Kelompok Prioritas di Commuter Line

melissa april

Saya pengguna jasa kereta commuter line saat pulang kerja, tidak setiap hari memang, tetapi saya cukup sering menggunakan kereta dari Tanah Abang menuju Pasar Minggu. Saya lebih nyaman berada di gerbong wanita, karena walaupun penuh, tapi berdesak-desakan dengan wanita jelas lebih aman daripada pria. Pengguna gerbong wanita ini adalah semua wanita dari berbagai macam profesi. Saat jam pulang kerja tentunya para pekerja wanita lebih dominan di gerbong ini. Saya sudah merasakan suka duka naik commuter line sejak masih single, hamil, dan kini sudah punya anak.

Ketika kereta akan tiba di stasiun, penumpang berebut maju ke peron, banyak yang mengabaikan batas garis kuning demi keselamatan diri sendiri. Tujuannya apa? Agar bisa segera masuk ke dalam gerbong kereta dan mendapatkan tempat duduk. Saat pintu kereta terbuka, penumpang dari peron berebut masuk ke dalam, saling dorong dan sikut sudah biasa, serta berlarian menuju tempat duduk yang kosong. Kalau naik di stasiun Tanah Abang kemungkinan tempat duduk kosong masih banyak. Bahkan bangku prioritas pun menjadi sasaran, wajar saja mengisi bangku tersebut jika belum ada kelompok prioritas yang membutuhkannya. Tetapi saat ada kelompok prioritas yang masuk ke dalam gerbong, beberapa perlakuan yang mereka alami (menurut pengamatan saya sendiri):

  1. Ada saja penumpang yang duduk di bangku prioritas (tapi mereka bukan kelompok prioritas) yang tidak berdiri dan menyilakan kelompok prioritas duduk, sehingga kelompok prioritas ini minta ke petugas dulu untuk “mengusir” penumpang biasa dari bangku prioritas, bukan kesadaran sendiri.
  2. Ada saja penumpang biasa yang pura-pura tidur, kakinya sakit (padahal bawa tas belanja besar hasil berburu di Tanah Abang), atau sakit kepala di bangku prioritas. Perlu catatan, kelompok prioritas di commuter line adalah ibu hamil, ibu yang membawa anak, lansia, dan penyandang cacat.
  3. Kursi prioritas tidaklah banyak, dalam 1 gerbong hanya terdapat 12 – 16 tempat duduk saja. Apabila ada penumpang prioritas naik dan sudah kehabisan tempat di bangku prioritas, banyak penumpang di bangku biasa tidak mau memberikan tempat duduk mereka, bahkan ada saja yang menyuruh kelompok ini mencari ke bangku prioritas di gerbong sebelah. Padahal isi gerbong saja sudah padat, bagaimana mereka bisa menerobos kerumunan manusia.
  4. Meskipun akhirnya kelompok prioritas ini mendapat tempat duduk, itu pun sudah melewati beberapa stasiun dulu atau ada penumpang yang duduk akan turun dari kereta.
  5. Pernah saya jumpai ada beberapa ibu membawa anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka tidak mendapat tempat duduk, karena anaknya mau digendong (anak kecil kan capek kalau berdiri lama) jadi ibu-ibu itu menggendong anaknya dalam keadaan berdiri, dan kebetulan saya melihat penumpang di dekat saya yang sedang mengirim bbm ke temannya (yang sepertinya duduk di antara penumpang kereta itu), ia bilang ke temannya untuk pura-pura tidur karena banyak ibu-ibu yang bawa anak.

Saat hamil saya baru mendapat prioritas ketika hamil sudah besar/perut kelihatan, pada saat hamil muda dan perut belum kelihatan saya tidak mendapat tempat duduk prioritas karena sudah diisi (kebanyakan) penumpang biasa, padahal hamil muda keadaan saya masih suka mual dan pusing. Kadang terpaksa saya harus berebut untuk masuk ke dalam gerbong agar dapat bangku prioritas terdekat. Di antara 4 golongan dalam kelompok prioritas, dua di antaranya pasti wanita (ibu hamil dan wanita yang membawa anak kecil), sebagai sesama wanita kenapa tidak merasakan betapa kelompok prioritas ini memang benar-benar membutuhkan tempat duduk. Jangan cuek, jangan pura-pura tidur, mengalah dan peduli pada kelompok prioritas, ingatlah jika kita berada di posisi mereka. Jadilah pribadi yang lebih sadar akan lingkungan sekitar, kita saja yang normal capek untuk berdiri apalagi mereka yang kelompok prioritas dengan kondisinya seperti itu.

