ASI untuk Anakku

mira.marselina

Saya telah mengalami dua kali kehamilan dan keguguran pada kehamilan yang pertama. Pada kehamilan kedua, di usia 41 minggu, Darryl Azri Utama lahir secara sectio. Meski demikian, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) berhasil dilakukan. Saat itu Darryl (yang baru berusia 2 hari) mengalami kuning karena ASI belum lancar sedangkan Darryl sangat membutuhkan cairan. Atas rekomendasi dokter dan persetujuan kami (saya dan suami), akhirnya Darryl dibantu dengan susu formula. Berkat segala upaya dan bantuan semua pihak, Alhamdulillah, ASI keluar pada hari ke-3. Hari ke-4, kami pulang dari RS dan kondisi Darryl tetap dipantau oleh dokter. Kami bertekad memberikan full ASI tanpa campuran susu formula. Hari ke-7 kami ke dokter, ternyata berat badan dan tes darah menunjukkan hasil yang memuaskan. Segala kekhawatiran dan pengorbanan tergantikan dengan kebahagiaan tak terhingga. Kelak, pengalaman ini menjadi pemicu semangat dalam memberikan ASI Ekslusif sekaligus menyiapkan ASI perah untuk perbekalan setelah cuti melahirkan berakhir. Alhamdulillah, semenjak Darryl lahir, saya sudah mulai menabung sedikit demi sedikit ASI perah dan disimpan di 3 lokasi berbeda, di rumah kami dan di rumah kedua orang tua kami.

Tidak terasa, dua setengah bulan berlalu dengan cepat dan tibalah waktunya untuk kembali bekerja. Selama ini Darryl selalu menyusu dan saya tidak menghitung berapa banyak yang dikonsumsi setiap harinya. Alhasil, Darryl minum ASI perah sebanyak 5 sampai 7 botol setiap hari padahal tiap malam sepulang saya bekerja, Darryl tetap menyusu. Persediaan ASI perah selama dua setengah bulan habis hanya dalam hitungan minggu. Tiap hari adalah perjuangan melawan rasa malas dan letih untuk tetap memerah sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah, Darryl berhasil diberikan ASI Eksklusif walaupun di masa-masa awal kelahirannya sempat merasakan susu formula. Lambat laun persediaan ASI perah yang berlimpah disimpan tidak hanya di 3 lokasi tapi berkembang menjadi 5 lokasi.

Enam bulan berlalu dengan cepat dan tiba saatnya Darryl memulai mengonsumsi MPASI. Makanan pendamping ASI pertama dan utama adalah bubur beras merah dilengkapi bubur-bubur lainnya. Beruntung sekali kami memiliki asisten rumah tangga yang sigap, rajin, jujur, dan terpenting sangat menyayangi anak kami. Dengan ini, kami tidak mengalami masalah berkaitan dengan perawatan Darryl, mengingat saya dan suami berkantor dari pagi hingga sore sehingga pengasuhan Darryl kami percayakan sepenuhnya ke beliau selama kami tak di rumah. Saat menginjak bulan keenam, produksi ASI saya menurun karena sudah mulai datang bulan. Seiring dengan itu, Darryl mulai tumbuh gigi. Gigi pertama dan kedua tumbuh di usia 6 bulan, gigi ketiga dan keempat tumbuh saat usianya 7 bulan, selanjutnya gigi kelima, keenam dan ketujuh tumbuh ketika memasuki usia 9 Bulan. Secara bertahap, nasi tim mulai diberikan saat Darryl menginjak usia 7 bulan. Memasuki 8 bulan, bubur saring mulai diberikan dan meningkat menjadi bubur kasar pada saat usianya genap 9 bulan. Dalam menyajikan makanannya, kami menghindari penyedap rasa, gula dan garam selama 1 tahun awal kehidupannya. Alhamdulillah, Darryl makan dengan lahap sehingga kami tidak mengalami kesulitan sampai saat ini. Dilema untuk tetap menyusui (keinginan menyusui ada tapi produksi berkurang) turut memengaruhi stok produksi ASI. Perlahan-lahan saya menarik stok ASI perah yang sudah dititipkan di beberapa tempat sampai akhirnya stok ASI perah hanya tersedia di rumah. Puncak kekhawatiran saat Darryl 11 bulan.

Will I make it?

Berbagai usaha dalam penambahan jadwal memerahpun ditambah. Penyimpanan stok menjadi 80ml setiap botol. Alhamdulillah ternyata dengan tetap aktif menyusui, produksi ASI tetap dapat dipertahankan dan gelar S2 pun dilalui tanpa kejar tayang. Alhamdulillah, betapa besar karunia Allah SWT, Pemberian ASI selama 2 tahunpun terpenuhi.

Untuk Darryl sayang, Insya Allah, di setiap tegukan ASI yang mengalir di setiap aliran darahmu bisa menjadi bekal untuk kesehatan, kecerdasan, ketangguhan. Amin. Satu rintangan telah dilampaui, Insya Allah rintangan-rintangan dalam merawat dan mendidik Darryl dapat kami lalui. Kami harap pengalaman ini dapat bermanfaat bagi para ibu yang sedang memiliki bayi. Sebagai orang tua, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bila dapat mempersembahkan yang terbaik buat buah hati.

