Mata Berair

dr rova virgana
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr. Rova Virgana
Pendidikan: S1 FK Universitas Padjajaran, Bandung

Saat ini merupakan peserta program studi pendidikan dokter spesialis ilmu kesehatan mata, di salah satu universitas di Indonesia.

Q:  Halo Dokter Rova… Apa kabar?

Dok,
Anak saya sejak bayi (baru lahir) matanya sering berair dan kotoran matanya juga terhitung banyak dan sering. Apakah ini normal? Apakah ada pengobatannya?

Terima kasih sebelumnya ya, Dok. 
– Pertanyaan dari Ummu Salamah

A: Hi Mama Ummu Salamah, kabar saya baik, terima kasih :)

Menjawab pertanyaan Mama, terutama berkaitan dengan anak, sebenarnya ada informasi tambahan yang diperlukan.

  1. Berapa usia anak Mama sekarang?
  2. Bagaimana perkembangan penglihatan anak Mama sekarang?
  3. Apakah berairnya terus menerus atau kadang-kadang? Apakah bertambah banyak?
  4. Lalu kotoran yang timbul apakah jumlahnya tetap, bertambah banyak dan serta di bagian sebelah mana dari mata tampaknya, apakah disertai mata merah?
  5. Apakah tampak kelainan lain dari struktur mata yang Mama perhatikan?

Mata berair pada anak, terutama sejak lahir memerlukan pemeriksaan dokter mata untuk memastikan penyebabnya. Secara umum kita perlu perhatikan hal-hal yang saya tanyakan diatas. Mata berair itu bisa disebabkan oleh sumbatan saluran air mata (cukup umum terjadi pada bayi yang perkembangan salurannya belum optimal) atau karena proses lain yang salah satu manifestasinya berupa mata berair, misalnya infeksi atau kelainan kongetinal (bawaan) tertentu.

Bila membaca pertanyaan Mama, nampaknya keluhan pada anak Mama hanya mata berair yang disertai kotoran, kecenderungannya lebih kepada sumbatan saluran air mata. Untuk penanganan awal pada bayi biasanya disarankan orang tua untuk melakukan pijatan pada bagian ujung kelopak mata bagian tengah (dekat hidung, dimana teraba struktur seperti benjolan), pijatan ditempat tersebut yang membuat kotoran makin banyak keluar makin menambah tanda suatu sumbatan saluran air mata. Karena sudah ada kotoran, sebaiknya ditambahkan antibiotika tetes mata. Lalu kita observasi perubahannya. Tindakan selanjutnya bergantung dari respon tindakan (pijatan dan antibiotika tetes mata) yang diberikan.

Semoga informasi ini dapat membantu. Untuk lebih lengkapnya, silakan memeriksakan anak Mama ke dokter mata.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

3 Comments

  1. Ayuningputri
    August 24, 2010 at 10:38 am

    Saya pernah mengalami hal yang sama. Kebetulan bayi saya yang kini berumur 2bln sejak lahir matanya selalu berair dan banyak mengeluarkan kotoran.
    Oleh DSA diberikan obat tetes gentamicin tapi tdk kunjung membaik. Kemudian saya ganti DSA, dia hanya menyarankan untuk sesering mungkin dipijat
    memutar di bagian ujung kelopak mata dekat hidung dan diberikan cairan sodium chlorida yang diteteskan di kapas jika ingin membersihkan mata bayi.
    Alhamdulillah di usia 1 bulan mata kembali normal

  2. Ayuningputri
    August 25, 2010 at 1:34 pm

    Saya jg pernah mengalami hal yg sama. Waktu anak sy umur 4mgg keluar belek di mata kanannya,dan sering berair. Waktu di konsultasikan ke DSA nya,krn matanya ga merah,mgkn krn penyumbatan saluran air mata,jadi cm disuruh pijat aja..suami sempet minta obat,tp krn matanya ga merah jd kt DSA nya ga usah dulu. Sampe dirumah saya browsing2 ttg belekan pada bayi,umumnya krn penyumbatan saluran air mata dan penanganannya ya di pijat itu..setelah seminggu saya pijat Alhamdulillah sembuh..tp memang bervariasi lama sembuhnya,ada yg sebulan atau lebih..

  3. Ayuningputri
    August 27, 2010 at 1:51 pm

    Dok, boleh nanya? Apakah mata berair pada bayi ini bisa dikarenakan kebiasaan kita makan pedas pada saat hamil? Mertua saya selalu menyarankan saya untuk mengurangi makan yang pedas-pedas karena takut bayinya matanya akan berair pada saat sudah lahir. Tapi saya sendiri agak susah untuk melakukan itu karena kalau tidak ada rasa pedas, makanan tidak bisa masuk, tidak bisa termakan.
    Mohon infonya ya dok. Terimakasih.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.