Jadi urban mama pengguna kereta/commuter line yang bukan termasuk golongan prioritas, utamakanlah kelompok prioritas untuk duduk, meskipun di bangku biasa. Bagi Mama yang termasuk kelompok prioritas, jangan segan atau malu untuk meminta tempat duduk ke penumpang yang normal, apalagi yang duduk di bangku prioritas itu jelas hak kelompok prioritas, atau mintalah bantuan petugas.

Mungkin perlu juga memberikan label/pin pada kelompok prioritas yang mungkin bisa diminta di loket tiket dan menurut saya orang sakit yang hampir tidak bisa berdiri perlu dikategorikan kelompok prioritas juga.

image credit: gabriella

34 Comments

  1. ninit
    ninit yunita October 21, 2013 at 7:05 am

    melissa,
    huhu i feel youuu…
    masih kurang kesadaran yaa untuk memberikan kursi prioritas sebagaimana mestinya.
    ngga hanya di sini loh, saat di singapore pun saya tidak jarang mengalami kejadian yang sama.
    pernah juga lagi hamil besar, dorong stroller (anak pertama) dan masuk lift… penuh, tidak ada yang memberi tempat padahal saya sudah menunggu lama.

    tiba2 ada ibu2 yg marah2 pada orang yang ada di lift sehingga mereka keluar dan saya bisa masuk.

    semoga kita semua makin sadar yaa untuk tidak menggunakan kursi prioritas yang ada di commuter line.

  2. eka iswahyuni
    Eka Iswahyuni October 21, 2013 at 7:37 am

    been there, mbak melissa,,

    waktu hamil besar dan belum cuti, aku sempet juga nyobain naik commuter line dan bisa diitung pake jari deh berapa kali aku dikasih duduk. akhirnya nyerah dan milih pake taksi/angkot buat berangkat kerja, meskipun kalau naik angkot kadang rebutan juga :(

    tapi yg menurutku aneh, kenapa kok sesama wanita, tapi toleransinya malah lebih rendah ya? kalau masuk ke gerbong yg campur, malah bapak-bapak nya langsung mempersilahkan duduk loh. miris.

  3. dwiii
    dwiii October 21, 2013 at 7:40 am

    mba mel,
    i feel u too..
    mulai dr single, hamil, sampe punya anak, kalo diperhatiin, emang kesadaran para wanita ini memprihatinkaaan sekali. Dan ga jarang juga, yg ga mau ngalah itu ibu2 yg ‘seharusnya’ sudah pernah merasakan hamil (kecuali kalo pas lagi hamil dy ga naek kereta yaa..). Sampe gemeeess liatnya kalo ada yg ga mau ngalah sm kelompok prioritas ini. Dan kejadiannya ga cuma di commuter line, tapi di transjakarta pun sperti itu.
    Hmmm.. Smogaa para pengguna transportasi umum diberikan kesadaran untuk lebih memperhatikan para kelompok prioritas ini..

  4. osi
    rosiana damaiyanti October 21, 2013 at 9:50 am

    i feel you mba melissa.
    eeeh,menurut gw kaya’nya prioritasnya harus ditambah deh. Suami gw sering banget naik commuter line kalibata-bogor bawa si bocil 13 bulan berduaan doang.lhaaah kan gak masuk kategori “prioritas” tu bapak2 membawa anak. boleh kali ya kalo ditambah “anak2 balita”.bapaknya mah teteup berdiri aja ya.hehehehe

  5. mixfruits
    mixfruits October 21, 2013 at 10:01 am

    saya sendiri kapok dengan gerbong khusus wanita. wanita memang tenaganya luar biasa, makanya saya kapok kalo harus dorong2an dan sikut2an rebutan masuk gerbong. lebih santai di gerbong biasa :) waktu hamil pun juga saya malah 1-2 kali aja naik di gerbong wanita, abis itu nggak pernah lagi.. bener..sesama wanita malah nggak punya toleransi. hehehehe!

  6. melissa april
    melissa april October 21, 2013 at 10:05 am

    @mba ninit: wah ternyata di singapore ada juga yg begitu, mungkin negara2 lain juga masih ada mengalami hal yg sama kali yaaa… Nah itu dia, klo ada 1 orang aja yang protes akhirnya bs duduk tapi kalo diem semua sampai turun nggak ada yg kasih

    @mba eka: Iyaaa..klo di tempat campur untungnya ada yg kasih tapi ada beberapa bapak yg pura2 tidur juga lhooo..hihi. Pernah gerbong lg penuh sy hamil besar pas mau keluar kereta penuh perjuangan, badan udah rela deh nempel sama bapak2 -__-”