8 Comments

  1. meralda
    meralda May 14, 2010 at 1:27 am

    Alhamdulillah, Darryl udah lulus S2 ASI & MPASI yaa!

    ada yg mau ditanyain:

    1. berkembang menjadi 5 lokasi (udah kaya bisnis aja :p), dimana aja itu yaa?

    2. produksi ASI saya menurun karena sudah mulai datang bulan. emangnya kalo haid itu mempengaruhi produksi ASI ya?

    sejak Gilby mulai MPASI (6 bln) emg produksi ASI saya berkurang, krn frekuensi menyusu jarang. alhasil ketika gilby 9 bulan, mau ngga mau di top up sufor. tapi dibatasi hanya 200 ml sehari. sisanya ASI.

    well, congrats ya Darryl the little boy! smg tumbuh menjadi anak yg sehat berkat ASI! selamat jg kpd mama mira yg udh berjuang demi S2 ASI! :)

  2. ninit
    ninit yunita May 14, 2010 at 6:56 am

    wow mira, ceritanya inspiring bgt! TFS ya… pasti berguna & jadi ngasih semangat buat ibu-ibu yang sedang menyusui anaknya.

    ps, darryl lucuuu banget! sehat banget & ceria.

  3. liactk
    Lia Rosliany May 14, 2010 at 11:28 am

    mira, semoga aku bisa sepertimu :)

    TFS yaa..

  4. May 14, 2010 at 1:31 pm

    Woww.. Very inspiring story, mir..
    Diriku jg ga kerasa udah hrs ngantor lg awal juni dan thank God ASIP udah ada 2L.. Hrs tetep smangat mompa yaa walo cape di ktr..
    Btw, darryl tampak sehat aktif dan riang, semoga baby el bisa kaya gitu jg :)

  5. siska.knoch
    Siska Knoch May 14, 2010 at 3:20 pm

    Thanks for sharing Mira.
    Darryl sangat beruntung ya punya mama Mira :)
    Miguel skr udah 7bulan dan masi terus ASI, mudahan bisa terus ngasi ASInya biar lulus s2 ASI :)

  6. CNAP
    Intan CnaP May 14, 2010 at 3:51 pm

    “setiap tegukan asi yang mengalir di setiap aliran darahmu bisa menjadi bekal untuk kesehatan,kecerdasan,dan ketangguhan”

    wow..pengen nangiis bacanya,terharu banget.
    Baby faiz (26days) awal lahir jg dbantu sufor krn asiku baru keluar hari ke 2. Alhamdulillah skarang asiku sudah bancar :D dan baby faiz minum dengan diiringi suara tegukannya yang terdengar indaaah..

  7. Riri
    Riri May 15, 2010 at 8:53 am

    mira, TFS yaa.. jd tambah semangat supaya Nay bisa terus ASIX :D

    btw,
    “…Penyimpanan stok menjadi 80ml setiap botol…” —> memanngnya sebelumnya diisi brp ml per botol?

    @riri

  8. May 19, 2010 at 3:03 pm

    Terima kasih sudah menyediakan waktu untuk baca.
    Semoga bisa memberikan motivasi kepada semua.

    @Mama Gilby :
    Darryl sudah lulus S3 ASI yaitu pemberian ASI 2 tahun.
    1. Sebenarnya lebih efisien kalau beli kulkas full freezer dirumah (dulu nggak kepikiran), 5 Lokasi yaitu rumah sendiri, rumah mertua, rumah orang tua, rumah adik, dan rumah tetangga (hehehehe mama-nya nggak tahu malu :P)
    2. Dulu sempat berpikir karena sudah Haid, tapi sekarang ternyata nggak berpengaruh. Produksi ASI adalah pengaruh pikiran, terbukti teman-teman seperjuangan tidak berpengaruh walau sudah Haid.
    Prinsip ASI : Supply and Demand, semakin banyak disusuin/dikeluarin, semakin banyak produksi-nya.

    @ mama ninit : Terima kasih ya
    @ mama Lia : pasti bisa, asal rela meluangkan waktu dan keep positif thinking

    @ mama El : Time flies, keep pumping di kantor. Aku baru berhenti mompa di kantor saat darryl usia 22 Bulan, which is 2 bulan sebelum 2 tahun.

    @ mama miguel : Menjadi kebanggaan yang tidak ternilai, saat memberikan ASI lhow ! Bangga sama diri sendiri, bisa memberikan yang terbaik buat anak.

    @ Mama Faiz : iya indah banget suaranya, saat nyusuin liatin matanya dech.. ekspresinya..

    @ mama riri : setiap ibu dan bayi beda-beda kebutuhannya, jadi jangan 80ml jadi patokan yach. Awalnya aku stok mulai dari 120ml per botol. Tapi berdasarkan teman-teman seperjuangan ada juga yang lebih dan ada yang kurang, jangan jadi patoka yach.. Kalau punya teman seperjuangan menyusui (karena aku dikantor) memang paling anti bicarain kuantitas.. yang penting kualitasnya.

    Percaya kalau ASI itu anugerah dan mukzizat dari Tuhan,
    Sebaik-baiknya susu, pasti lebih baik ASI.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.