Kebutuhan Masyarakat Urban terhadap Rumah Efektif

Mempunyai hunian yang nyaman dan layak mungkin sudah bisa dibilang menjadi hal yang krusial saat ini. Di tengah banyaknya permasalahan yang timbul di berbagai kota besar Indonesia, seperti tingginya nilai harga tanah dan berantakannya moda transportasi seringkali menjadikan kita tidak mempunyai banyak pilihan dalam memilih hunian yang ideal.

[caption id="attachment_112796" align="alignnone" width="600" caption="Rumah kecil yang efektif"][/caption]

Sebenarnya, apa sih faktor utama yang menjadi dasar untuk memilih hunian bagi urban mama dan urban papa? Apakah menginginkan rumah yang cukup besar agar semua kegiatan muat di dalamnya? Ataukah perhitungan dekat-jauhnya dengan pusat kota? Atau malah harus kedua-duanya?

Kalau urban mama dan urban papa sama dengan saya - hanya memiliki budget yang terbatas - mungkin rasanya akan sangat sulit ya untuk memprioritaskan keduanya. Satu-satunya solusi adalah mengakalinya dengan merencanakan rumah yang efektif dan juga efisien.

Rumah efektif adalah rumah yang mempunyai berbagai ruangan yang dapat memfasilitasi kebutuhan penggunanya secara maksimal. Ruangan yang besar belum tentu dapat berfungsi secara maksimal apabila fungsi-fungsi yang terdapat di dalamnya tidak berjalan dengan baik. Sebaliknya, ruangan yang cenderung kecil belum tentu juga tidak berguna. Kalau ternyata ruangan kecil tersebut dapat berfungsi maksimal, maka dapat dibilang ruangan tersebut efisien.

Contoh sederhana dari ruangan efektif adalah penggunaan ‘ruang tamu’. Apabila urban mama dan urban papa jarang menerima tamu, bisa saja sebenarnya ruang tamu dihilangkan sehingga ruang keluarga dapat diperbesar. Menyukai kegiatan memasak? Kenapa tidak memaksimalkan dapur sebagai pusat kegiatan berkeluarga dengan membuat konsep ‘open kitchen’ dengan meja besar sebagai tempat berkumpul. Atau apabila urban mama dan urban papa bukan tipe yang menggunakan jasa asisten rumah tangga, mungkin saat ini sudah tidak perlu lagi menyiapkan kamar khusus bagi mereka.

[caption id="attachment_112800" align="alignnone" width="600" caption="Open Kitchen yang juga sebagai ruang keluarga"][/caption]

Rumah efektif adalah rumah yang memiliki berbagai ruangan yang dapat mencerminkan kepribadian dan kebiasaan dari sang pemilik rumah. Dan seperti layaknya kita meminta bantuan dokter ketika kita sakit, untuk mendapatkan rumah yang efektif memerlukan jasa arsitek yang dapat menganalisa kebutuhan pasti dari pemilik rumah.

Berinvestasi untuk mengeluarkan sebagian dari dana konstruksi untuk berdiskusi dengan konsultan yang berkompeten bukan saja dapat menghemat pengeluaran namun juga dapat memastikan rumah yang kita bangun dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau menurut urban mama dan urban papa bagaimana? Silakan berkomentar di bawah ini ya.

sumber gambar: archdaily | idee-co

9 Comments

  1. avatar
    iif khanifa February 11, 2016 11:02 am

    rumah tipe 26 biar ga sumpek diakalin nya gimana ya? banyak barang2 dan Dus nya yang harus disimpan tapi ga punya gudang -___-'

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Mande Austriono February 9, 2016 3:09 pm

    Hi semua..

    @rian rosita: sama sama :) Iya memang, kebanyakan masyarakat kita cenderung malas ngehire konsultan karena mikirnya mahal, padahal ujung-ujungnya biasanya sih lebih mahalan klo kita nyoba beli ini itu yang akhirnya ga bisa kepake maksimal.

    @Chamarsha89 biasanya sih yang paling menggoda memang ke toko furniture sih. Cobain deh ke ikea, seringnya pas balik malah beli barang-barang yang awalnya ga niat buat beli haha..

    @Eka Wulandari Gobel: sama-sama. Nah emang standarnya orang Indonesia tuh ngumpulin barang ya haha.

    @Enjiedee: sama samaa.. Oia, saya bukan mba ko :p

    @Desy Yusnita: mahal-murah konsultan itu relatif ko mba. Sama kaya dokter, kadang-kadang kita emang butuh ke dokter spesialis klo penyakit kita udah aneh. Tapi klo sakit biasa kan cukup ke dokter umum aja. :D

    @Dini Ayu: salah satu yang mesti diakalin sebenernya adalah membeli furniture yang bisa kepake buat suatu saat kita punya rumah sendiri. Kan ga selamanya mau ngontrak kan mba?

    @PrayitnoLiz: coba ngobrol2 aja dulu sama arsitek yang mba kenal deh. Mestinya sih mereka mau ko kalau diajak diskusi. :D

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    PrayitnoLIz February 8, 2016 11:49 pm

    Saya ingin rumah dgn ruang yg efektif juga hemat energi. Hanya masih ragu tentang ukuran yg efektif, tidak sumpek meski kecil. Juga tentang bukaan ventilasi, spy udara segar masuk, tapi tidak membawa debu.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Dini Ayu February 8, 2016 11:48 am

    Setuju sekali.. Pemanfaatan ruang dan tata letak itu penting, apalagi buat saya yg masih ngontrak hehee.. Rumah yg saat ini saya sewa tergolong besar, namun sayangnya kurang efektif dari segi tata letak, jadi gemes sendiri suka berandai2 "coba rumah sendiri, ini bagusnya begini, dapur bagusnya ada jendela spy terang dsb" ;) Nice article and lovely house pic :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Desy Yusnita February 4, 2016 12:21 am

    Saya sendiri kepingin punya dapur dengan konsep terbuka, tapi apa daya sudah terlanjur punya rumah dengan design seperti ini. Ingin sewa jasa arsitektur sebenernya mahal ga sih? Belum pernah hunting, soalnya sudah keburu takut mahal :(

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.