    @mba dwii: iyap, aku dengar cerita temanku yg pengguna transjak juga begitu katanya. Aamiiin, smg makin sadar thdp kelompok proirotas :)

  7. wmartrilia
    Winda Martrilia October 21, 2013 at 10:32 am

    Mba Melissa, aku pengguna rutin KRL Commuter Line dan sedang hamil 19w sekarang dengan rute Bogor – Sudirman PP. Awal Oktober lalu, dengan menyesal aku terpaksa menampar perempuan muda yang berdiri di depanku setelah sebelumnya dia menoyor kepalaku dan membully aku yang berusaha melindungi perutku dari desakan kakinya. Awalnya dia marah karena aku menahan beban badannya untuk melindungi perutku, lalu aku katakan baik-baik bahwa maaf aku harus menahannya demi perutku tidak terdesak dan terjepit kakinya. Tanpa disangka, dia memaki-maki aku dengan bilang bahwa kalau hamil ya jangan naik KRL, mintalah suami untuk tanggungjawab antar. Aku hanya menimpali sedikit sebetulnya saat itu bahwa menggunakan transportasi publik adalah hak setiap orang. Tanpa disangka, dia menoyor kepalaku. Wah2, habis deh kesabaranku, refleks kutampar perempuan yang usianya jauh lebih muda dari saya itu. Keributan tidak terelakkan karena dia masih berusaha memukul dan mencakar aku. Beruntung banyak penumpang lain yang membela dan melindungiku. Jujur, memang naik KRL sekarang sangat-sangat tidak bersahabat. Rindu serindu-rindunya dengan KRL Pakuan Ekspress :’)

  8. dwiii
    dwiii October 21, 2013 at 10:59 am

    @Winda: hiiii.. sadis amat yaa tu cewe, esmosiaan, msh muda pulaaa.. lagi dapet x mbaa atw abis diputusin cowo’nya, hehe.. Kalo aq ada disana, pasti aq belain mba jugaa *hugs..
    Coba kalo semua pengguna transportasi umum itu bs saling menghargai dan memposisikan dirinya sendiri.. Hmmm.. Pasti damaaai.. Sedamai duduk nyaman di KRL Pakuan Ekspress..

  9. Tyas
    Tyas Soejoedono-Prabhowo October 21, 2013 at 11:08 am

    Ya ampun Mbak winda Martilia, sungguh wanita tsb tidak mempunyai tata krama. Saya pernah merasakan sama, hamil naik kereta, alhamdulillah selalu lancar karena banyak rekan kerja pria maupun wanita se-kereta Bogor Jakarta yang membantu saya. Saya pernah menyaksikan seorang pegawai muda marah-marah karena petugas meminta dirinya berdiri karena ada ibu dan anak balita yg tidak mendapatkan tempat. Sayapun gak suka gerbong wanita, maaf ya setiap di gerbong wanita “harus mengalah” memberikan tempat duduk kepada lansia (gak perlu lansia sie, ibu yg sudah senior akan saya beri) atau ibu hamil atau dengan anak. Bukan saya terpaksa sie mengalah, tapi geram melihat kanan kiri masih sehat dan muda gak memberikan tempat duduk. Teman saya pernah menyaksikan ibu hamil diusir ibu lain, padahal ibu hamil itu gak minta tempat lho, cuma dibilang mbak disana ada kursi prioritas padahal tahu kan gerbong sudah sesak. Saya tidak hamil pernah diberikan duduk oleh anak laki-laki SMA. Saya lihat badge sekolah ternyata SMAN ternama di Jakarta. Akhirnya memang pendidikan tata krama harus dimulai dari rumah, sekolah dan sedari kecil bagi wanita maupun pria. Sekarang kalau melihat adegan seperti itu, sudah terbayang keluarga macam apa. Semoga saya bisa mengajarkan anak-anak tata krama yang baik.

  10. Vibe
    Vibe October 21, 2013 at 11:37 am

    Adikku cerita ada ibu hamil yg nangis di bis karena dia udah ga dikasih tempat duduk trus disuruh geser2 mulu sm kondekturnya, padahal dia pengen berdiri sambil nyender ke kursi, kalo geser ga bisa nyender lg donkk… hamilnya sih masih kecil, si ibu itu jg masih muda, tp tetep aja kasiaan.. adikku & pacarnya udh geram bgt pengen nyuruh org kasih si ibu duduk, soalnya adikku jg berdiri, ehh keburu nangis deh bumilnya.. seisi bis jadi ga enak deh

