Another Baby Blues

ayuaditomo

Dhika lahir pada tanggal 10 Maret 2010. Saya dan suami sepakat untuk merawat Dhika berdua saja, jadinya saya resign dari pekerjaan saya saat itu. Dan suami saya adalah Working at Home Dad, seorang freelance architect. Memang setiap bulan suami saya mendapatkan proyek dan biaya untuk melahirkan Dhika sudah kami tabung jauh-jauh hari. Kami menabung karena saya tidak mendapatkan asuransi kesehatan untuk melahirkan dari kantor.

Saat Dhika lahir, kami luar biasa rasa senang. Dhika adalah cucu pertama dari pihak suami saya, dan cucu laki-laki pertama dari pihak saya. Jadi, bisa dibayangkan euforia itu tak ada habisnya. Sampai hari ke-3 seharusnya Dhika pulang bersama saya, tapi ternyata Dhika harus menginap lagi di RS karena bilirubin Dhika mencapai angka 21.

Saya merasa sangat menyesal, saat sedang hamil, saya tidak pernah belajar tentang ASI. Pengetahuan saya tentang ASI nol besar, dan di saat Dhika masuk RS, saya makin stress! ASI semakin tidak keluar. Bukan air susu yang keluar deras, tapi air mata. Dan semua bisa tebak kelanjutannya, Dhika minum campur, sufor dan ASI.

Tidak berhenti di situ saja, biaya Dhika selama di RS mengeruk tabungan kami. Dan kami tidak beruntung karena bulan itu klien suami saya nggak ada yang bayar. Bulan itu keuangan kami hancur lebur. Yang harusnya saya bisa berpikir positif untuk memberi ASI Dhika, saya malah memikirkan bagaimana cara saya dan suami bisa makan untuk esok hari.

Dan saat kami nggak punya uang itu, ada saja kejadian yang tak terduga. Tiba-tiba AC kamar mati dan harus diganti dengan yang baru. Boro-boro ganti AC, untuk makan saja saya dibantu Mama yang saat itu membantu saya merawat Dhika.

Ngenesnya, saat itu Dhika udah umur 1 bulan, saat saya sedang menyusui Dhika, tiba-tiba tanggul saya jebol juga. Sambil menyusui, saya menangis hebat. Kasian Dhika, dia ngga salah, mungkin saat itu Dhika bingung, ada apa dengan Mamanya. Mama saya dari dapur, suami saya dari meja kerjanya, berlari menghampiri dan bertanya kenapa. Bahkan Mama saya sampai ikut menangis, “Kenapa, Nak?”

Tapi, itupun nggak bisa membuat saya cerita ada apa dengan saya. Saya cuma menghapus air mata sambil bilang, “Kok ASI saya nggak banyak ya?”

Dan haripun berlalu, waktu menyembuhkan semuanya. Saya lebih bisa menerima perubahan yang terjadi kepada saya, keuangan kami berangsur membaik. Dan sekarang, saat banyak baca dan blogwalking, baru saya tahu, yang saya alami adalah another baby blues.

12 Comments

  1. chike
    chike wibowo August 15, 2011 at 8:39 am

    haduh pagi2 udah mengharukan gini ceritanya..

    sedih ih..

    untung happy ending :)

    semoga sukses membesarkan Dhika ya Mbak Ayu! Semangat!!

  2. mama bhima
    mama bhima August 15, 2011 at 10:27 am

    Ga apa2 terlambat mama dhika, yang penting terus belajar untuk jadi mama yang terbaik utk dhika… Semangat :) !!!

  3. davara
    siska diani August 15, 2011 at 11:09 am

    berasaa banget sedihnya mbak baca ceritanya …

    tapi yg terpenting mbak Ayu sudah berhasil melewati masa masa sulit itu kan… YEAY

  4. chichamarisa
    chicha marisa August 15, 2011 at 1:23 pm

    mbak ayu semangat yaa.. aku juga dulu pernah mengalami baby blues, jadi teringat jaman dulu.. yang penting tetap positif semua yaa mbak..

