Bermain Bermanfaat Penuh Makna

Devi Sani , Psikolog . Psikolog Anak di Klinik Psikologi Rainbow Castle, Jakarta Selatan. Praktisi Parent-Child Interaction Therapy dan Praktisi Therapeutic Play. Lulusan S1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung dan S2 Magister dan Profesi Psikolog Klinis Anak Universitas Indonesia.
Website: http://www.rainbowcastle-id.com/

Sebagai orangtua, kita tentu ingin anak kita bisa berkembang secara optimal dan memiliki kedekatan emosional yang lekat dengan kita. Banyak orangtua bertanya bagaimana caranya. Jawabannya adalah tentu melalui bermain. Kita sudah mengetahui bahwa bermain memiliki banyak manfaat bagi anak, tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikirnya, tetapi juga dapat menjalin kedekatan emosional antara orangtua dengan anak. Kedekatan emosional inilah sebenarnya yang menjadi kunci utama agar anak mau kooperatif atau menurut pada perkataan orangtuanya. Namun demikian, yang banyak menjadi kendala adalah pertama, orangtua belum tahu teknik bermain yang tepat agar bisa mendapatkan manfaat besar dari bermain tersebut. Kedua, kuantitas waktu orangtua yang terbatas sehingga waktu bermain pun jadi kurang berkualitas akibat kuantitas yang tergolong sedikit untuk anak.

Untungnya, saat ini terdapat sebuah teknik bermain, yang dapat memberikan anak manfaat bermain yang kaya sekaligus membangun kedekatan emosional dengan orangtua agar anak mau lebih kooperatif namun dengan kuantitas waktu yang relatif singkat (5-10 menit setiap harinya). Teknik bermain ini disebut dengan TEKNIK PRIDE. Teknik PRIDE merupakah singkatan dari:

P untuk Pujian Berlabel
R untuk Refleksi
I untuk Imitasi
D untuk Deskripsi Perilaku, dan
E untuk Enjoy

[caption id="attachment_115696" align="alignnone" width="300" caption="Sumber gambar: www.modernparentmessykids.com"][/caption]

Teknik PRIDE ini dilakukan oleh orangtua saat sedang bermain dengan anak. Dengan menerapkan teknik PRIDE saat sedang bermain, anak akan merasa permainan yang ia lakukan memiliki makna yang lebih berarti dibandingkan ketika orangtua bermain biasa bersamanya tanpa menerapkan teknik PRIDE. Oleh karena itu, bermain dengan teknik PRIDE sering diistilahkan sebagai Special Time. Teknik PRIDE sendiri merupakan salah satu bagian dari teknik terapi psikologi yang diciptakan oleh Dr. Sheila Eyeberg, bernama Parent-Child Interaction Therapy (PCIT). Terapi ini diciptakan pertama kali di Amerika sejak 20 tahun yang lalu dan sudah terbukti efektifitasnya melalui berbagai penelitian ilmiah. Terapi ini memiliki manfaat utama membuat anak lebih mau bekerja sama dan mengikuti arahan orangtua, tanpa pukulan, tanpa bentakan serta, pastinya, tanpa drama.

Mari kita lihat bagaimana cara melakukan teknik PRIDE saat special time, serta manfaat dari masing-masing teknik tersebut. Sebelum, melakukan special time, ingatlah prinsip utama dari special time: ANAK YANG MEMIMPIN PERMAINAN, artinya, anak yang menentukan mau bermain apa, apa yang akan ia lakukan terhadap mainannya dan tidak ada salah atau benar dalam permainan ini.

1. Pujian Berlabel


  • Memuji perilaku anak untuk perilaku yang positif.

  • Pujian berlabel berarti anak dipuji secara spesifik, seperti “Pilihan warna kamu bagus banget!”, “Pintar Adik sudah pelan-pelan bikin garisnya”, "Mama suka sekali Adik bangun legonya dengan tenang”, “Terima kasih ya, sudah bermain dengan tenang”.

  • Berbeda dengan pujian tidak berlabel, seperti “Bagus”, “Pintar”, “Hebat”.

  • Pujian berlabel lebih efektif karena anak tahu perilaku apa secara spesifik yang disukai oleh orangtuanya dan bisa meningkatkan perilaku tersebut.

  • Pujian berlabel bahkan bisa meningkatkan self-esteem anak atau rasa keberhargaan dirinya.


2. Refleksi

  • Merefleksikan berarti mengulangi apa yang anak katakan. Anak mengatakan, “Aku pakai crayon biru”. Orangtua merefleksi dengan mengatakan, ”Ya, kamu lagi pakai krayon biru”.