  11. lina78
    Lina Basuki October 21, 2013 at 11:48 am

    saya juga eks pengguna commuter line sedari single sampe dengan punya anak, whew….bener Mbak Winda, saya juga kangen dnegan kereta Pakuan ekspress, jaman masih kereta Pakuan, banyak yg bisa membawa anak2nya ke kantor kalo libur sekola, sekarang mah boro2….waktu hamil anak pertama ada beberapa bulan saya masih bisa menikamti kereta Pakuan, pas trimester 3, bener2 ampun deh, hari pertama uji coba commuter line, sukses gak kebagian naik kereta dari THB (tanah abang) karena kereta belum smape peron aja calon pnp udah pada berkerumun, dan pas di kereta ketiga, akhirnya beberapa pnp berusaha melindungi saya dan beberapa bumil untuk naik terlebih dahulu, dan pas didalampun ternyata saya dan bumil lainpun didorong kesana kemari..whaaaa….nangis saya…kan ngilu hamil dengan perut yg udah besar begitu didorong kesana kemari….suami kebetulan naik stasin sudirman, tp kita gak bisa tentuin di gerbong yg sama… sekarang2 ini menurut cerita dari suami juga satus temen2 sesama roker di fb grup, bahwa krl semakin parah dan tidak bersahabat terhadap bumil, hmm…semoga temen2 bumil sabar…dan saat ini sayapun sedan hamil 32 wks, tp udah gak bekerja lagi sejak BUlan Januari 2013, sempet mau bekerja lagi di kantor lama pas bulan April, eh gataunya saya dalam kondisi hamil muda, akhirnya gak jadi masuk dan suamipun memang tidak mengijikan ya karena kondisi saya yg hamil muda tsb, dan suami tau banget kalo kondisi saya sedang hamil pasti akan menjadi lebih galak terhadap pnp yg ngeyel gak mau memberikan TDP…dulu waktu hamil anak pertamapun saya galak karena terpaksa, ya itu td saya udah minta baik2 bangku prioritas, tp kadang pnp tsb pura2 sakit ato cuek sama sekali, jangankan sedang hamil, saat sedang tidak hamilpun saya kerap debat sama pnp lain karena sebal suka pura2 gak ngeh ada bumil/lansia/busui yg sedang membutuhkan TDP,apa salahnya kalo kita sedang dalam kondisi sehat dan sedang tidak hamil untuk mendahulukan org2 yg membutuhkan TDP tsb…sekali lagi, sabar ya buat para bumil yg saat ini masih menggunakan krl ke tempat bekerja…

  12. Kira Kara
    Bunda Wiwit October 21, 2013 at 12:08 pm

    hiks… *group hug*, akupun pernah dicaci di bisgara-gara ingetin orang lain untuk kasih tempat duduk buat bapak tua yg kliatan udah pucat.
    Tapi bener, kebiasaan baik dimulai dari diri sendiri, anak2 dan keluarga. Yuuukk mulai tanamkan kebiasaan kecil2 yang bermanfaat untuk orang banyak. Tidak perlu menjadi superhero untuk merubah dunia kaaann… :)

  13. ephie_donk
    ephie_donk October 21, 2013 at 12:52 pm

    Setujuuu ma Bunda Wiwit, dulu pas lagi jalan ma pacar (sekarang suami)naik busway, liat ada ibu2 bawa anak naik, aku langsung berdiri, sampe pacar malu sendiri.
    Aku udah ga pernah naik comline(cukup denger cerita sedihnya dari suami), pilih berangkat jauh lebih pagi naik angkot. Di angkotpun, ibu hamil tetep dengan tega disuruh duduk di pinggir pintu kok..
    Memang kesadaran masyarakat kita yang harus dididik (ga habis2 ngomonginnya)

  14. mrs.harmen
    mrs.harmen October 21, 2013 at 1:19 pm

    Yes.. Akupun sebal dengan orang yg ga sadar diri sudah duduk di kursi prioritas, dann begitu ada yg membutuhkan, tidak mau berdiri.
    Saya dl hamil memang sudah berhenti kerja.
    Tp dl waktu blm hamil, banyak bgt ibu2 yg cuek bebek melihat ibu hamil atau ibu2 yg bawa anak berdiri..
    Payah..

  15. diano.dian
    diano.dian October 21, 2013 at 1:26 pm

    @winda : hmmm, kebayang gmn rasanya itu mba..
    setuju, tarif yg semakin murah utk com line, semakin membuat ketidaknyamanan untuk penumpangnya, terutama utk ibu hamil dan yg berhak atas tmpt duduk prioritas =(,,
    mudah-mudahan segera ada solusi moda transport yg makin nyaman utk semua, aamiin

  16. wmartrilia
    Winda Martrilia October 21, 2013 at 1:35 pm

    Yang jelas sakit hati hehe.. Mbatin aja dalam hati, rasanya sebelum hamil, aku selalu mendahulukan orang yang lebih membutuhkan tempat duduk walaupun aku bukan duduk di TDP, tapi giliranku kok malah dibully hiks..

