Mengajak Urban Papa Ikut Aktif

Indy Natalia

Saat kampanye @IDAyahASI mulai terdengar dan booming, saya lalu berharap dalam hati supaya kampanye “aktifnya Papa” dalam membantu kegiatan menyusui ini terus berjalan sampai batas waktu yang tak terhingga. Karena aktivitas urban mama dalam mengurus dan membesarkan si kecil butuh energi ekstra. Kita pasti akan sangat terbantu kalau urban papa mau konsisten turun tangan membantu mengasuh si kecil. Ya, kan?

Dalam satu hari saja, sudah terbayang apa yang akan kita lakukan selama mengasuh si kecil di rumah: Menyusui, menyiapkan MPASI (plus memperhatikan asupan makanannya), bermain bersama, dan masih banyak lagi aktivitas lain yang akan luar biasa panjang jika dituliskan dalam daftar “to do list”. Sementara yang ibu di rumah harus membagi waktu dengan pekerjaan rumah tangga, para ibu bekerja harus menyisihkan waktu di sela-sela pekerjaannya untuk memerah ASIP, dan tetap membesarkan si kecil dengan waktu yang tersisa. Luar biasa sekali, kan?

Lalu kemudian saya berpikir, pasti akan sangat membantu sekali ya, kalau urban papa juga berperan aktif dalam pola pengasuhan si kecil? Tidak hanya aktif menemaninya bermain, tapi sebaiknya Papa juga tahu tahapan perkembangan mereka. Saya termasuk urban mama yang aktif mengirimkan artikel-artikel tumbuh kembang anak melalui email untuk dibaca Papa Tara saat ia punya waktu luang, tapi tetap saja saat terjadi apa-apa dengan anaknya, ia masih bertanya tentang mengapa begini dan begitu (padahal bahasannya sudah saya kirimkan melalui artikel sebelumnya).

Saya sepenuhnya memahami, urban papa punya prioritas pemikiran sendiri tentang pekerjaan dan bekerja untuk menghidupi keluarganya. Tapi tidak ada salahnya kalau kita sering berdiskusi dengan urban papa untuk meminta mereka meluangkan waktu, paling tidak untuk membaca artikel-artikel penting mengenai tumbuh kembang si kecil. Atau, bisa juga melakukan beberapa hal ini:

1. Ajak Papa untuk menghadiri seminar kesehatan dan tumbuh kembang si kecil
Saya pribadi belum berhasil mengajak Papa Tara untuk mengikuti kegiatan ini karena jadwalnya selalu bentrok. Prinsip saya, kalau kita bisa meluangkan waktu untuk nonton film dan makan di restoran, berarti kita juga bisa meluangkan waktu menikmati materi seminar.

2. Kirimkan artikel-artikel penting mengenai kesehatan dan tumbuh kembang si kecil melalui email/social media
Kita bisa dengan mudah me-retweet link artikel atau mengirimkan link artikel melalui email. Tinggal sisipkan pesan romantis melalui BBM atau SMS, memintanya untuk membaca artikel yang kita kirimkan saat sudah punya waktu luang. Tapi jangan juga mengirimkan puluhan artikel setiap hari, ya.

3. Mengunjungi DSA
Ini adalah cara paling praktis yang bisa kita lakukan! Hampir setiap bulan kita pasti mengunjungi DSA untuk imunisasi, kan? Nah, momen ini bisa dijadikan waktu untuk mendiskusikan hal-hal penting yang ada kaitannya dengan si kecil. Misalnya, berencana konsultasi mengenai menu makanan, home treatment selama si kecil demam, atau topik-topik lain

4. Komunikasi, yang terpenting dan utama
Selain aktivitas-aktivitas di atas, tentu yang paling penting adalah terus menjaga komunikasi yang baik dengan urban papa. Tidak harus menggurui mereka, memosisikan diri layaknya pribadi yang masih perlu belajar adalah hal yang pantas. Harapannya sih, urban papa makin aware dengan topik-topik diskusi tentang si kecil.

Jadi, tidak salah dong, kalau kita mengajak Urban Papa untuk ikut aktif dalam mengasuh dan membesarkan si kecil? Pasti hasilnya akan lebih maksimal jika semua anggota keluarga ikut terlibat. Ya, kan?

4 Comments

  1. sLesTa
    shinta lestari March 7, 2013 at 8:57 am

    tips yang bagus sekali. benar tuh, urban papa harus ikut aktif dalam ikut membesarkan anak. dan involvement seorang urban papa itu penting banget buat anak. bahkan katanya akan lebih bagus kalo anak itu dibacain bedtime story nya oleh si urban papa.

    for me, yang punya 2 anak cewek, gue pengen si papa jadi temen mereka sementara mama jadi penegak disiplin di rumah. karena nanti hub dekat antara papa dan anak2 gadisnya akan penting banget ketika anak2 gadis itu mulai tumbuh jadi teenagers. kalo mereka ga deket sama papanya, gimana mau nanya2 ttg urusan cowo? jadi nanti papa yang bakal punya peranan penting untuk ngasih tau bokis2nya cowo hahahah..

  2. Indy Natalia
    Indy Natalia March 7, 2013 at 9:51 am

    Hai Mama Shinta, gw langsung pengin praktekin yang ini —>”bahkan katanya akan lebih bagus kalo anak itu dibacain bedtime story nya oleh si urban papa”. Sebagai anak yang kurang begitu dekat sama papa saat masa remaja, gw berharap tips ini bisa jadi langkah yang baik untuk “memulai” kedekatan anak sama papanya:)) 2 anak gadis ya, Mama Shinta? uwow! XD

  3. gabriella
    Gabriella Felicia March 7, 2013 at 10:03 am

    Iya benar… katanya memang papa harus pegang peranan penting… malah saran dari psikolog sekolah Albert, seminggu sekali atau minimal sebulan sekali biarkan anak pergi berdua saja dengan papanya, misalnya pergi berenang. Bagus untuk mengurangi stres anak. Soalnya pendekatannya pasti beda. Papa kan gak ribet kayak mama!

  4. Indy Natalia
    Indy Natalia March 7, 2013 at 10:19 am

    Mama Gabriella, saya langsung keinget dulu pas Tara nangis kenceng abis jatuh, saya gendong masih nangis.. eh pas dipeluk papanya langsung anteng :’) nambah lagi nih tipsnya, sediakan waktu untuk mereka menghabiskan waktu bareng :))

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.