Gadget vs Berbahasa, Bercerita, Berekspresi

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya berbagai kemajuan teknologi, pengaruh gadget sangat besar bagi anak-anak zaman sekarang. Sering kali gadget menjadi pelarian bagi anak untuk mengatasi rasa bosan atau menjadi solusi akhir bagi orangtua untuk membuat anak tenang. Tanpa disadari, sedikit demi sedikit gadget dapat menghambat perkembangan bahasa pada anak. Hingga anak usia 2 tahun, memang sebaiknya anak tidak terpapar oleh gadget. Hal ini penting untuk perkembangan bahasanya agar tidak mengalami keterlambatan perkembangan karena terlalu sering pasif menatap gadget.

Kemampuan anak dalam berbahasa sangat penting untuk mendukung kemampuannya dalam berbagai hal. Bahasa merupakan bekal bagi anak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Kemampuan anak dalam berpikir pun dapat terukur jika diungkapkan dalam bentuk bahasa. Sebelum anak dapat mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, ia perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami serta mengungkapkan ide pikirannya dengan baik.

Berbahasa dipelajari oleh anak sejak bayi melalui tangisan, senyum, serta gerakan tubuh. Semakin bertumbuh anak, maka keterampilan berbahasa pun semakin berkembang menjadi bahasa lisan, tulisan, isyarat, dan ekspresi wajah. Dalam perkembangannya, kemampuan berbahasa anak diawali dengan pemahaman, perbendaharaan kata, mampu menyusun kata menjadi kalimat, dan mengucapkannya. Ada kalanya, anak-anak mengalami hambatan atau kesulitan dalam berbahasa karena berbagai faktor. Pada usia 4-6 tahun, anak sebaiknya sudah dapat mengekspresikan diri dengan kalimat yang lebih luas, bertanya serta menjawab pertanyaan, mengikuti instruksi kompleks, dan berpartisipasi aktif dalam percakapan. Namun kerap perbendaharaan kosa kata yang minim serta kemampuan berbahasa reseptif (pemahaman) yang belum baik menghambat kemampuan berbahasa lainnya. Keluasan wawasan pada anak memiliki peran yang cukup besar bagi jumlah kosa kata yang dimilikinya.

Mengajak anak membaca buku adalah kegiatan termudah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Meskipun anak belum dapat membaca secara teknis, buku cerita bergambar dapat merangsang anak berbahasa. Orangtua dapat membacakan cerita, memperkenalkan lalu mendeskripsikan arti berbagai kosa kata baru yang terdapat dalam cerita. Untuk kata-kata abstrak, kosa kata baru perlu disimulasikan agar anak benar-benar memahami artinya. Setelah menyimak cerita yang dibacakan, anak dapat menceritakan kembali isi cerita serta melakukan sesi tanya – jawab terkait dengan isi cerita. Jika anak masih kesulitan menceritakan kembali isi cerita, pemahamannya dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan dari orangtua tentang isi cerita. Selain membaca buku, kegiatan menyanyi juga menjadi salah satu kegiatan berbahasa yang menyenangkan bagi anak-anak. Menyanyi dapat menjadi salah satu metode dalam mengenalkan kosa kata baru bagi anak.

Bagi anak yang masih kesulitan menyusun kalimat, kegiatan arisan kata dapat dilakukan sebagai salah satu bentuk permainan. Orangtua dapat menyediakan gulungan kertas berukuran kecil bertuliskan kata-kata. Tiap kali anak mendapatkan satu kata, ia harus mencoba menyusun kalimat sederhana dari kata tersebut. Jika kesulitan, orangtua dapat membantu dengan membuat contoh. Sebagai tantangan, anak dapat diajak membuat kalimat lebih kompleks dan melakukan permainan menyambung kalimat satu dengan kalimat selanjutnya hingga membentuk alur. Selain itu, tentu saja anak perlu melakukan komunikasi dua arah secara intensif dan menjalin kontak mata.

Jika anak telah memiliki kosa kata yang kaya dan kemampuan menyusun kalimat yang baik, maka selanjutnya ia perlu melatih kemampuannya dalam bercerita dan mengekspresikan diri dalam kalimat yang lebih panjang. Kegiatan bercerita karya yang dibuatnya di rumah secara rutin atau bercerita buku secara bergantian, serta menceritakan berbagai kegiatan yang dilakukan dapat membantu mengembangkan keterampilan berbahasa pada anak.

Stimulasi berbahasa yang dilakukan sejak dini akan memudahkan anak untuk dapat mengungkapkan perasaan dan keinginan dirinya serta meredam emosi. Diawali dengan berbahasa, bercerita, kemudian berekspesi. Kecerdasan berbahasa yang baik akan memudahkan anak untuk menemukan jati dirinya. Jadi, pilih yang mana, memberi anak gadget atau mengajak anak membaca buku?

10 Comments

  1. avatar
    Aini Hanafiah January 15, 2018 4:25 am

    Wah bagus juga ini idenya yang 'Arisan Kata'. Sepertinya bisa juga kuterapkan untuk bantu anakku latihan mengeja kata. Terima kasih buat sharingnya ya mama Rizky Hany!

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania January 11, 2018 10:07 pm

    Wah Arisan kata wajib dicoba nih! Sepertinya menarik!

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    musdalifa anas January 10, 2018 4:19 pm

    Terima kasih tulisannya mama Rizka. Setuju banget dengan semua tulisan diatas. Itu seru ya Arisan kata.

    1. avatar
      Rizka Hany January 10, 2018 4:26 pm

      Sama2... Arisan kata itu pernah saya coba di anak usia 5-6 tahun. Seru banget... Selamat coba ya..

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    Lani Rusmala January 9, 2018 4:57 pm

    Aku mau coba bikin arisan kata!!! Terimakasih inspirasinyaaaaa

    1. avatar
      Rizka Hany January 10, 2018 4:55 pm

      Yeeeaaa asik. Cobain yaa...

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    ninit yunita January 9, 2018 11:08 am

    baca buku tuh banyaaak banget manfaatnya. selain bikin deket sama anak, anak juga belajar banyak hal dari membaca buku.

    artikel yang keren! semoga terus bikin kita semangat untuk membaca buku sama anak.

    1. avatar
      Rizka Hany January 9, 2018 12:09 pm

      Terima kasih.. semangat baca buku

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.