    Kalau aku sejak dinyatakan positif hamil Awal Juli lalu selalu minta duduk pokoknya, soalnya trauma pernah keguguran tahun lalu. Aku colekin dan tungguin yang di TDP sampai berdiri, bahkan buat jaga-jaga aku bawa hasil tespack ku di tas hahaha…

  17. rinda mardjono
    rinda mardjono October 21, 2013 at 1:46 pm

    kangen sekali dengan kereta express.. gpp bayar lebih mahal, asal nyaman.. menurutku, commuter line skrng sudah gak manusiawi sekali. pengalaman kemarin pas hamil muda 3 bulan, mau minta tempat duduk tp segen, jd berdiri. ndilalahnya, dapet kereta yg ac nya mati, dan tiba2 di tengah perjalanan, keretanya berenti ada gangguan sinyal. waduh, itu rasanya udh gak karuan. semua ibu2 teriak minta jendela dibuka. aku sendiri sesak nafas saat itu. pas orng2 tau aku lg hamil, br dikasih tempat duduk. setelah kejadian itu, setiap naik kereta aku langsung menuju priority seats.oh iya,bahk7an ada seorang temenku yg keguguran begitu turun dr kereta yg berdesak2an :((

  18. Umah Nunki
    Nunki Herwanti October 21, 2013 at 2:19 pm

    Ngenes banget bacanya. Miris, sedih, geram, campur aduk.
    kemana hati nurani mereka siiihh?!!! *jambak2rambut *guling2

  19. bundanadiandra
    bundanadiandra October 21, 2013 at 2:41 pm

    ngomongin krl dan tingkah penumpangnya gak ada matinyeee,,, kudu sabar2 banget klo mo naik krl jaman skrg ini, gak ada nyamannya sama sekali! apalagi di jam kerja, yg gak hamil aja badan ngerenteg kluar krl..
    emang ya skrg orang dah jarang yg punya empati sm bumil2, sampe kesel sendiri, karena saya pernah hamil, tau banget rasanya hamil kaya gimana. Waktu sy hamil dulu, alhamdulillaaaahhh bgtttt masi ada kereta ekpress yg jauh lebih manusiawi dr krl skrg. Tapi segitu manusiawinya itu kereta masih ada juga manusia yang gak manusiawi. Untung bukan saya yg merasakan, tapi bumil yg naik ekspress 1 stasiun setelah saya. Ada ibu2 (1 Geng) yang BUKAN masuk ke dalam kategori prioritas, duduk di sebrang saya (saya hamil juga). Dengan santainya ibu2 itu bilang “Ini bukan tempat Prioritas, kan gak ada stickernya,, tuh kosong kan stickernya? kadi ini kursi umum” (memang saat itu tempat prioritas tdk berstiker. Lalu ibu2 yg lain (emannya juga) bilang “Kan yg hamilin bukan kita.. masa kita yg berkorban?”
    Astagfirullahalladziiiimmmm,,, cuma istighfar dan umpatan2 dlm hati yg bisa sy lakukan saat itu. Kalo tidak ingat sy juga sedang hamil (tua)saat itu, mungkin sy sudah ikutan adu mulut sm 1 geng tidak bermoral itu. Turun stasiun sy lapor ke staiun mengenai prilaku ibu2 tsb. Sampai sekarang saya masih inget dengan sangat persis siapa saja ibu2 tersebut, krn mereka memang penumpang rutin seperti saya. Naudzubillah min dzaliik.. smoga kita smua di forum ini dijauhkan dari sifat tidak bermoral seperti itu..
    Jujur, sampai hari ini,kloinget kejadian itu, rasa kesal masi membuncah di hati saya… astagfirullaaahhh :(

  20. ZataLigouw
    Zata Ligouw October 21, 2013 at 2:52 pm

    makasih artikelnya ya melissa. setuju banget dengan ide pin itu, biar nggak perlu capek2 ngingetin atau negur orang2 yang suka merebut hak orang lain ;p

