Hafidzan’s First Photo Session

intanan

Sewaktu hamil Hafidzan, saya senang melihat-lihat foto bayi yang sedang tengkurap. Saya lalu mulai merencanakan kalau Hafidzan sudah bisa tengkurap nanti, saya mau buat foto di studio. Kenapa di studio? Agar jadinya bagus dan kebetulan om saya seorang fotografer yang punya studio foto. Jadi saya pikir asyiklah bisa sering foto-foto nanti.

Ternyata tidak semudah itu. Om saya ini sibuk sekali setiap weekend, sementara abahnya Hafidz pulang hanya saat weekend. Jadi, kami belum menemukan waktu yang pas untuk foto-foto sampai akhirnya Hafidzan bisa tengkurep, berguling, dan duduk! Sesi foto akhirnya berlangsung saat kumpul keluarga alias Lebaran hari pertama.

Berbekal peralatan studio yang diboyong ke ruang tamu rumah nenek saya, mulailah sesi foto yang tidak akan terlupakan. Anak kami termasuk anak yang mudah dibuat tertawa, kadang malah hal yang tidak terduga bisa membuatnya tertawa terbahak-bahak. Tapi saat sesi foto pertamanya itu dimulai, seperti di studio foto, dipasanglah dua buah lampu yang cahayanya lumayan menyilaukan dan sangat menarik perhatian bayi 6 bulan.

Ternyata mengalihkan perhatiannya dari cahaya lampu bukanlah hal yang mudah! Segala macam cara kami lakukan untuk membuat Hafidzan tertawa ternyata gagal. Sampai hampir 1 jam tidak ada satu pun momen tertawa Hafidzan yang bisa ditangkap oleh kamera. Karena memang hari Lebaran, dan posisi studio mini kami di ruang tamu akhirnya hampir semua anggota keluarga besar berkumpul dan ikut “membantu” agar Hafidzan bisa tertawa dan mengacuhkan si lampu. Hasilnya? Malah kesal dan minta disusui.

Setelah tenang dan berganti baju, sesi kedua foto dimulai. Kami pantang menyerah membuat anak kami tertawa di depan kamera karena kami sangat suka ekspresinya waktu dia tertawa. Pada sesi kedua ini kami coba mengalihkan perhatiannya dengan menggunakan mainan, lumayan, fokusnya sekarang ke mainannya. dan sekali lagi, tanpa tawa.

dan ini ekpresi yang dicari…

Beberapa tips untuk sesi foto bersama bayi:

  • Cari waktu yang tepat, jangan lakukan saat bayi mengantuk atau lapar.
  • Pakai mainan yang bisa mengalihkan perhatian bayi dari lampu.
  • Siapkan beberapa baju ganti.
  • Cari fotografer yang “sabar” dan jangan terburu-buru.
  • Jangan dilakukan pada saat banyak orang berkumpul.

4 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel September 20, 2012 at 3:05 pm

    hallo, hafidzan ganteng! :)

  2. intanan
    intan asri September 20, 2012 at 8:24 pm

    hallo mom eka.. ^^

  3. santisetyo
    santi pratiwi September 23, 2012 at 4:56 pm

    halo Hafidzan :)

    permisi bunda numpang komen ya :)
    memang memotret bayi gampang2 susah, karena bayi tidak mudah untuk diarahkan, trik untuk mendapatkan perhatiannya adalah dengan benda/mainan kesayangannya ataupun juga orang yang menurut si bayi orang terdekatnya.
    Pilih waktu dimana si bayi biasanya bermain, agar di dapatkan momen2 yang lucu dan fresh, bila si buah hati mulai merengek dan mulai tidak nyaman,usahakan di gendong agar tetap tenang.

    Saya juga termasuk tukang foto baby bund, saya berdomisili di malang :)

    1. intanan
      intan asri September 24, 2012 at 12:57 pm

      hallo mom santi,

      betul.. pengalamanku kemarin, hal tersulit itu mengalihkan perhatian hafidz dari lampu2 studio.. he was really amazed by those lamps! ^^

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.