg kondisi rahim memang harus segera melakukan medical check up ke dsog ya dok.
herlina / 15 Feb 2011 11:01 / Log in to Replyterima kasih dr.riyana untuk informasi-nya. untung ga pijet2 perut sejak melahirkan. kalo boleh tanya, symptoms infeksi kandung kemih sama turun rahim kan ada kemiripan. gimana bisa membedakan sejak dini?
corinne / 15 Feb 2011 11:27 / Log in to Replytfs ya dok informasinya.. duh serem juga ya kalo sampe harus operasi..
eka / 15 Feb 2011 14:45 / Log in to Replypertanyaan saya sama dengan @corinne diatas, bedanya gejala isk dengan prolaps apa ya dok? karena sejak melahirkan sampai sekarang anak saya 14m saya hampir setiap hari sakit pinggang setiap bangun tidur dan tiap pipis selalu anyang2an. apa sebaiknya periksa dalam?
Iffah Santosa / 15 Feb 2011 21:53tfs dok, jd menambah wawasan
BunDit / 16 Feb 2011 08:21 / Log in to ReplyAnyang-anyangan dan nyeri pinggang, panas saat berkemih lbh merupakan suatu gejala infeksi saluran kemih. Karena saluran uretra perempuan pendek dan dekat dgn vagina. Kejadian prolaps ini bukan suatu proses akut, biasanya selalu ada faktor risiko utamanya. Terutama persalinan pervaginam dgn bayi besar, persalinan dg alat shg merusak dasar panggul. Dan mgk keluhan akan dirasakan di kemudian hari. Gejala awal biasanya tdk disadari, hanya diketahui saat pemeriksaan ginekologi. Baiknya kita sesekali periksa organ kandungan kita bisa dilakukan bersamaan dgn papsmir
dr. Riyana Kadarsari, SpOG / 16 Feb 2011 08:27 / Log in to ReplyTFS dok… dapat ilmu lg niy… ow ternyata proses VE mempengaruhi prolaps jg yach? kbetulan kmrn wkt melahirkan mesti VE karena baby nya ga turun2 (ternyata nyangkut, tangannya ngelipet gt)… setelah melahirkan perut bagian bawah sering sakit… apalagi kalo bergerak tiba2… mungkin dl sempet prolaps kali yach? tp skrg alhamdulillah sudah membaik…
ocha cubbie / 16 Feb 2011 09:26 / Log in to Replywah nambah ilmu.. makasih dok.. emang senam kegel itu banyak ya manfaatnya buat kaum wanita apalagi ibu” seperti kita ini
edhabebs / 17 Feb 2011 15:42 / Log in to Replysiang dok, saya mo tanya.. saat ini saya sedang hamil 5 bulan ini kehamilan saya yang ke-2, saya seperti merasa ada yang lain, saya lihat vagina saya rada keluar sedikit, lalu kalau saya berbaring tulang daerah pinggul saya terasa ngilu padahal saya sudah miring terlebih dahulu sebelum bangun. saya khawatir gejala yang saya rasakan saat ini adalah tanda2 turun rahim, sebelum membaca blog ini saya pernah mengurut perut saya untuk dinaikan karna saya ngerasa ada yang mengganjal & sakit saat berjalan dan saya merasa baikan. apakah gejala yang saya rasakan termasuk gejala turun rahim sedang kan saya masih berumur 21 tahun, atau itu normal saja? dok mohon jawabannya. trima kasih ya dok
ENENG / 27 Jul 2011 14:22 / Log in to Replysaya penderita turun rahim. sudah 3 bulan pasang cincin. setiap kontrol harus dicuci dan dipasang lagi. bagaimana cara mengetahui apakah sudah mengecil atau belum. dan apakah cincin ini dipasang srumur hidup. kalau dicuci dan dipasang lagi sakitnya luar biasa, pedih apanas kalau untuk berkemih serasa mak nyas. apakah tidak ada obatny untuk memperkecil agar tidak usah dipasang lagi.
bundayanti / 27 Oct 2011 20:17 / Log in to ReplySaya habis menjalani kuret..
Qkey.yekq / 04 Feb 2012 16:33Prosesnya seperti apa saya tidak tahu karena dibius total..
Apa bisa saya mengalami ‘turun rahim’,
coz kalo berkemih agak ‘kemeng’ di bagian bawah perut..
Thanx..