  21. Silpe
    Silfa Reskhy October 21, 2013 at 6:11 pm

    Baca tulisan ini jadi ingat pas hamil dulu. Bedanya, saya naik bis kota saat berangkat ke kantor jika suami tidak bisa antar. Pernah, suatu kali naik bis kota patas yang sudah berAC, memang bukan bus patas yang khusus wanita, saat itu kondisi bus penuh penumpang, dan saya dengan perut buncit mau tidak mau berdiri diantara penumpang yang duduk. Kejadian seperti ini tidak satu dua kali saja saya alami, tetapi beberapa kali. Anehnya, selama saya berdiri, penumpang yang lain yang dapat tempat duduk berkelakuan seperti biasa, tidak ada toleransi untuk memberikan tempat duduknya pada orang hamil seperti saya. Saya mendapatkan tempat duduk juga saat ada penumpang yang mau turun, itupun jarak dengan kantor saya sudah semakin dekat.
    Cerita saya memang tidak sebanding dengan cerita bunda @Winda dan teman bunda @Rinda tapi sepertinya toleransi seperti ini yang harus diajarkan sedari dini, belajar untuk bertoleransi dan menghargai orang lain.

  22. ummi firza
    ummi firza October 21, 2013 at 10:14 pm

    Hiks… Jd Inget kjdian bulan kmrn, jd pgn nangiiisss…
    Slama ini jrg bgt naik KRL, n sekalinya naik krl bukan jam kerja jd legaa n nyamannn, mknya asumsiku naik KRL itu enakk ;)
    Nah malapetaka *bahasanya* terjadi pas bulan kmrn silaturahmi dg sodara di tangerang, ak pergi sama firza *7 bulan* n mama, brgktnya sih gpp lancar jaya dijemput di stasiun, nginep bbrp hari, pulangnya itu loh, bareng sama org2 pulang kerja…
    Wuih baru tauu aku kl KRL jam plg kerja puadat n sadisss huhuuu.. Aku sih dpt tmpt duduk prioritas krn gendong anak, tp mamaku ga, nah makin kesana *ke arah manggarai* makin padat itu penumpang, saling dorong, ya Allah..takuuttt..dan tiba2 yaaa itu sebuah tas ransel *berat* melayang hampir menimpa firza reflek ak tepis jd telak kena kepala n leherku..huhuuu..*leherku baruuu aja sembuh habis salah otot* paniikkk luar biasa nih..pgn nangiiisss..apalagi mau kluar transit di manggarai..untuuungnyaa krn perisstiwa tas melayang itu smua penumpang jd tau ak bawa bayi, n smua wanti2 sm yg dbelakang ” jangan dorong ya ada bayi “… Selamatlah ak, firza n mama turun..
    Sempet trauma ak ga mau naik krl lg ke bekasi, mndg taksi aja, tp mama nenangin ak..
    Ya Allah moms kl inget pgn nangis deh, kynya nyawa bayiku terancam gtu.. Krl..oh krl.. Kapok naik pas jam brkgt/plg kerja..

  23. LarasWahyu
    LarasWahyu October 22, 2013 at 7:04 am

    Saya masih mahasiswa. Belum nikah apalagi hamil.. aih.. amit-amit jabang naga *ketok2pintu rumah orang
    Beberapa kali saya harus ke ke Jakarta dengan KRL dr Bogor. Meskipun start dr stasiun pertama, pasti sudah nggak dpt tempat duduk. meskipun bukan di jam kerja. Apalagi kereta ekonomi yang biasanya d pake sama lebih dari 50% penumpang udah ga ada. Jadi pasti rameeeeeeee banget.
    Saya sih sadar diri aja, hampir nggak pernah duduk d kereta sama sekali. Masih muda ini…
    Yang lucu pernah saya ke Jakarta bersama tante saya. Tiba2 ada ibu2 udah hamil gedeeee bawa balita dua. Super sekali bukan? segerbong pura2 tidur. emang sih kondisi gerbong tidak terlalu padat. Tante saya yang kasihan langsung bangunin abg yg sudah duduk dan tidur dr stasiun awal (Cikini, saat itu sudah d sekitar UI), tu abg malah marah2, ngomel2 sendiri. Tapi tetep ga mau berdiri. Tante saya kan kesel tuh.. di injek lah kakinya kenceng banget. masih pura2 tidur dooonk yaaa… akhirnya tante saya teriak ke petugas yang kebetulan lewat ‘Mbaaak… ini ada orang hamil bawa dua balita, tp mbak2 ini tidur terus. Padahal sudah lama lhoooo….’
    Sama petugasnya langsung ditegur, baru deh ibu itu bisa duduk..
    hhahaha.. kami berdua cekikikan aja sok asik.
    mungkin salah satu solusi buat yang domisili Bogor untuk naik bus APTB yang terintegrasi sama transJakarta. lumayan untuj yang ke daerah Jak-Tim

