Berbagi Tugas Saat Weekend

andiah

Selama 12 jam sehari dan 5 hari seminggu, itu merupakan waktu yang harus dihabiskan di luar rumah, meninggalkan anak tercinta di rumah, demi sebuah kata: tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai working mother. Itulah yang membuat saya tidak bisa setiap hari menemani si kecil bermain. Dan hal itu membuat saat-saat weekend menjadi saat yang paling dinantikan.

Tentu saja ini berlaku juga untuk suami. Apalagi waktu kerjanya lebih lama dibandingkan saya. Tak jarang, saat dia pulang, Raihan sudah tertidur lelap. Oleh karena itu, baik saya maupun suami sama-sama menyepakati kalau hari libur adalah hari untuk keluarga. Sebagian besar waktu senggang kami habiskan di rumah. Seringnya tak ada agenda khusus, kecuali hanya untuk tidur-tiduran dan bermain bersama. Dulu saya selalu menyayangkan waktu yang terbuang percuma saat weekend. Tapi sekarang, tak ada waktu yang terbuang percuma. Bermain bersama, tidur berguling-guling bertiga, tidur siang bersama, adalah saat-saat yang sangat berharga dan menyenangkan.

Beberapa waktu lalu, ART kami beri waktu khusus untuk berbelanja keperluan Lebaran. Weekend biasa pun sebenarnya ART hanya setengah hari saja di rumah karena saat weekend saya dan suamilah yang mengurus Raihan. Jadi pagi itu, kami bertiga saja di rumah.

Kadang, dalam beberapa hal mengenai pengasuhan anak, saya berpikir suami saya lebih baik dibandingkan saya. Dia lebih atraktif, lebih menyenangkan, lebih banyak permainan. Mungkin karakteristik para ayah, ya. Raihan juga lebih banyak tertawa kalau sudah bermain dengan ayahnya. Dan pagi itu, saya biarkan suami yang mengurus Raihan.

Seperti ini kegiatan kami pagi itu. Saya menyiapkan air mandi, sementara suami melepaskan pakaian Raihan. Suami memandikan Raihan, sementara saya asyik memotret. Setelah itu, suami yang menghanduki Raihan. Tak lupa dipakaikan minyak telon supaya hangat. Setelah itu, dia asyik memijiti Raihan. Dan sebagai penutupnya, suami memakaikan baju dengan rapi.

suami sedang memandikan, lalu mendandani Raihan

Sering suami bilang ke saya, ”Ayah cuma satu kalahnya dari Nda. Nggak bisa menyusui!” Sepertinya pernyataan itu benar. Sebagai Bunda, saya acungi jempol untuk suami saya. Saya akui, dia nyaris bisa mengalahkan saya, kecuali dalam hal menyusui. Tapi dia lupa. Ada satu hal lagi yang sampai sekarang tidak bisa dia lakukan: membersihkan pup Raihan!

8 Comments

  1. mikolita
    Ade rahma Mikolita August 26, 2012 at 7:19 am

    Sama mbak…kalo soal ngajak main kiara,suami sy lebih jago.tp yg mandiin ttp sy.
    N bersihin pup jg.he2..
    Slm kenal mbak..

  2. Indy Natalia
    Indy Natalia August 26, 2012 at 7:43 pm

    Wah, papanya juara nih!hehe, komitmen memang penting ya.. apalagi untuk sama sama menyepakati kalau weekend adalah hari untuk keluarga. Tercerahkan nih!;)

  3. hary
    hary augustina August 27, 2012 at 8:43 am

    wah , cerita kami banget…:) aku suami ku dan putriku el haque
    (5m) weekend adalah saat saat berbagi tugas :)
    bermain bersama, berguling guling bersama, hehe… yg beda kayakx soal foto memoto deh. :-P

  4. neni_arka
    Neni Setyoreni August 27, 2012 at 8:58 am

    Raihan lucu banget sih……same with me, saya jg suka males-malesan aja bertiga kalo weekend. Cuma sekarang arka dah mulai merayap kemana-mana, jd gak bs lagi guling-gulingan aja dikasur. Yang ada kejar-kejaran coz si bocil maunya kabur mulu.

  5. bundacarissa
    EKA WULANDARI August 27, 2012 at 7:17 pm

    hebat2, sama mom, papa Raihan sama kaya ayah Carissa gk bs bersihin pup. xixixi ;P

  6. erina
    Erina Ramdhani September 17, 2012 at 11:14 am

    Hahahhaha iyah sama, suamiku juga sampe hari ini belum pernah bersihin pup anak!

  7. Honey Josep
    Honey Josep September 25, 2012 at 3:38 pm

    *toss* swami gw juga ga bisa bersihin pup :)

  8. cynkoirewa
    Cynthia Koirewa November 9, 2012 at 2:18 pm

    Hehehe, dari mulai hamil trimester 1 sampe skrg sudah 25w, suamiku uda ijin dan nyerah klo di suruh bersihin pup si baby kelak, hahaha :D

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.