Hidup Aman dan Bahagia Bersama Hewan Peliharaan

Tidak dapat dipungkiri, tetap saya merasa khawatir ketika anak saya, Sheira (usia 2 tahun 5 bulan), berinteraksi dengan hewan peliharaan. Mungkin saja kucing akan mencakar ketika risih diusap oleh Sheira, atau mungkin pula anjing akan bercanda secara berlebihan dengan Sheira yang menyebabkan Sheira celaka. Pikiran itu selalu terlintas di benak saya. Namun semakin ke sini, saya belajar untuk menerapkan batasan-batasan dalam berinteraksi antara anak dan hewan peliharaan.

Bagaimana agar anak-anak aman hidup berdampingan dengan hewan peliharaan di rumah? Bahkan hewan peliharaan kesayangan kita dapat menjadi sahabat pertama si anak. Agar anak-anak aman berinteraksi dengan hewan peliharaan di rumah, berikut beberapa poin yang kami terapkan pada Sheira:

Ajari anak untuk respect pada hewan peliharaan, begitupula sebaliknya. Hewan peliharaan tidak akan merasa terusik jika manusia respek terhadap mereka. Untuk itu, selalu ajarkan anak perihal kapan hewan peliharaan bisa dibelai. Jelaskan pada mereka untuk tidak mengganggu, mendekati, atau bahkan membelai anjing/kucing yang sedang makan, misalnya. Karena hal itu dapat membuat hewan peliharaan merasa terganggu dan besar kemungkinan akan menyerang. Saya pun melarang keras Sheira untuk mengambil suatu makanan atau mainan yang sedang berada di dekat hewan peliharaan kami, yang kemungkinan sedang merasa dimiliki oleh si hewan peliharaan. Mengajari anak Anda bagaimana cara yang benar untuk menyentuh, membelai, ataupun menggendong dengan benar juga sangat diperlukan. Urban Mama juga harus mengajari hewan peliharaan untuk respek pada si kecil. Tunjukkan bahwa si kecil adalah pemimpin mereka.

Jaga jarak. Hal ini diterapkan pada anjing atau kucing yang baru ditemui atau baru dipelihara, atau belum kita kenal baik sifatnya. Hal ini juga saya terapkan jika anjing atau kucing saya sedang terlihat not in the mood untuk bermain.

Beri batasan antara area anak dan hewan peliharaan. Jika Urban Mama memiliki hewan peliharaan dengan jumlah ideal dan hewan tersebut adalah tipe anjing atau kucing ‘pencinta kebersihan’ alias toilet trained, jarang keluar rumah dan main tanah, dan berbagai hal yang sangat resik, lucky for you. Tidak ada salahnya jika area mereka dan anak-anak tidak dipisahkan. Namun jika kasus Urban Mama serupa seperti saya yang memiliki hewan peliharaan dengan jumlah lebih dari jumlah manusia di rumah, adakalanya mereka masih sering marking di beberapa titik dan tidak semua dari mereka toilet trained, sangat dianjurkan untuk memisahkan area di mana si kecil bisa bebas bermain tanpa bergabung area dengan hewan peliharaan. Saya menggunakan pagar pembatas untuk 'area bersih'―sebutan saya untuk area yang tidak boleh dimasuki hewan peliharaan―agar hewan peliharaan tidak marking ataupun buang air di ‘area kekuasaan’ Sheira. Kita menyayangi hewan peliharaan kita, namun kita juga tidak boleh melupakan hak anak untuk hidup bersih, bukan?

Cara benar bermain dengan hewan. Jangan pernah membiarkan si kecil kelewat batas bermain dengan hewan peliharaan. Menunggangi badan anjing (it’s not a horse!), menarik ekor kucing (mereka akan dengan sigap mencakar tangan si kecil dengan kuku tajamnya), menarik bulunya, dan berbagai hal yang sangat mungkin mengganggu hewan peliharaan Anda dan membuatnya melakukan perlawanan.