  24. hestia
    Hestia Amriyani October 22, 2013 at 8:28 am

    Ih saya setiap hari nih melihat pemandangan ini! Sebagai pengguna KRL CL untuk ngantor PP, seriiinggg banget ada kejadian kayak gini. Kadang-kadang petugaspun nggak punya nyali untuk menegur/membangunkan para penumpang sehat walafiat dan enak duduk. Pernah saya memintakan tempat duduk buat seorang ibu dengan bayi, eh mbak yang duduk itu enggan beranjak dan malah lihat kanan kiri dan bilang, “Emang nggak bisa yang lain aja ya?” Hadeuuuhhh! Ini gimana sih sesama perempuannn?! Malah kadang-kadang ya, para bapak-bapak lebih segan kalau lihat bumil atau ibu dengan balita :(

  25. sLesTa
    shinta lestari October 22, 2013 at 10:07 am

    terima kasih artikelnya yah mama Melissa! kebetulan teman suami salah satu pejabat di PT. KAI, langsung nih artikelnya dikirim ke dia heheh.. tapi memang kalo urusan public transportation, mesti publicnya yang ditatar juga.

    suka miris dengar cerita2 dari tanah air, orang2 di jakarta semakin kurang rasa toleransi dan empathy nya. bisa2nya kejadian ke mama Winda bisa terjadi. itu keterlaluan sekali deh!

    bukan berarti di LN juga ga ada ya, biasanya suka ada aja oknum2 yang menyebalkan, tapi paling tidak warga yang lain sudah tau tata krama itu, jadi kalo ada oknum yang menyebalkan biasanya malah dimarahin satu gerbong.

    semoga keadaan commuter makin membaik ya, hati2 buat mama-mama pengguna KRL. mari kita ajarkan anak, teman, saudara untuk saling berbagi. kalau kita memang kuat, berikan bangku pada kaum prioritas. kalau memang tidak kuat, ya gapapa, tapi mesti tetap alert kalau melihat kaum2 prioritas yang akan lebih membutuhkan tempat duduk.

  26. Bunda Falisha
    Bunda Falisha October 22, 2013 at 10:43 am

    Kalo ngomongin KRL emang gak ada habisnya ya mba. Saya juga pernah gak dikasih duduk pas hamil, pas gendong anak, dll. Saya malah pernah melihat seorang Ibu menyusui anaknya sambil berdiri di gerbong wanita karena tak seorang wanitapun mau memberi tempat duduk. Pendidikan tata krama seharusnya emang dilatih sejak kecil. Kalo naik KRL pas weekend, Banyak orangtua dgn anak ABGnya duduk di TDP. Ketika saya atau Bapak/Ibu lain naik dgn menggendong anak, mereka tidak mau berdiri atau menyuruh anak remajanya berdiri untuk memberi tempat duduk. Dengan pendidikan seperti itu, kemungkinan besar di masa dewasanya si anak akan tumbuh menjadi manusia yg tidak bertenggang rasa. Setuju dengan Mba Shinta, kita memang harus mengajarkan anak dan orang2 terdekat kita agar terbiasa berbagi.

  27. melissa april
    melissa april October 22, 2013 at 10:54 am

    Ternyata banyak pengalaman mama-mama yg tdk menyenangkan thdp kendaraan satu ini yaaa…Bener bgt klo mau mengubah sesuatu dimulai dari diri sendiri, membudayakannya pada diri sendiri :). Berpelukan untuk para pengguna KRL yaaa :D. Mudah-mudahan ke depannya jauuuuh lebih baik lagi. aamiiin…

    @Mba Shinta lestari: syukurlah bisa dilihat pejabat PT.KAI, semoga ada tindak lanjutnya daaaan publiknya juga mau kerjasama untuk transportasi yg lebih nyaman utk bersama khususnya kelompok prioritas ini :)

  28. rere gemini
    rere gemini October 22, 2013 at 11:31 am

    Sebagai pengguna Commuter, berterimakasih kepada mama melissa april yang sudah bikin artikel ini.

    Kalau yang lain pengalaman gak enaknya sama orang gak yang dikenal ya? kalau ak malah pengalaman waktu hamil besar gak dapet duduk di commuterline, mirisnya didepan mataku itu ada bapak2 yang notabene orang sekantor teteup aja gak tau diri atau gak mau tau ada orang hamil buncit banget. Walhasil berdirilah aku sampai stasiun tujuan. Hadeuuuh semoga kejadian yang gak enak di commuterline jangan sampai terulang kembali ya mamas.

