Gambar Lapangan Sepak Bola

Bunda MedinaMecca

Suatu hari saat saya pulang kerja, Medina menunjukkan sebuah gambar hasil karyanya di sekolah. Ia bercerita kalau tadi ada lomba menggambar.

“Wah bagus sekali. Ini gambar apa, Kak?”, saya bertanya sambil memperhatikan gambarnya yang 90% didominasi warna hijau.

“Ini gambar lapangan sepakbola. Ini gawangnya.” Ia berseru sambil menunjuk garis-garis hitam melintang di kiri bawah kertas gambarnya.

“Oh iya ya, Ibu gak lihat. Bagus ya gambarnya, Kakak,” saya memuji sambil tersenyum. (Setiap Ibu pasti melakukan hal yang sama ya…

“Tapi Kakak gak menang, Bu. Mungkin kakak mewarnainya kurang penuh ya?” tanyanya.

“Ya tidak apa-apa, kan Kakak sudah berusaha menggambar yang bagus. Sekarang gambarnya ditempel saja di kamar.”

“Oke!” ia menjawab dengan riang.

Boleh menempel gambar di dinding sepertinya sudah merupakan penghargaan baginya. Segera setelah itu, ia tidak lagi mengingat-ingat percakapan kami. Begitu pun saya.

Keesokan harinya, saat menjemput Medina di sekolah, saya melihat dua orang anak membawa-bawa kertas gambar seperti yang kemarin dibawa Medina. Saat berdiri di depan pintu kelas, saya disapa seorang Ibu. Anak Ibu itu teman sekelasnya Medina (kita sebut saja Mawar).

“Halo Mama Medina, tumben nih jemput!”

“Hai mama Mawar. Iya nih, Ayahnya Medina lagi ada pekerjaan.” (Karena suami saya freelancer, ia yang lebih sering mengantar-jemput Medina).

Tak lama, Mawar datang menghampiri mamanya sambil membawa sebuah kertas gambar. Saya melihatnya dan berkomentar, “Wah, Mawar menggambar bunganya bagus sekali. Ini gambar lomba yang kemarin ya?”

Mama Mawar menjawab, “Iya Mama Medina. Aduh kemarin waktu lomba, saya dan mamanya Melati gak berhenti tertawa melihat gambarnya Medina.”

(Rupanya beberapa Ibu ada yang menemani anak-anak mereka sewaktu lomba kemarin. Karena saya bekerja, jadi saya tidak pernah menunggui Medina di sekolah).

“Lho, memangnya kenapa, Ma?” saya penasaran.

“Medina menggambar lapangan bola, kan?”

“Iya,” saya tersenyum mengingat gambarnya Medina.

“Ya ampun… itu Medina lucu sekali sih, Ma, masa yang digambar lapangan bola. Mana itu gambarnya hijau semua. Hahaha…” ia tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha…” saya ikut tertawa. Terbahak juga. Senang, ternyata gambar Medina bisa menghibur orang.

Setelah mengobrol-ngobrol, saya baru tahu kalau teman-teman perempuan Medina tidak ada yang menggambar lapangan sepak bola. Kebanyakan menggambar pemandangan, rumah, bunga, orang, atau boneka. Juara 1-3 mendapatkan piala dan voucher belanja dari sebuah gerai minimarket yang baru dibuka di seberang sekolah Medina. Hari ini hadiah tersebut dibagikan. Karena Medina tidak masuk nominasi, maka gambarnya boleh dibawa pulang kemarin.

Saat Medina keluar kelas, saya tak bercerita sedikit pun tentang percakapan saya dengan mama Mawar tadi. Kami pun melenggang pulang. Ia tak tahu bahwa gambarnya mungkin dinilai sebagian orang “out of the box”. Bagi saya, tak ada yang salah bila anak perempuan yang menggambar lapangan sepak bola. Juga kalau anak laki-laki yang menggambar bunga. Yang terpenting adalah meskipun tak dapat piala, Medina tetap bangga akan karyanya.

Sebesar kebanggaan saya pada dirinya.

Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up. -Pablo Picasso

8 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit November 26, 2013 at 11:06 am

    Medina, gambarnya bagus sekaliiii… Emang gak ada yang salah kok mama. Setuju. Kira juga lebih suka mewarnai gambar spiderman dan robot, dibanding mewarnai gambar princess. It’s Ok! *toss* :)

  2. Mama Kinarian
    Mama Kinarian November 26, 2013 at 12:30 pm

    Justru yang seperti ini yg kreatif. Gambarnya pun tidak dari sudut pandang yg biasa lho, tuh dr belakang gawang. Jempol buat Medina! :)

  3. Bunda MedinaMecca
    Bunda MedinaMecca November 26, 2013 at 2:50 pm

    Terimakasih Bunda Wiwit, toss! :)
    Terimakasih Mama Kinarian :)

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel November 26, 2013 at 5:49 pm

    medina kreatif banget! suka deh gambarnya, hejooo :*

  5. sinta wati November 27, 2013 at 9:56 am

    duh mama sabar banget yah ngadeppin mama-mama yang lain (note to my self) neh pdhl dalem hati gemes bgt pasti yah ^_*

  6. ZataLigouw
    Zata Ligouw November 28, 2013 at 7:06 am

    eh, setuju banget lho kalo Medina itu punya cara pikir yang ‘out of the box’ dan itu keren banget. Sementara yang lain di usia yg masih kecil nggak berani untuk beda, dia sdh bisa menunjukannya.., salut..

  7. Bunda MedinaMecca
    Bunda MedinaMecca November 28, 2013 at 8:43 am

    Mom Eka n Mom Zata, terimakasih yaa..:)
    Mom Sinta, hehehe…sedikit aja kok gemesnya ^_^

  8. umiazzam
    Rahmi Anissa December 5, 2013 at 12:07 am

    Woow Medina kereen,, gambar ini ga cuma ‘out of the box’ tapi asli baguss,, warna hijau yg menggambarkan rumputnya kayak hidup.. Sukaa bgttt..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.