Kista Endometriosis

Question:
Hi dr Riyana,
Perkenalkan nama saya Arneza, tanggal lahir 11 September 1988. Saya menikah dengan pria yg bernama Ahmad Faqih, sejak tanggal 1 Juni 2013. Saya divonis menderita kista endometriosis sejak tahun 2009 dengan ukuran kanan 5,6 cm kiri 3 cm sejak itu saya menjalani pengobatan dari berbagai macam dokter, akhirnya saya menjalani terapi hormon dengan pil KB dengan merk diane selama 3 bulan dengan anjuran dokter Bramudito RSPI, dan sela 3 bulan setelah terapi tersebut saya pindah ke dokter di rumah sakit Brawijaya Women and CHildren dengan Prof. Nugroho Kampono (2010), beliau memberikan saya terapi suntik hormon selama 3 bulan dan disetiap bulannya saya cek kista saya ternyata mengecil menjadi 2 cm kiri dan kanan tetapi di bulan ke 3 di pertengahan jalan saya berhenti dikarenakan hasil medical check up saya menyatakan ada kenaikan fungsi hati akhirnya saya berhenti
pengobatan kista saya dan men-istirahatkan liver saya.

Saya menikah dan saya seperti kesulitan memiliki anak, dan kebetulan menstruasi saya siklusnya berantakan dari januari 2013 mungkin dikarenakan stress menjelang persiapan pernikahan. Setelah menikah saya ke dokter Nugroho Kampono lagi dan beliau menyatakan
kista saya membesar lagi 3,9 kanan dan 2,2cm kiri dan beliau memberikan saya obat "provera" selama 3 bulan.

Yang menjadi pertanyaan saya:
1. Apakah obat-obat tersebut bisa membahayakan kesuburan saya mengingat
saya sudah sering menjalankan terapi hormon?
2. Apakah ada pengaruh dengan kehamilan dengan kondisi ukuran kista saya?

Terimakasih sebelumnya ya, Dok.
Neza
[email protected]

---
Halo Mama Neza,
Kista endometriosis atau kista coklat termasuk kista jinak namun memang sifatnya rekurensi tinggi.
Terapinya memang dengan obat-obatan hormonal. Jika pasien belum hamil maka diupayakan pengobatannya selaras dengan program hamilnya. Karena dengan kehamilan akan menurunkan pertumbuhan kistanya. Kecuali pasien tidak ingin hamil maka pengobatan diupayakan untuk mengurangi nyeri dan menekan pertumbuhannya bisa dengan pil KB dsb.

Tindakan operasi biasanya jika kista membesar.
Kista bukan penyebab seseorang tidak hamil. Tapi mungkin bisa mempersulit. Ada juga pasien yang hamil dengan kista. Jadi untuk masalah kesuburan sebaiknya cek pasangan juga. Jangan hanya fokus ke kista saja. Atur siklus menstruasinya. Normal 21 sd 35 hari. Jika masih berantakan coba juga olahraga teratur dan konsultasikan lebih lanjut untuk dicari penyebabnya.

Untuk kasus endometriosis jika tidak respon dengan hormonal pertimbangkan laparoskopi. Sekaligus evaluasi kondisi saluran tuba dsb. Jangan lupa untuk program kehamilan periksa pasangan juga.

Setelah laparoskopi, mungkin akan diberikan suntikan gnrh analog untuk mengurangi rekurensi dalam 2 tahun pertama. Lalu langsung program hamil.

Semoga membantu ya, Mama Neza.

18 Comments

  1. avatar
    Mediastuti November 25, 2015 9:33 am

    assalamualaikum dr.riyana...dokter saya tinggal di ciputat....selama ini saya periksa kandungan dengan menggunakan BPJS....dan hasilny....selalu menemukan dokter yg rata2 cuek....
    sebelumnya saya akan memperkenalkan diri....nama saya mediastuti, biasa di panggil medi/tuti...saya sudh menikah, usia pernikahan 2thn 1 bulan, dan belm di karunia anak....saya punya masalah dengan kista kanan dan kiri...masing2 uk├╗ran, sudh lebih dri 7-8cm...semua dokter menyarnkan saya operasi tnpa mempertimbangkan soal anak....pernah saya minta laparoskopi...tpi ad dokter yg bilang sama saja hasilny akan di angkat sel indung telurnya....
    dr.riyana....ad tidak dokter yg bisa mencek secara detail kista saya ini...saya berharap saya bisa hamil...krn saya yakin, tdk ad yg tdk mungkin...saya mau operasi...kalau semuany bisa menyelamatkan sel indung dan rahim saya dok....dokter ada masukan, saya harus rujuk kemana dengan BPJS...dan bertemu dengan dokter siapa yg bisa saya ajak sharing dokter....terimakasih seblmnya dokter riyana

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    arsyah July 23, 2015 2:28 pm

    saya kontrol dengan dr.Atjang di hermina depok, namun beliau menyarankan untuk sc dikarenakan ada riwayat LO, dan indikasi infertil primer (saya menikah sudah 4thn baru berhasil hamil setelah menjalani LO). saat ini umur saya 30thn dan posisi kepala bayi sudah dibawah. saya sangat berharap bisa lahiran normal.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    dr. Riyana Kadarsari, SpOG July 23, 2015 1:21 pm

    indikasi sc tidak berhubungan dengan tindakan laparoskopi, bisa normal lahirnya selama semua kondisi ibu dan bayi baik saja

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    arsyah July 23, 2015 11:12 am

    Alhamdulillah saya berhasil op Laparaskopi tgl 9 nov 2014, skrg hamil 36 week. apakah pasien yg hamil karna laparaskopi boleh melahirkan secara normal atau harus cesar?? terima kasih

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    gita July 13, 2015 1:45 pm

    Saya divonis kista endometriosis, di kanan 4cm dan di kiri 3cm. Alhamdulillah sejak mengikuti pantangan makanan dari dokter kandungan yang saya datangi, kista di sebelah kiri hilang dan yang kanan mengecil menjadi 1cm. Kesakitan ketika menstruasi pun sudah jarang saya rasakan, namun sampai saat ini saya belum dipercaya oleh Tuhan untuk memiliki anak. Sempat terlambat haid 1 hingga 2 bulan namun saya cek ternyata lagi-lagi negatif. Kista endometriosis ini memang membuat menstruasi tidak teratur ya bun?

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.