7 Kontak Plus Menyusui

sarahanief
Sarah Audia Hasna, dr. S1 Fakultas Kedokteran UGM. Dokter umum dan konselor laktasi di Eka Hospital.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr. Sarah Audia Hasna
Pendidikan: S1 Fakultas Kedokteran UGM

Dokter umum dan konselor laktasi di Eka Hospital.

Sudah tentu seorang ibu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya yaitu dengan memberikan ASI Eksklusif pada bayinya dari usia 0-6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun atau lebih. Menyusui sendiri butuh persiapan yang dimulai ketika seorang ibu dinyatakan hamil, di situlah urban Mama Papa dianjurkan untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang ASI dan Menyusui.

Untuk mencapai keberhasilan menyusui, WHO mencanangkan program 7 kontak plus menyusui. Apakah yang dimaksud 7 kontak plus menyusui? yaitu waktu-waktu khusus yang dianjurkan untuk urban Mama Papa atau keluarga lainnya untuk bertemu dan konsultasi dengan konselor menyusui, sehingga didapatkan informasi yang relevan mengenai ASI, menyusui, dan permasalahannya.

Konselor menyusui adalah tenaga terlatih bersertifikat resmi di bidang laktasi, tidak hanya dokter tetapi juga bisa perawat, bidan, atau tenaga non medis. Akan tetapi jika perlu tindakan atau pengobatan maka khusus ditanganin dokter konselor menyusui. Konseling dapat dilakukan private dengan konselor di klinik laktasi atau melalui kelas-kelas yang dipimpin oleh konselor.

Kapan saja 7 kontak plus menyusui yang direkomendasikan WHO? 7 kontak ini dimulai dari kehamilan trimester ketiga sampai pasca persalinan dan bila ditemukan masalah menyusui di luar waktu-waktu khusus tadi.

    1. Kontak 1, pada ibu dengan usia kehamilan 28 minggu, di sini akan dibahas mengenai anatomi payudara dan fisiologi menyusui (mekanisme produksi ASI, cara kerja menyusui), keuntungan menyusui, Manfaat ASI vs Dampak susu formula, perawatan payudara selama hamil, seputar Inisiasi Menyusu Dini dan teori mengenai posisi dan perlekatan bayi menyusu (praktiknya akan langsung pada bayi setelah lahir). Urban Mama Papa boleh saja mencatat, untuk dibaca-baca di waktu senggang menjelang kelahiran bayi.
    2. Kontak 2, pada ibu dengan usia kehamilan 36 minggu, di sini refresh pembahasan di kontak pertama dan lebih menekankan mengenai seputar Inisiasi Menyusu Dini (IMD), agar Mama siap dan dari awal diskusikan dengan DSOG mengenai kebutuhan IMD. Selain itu urban Mama Papa juga diberikan informasi mengenai fisiologi pembentukan ASI (laktogenesis 2) di 3 hari pertama pasca kelahiran, perlunya rawat gabung jika Mama dan bayi stabil. IMD dan rawat gabung merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui.
    3. Kontak 3, pada saat persalinan di ruang bersalin saat dilakukan Inisiasi Menyusu Dini. IMD adalah proses menyusu dimulai segera oleh bayi ketika lahir (syarat bayi bugar setelah dinilai oleh DSA dan ibu stabil), bayi ditaruh di dada atau perut ibu dengan posisi tengkurap, minimal selama 1 jam, tidak diinterupsi. Di sini tenaga kesehatan cukup memantau, tidak perlu mengarahkan bayi ke puting, biarkan bayi yang mencari sendiri (prinsip IMD, proses menyusu dimulai segera bukan keberhasilan menemukan puting). Ini momen sangat berharga antara bayi-ibu dan ayah yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Setelah IMD, pentingnya rawat gabung dan bedding in. Bedding in artinya ibu dan bayi 1 tempat tidur, bayi tidak tidur di tempat tidur bayi. Dimulai rangsangan skin to skin contact untuk menstimulasi bonding antara ibu dan bayi, ini penting untuk keluarnya kolostrum di hari-hari awal pasca melahirkan.
    4. Kontak 4, pada saat hari-hari awal pasca melahirkan, ibu masih dirawat di RS atau RB. Di sini konselor menyusui akan visit ibu untuk membimbing cara memosisikan bayi dan membantu bayi menyusu dengan perlekatan yang baik, diberikan informasi mengenai perkembangan BB bayi ASI eksklusif, keuntungan rawat gabung dan skin to skin contact, gizi ibu menyusui, dan tentang pembentukan ASI tahap 2 (laktogenesis 2) yang akan baik dirangsang sesuai frekuensi bayi menyusu, bonding dan kapasitas lambung bayi, sehingga tidak perlu diberikan cairan tambahan lain.
    5. Kontak 5, saat ibu dan bayi sudah keluar dari RS yaitu pada Hari ke-7 pasca persalinan, di sini akan dibahas masalah-masalah menyusui yang mungkin sudah muncul dan dicari solusinya untuk itu. Urban Mama dapat menanyakan informasi apapun yang dikiranya kurang jelas kepada konselor seperti misalnya manajemen ASI Perah.
    6. Kontak 6, saat hari ke-14 pasca bersalin, dari permasalahan atau kendala yang sudah ada pada kontak sebelumnya dan sudah diberikan solusi akan dipantau pada kontak ini.
    7. Kontak 7, saat hari ke-40 pasca bersalin, di sini dapat diberikan informasi mengenai manajemen ASI perah untuk persiapan ibu bekerja, 1 bulan sebelumnya sudah mempersiapkan “menabung” ASI Perah untuk keperluan bayi nanti.
    8. Kontak plus, diluar waktu-waktu khusus tadi apabila ditemukan masalah dan urban Mama ingin konsultasi segera dengan konselor.

