Lentera Lyshus

Tidak seperti musim dingin di negara-negara barat lainnya, musim dingin di Norwegia berlangsung dalam kondisi gelap 24 jam (mørketid, atau polar night). Tidak sepenuhnya gelap gulita seperti malam hari sih, mungkin lebih tepatnya selama dua bulan lebih matahari tidak tampak terbit di atas garis cakrawala. Sebagai bayangan, suasana pagi hingga siang harinya seperti selepas waktu maghrib, lalu selebihnya barulah gelap betulan seperti malam hari. Jadi baru jam dua siang saja langitnya sudah biru-biru gelap, makanya kondisi gelap disebut juga oleh orang lokal sebagai blåtimen (the blue period).

Dua bulan lebih dirudung ‘kegelapan’ justru tidak membuat suasana musim dingin jadi suram dan menyedihkan. Syahdunya musim dingin gelap ini dinikmati penduduk dengan menyalakan lentera lilin di rumah. Suasana di rumah jadi terasa cozy sekali berhiaskan temaram cahaya lilin. Salah satu pajangan lentera lilin favorit khas musim dingin adalah lyshus, atau rumah-rumahan lilin. Lyshus ini banyak dijual di toko-toko perabot rumah di Norwegia namun karena dibuat dari keramik atau porselen, harganya memang tidak murah. Tetapi Urban Mama dapat menghadirkan suasana cozy a la musim dingin Skandinavia dengan membuat lyshus sendiri lho. Bahan-bahannya mudah didapatkan di rumah, dan Urban Mama dapat membuatnya bersama si kecil.

 

Bahan-bahan:

Kotak karton tetrapak bekas

Kertas kado atau kertas HVS putih, sesuai kebutuhan (1 kotak biasanya butuh sekitar 2 lembar kertas HVS)

Lem atau selotip bening

Pisau cutter

Pensil dan penghapus

Cat akrilik, pensil warna dan krayon (optional)

Lilin kecil atau tealight candle

Korek api

 

Cara membuat:

1. Bersihkan bagian dalam kotak susu atau juice dengan dikocok air. Jemur terlebih dahulu untuk memastikan bagian dalam kotak sudah kering sebelum dipakai.

2. Keringkan bagian luar kotak. Olesi satu sisi kotak (di seluruh permukaannya) dengan lem, lalu tempeli kertas. Ulangi lagi di sisi kotak lainnya sampai seluruh permukaan kotak ditutupi kertas HVS. Bagian dasar kotak tidak perlu dilapisi kertas.

lyshus

lyshus

lyshus

3. Diamkan kotak sebentar sampai lemnya benar-benar kering. Kalau lemnya masih basah, karton kotak akan sulit dibentuk dengan pisau cutter/digunting.

4. Kotak yang sudah dilapisi kertas ini selanjutnya akan dibuat menjadi rumah-rumahan. Dengan pensil, gambar tipis-tipis pola untuk jendela dan pintu.

lyshus

5. Mengikuti bentuk pintu dan jendela, lubangi kotak dengan pisau cutter atau gunting. Lakukan dengan hati-hati dan pastikan mata pisau cutter/gunting cukup tajam agar dapat rapi memotong karton kotak.

lyshus

6. Setelah selesai membuat pintu dan jendela, rumah-rumahan kotak dapat dihias dan diwarnai. Ajak si kecil untuk mewarnainya dengan cat, krayon, glitter, atau pensil warna.

7. Masukkan lilin lewat pintu lyshus dan nyalakan lilinnya.

Urban Mama dapat melapisi kotak dengan kertas kado, baik itu bagian belakangnya yang putih polos atau bagian depannya yang berwarna-warni. Sebaiknya gunakan kotak tetrapak bekas susu cair atau juice karena lebih stabil dan lebih aman bagian dalamnya dilapisi plastik atau aluminum foil tipis, tidak seperti kotak karton biasa (contoh: kotak bekas susu bubuk) yang berbahaya jika terkena panas api lilin.

Selain itu, sebaiknya gunakan tealight candle yang kecil-pendek (biasa digunakan sebagai pemanas makanan prasmanan), bukan lilin panjang yang digunakan sebagai penerangan saat mati lampu. Selalu letakkan lyshus jauh dari juntaian kain (tirai, taplak) dan selalu pastikan lilin sudah benar-benar dimatikan usai bermain lyshus. Atau alternatif lainnya, Urban Mama dapat menggunakan lampu senter kecil sebagai pengganti lilin. Selalu pula dampingi si kecil saat mengerjakan prakarya, terutama saat memotong dan menggunting.

 lyshus

God jul og god ferie!

7 Comments

  1. avatar
    Marsha Maria December 31, 2016 7:41 pm

    ini keren bangettttt.. bahan-bahannya gampang banget lagi.. thanks for sharing ya mba aini.. nanti mau nyoba juga ah..

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Eka Gobel December 25, 2016 3:24 pm

    Lucu amat ai. Mo coba bikin ah, buat lampu tidur lucu juga ya. Makasih ai!

    1. avatar
      Aini Hanafiah December 25, 2016 9:19 pm

      sama2 mama Eka :D kalau buat lampu tidur, lebih ok lilinnya diganti pakai senter kecil atau lampu2 LED kecil yg serenceng (aduh apa ya namanya itu lampu hahaa)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    Yanti Widyariny December 24, 2016 10:05 pm

    Fint lyshus!
    Salam kenal Aini, saya Pidy jg tinggal di norway, di kota Stavanger tepatnya...
    Cmiiw, tapi sepertinya yg mengalami gelap 24 jam saat winter itu hanya daerah2 yg ada di dalam arctic circle ya, termasuk Tromsø tentunya...
    Winter di Stavanger, jam 9 pagi mulai agak terang, jam 3 sore mulai gelap dan kita masih dapat matahari yg cukup tinggi posisinya sekitar 2-3 jam per hari

    1. avatar
      Aini Hanafiah December 25, 2016 7:04 am

      wah jadi ketemu sesama perantau di Norwegia di sini! :D salam kenal juga mba Pidy. Iya benar yg mba bilang, Stavanger di ujung selatannya Norwegia ya, jadi winternya masih kebagian jatah matahari, hehe...lucky you!

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    ninit yunita December 24, 2016 10:32 am

    Wahhh cantik banget Ai Lyshus-nya :)
    Kebayang jadi syahdu dan cantik yaaa suasana winternya.
    Bisa nyontek nih biar ada rasa Skandinavia di rumah :)

    1. avatar
      Aini Hanafiah December 25, 2016 7:07 am

      terima kasiih teh Ninit :D iya, orang2 di sini justru sangat menikmati winter nan syahdu, suasana rumah jadi dipercantik biar makin cozy. salah satunya dg menghias rumah pakai lyshus ini :D

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.