As You Get Closer to 30

catluna

image credit: www.gettyimages.com

Usia 20-an merupakan the peak moment. Badan sedang bugar-bugarnya, energi melimpah, namun sayangnya sebagian besar belum ada yang mulai memikirkan masalah kesehatan yang akan terjadi kala usia mereka makin bertambah. Merokok, minum alkohol, tidak cukup istirahat/jam tidur kurang, makan tidak teratur/pola makan salah dan kurang olahraga merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan oleh 20-something people.

Saat memasuki usia 20-an, ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat kondisi badan semakin prima. Tulisan ini juga sebagai self reminder untuk saya because in a blink of an eye, I will say goodbye to my 20′s era.

Stay away from smoke, alcohol and drugs!
Ini tidak perlu pembahasan panjang lebar karena saya yakin semua juga sudah tahu mengenai bahaya merokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Eat right!
Dimulai dari pola makan yang teratur. Never skip your breakfast! Dianjurkan memulai sarapan dengan buah-buahan segar dan mengandung banyak air, seperti pir atau pepaya. Tujuannya adalah agar perut tidak kaget setelah kosong selama kita tidur. Setelah itu, kita bisa mengkonsumsi makanan yang lebih berat, misalnya wheat bread toast dengan olesan peanut butter plus omelet putih telur rasanya sudah cukup sehat dan mengenyangkan.

Jangan menunda waktu makan karena akan menyebabkan asam lambung naik dan jika dibiarkan bisa mengiritasi dinding lambung dan yang terparah bisa menyebabkan perdarahan lambung dan saluran cerna.

Biasakan makan malam minimal 2 jam sebelum waktu tidur. Selain mencegah perut terasa sebah, makanan yang kita makan masih bisa terpakai menjadi energi untuk melakukan kegiatan ringan sebelum tidur dan bukan menumpuk menjadi lemak.

Mulai batasi konsumsi gorengan, camilan mengandung garam dan MSG tinggi, fast food, makanan kalengan/makanan yang diawetkan serta makanan berlemak untuk mengurangi risiko penyakit darah tinggi, kolesterol, jantung, dan asam urat

Usia 20-an merupakan saat yang tepat untuk mem-bulid up calcium deposit, terutama untuk wanita. Dibandingkan pria, wanita lebih berisiko menderita osteoporosis di hari tuanya. Makanan yang banyak mengandung kalsium antara lain adalah sayur-sayuran hijau, salmon, ikan teri basah, tahu, almond serta dairy product (fresh milk, keju, yoghurt).

Choose your drink wisely!
Minum air putih minimal 1,5 liter per hari. 60-70% tubuh manusia terdiri dari air sehingga butuh asupan air yang cukup untuk menjaga hidrasinya. Batasi konsumsi kopi/teh/soda karena minuman tersebut memiliki efek diuretik (mengeluarkan air dari tubuh) sehingga tubuh kita akan makin kekurangan cairan. Selain itu, kopi/teh/soda mengandung kadar gula tinggi yang akan memberatkan kerja organ pankreas sehingga akan meningkatkan risiko terkena Diabetes Melitus juga meningkatkan risiko osteoporosis karena mengambil cadangan kalsium dari tulang.

Daily Workout!
Susahnya hidup di zaman sekarang, kita menghabiskan sebagian besar waktu di jalan. Berolahraga 1 minggu sekali saja tidak cukup karena rekomendasi untuk olahraga rutin adalah 20-30 menit per hari. Harusnya bisa dengan mudah dilakukan setiap pagi, namun karena mengejar waktu untuk segera pergi ke kantor, olahraga jadi terlupakan. Sebisa mungkin lakukan latihan kardiovaskular sendiri disela-sela kesibukan, misalnya lebih memilih naik turun tangga di kantor dan bukan naik lift, mencari tempat parkir yang lebih jauh dari gedung kantor atau jika memungkinkan bike to work pasti lebih menyenangkan!

Sleep tight!
Orang dewasa butuh 7-8 jam waktu untuk tidur per hari. Tentunya bukan hanya sekedar tidur yang asal memejamkan mata saja. Tidur yang berkualitas lebih penting daripada kuantitasnya. Matikan lampu dan hindari menyalakan televisi sambil tidur. Akan lebih baik lagi jika kita tidak menaruh televisi di dalam kamar.