  • Dengan melakukan ini, anak akan merasa ia memimpin permainan

  • Menunjukkan pada anak bahwa kita benar-benar sedang mendengarkannya.

  • Meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara dan berbahasa

  • Terasa aneh saat dilakukan pertama kalinya, tapi akan menjadi natural setelah beberapa kali dilakukan.


3. Imitasi

  • Mengimitasi berarti melakukan hal yang sama dengan apa yang anak lakukan, seperti ikut menggambar pohon ketika anak juga sedang menggambar pohon.

  • Perlu diingat, saat mengimitasi permainan anak, hindari keinginan untuk berkompetisi atau membuat lebih bagus dari anak. Cukup lakukan imitasi sama dengan level kemampuan anak.

  • Membantu orangtua untuk terbiasa bermain sesuai dengan level perkembangan anak.

  • Menghindarkan orangtua dari terbaginya perhatian ke hal lain saat sedang special time dengan anak. Misalnya keinginan untuk melihat HP,TV, dll.


4. Deskripsi Perilaku

  • Mendeskripsikan apa yang sedang lakukan terhadap mainannya, contoh: anak sedang mewarnai, orangtua mengatakan, “Adik lagi warnai pakai krayon hitam”, anak sedang membangun lego, orangtua mengatakan, “Adik lagi pasang lego warna merah”, anak dalam keadaan hampir selesai menggambar matahari, orangtua mengatakan, “Adik lagi menggambar matahari”.

  • Teknik ini bisa mengajarkan anak suatu konsep dan kosakata baru.

  • Sangat baik dilakukan untuk anak dengan ADHD karena membantu mereka melakukan perencanaan pada perilakunya (yang biasanya impulsif), sambil orangtua mendeskripsikan perilakunya.

  • Anak mendapat pesan bahwa orangtua sedang memberikan perhatian penuh padanya.

  • Di bawah ini adalah contoh gambar yang dihasilkan oleh seorang anak. Pada gambar sebelah kiri, seorang anak didampingi tanpa menggunakan teknik Deskripsi Perilaku. Sedangkan gambar sebelah kanan, anak tersebut didampingi dengan menggunakan teknik Deskripsi Perilaku. Wah berbeda sekali ya urban mama dan papa!


[caption id="attachment_115697" align="alignnone" width="620" caption="Sumber gambar: “Paren-child Interaction Therapy” oleh Hembree-Kigin dan Nicholas."][/caption]


5. E untuk Enjoy

  • Enjoy berarti kita menunjukkan rasa senang ketika melakukan bermain special time dengan anak.

  • Enjoy bisa ditunjukkan orangtua dengan menunjukkan nada suara yang seperti menyukasi kegiatan anak, tertawa, sentuhan positif,

  • Teknik ini bermanfaat untuk memberi pesan pada anak bahwa kita sangat menikmati menghabiskan waktu bersama anak.

  • Meningkatkan kehangatan dalam hubungan dengan anak

  • Membuat special time memiliki makna yang dalam bagi anak.


Nah, bagaimana urban mama-papa? Semoga mudah ya mempraktikkannya. Menurut seorang psikolog keluarga, Dr. Laura Markham dalam bukunya Peaceful Parent, Happy Kids, anak yang secara rutin mendapatkan special time menunjukkan perubahan perilaku yang cukup siginifikan antara lain anak jadi tidak terlalu nee­dy dan orangtua bisa punya waktu sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Lakukan special time ini secara rutin 5-10 menit setiap hari. Pasanglah alarm sebagai penanda bagi anak bahwa special time sudah berakhir. Diharapkan dengan dilakukan secara rutin setiap hari, orangtua jadi terbiasa melakukan teknik PRIDE, tidak hanya saat special time, tetapi juga saat berinteraksi dengan anak sehari-hari.

6 Comments

  1. avatar
    ezra March 27, 2016 5:16 pm

    Terima kasih artikelnya, sangat bermanfaat

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    neni_arka March 22, 2016 1:06 pm

    Tfs mbak Devi..

    Artikelnya bagus banget. Jadi nambah ilmu parenting lagi

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Honey Josep March 22, 2016 9:08 am

    Tfs mbak Devi :)

    Selama ini hanya ngasi pujian tapi kurang berlabel pantesan anakku sedikit besar kepala :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    nurul lestari March 15, 2016 10:34 am

    Terimakasih infonya mom, sangat penting n berguna untuk tidak hanya sekedar menemani ya rupanya, ternyata harus ikut aktif n responsif jg dlm mndmpngi anak bermain.

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    otie March 14, 2016 3:03 pm

    Nice info! Yg refleksi dan deskripsi sepertinya mirip ya.. cuma refleksi inisiator nya si anak

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.