  5. Travinan
    Travina August 15, 2011 at 1:50 pm

    Been there..done that hiqs8

    kok aku berasa banget sedihnya baca ini, berasa traveling back to my worst time as a new mom.

    feels like no matter how hard i convinced my self that i could pull this “new mom” thing and reality hits back twice harder than i could handle by my own.

    silly me, curhat itu perlu he8

  6. NurieLubis
    Nurie Lubis August 15, 2011 at 3:02 pm

    Bgitu baca judul artikelnya,langsung smangat baca.

    Pasalnya br aja curhat bercucuran air mata ke konsultan laktasi, dan aku dibilang suru hati-hati jgn smpe kna baby blues. Wktu aku bilang lha anakku udah mau 3bulan kok, bliau blg “baby blues bisa smp 6 bulan lho!”

    Wah wah wah. Jd skrg ekstra keras berusaha membuat diri sendiri ba ha gi a. apapun yg terjadi.its not easy, tp harus. Demi si kecil yg ga ngerti apa2 :)

    Thx for sharing mbak Ayu. Peluuuukkk

  7. ayuaditomo
    Ayu Widasari August 15, 2011 at 10:46 pm

    @Chike: makasih ya mba, cemungudhhhhh.. :)
    @mama Bima: iyaya, semangat.. :)
    @devara: pelajaran yang paling penting itu pengalaman ya mbak, hehehe.. :)
    @chicamarisa: iya, semua harus diambil hikmahnya, hehehe..
    @travina: betul, curhat itu perlu, harus malahan :)
    @nurielubis: Peluk balikkkkk…..

  8. Ika_Ps
    Ika Ps August 16, 2011 at 3:54 am

    klo lihat foto profilnya yg imut itu si dhika, gak nyangka dirimu pernah melalui semua hal itu, tp pasti makin kuat ya! salut deh! ttp smngat mbak!

  9. Bounty Ria
    Bounty Ria August 16, 2011 at 3:32 pm

    Mbak Ayu,
    Aku baru gabung today, baca cerita mbak Ayu langsung mewek T_T
    Aku baru hamil 7 mts dan kemungkinan besar akan melalui masa hamil tua dan melahirkan di negeri orang karena tugas suami. Dari sekarang aku berdoa sekencang2nya sama Tuhan, semoga aku bisa melalui masa2 itu semua nanti dengan baik, kayak mbak dan survivor mom lainnya. Apalagi pasti nanti akan minim dukungan keluarga, karena jauh. Semoga..
    TFS mbak, love for sweet Dhika…

  10. adhya
    adhya pramono August 17, 2011 at 7:14 pm

    semoga selalu dikasih kesabaran dan kasih sayang berlimpah dari Allah ya Mbak :)

  11. irdhelia
    Irdhelia H August 17, 2011 at 11:48 pm

    Ah I feel u! Klo udah nangis hebat rasanya plong ya ba,, saya jg gitu…suka tiba2 mewek all the time…smoga lancar2 terus segala urusan ya ba :)

  12. maminyu
    maminyu August 21, 2011 at 3:26 pm

    Dear Ayu,
    wah mirip nih… suami saya juga arsitek dan kerjanya dari kantor di rumah :) Saya freelance desainer di rumah, jadi ketika hamil, bulan-bulan terakhir saya udah ga ambil kerjaan lagi(sekarang udah 8 bulan). Dengan kata lain, mengandalkan dari suami. Begitulah tantangannya: ketika klien ga bayar entah karena kendala apa, kitanya yang kebingungan. Suami juga jadi ga tenang.
    Emang perlu strategi khusus ya,ketika pendapatan datangnya tidak seperti gajian. Semangat Ayu…! Saya juga masih bergulat dengan cara mengatur pengeluaran dan pemasukan :) Syukurlah baby bluesnya udah lewat,Selamat ya… perjuangannya pasti berat banget waktu itu!

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.