Cara Ibu Kembalikan Ceria Anak

cindy

Bagi saya, keceriaan anak-anak adalah penyejuk jiwa. Anak-anak yang aktif adalah sumber keceriaan dan kebahagiaan saya juga. Walaupun kadang terasa lelah karena harus menjaga dan mengurus tiga anak yang masih kecil-kecil. Tapi suatu hari saya melihat Fofo tidak seceria biasanya, agak lesu dan malas bermain dengan adik-adiknya. Ternyata saat saya raba, tubuhnya lebih panas dari biasanya. Saya langsung mengambil termometer untuk mengukur suhu tubuhnya, benar saja, panasnya di atas 38,5° C. Saya langsung memisahkan Fofo dari adik-adiknya, mengajaknya ke kamar, memberinya banyak minum dan mengompresnya dengan air hangat. Saya mencoba menghiburnya dengan bermain bersama, membaca buku, dan menonton televisi. Ternyata sampai sore panasnya masih naik turun. Setiap setengah jam sekali saya mengukur suhu tubuhnya. Saya juga memijat-mijat tubuhnya, menawari makanan kesukaannya, tapi setelah beberapa lama suhu tubuhnya tidak turun juga.

Saya menawari Fofo untuk minum obat, tetapi Fofo menolak. Mungkin ia masih trauma dengan pengalaman minum obat yang rasanya pahit. Saya juga mengajaknya ke dokter, tapi Fofo tidak mau karena takut disuntik. Saya mencoba membaca-baca thread ini dan saya melihat banyak ibu yang percaya pada Tempra sebagai obat penurun panas. Saya pun menyempatkan pergi ke apotek untuk membeli Tempra. Ternyata Tempra itu lengkap ya, ada Tempra Drops untuk anak 0-1 tahun, Tempra Syrup untuk anak 1-6 tahun, dan Tempra Forte untuk anak 6-12 tahun.

Saya membelikan Tempra Syrup untuk Fofo (4 thn), dan juga bisa diminum oleh Herbie (3 thn) kalau ia demam, sementara untuk Maghma (6 bln) saya menyiapkan Tempra Drops. Tempra mengandung parasetamol yang memang terbukti aman dan direkomendasikan oleh banyak dokter. Yang juga membuat lega, parasetamol ini tidak merusak lambung dan tidak menyebabkan diare. Tutup botol Tempra juga unik, karena berdesain CRC (Child Resistant Cap) sehingga tidak mudah dibuka oleh anak-anak. Aman deh, saya tidak khawatir kalau ada anak saya tidak sengaja membuka-bukanya. Tapi tetap saja harus ditaruh di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak ya mama. Yang menurut saya juga penting, Tempra menyertakan juga gelas takar, sehingga saya lega bisa memberikan dosis yang benar-benar tepat kepada anak saya.

Ibu saya bilang bahwa Tempra tidak perlu dikocok, rasanya seperti sirup dan mudah ditelan oleh anak-anak. Ternyata saat saya kecil dulu, Ibu juga memberi saya Tempra saat demam. Wah, sudah lama sekali kalau begitu. Menurut Ayah dan Ibu saya, Tempra memang sudah dipercaya selama 40 tahun sebagai obat penurun panas anak.

Saya agak khawatir Fofo tetap tidak mau minum obat, tapi setelah saya ceritakan bahwa waktu kecil dulu saya juga minum Tempra, Fofo mau mencobanya. Ternyata rasanya tidak pahit dan Fofo malah minta tambah. Tentu saja saya larang, karena harus sesuai dengan dosisnya. Setelah minum Tempra, tampaknya Fofo merasa lebih nyaman, dan tertidur pulas. Saat saya ukur suhunya, ternyata sudah mulai turun. Keesokan harinya Fofo sudah kembali ceria dan sembuh. Ternyata Tempra memang obat yang cocok untuk menurunkan demam, ditambah dengan kasih sayang dan perhatian hangat orangtua agar anak bisa cepat sembuh. Keceriaan anak saat mereka sehat memang tak ada duanya!

6 Comments

  1. dewiamel
    dewiamel May 7, 2013 at 6:39 am

    :) Hafidz (4th) udah bisa buka tutup tempra. Dia perhatiin saya, lama2 bisa heeehehe
    Ini salah satu obat kesukaan Hafidz, ini obat anggur katanya. Kl minum hrs sambil berdiri, seperti jagoan :D
    Kl Kalam (1th) sy jg sediain yg drop. Br 2x minum waktu sakit umur 7bln. Setelah dibuka, n ga pernah diminum lg tahan brp lama ya? Kapan saatnya si obat dibuang?

  2. ipeh
    Musdalifa Anas May 7, 2013 at 9:33 am

    Lana juga paracetamolnya ini Tempra yg syrup. Padahal Lana itu dari kecil paling susah banget minum obat, mesti dipegangin hidung dan tangannya lah supaya obatnya bisa masuk. Tapi alhamdulillah sekarang udah gak, mungkin krn udah gede juga kali, malah sekarang mau minum sendiri. Dan dia paling suka Tempra rasa anggur ini.
    Setujuu keceriaan anak saat sehat gak ternilai emang harganya. Semiga fofo sehat terus yaa Cyin ;)

  3. diazdiaztyyy
    diazdiaztyyy May 7, 2013 at 10:00 am

    anak saya Arkan (8m1d) minggu lalu demam, saya termasuk org yang meminimalisir asupan obat buat anak. sudah pelbagai cara sy berikan agar demam turun tp karena demamnya tak kunjung masuk hari ketiga. langsung saya berikan tempra drops dan Alhamdulillah demam turun dan ceria lagi ^^

  4. cindy
    cindy vania May 7, 2013 at 12:51 pm

    Dewiamel : kalo gue sih biasanya setelah dibuka,dimasukin kedalam kulkas. Kalau dalam waktu 2bln ngga kepake,dibuang.

    Ipeh: Fofo kalau minum obat itu susahnya ampun2 deh,jadi beruntung banget kenal sama Tempra,selain rasanya enak yang bikin Fofo mau minum itu karna liat kardus Tempra yang ada anak kecil naik sepedanya :D

  5. ZataLigouw
    Zata Ligouw May 7, 2013 at 9:41 pm

    aha..sama juga sama gw Cin.. ini adalah salah satu obat yang selalu ada di rak obat rmh gw, jadi kalo gw lagi keluar rumah dan si kecil panas, mbaknya bisa dengan mudah kasih minum obatnya. Karena rasanya yg manis, si kecil ngga bakalan susah dikasih minum Tempra..praktis..

  6. Bunda MedinaMecca
    Bunda MedinaMecca May 8, 2013 at 8:48 am

    Setuju mom Cindy, menghibur si kecil n membuatnya merasa nyaman saat demam sepertinya juga “obat” tambahan yg manjur selain memberikan obat penurun panas..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.