Dalam melakukan sesi konsultasi, tidak hanya urban Mama Papa, nenek dan kakek, serta pengasuh juga perlu sesekali ikut, agar nantinya bisa sepemahaman demi keberhasilan menyusui eksklusif. Diharapkan dengan 7 kontak plus menyusui ini dapat membantu proses menyusui itu bagi ibu-bayi dan ayah menjadi indah dan menyenangkan.

6 Comments

  1. ipeh
    Musdalifa Anas October 18, 2012 at 6:18 am

    Tfs dr.Sarah, artikelnya usefull banget buat persiapan saya nanti melahirkan. Untuk konselor-2 seperti ini apakah sudah disiapkan di setiap RS ya?

  2. ninit
    ninit yunita October 18, 2012 at 6:22 am

    terima kasih dr sarah atas penjelasannya. ini bermanfaat sekali untuk para mama yang sebentar lagi akan memberikan ASI untuk mengetahui hal ini.

  3. eka
    Eka Wulandari Gobel October 18, 2012 at 7:40 am

    terima kasih dr.sarah informasinya. Berguna bgt utk persiapan menyusui. Memang harus sejak awal ya, bumil dibekali pengetahuan ttg ASI.

  4. sarahanief
    sarah audia October 18, 2012 at 9:00 am

    @mbak ipeh: sama-sama ya mbak cantik, waa iya mesti hunting RS Pro asi nih dari skrg :), ga semua RS pny layanan klinik laktasi,bisa coba googling RS terdekat sesuai lokasi yg ada layanan klinik laktasinya

    @teh ninit: nuhun,sama-sama ya teh :)

    @mbak eka: trims mbak eka,yaps betul dipersiapkan sejak dini saat kehamilan

  5. mesopie October 18, 2012 at 9:34 am

    Makasi dok, artikelnya bermanfaat. Buat saya terutama, hee. Masih buta banget mengenai segala hal asi dari “a-z”.

  6. ika.sri
    Ika Sri Kusumaningrum December 1, 2012 at 9:40 pm

    TFS dr.Sarah..pas bgt artikelnya dg info yg sedang sy cari. skrg sdg hamil 6.5 bulan, mulai cari2 info breastfeeding. harapan sy bisa segera menyusui begitu baby lahir. mhn info dok, apa boleh mengkonsumsi pil ASI selagi hamil utk persiapan menyusui?di bulan brp mulai boleh mengkonsumsi pil ASI tsb?terima kasih infonya.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.