Ketika Mama Mertua Ulang Tahun

Kira Kara

Januari lalu Mama Mertua saya ulang tahun. Biasanya kami sekeluarga merayakannya dengan makan malam bersama di rumah dan memberi kado untuk beliau. Karena Papa yang terbatas aktivitasnya sejak terkena stroke, maka acara makan malam di rumah sudah menjadi kenyamanan tersendiri saat ada anggota keluarga yang ulang tahun.

Untuk ulang tahun Mama kali ini, kami ingin membuatnya sedikit berbeda. Kami tahu, waktu Mama banyak tersita di rumah mengasuh cucu-cucunya dan Papa. Meskipun bagi Mama mengasuh cucu-cucunya adalah kebahagian, tetapi sebagai anak kami ingin mama memiliki “me time” yang sangat leluasa kali ini.

Awalnya kami ingin mengajak Mama nonton bioskop disertai makan malam di luar rumah, tetapi Mama menolak. Bagi Mama, kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga itu penting. Mama memilih untuk jalan-jalan bersama seluruh anggota keluarga, termasuk Papa. Mama ingin sekali mengajak Kira dan Kara naik kapal dan melihat pantai bersama Papa. Akhirnya kami membuat rencana untuk perjalanan impian Mama tersebut.

Karena hari ulang tahun Mama jatuh pada hari Selasa, dan kami tidak dapat mengambil cuti mendadak, maka perjalanan pun diundur jadi hari Minggu. Hari Selasa itu kami rayakan dengan acara tiup lilin dan makan malam bersama. Acara tiup lilin ini sebenarnya lebih diperuntukkan bagi Kira-Kara, dan seperti biasa Kira dan Kara menjadi heboh karena ingin meniup lilin.

Rencana perjalanan dimulai dari mencari mobil sewaan, hingga menyiapkan rute perjalanan. Perjalanan dimulai pagi hari, kami berangkat ke pelabuhan Tanjung Perak untuk menyeberang ke Pulau Madura. Kami sengaja berangkat pagi untuk menghindari macet dan cuaca yang sedang tidak menentu. Sepanjang perjalanan laut, Mama terlihat excited menunjukkan kapal-kapal dan berbagai kegiatan pelabuhan kepada Kira dan Kara.

Sampai Pulau Madura, hari menjelang siang. Kami berencana makan siang di Bebek Sinjay yang sudah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Bangkalan. Lagi pula, bebek merupakan salah satu menu favorit Mama. Namun karena melihat antrean yang teramat panjang, kami memilih untuk membungkus makan siangnya, dan mencari tempat lain yang lebih nyaman untuk istirahat. Makan siang di jalan sambil melihat laut ternyata tak kalah nikmatnya. Selama saya mengantre di Bebek Sinjay, Kira dan Kara menikmati hamparan padi yang menghijau. Sambil bercerita tentang dari mana nasi berasal.

Rute pulang, kami memilih lewat Jembatan Suramadu, karena Papa dan Mama penasaran dengan jembatan yang panjang itu. Sepanjang perjalanan kami menikmati cuaca yang gerimis di tengah lautan. Another new experience for Kira and Kara.

Keluar dari Jembatan Suramadu, kami berbelok ke Pantai Kenjeran. Sampai pantai Kenjeran sudah agak sore, hujan sudah reda dan pengunjung mulai sepi. Sehingga kami dapat menikmati suasana pantai selepas hujan yang nyaman. Bahkan kami dapat berbelanja suvenir dari limbah kulit kerang dengan bahagia, karena mendapatkan harga yang lebih murah. Mama juga asyik bercerita tentang binatang-binatang yang patungnya tersebar di beberapa tempat di Pantai Kenjeran. Sesi foto bersama di depan patung-patung pun tidak kami lewatkan. Meskipun Kira dan Kara jauh lebih takjub melihat patung-patung binatang raksasa tersebut dibandingkan harus berpose di depan kamera

Sebagai anak atau menantu, kita sering lupa betapa pentingnya memiliki quality time bersama orangtua atau mertua.  Pertengkaran atau perselisihan mertua dan menantu yang acap kali kita dengar, mungkin akan jauh lebih dapat diminimalisasi ketika kita meluangkan sedikit waktu untuk bersenang-senang bersama mereka.  Ketika orangtua – anak atau mertua – menantu sampai pada titik di mana mereka saling memahami dan menghargai, maka semua perbedaan bukan lagi menjadi suatu hal yang besar.

Melalui tulisan ini pula, saya ingin menyampaikan betapa saya sangat berterima kasih dengan semua waktu dan kebesaran hati Mama dalam mendampingi kami, meniti jalan baru kami sebagi orangtua. Sungguh kami tidak akan dapat membayar lunas semua yang telah Mama berikan kepada kami, selain melalui rangkaian doa dalam tiap sujud kami. Terima kasih Mama…

2 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel March 24, 2013 at 9:22 am

    waah serunyaa.. menyenangkan sekali ini wiwit :)
    senang lihatnya..kompak!

  2. ibu_kei
    erma anindyari March 25, 2013 at 6:43 pm

    Jadi inget papa-mama mertua juga, dengan kondisi papa mertua yang juga sudah tua mama mertua juga selalu ingin melewati hari-hari berharga seperti ulang tahun bersama-sama…

    Yang dipikirkan sudah bukan tujuannya kemana, tapi kebersamaannya itu yang diingini orang tua. Selama masih ada waktu, mari kita bahagiakan orang tua/mertua…karena kita tidak pernah bisa membalas jasa mereka sampai kapan pun…

    Huaaaaa jadi mewek..anyway thanks for share Wiwit…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.