Kado Valentine
Valentine sebentar lagi.
Apakah urban Mama masih bertukar kado dengan pasangan?
Somehow we need to do the small things to keep the fire alive.
Mumpung bulan Februari adalah bulan cinta, tidak ada salahnya kita bertukar kado. Biasanya kaum perempuan selalu punya kado impian yang diidam-idamkan. Apakah branded bag? bunga? bunga deposito? uang? perhiasan? berlian? emas?
rumah baru? Waduh kok list kado impiannya makin menggila ya.
Saya pernah bertemu dengan seorang teman yang selalu mendapatkan kado-kado berupa
branded bag atau branded watch dari suaminya. Untuk beberapa saat mungkin kado ini
menjadi kado terindah dan merupakan mimpi dari sebagian besar kaum hawa. Karena
harganya benar-benar mahal dan gengsi langsung terangkat naik kalau memakainya.
Tapi setelah beberapa tahun berlalu, akhirnya teman saya ini mulai bosan dengan kado
seperti ini. Karena akhirnya kaum wanita ingin berganti model, model lama dirasa
tidak “in” lagi. Jadilah dilakukan garage sale dan obral untuk barang-barang branded nya.
Harga saat garage sale? Sudah tentu harga miring.
Jadi kesimpulan: barang branded yang awalnya harga selangit, bisa runtuh juga,
hanya karena kaum wanita gampang bosan dan ingin bertukar model, atau hanya karena
alasan simple (lemari sudah penuh, barang baru sudah tidak muat lagi, mari lelang barang
lama).
Diamonds are forever…
Memang pada saat kita memakai berlian di jemari kita, kilau nya tidak berbohong. Indah
sekali! Tapi bagaimana kalau kita mulai bosan, dan ingin menjual nya untuk berganti model? Beberapa pengalaman teman yang ingin menjual berliannya, mereka merasa
kesulitan karena ternyata harga jualnya jatuh dalam sekali. Apabila kita memiliki komunitas pecinta berlian yang mau menerima dengan harga bagus, beruntung sekali.
Kalau tidak? Agak repot ya.
Jadi apa dong kado terindah yang sebaiknya mulai kita bisik-kan pada suami?
Pernahkah terpikir oleh para mama untuk minta kado berupa emas saja? Tapi emas batangan ya.

image: dari gettyimages.com
Mengapa emas?
Karena ini lah beberapa fakta soal emas:
- Nilai emas yang stabil
- Emas dapat melawan inflasi
- Dari jaman Nabi Muhammad, 14 abad yang lalu harga 1 dinar emas = 1 kambing, sampai dengan hari ini masih sama nilainya
- Pertumbuhan harga emas dari tahun 2007 – 2011 adalah 168%
- Emas batangan dapat dibeli dengan mudah di toko emas atau di Antam
- Kalau pun akan dijual maka banyak toko emas yang akan menerima dengan cepat
- Emas adalah aset yang likuid
- Emas adalah safe haven
- Emas dapat digunakan untuk alat investasi
- Emas dapat menjadi cadangan untuk dana darurat
- Tidak akan pernah bisa bosan dengan model emas, karena modelnya hanya batang saja
Namun sedikit fakta di balik kemilau emas adalah,
- Kenaikan harga emas yang fantastis terjadi di tahun 2008, mencapai 30% karena kondisi perekonomian dunia yang memburuk. Maka emas diburu, harga menjadi tinggi.
- Sebenarnya harga emas sangat berfluktuatif, tidak selalu emas harga nya naik. Ada kalanya mengalami koreksi, dan menurun.
- Tercatat emas pernah mengalami tekanan harga dari tahun 1980 – 2008, jadi
untuk mencapai BEP harus menunggu selama 28 tahun. - Komparasi return emas dengan produk investasi lain, berikut adalah data total
return beberapa produk investasi 10 tahun terakhir (sejak tahun 2010). Emas = 422% , Obligasi 426% , Reksadana saham 1981% , Saham blue chip 3429%
Jadi tetap mau pilih emas sebagai hadiah Valentine? Silakan.
Tahun ini emas, tahun depan obligasi, tahun depan reksa dana saham, tahun depan
nya lagi saham blue chip ya.





ahhh seru banget fit artikelnya
fakta ttg emas… wow!
jadi inspirasi nih kalo minta kado, emas batangan aja…
tapi sumpah ngakak pas baca kalimat terakhir! hihi.
ninit yunita / 08 Feb 2012 05:13 / Log in to Replywalopun kita gag pernah ngerayain valentine, tapi bisa jadi inspirasi niy kalo minta kado sama suami pas ultah taun ini hihi…
Indah Prabandono / 08 Feb 2012 06:24 / Log in to Replytfs mbak fitri…
mrs doyi / 08 Feb 2012 06:55 / Log in to Replyinspiratif banget ide kado valentinenya…
sekalian jadi reminder juga nih untuk tetep invest… :p
love it…
nice
berarti minta beli emas atau kambing ya
lhoh beda fokus
inspiratif banget mbak, tfs
yuu / 08 Feb 2012 08:59Mam Fitri, kalau boleh tahu bisa diperjelas soal kalimat “..untuk mencapai BEP harus menunggu selama 28 tahun”. Maksudnya BEP dari apa ke apa? Thanks sharingnya
BunDit / 08 Feb 2012 09:11 / Log in to Replyartikel yg sangat inspiratif!

eka / 08 Feb 2012 09:24 / Log in to ReplyColek2 suami ah..biar baca..
tfs, mama fitri!
ah… bisikin si mas soal artikel ini ah… siapa tahu beneran di kadoin eMas :p
Rina Aulia / 08 Feb 2012 09:27 / Log in to ReplyThanks for the insight mbak Fitri
hi hi selalu seneng baca komen2 para mama
jadi bikin tetep semangat buat nulis
makasih banyak yaaa
buat Bun Dit, penjelasan BEP 28thn adalah seperti ini
sebelum tahun 1980 harga emas terus naik, pernah mencapai angka $ 800/ tr oz
tapi kemudian turunnn terus, dan pernah mencapai angka $ 300/tr oz. jauh banget kan turun nya
nah, baru balik ke harga $ 800 lagi itu di tahun 2008
jadi asumsi BEP adalah, untuk orang yang beli emas nya di harga 800, untuk ketemu harga 800 lagi, dia harus nunggu 28thn. tapi sejak 2008, harga emas terus mengkilau
* data nya diperoleh dari http://www.kitco.com
fitriavi noeriman / 08 Feb 2012 11:57 / Log in to ReplyOh maksudnya itu. Apakah BEP 28th ini menjadi informasi yang cukup berarti dalam mempertimbangkan untuk berinvestasi emas?. Kenapa ya mam? Harga emas emang tidak selalu naik sih, naik turun, gak ada yang bisa prediksi. Maaf nanya mulu mam Fitri
BunDit / 08 Feb 2012 12:41 / Log in to ReplyWah Fit, thanks!!!
Fanny Hartanti / 08 Feb 2012 15:12 / Log in to ReplyDari dulu pengen beli emas, tapi entah knp maju mundur.
Tp setelah baca artikel ini, jd mantep deh!
Gak usah nunggu suami, gue akan menghadiahkan diri sendiri.. Haha
mau minta kado emas ke ayah ahhh….
jadeayu / 08 Feb 2012 20:15 / Log in to Replyminta saham bluechip ah :p
Honey Josep / 10 Feb 2012 10:47 / Log in to Reply