Hebohnya 2013

fitri QM
Fitriavi Noeriman ST, AEPP, CFP Lulusan jurusan Teknik Pertambangan ITB. Perencana Keuangan Independen.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Begitu banyak hal heboh yang terjadi di tahun 2013.
Meskipun kita sudah melewati tahun 2013 tidak ada salahnya untuk sedikit flash back beberapa fakta penting yang terjadi di tahun 2013 sehingga kita siap menghadapi tahun 2014.

1. Kenaikan harga BBM yang terjadi menjelang bulan puasa.
Dimana kita semua tahu, setiap menjelang bulan puasa semua harga pasti naik. Nah, ini harga BBM pas naiknya sebelum puasa terjadi, alhasil harga-harga makin menggila naik nya. Banyak yang protes dengan kenaikan ini, tapi seharusnya memang harga BBM dinaikkan karena kita tidak sanggup lagi men subsidi harga BBM. Justru momen kenaikan harga BBM yang menurut banyak para ahli ekonomi, sangat terlambat. Dan mengakibatkan rembetan efek negatif pada kondisi ekonomi Indonesia.

2. Kenaikan angka inflasi.
Dampak dari kenaikan harga beramai-ramai maka inflasi tahun 2013 menyentuh angka 8,38% . Setelah kita selama tahun-tahun sebelumnya berhasil menjaga angka inflasi cukup rendah. Bayangkan saja tahun 2009 inflasi hanya di angka 4,6% kemudian tiga tahun berturut-turut 2010 – 2012 bertahan di angka 6% – an.

3. Rupiah melemah, dollar berjaya!
Untuk para the urban mama yang mengoleksi dollar atau memiliki gaji dollar mungkin tahun 2013 adalah masa-masa indah, karena dollar mencapai Rp 12.000-an yang sebelumnya adem ayem di angka 9000-an. Tapi buat yang tetap harus pergi liburan ke luar negeri dan menukarkan rupiah kita yang melemah, duh rasanya nyesek banget! Kenapa sih rupiah terpuruk? Banyak faktor, salah satunya adalah karena isu pengurangan stimulus moneter dari The FED (bank sentral-nya USA). Jadi ceritanya negara Paman Sam ini merasa bahwa kondisi ekonomi negaranya sudah ada tanda-tanda membaik, setelah terpuruk lama dari krisis 2008. Maka The Fed tidak ingin mengucurkan banyak dana lagi ke negara-negara berkembang di luar US, salah satunya Indonesia. Efek ini tidak hanya memukul nilai tukar rupiah, tapi juga India, China, Brazil pun mengalami hal yang sama.

4. Suku bunga BI naik juga.
Karena inflasi naik, rupiah melemah, Bank Indonesia harus melakukan sesuatu agar tetap menjaga kondisi ekonomi stabil. Salah satu langkah yang diambil adalah menaikkan suku bunga. Dari angka 5,25% menjadi 6% kemudian 6,25% ….. 6,5% …. 7,5%!
Efek dari kenaikan BI rate adalah suku bunga deposito ikutan naik, wah asik! Eits jangan asik dulu, iya suku bunga deposito naik dari rata-rata 5,5% menjadi 7% tapi suku bunga kredit ikutan naik juga. Untuk para Mama yang sedang mencicil KPR dan pas tahun 2013 habis masa fixed rate nya, akan mengalami sedikit sesak nafas. Karena bunga akan mengikuti market (floating) dan bisa mengalami kenaikan suku bunga, artinya cicilan bulanan jadi bertambah.

5. IHSG seperti roller coaster.
IHSG = indeks harga saham gabungan di tahun 2013 pernah mencapai titik tertinggi pada bulan Mei 2013 yaitu 5.251 tapi terus bergejolak seperti roller coaster dan akhirnya terpuruk di angka 4.100 . Banyak yang deg-deg an dengan terus menurunnya IHSG, duh nasib reksadana gimana ya? Setiap membuka laporan reksadana, rasanya ingin nangis, karena terus berkurang. Tetap tenang, asalkan tahu kapan akan dipakainya dan jangka panjang, tidak usah khawatir. Justru harusnya saat IHSG sale besar-besaran, kita serbu. Kita belanja reksadana yang banyak di harga yang murah. Sayang, tidak semua berani untuk melakukan hal ini.

Setelah melihat beberapa fakta yang rasanya menyedihkan di atas, apa yang akan kita lakukan? Duduk diam, simpan semua uang nya di bawah bantal? JANGAN! Ada banyak berita positif akhir-akhir ini yang harus kita jadikan panutan positif, diantaranya adalah:

1. Berdasarkan data IMF, Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik ke-2 di seluruh negara G20. Kita hanya kalah dengan Tiongkok.
2. Cadangan devisa Indonesia naik dari USD 97 milliar ke 99 milliar.
3. Pemilu 2014 bisa meningkatkan belanja domestik dan mendongkrak 0,2% pertumbuhan ekonomi Indonesia.
4. Perbandingan jumlah hutang Indonesia terhadap PDB (produk domestik bruto) mengalami penurunan ke angka sekitar 20%-an . Sementara negara-negara Eropa dan Amerika masih di angka 60% an.
5. Jumlah pengangguran yang semakin turun.
6. Investor asing masih percaya pada pasar investasi Indonesia, terbukti penjualan global bond Indonesia minggu ini bisa mencapai angka USD 4 milliar.

Kalau investor asing masih bisa menaruh rasa percaya pada pasar investasi Indonesia.
Mengapa kita tidak?
Ayo tetap semangat berinvestasi, ingat tujuan awal, dan jangan mudah panik!

1 Comment

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit January 13, 2014 at 1:26 pm

    woooww!!! ini bermanfaat sekali untuk aku yang sedang semangat investasi niih.. Lagi banyak belajar. Thanks a lot artikelnya, mbak Fitri…!!!
    *bighug*

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.