Alma’s Diaper Bag

rainiw

Zaman-dahulu-kala saat single, setelah menikah sampai sebelum Alma lahir, saya tidak terlalu suka bawa tas saat jalan-jalan. Mikirnya, kalau bisa hanya bawa handphone, dan dompet, buat apa repot bawa tas ?  

Setelah Alma (3 mos) lahir dan “perdana” diajak jalan-jalan… tidak bisa lagi saya bepergian hanya mengantungi dompet, kunci, dan handphone. Instead, harus bawa tas khusus berisi segala pirantinya Alma, dan barang-barang milik saya. Kriterianya simpel: nggak boleh menyerupai diaper-bag awam yang beredar di pasaran, keren, dan mudah dibawa. Sempat tergoda ingin punya designer diaper bag yang stylish-sangaaat itu… tapi begitu lihat harganya, godaan itu pun “luntur”. Selain itu, mana mau pula suami saya mencangklong tas wanitawi di pundaknya? Ya, Ibrahim memang suami super-pengertian… tapi dia nggak se-super itu, hehe. Jadi tambah lagi satu kriteria: harus model tas yang rela dicangklong oleh sang popa.

Lanjutnya, sempat terpikir untuk membeli diaper backpack beneran… eh tapi kok sayang budgetnya. Kebetulan di rumah ada ransel laptop, bekas semasa masih kerja. Eiger-women series warna merah, cukup kuat, dan tahan air. Mudah dibersihkan pula, kalau-kalau terkena noda makanan.  Modelnya sporty favorit saya, tapi cukup macho untuk dipakai oleh suami. A-ha, problem solved! Berbekal diaper-bag converter,  jadilah Alma punya diaper-bag. Ransel model begini enak dan ringkas… roomy, bahan tasnya kuat untuk di-’abused’ membawa bermacam-macam barang, serta ada banyak kantong untuk menyimpan segala piranti bayi, sekaligus barang-barang moma-nya.

Buat Alma yang ibunya rada “koboi”, ini lah isi diaper bag-nya:

almasdiaperbag
  • Changing mat wallet - Zaralde. Isinya: 4 pcs disposable-diaper, changing mat, dan baby wipes.
  • Baby cologne, baby top-to-toe wash (dalam wadah botol kecil, bekas hotel-amenities), diaper-rash cream, alcohol swab, baby hair lotion, hand-sanitizer, betadine, nivea cream, sebotol kecil VCO, dan band-aid.
  • Baju ganti Alma: 1 onesies, 1 legging/celana tutup-kaki, 1 dress katun, 1 celana pop.
  • Selembar popok tetra dan saputangan handuk (untuk lap gumoh dan alas kepala saat ganti popok. Di kemas dalam kantong plastik reusable; jadi kalau sudah kotor, tinggal dimasukkan dalam wadah plastiknya).
  • Satu set celemek + topi kupluk + kaus kaki (sama, dikemas dalam kantong plastik reusable).
  • Tiga-empat lembar kantong plastik bekas belanjaan, dilipat-lipat kecil.
  • Rattles mainannya Alma.
  • Gunting kecil.
  • Selembar kerudung bermotif, yang dialih-fungsikan menjadi nursing cover.  
  • Compact powder, lipstick, dan krim vitamin E (pelembab wajah sekaligus  bibir). Dikemas dalam pouch warna jingga. Ini punya siapa lagi… kalau bukan moma-nya. 

… dan semua piranti di atas disusun dalam diaper bag-converter Zaralde. Warnanya sengaja dipilih merah, karena itu warna favorit moma-nya Alma.

pakaitas

Oia, saya juga selalu bawa notes kecil+pulpen, buku imunisasi dan kartu DSA-nya Alma di dalam diaper-backpack; in case of emergency. Keduanya ditaruh di kantung-dalam yang berfungsi untuk menyimpan laptop.

Ini adalah default isi tas kalau bepergian yang agak jauh dan lama seperti ke pantai, ke mall, belanja bulanan, atau piknik bersama kengkawan disini. Kalau hanya ke supermarket bawah, saya cuma bawa saputangan handuk buat menyeka ilernya Alma. Sebelum berangkat jalan-jalan, dipikir-pikir lagi pentingnya bawa barang apa saja. Karena disini kami kemana-mana naik bus, jadi harus bermanuver gesit dan tidak keberatan diganduli banyak barang bawaan. Menggendong Alma saja udah cukup ‘menantang’… apalagi kalo ditambah bawa ransel berisi banyak barang. Belum lagi kalau harus menenteng belanjaan. Jadi… lebih enak bawa ransel yang ringkas & bawa barang secukupnya saja ;-)

 

6 Comments

  1. Mirza Resita
    August 15, 2010 at 8:16 am

    Slam kenal Aini, toss dulu dong! Aku juga suka bawa2 eiger backpack, cuma beda model aja. Dan selalu si ayah yg bawa, ibunya cukup gembol Vio pake SW. Barang bawaannya hampir sama, cuma plus selimut karena kemana mana naek motor cinta he he…

  2. ipeh
    Musdalifa Anas August 15, 2010 at 9:39 am

    Bawaannya alma banyak juga Ai. Gue jg gak punya diaper bag khusus, tas yg ada disulap jd diaper bag, tas selempang 347 & backpack puma jd andalan :D
    Ai cantik deh!!!

  3. Mirza Resita
    August 15, 2010 at 10:20 pm

    wuiih lengkap yaah.. selama ini nggak kepikiran kalo ransel biasa juga bisa dijadiin diaper bag.. barusan nengok eiger ayahnya, ternyata memang banyak kantung2-nya yah..

    Tfs ya moma-nya Alma..

  4. rhisuka
    riska nurmarlia September 30, 2010 at 12:46 pm

    *toss* diaper bag converternya samaan.. :D

  5. titiestiti
    titi esti December 10, 2010 at 9:09 am

    bawaannya komplit plit yah.. jadi inget masa-masa punya bayi kecil..

  6. amie kumala
    Hutami Kumala March 22, 2011 at 2:28 pm

    kalo ngeliat diaper bagnya Alma jadi malu…diaper bagnya Rama kayaknya over loaded deh hihihihi :p bawaannya super duper banyak…jadi kepikiran untuk make tas ransel si papah hehehehe

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.