  29. yulia handayani
    yulia handayani October 22, 2013 at 3:23 pm

    hai mamas,
    Saya pengguna CL Citayam – Sudirman (klo pagi) & dari kota klo pulang.
    Waktu hamil 3y yg lalu, sempat ribut dengan seorang laki2 muda. dgn enaknya duduk di bangku prioritas (dari depok lama).Krn hamil masih kecil (ga keliatan buncitnya) dengan sopan saya minta dia untuk gantian dengan bangku prioritas.
    Dan apa yang terjadi…dia menjawab ngantuk trus langsung pasang earphone. Saya masih coba lagi, tapi ini bangku khusus klo bapak lansia gpp, ini sehat bugar tolong berdiri. Dia makin cuex nutupin kepala dengan topinya. Orang2 disekitar sudah mulai rusuh melihat hal seperti ini. Dengan santainya saya buka topinya trus saya bilang, bapak ga punya sodara yang hamil? atau bapak lahirnya dari bambu. Pdhal penumpang lain sudah mengingatkan dia untuk berdiri, saya cuma bilang orang ini terlahir bukan dari rahim ibunya tapi dari bambu, biarkan dia duduk. Saya pun pindah ke gerbong berikutnya & dikasih duduk.
    Sekarang saya sedang dalam kehamilan anak ke 2, yg sudah berjalan 8 mgg. Sejak tau hamil saya tidak pernah mau naik di gerbong khusus wanita. Langsung ke gerbong campur sari, so far selalu dapat duduk. Cukup bilang permisi saya hamil atau ada yang mau gantian dgn bangku prioritasnya.

  30. hananafajar
    hanana fajar October 22, 2013 at 4:50 pm

    Ya Allah baca cerita mba Melissa dan pengalaman ibu2 di artikel ini bener2 bikin makin sedih dan miris banget liatnya.
    Saya juga udah hampir 2 bulan belakangan ini pake kereta, dan memang udah ga manusiawi…
    Duuh pengen rasanya ngomong langsung ke Bapak-bapak di PT KAI kalau bisa tetep ada CL yang walaupun harganya agak mahal tapi orang-orang yang butuh kenyamanan bisa memilih itu.
    Tapi iya sih memang balik lagi ke pribadi dan perilaku masing-masing pengguna public transportation nya…
    Semoga aja nantinya anak-anak kita dijauhkan dari hal-hal yang negatif seperti itu…

  31. rikandun
    rikandun October 22, 2013 at 9:08 pm

    Jeddeerr!
    Jadi keingetan cerita Hari Minggu kemarin. Saya dan suami pingin ngajak anak kami naik kereta. Berangkatlah kami dari stasiun Bintaro jam 10an, kami kira CL-nya sepi kalo akhir pekan ternyata penuh banget hiks..Alhamdulillah saya menggendong bayi jadi saya diberikan tempat duduk.
    kami turun di stasiun tanah abang lanjut ke sudirman. Pas pulang ternyata penumpangnya lebih parah lagi, penuh padet. denger bapak2 ngomong antar penumpang, yang mestinya kereta ada setiap 20 menit sekali sekarang ga gitu, (istilahnya)jadi nunggu penumpang banyak baru angkut (baru datang keretanya), huhuhu..mudah2an layanan KAI semakin baik ya, biar bisa jalan2 nyaman pake transportasi publik.

  32. melissa april
    melissa april October 23, 2013 at 1:50 pm

    Sama2 mamas :), sebagai sesama pengguna jasa CL ini kita berharap yg terbaik untuk transportasi ini…aamiiin.

    hela nafas baca pengalaman mama-mama, kok bisa ya bapak2 bahkan anak muda secuek itu :’(

  33. nengpit
    nengpit October 28, 2013 at 8:22 am

    Been there mbak Mel,
    Semenjak tinggal di Depok saya selalu ngantor pake CL. Pun sewaktu hamil. Dari hamil muda sampe 38 minggu saya masih naik CL. Beberapa kali saya harus membangunkan orang yg tidur di bangku prioritas agar saya bisa duduk.
    Harus tegas memang dan harus berani meminta hak karena seringnya penumpang lain juga kurang peduli.
    Alhamdulillah walaupun kadang ada saja yg mukanya ga ikhlas ngasih tempat duduk (padahal juga bukan haknya) saya selalu dapat duduk di CL :)

  34. noviys
    noviys April 1, 2014 at 9:29 am

    http://fitriaphity.blogspot.com/2011/11/kuasanya-ibu-hamil-bumil-di-rangkaian.html?showComment=1396315100826&m=1 moms coba deh baca link blog ini,aq rasanya kesel,sebel dan prihatin sama org ini kok bisa2nya bilang bumil sok berkuasa pdhal dia udh ambil hak bumil di comel dgn dudukin TDP..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.