Ajari anak cara merawat hewan peliharaan. Tanggung jawab merawat hewan peliharaan bisa diajari sedari dini dari hal-hal kecil. Misalnya, memperlihatkan bagaimana cara memberi makan hewan peliharaan yang benar. Beri contoh dengan mengajak si kecil menuangkan butiran kibbles di mangkuk makanan hewan peliharaan sesuai waktu yang ditentukan, sehingga anak akan terbiasa melakukannya. Jika anak sudah cukup besar untuk mengerti cara grooming hewan peliharaan, ajak anak untuk bersama-sama memandikan hewan peliharaan, mengeringkan dan menyikat bulunya dengan sisir, dan lain sebagainya. Dengan diajari cara merawat hewan peliharaan, anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang bertanggungjawab dan sayang pada hewan peliharaannya, just like you!

Jangan kurangi perhatian pada hewan peliharaan. Saya mengerti, adakalanya ketika si buah hati sudah hadir ke dunia, perhatian Anda pada hewan peliharaan akan berkurang. Yang biasanya tiap hari selalu mengajak hewan peliharaan Anda jalan pagi dan sore, sekarang jalan seminggu sekali pun sudah bagus. Yang biasanya turun tangan sendiri memandikan sampai belanja peralatan untuk hewan peliharaan, sekarang masih ingat untuk membuat perjanjian housecall grooming service tiap minggu pun sudah bagus. Saya pun sempat mengalami hal serupa, waktu tersita untuk si buah hati. Sering saya melihat tatapan sedih dan cemburu dari anjing saya yang membuat saya sangat merasa bersalah. Trik saya untuk menangani hal tersebut adalah dengan menyisipkan waktu khusus untuk ‘memberikan waktu kami secara penuh’ untuk si hewan peliharaan. Misalnya pergi selama beberapa hari ke pantai ramah anjing dengan membawa serta mereka. Sheira pun juga tentunya akan senang berlibur ke pantai. They’ll be so happy, seharian main di pantai. Happy pets, happy toddler, happy family!

Beberapa rekomendasi tempat terdekat dari area Jabodetabek yang biasa kami kunjungi untuk jalan-jalan bersama hewan peliharaan adalah Pantai Sawarna (dan pantai sekitarnya), Dolphin Beach di Pelabuhan Ratu, serta Gunung Mas-Puncak. Selalu ingat ya urban Mama-Papa, tetap jaga kebersihan lingkungan sekitar ketika sedang membawa hewan peliharaan berlibur.

Namun harap diingat, walaupun urban Mama-Papa merasa hewan peliharaan sudah sejinak apa pun, tetap awasi saat anak-anak sedang berinteraksi dengan hewan peliharaan. Jangan pernah lengah ataupun meninggalkan mereka bersama tanpa pengawasan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Karena Anda tidak akan pernah tahu, kapan si buah hati tanpa disadari membuat hewan peliharaan merasa terusik yang mengakibatkan hewan peliharaan bersikap mencelakai, ataupun reaksi lainnya yang di luar kendali.

Demikian tips yang kami terapkan di rumah agar aman dan bahagia berinteraksi dengan hewan peliharaan di rumah. Dengan memberi contoh kepada anak-anak, semoga anak-anak menuruni hal baik yang dilakukan orangtuanya: menyayangi makhluk lain ciptaan Tuhan. Love your family, include your furry kids, and stay safe!

2 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania February 13, 2018 7:52 am

    Aahh, terjawab sudah rasa penasaran saya tentang anak-anak dan hewan peliharaan.

    Dulu orang tua saya juga punya anjing peliharaan, seingat saya, saya sering sekali diajak bermain tapi saya takut, lari dan berakhir dikejar karena dipikir sedang main. :P


    Akhir-akhir ini 3 anak di rumah pengin banget pelihara anjing, tapi saya yang masih kerepotan, apalagi mereka belum konsisten mau ikut membantu membersihkan hewannya atau tidak.
    Jadi saya tampung dulu keinginan mereka sampai merasa siap.

    Nice artikel mama Febiola :)

    1. avatar
      Febiola Lamongi February 13, 2018 11:10 am

      Iya Ma, kesalahan (yang pastinya nggak disadari oleh si anak krn memang belum ngerti yaa) anak biasanya lari pas liat si guguk, si guguknya merasa diajak main jadinya ya ngejar. Berujung dengan si anak ditomplok guguk (masih dengan niat ngajak main), tp anaknya pasti jadi trauma

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.