Adult Vaccine is also important!
Imunisasi bukan hanya milik bayi saja lho.. Orang dewasa sehat pun disarankan untuk melakukan imunisasi. Yang sebaiknya dilakukan adalah:

  • Imunisasi influenza. Sebaiknya rutin dilakukan 1 tahun sekali dan bukan hanya jika kita mau bepergian keluar negeri saja. Perlu diketahui bahwa secara umum (untuk semua jenis imunisasi), antibodi baru akan terbentuk 3-4 minggu setelah imunisasi dilakukan sehingga sebaiknya imunisasi dilakukan 1 bulan sebelum bepergian.
  • Imunisasi Hepatitis B. Sebelum melakukan imunisasi, dilakukan pemeriksaan terhadap kadar antigen dan antibodi virus di darah. Imunisasi ini penting dilakukan karena Hepatitis B bisa menyebabkan peradangan hati menahun yang dapat berlanjut menjadi kanker hati atau cirrhosis hepatis (kerusakan struktur hati sehingga hati menjadi mengeras).
  • Imunisasi HPV. HPV adalah virus yang menyebabkan genital warts, kanker leher rahim pada wanita dan kanker penis pada pria. Imunisasi ini terbaik dilakukan sebelum seseorang aktif secara seksual. Namun jika sudah aktif pun tetap disarankan untuk dilakukan dengan melakukan PAP smear terlebih dahulu untuk para wanita.

Do annual health exam!
Setelah memasuki usia 20-an disarankan untuk mulai melakukan medical check up rutin. Tekanan darah sebaiknya diperiksa setiap bulan. Kadar kolesterol, gula darah dan asam urat bisa diperiksa setiap 5 tahun sekali. Jika ada peningkatan tekanan darah/kolesterol/gula darah/asam urat, maka ikuti rekomendasi dokter untuk pemeriksaan rutin selanjutnya. Untuk para wanita direkomendasikan melakukan pemeriksaan payudara sendiri agar bisa mendeteksi dini tumor payudara. Jika merasakan adanya benjolan pada payudara, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Dengan hidup sehat kala usia 20-an, diharapkan kita bisa menjalani usia senja dengan lebih berkualitas.

8 Comments

  1. LuchiaChendana
    Luchia Chendana May 30, 2013 at 8:00 am

    nice info…untuk saya juga yang sebentar lagi menuju 30…masih banyak hal yang harus dipersiapkan :)

    TFS mom

  2. Resty
    resty May 30, 2013 at 11:53 am

    ternyata masih banyak PR-nya..
    *catet di diary… :)

  3. desei
    desei May 30, 2013 at 3:32 pm

    artikel ini bikin aku bersyukur kalo kantor aku ada di lantai 3 yang mana gedungnya ga ada lift. jadi workout terus tiap hari. :D
    dulu pas jaman masih hamil, sempet aku ngutuk2 kenapaaa harus di lantai 3. berat booo!
    tfs.

  4. ninit
    ninit yunita May 31, 2013 at 8:03 am

    thanks annisa untuk artikelnya…
    huhuhu gw belum annual health exam nih. pengen banget tapi belum2 aja :(

    semoga kita lebih mensyukuri nikmat sehat ini yaa :) jadi #HealthyMama.

  5. Pinkishta
    Kartika Firdaus May 31, 2013 at 11:48 am

    Thanks for sharing AND reminding, yah :D

  6. ZataLigouw
    Zata Ligouw June 1, 2013 at 10:05 am

    hmm..udah thirty something sih gw, tapi info ini guna banget bwt gw.., scara kan gw merasa twenty something mulu hehehe..

    Makasih banyak atas tips2nya ya Nis..

  7. eka
    Eka Wulandari Gobel June 2, 2013 at 6:15 pm

    tipsnya berguna banget nih, annisa, tfs ya..
    yg PR banget itu vaksin…udah rencana mau vaksin, tapi cancel2 terus huhuhu… takut jarum suntik :)

  8. chocomochi
    Flora Veronika June 4, 2013 at 8:22 pm

    Huupph… emang berasaaa banget bedanya waktu masih 20an sama sesudah menginjak usia 30an. Dulu bisa olah raga dari Senin-Sabtu, 2 jam sehari. Begitu umur 29, melahirkan, trus masuk umur 30, stamina drooop (T_T). Memang banyak yang harus diperbaiki…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.