Mengajarkan Berpuasa Kepada Anak

Lilik

Alhamdulillah, bulan Ramadhan sudah memasuki minggu kedua. Sebagai umat muslim pastinya kita menyambut bulan suci ini dengan gembira. Untuk urban Mama dan Papa yang mempunyai putra dan putri menginjak usia sekolah, rasanya tidak ada salahnya mulai mengenalkan ibadah puasa ini kepada buah hati kita sedini mungkin. Saya ingin berbagi pengalaman anak pertama dan kedua awal-awal belajar puasa dulu.

Usia berapa mulai latihan berpuasa ?
Tentunya ini tergantung kesiapan dari anaknya sendiri. Karena memang belum ada kewajiban bagi anak-anak TK atau anak SD yang belum baligh untuk berpuasa, semestinya latihan berpuasa ini dibuat fun dan berkesan buat anak-anak sehingga saat tiba kewajiban mereka berpuasa Ramadhan, kewajiban itu bisa dijalankan dengan ikhlas, ringan dan gembira.

Dari pengalaman, anak-anak kami sejak TK sudah kami biasakan untuk berpuasa. Memang tidak langsung sehari penuh. Bisa melalui tahapan-tahapan, misal saat masih TK puasa sampai jam 9-10, biasanya di TK anak-anak yang biasanya ada snack time ditiadakan selama bulan puasa, at least anak-anak belajar berpuasa selama jam sekolah. Kemudian mulai bertahap, buka setengah hari (di waktu Dluhur), buka di jam 3 (di waktu Ashar) dan akhirnya bisa buka puasa di waktu Magrib.

Yang pasti lihat kondisi anak-anak ya, urban Mama Papa. Kalau memang kondisi fisik tidak memungkinkan, anak mulai lemas, mata cekung atau kondisi fisik lain yang mengkhawatirkan, tentunya orangtua bisa meminta anak-anak untuk berbuka.

Alhamdulillah, dengan belajar puasa di waktu TK secara bertahap, kakak Shafa sewaktu kelas 1 SD dan mas Hafiz sewaktu kelas 2 SD sudah bisa berpuasa penuh selama bulan Ramadhan.

Persiapan menyambut bulan Ramadhan
Alhamdulillah anak-anak kami di TK-nya gema dan tarhib Ramadhan sangat terasa, hal ini memudahkan kami mengenalkan apa itu puasa, mengapa kita sebagai umat muslim wajib puasa, syarat syahnya berpuasa dan hal-hal yang berhubungan dengan puasa. Sewaktu anak-anak di TK, selalu ada project menghias rumah menyambut ramadhan, nanti diphoto dan photonya diserahin ke sekolah untuk dipajang di sekolah

Kegiatan menghias ini bagi anak-anak kami sangat menyenangkan, menambah semangat mereka menyambut ramadhan.

Yang tidak kalah pentingnya, jika masih usia TK, anak juga dikenalkan konsep lapar dan kenyang. Ada kesepakatan bersama dan perhatian dari orangtua saat anak-anak dengan kondisi tertentu harus berbuka.

Saat Sahur dan Berbuka
Awal-awal anak belajar berpuasa, saat sahur merupakan tantangan sendiri buat kami. Kami pikir ya sangat wajar, sebagai orang dewasa pun tentunya memerlukan adaptasi untuk bangun sebelum subuh dan melakukan kegiatan makan dan minum yang biasanya tidak kita lakukan. Begitu juga dengan anak-anak. Bisa jadi anak sulit dibangunkan, atau sudah di meja makan kembali tidur lagi. Yang pasti perlu kerja sama seisi rumah sehingga saat sahur bisa menyenangkan juga buat si anak.

Awal anak-anak kami belajar sahur, bisa jadi anak kami pangku, bahkan kami suapin biar mau makan. Setelah adaptasi beberapa hari, biasanya anak-anak bisa sahur sendiri tanpa dipangku dan disuapi.

Saat berbuka, ajarkan anak-anak untuk tidak rakus memakan segala rupa. Menu sahur dan berbuka juga bisa didiskusikan dengan anak sehingga mereka akan semangat makan sahur dan berbuka dengan pilihan menu kesukaaan mereka.

Sholat Tarawih
Ini merupakan saat-saat yang dinanti oleh anak-anak kami, bisa ke masjid bersama-sama teman-teman tetangga di lingkungan kami. Kadang memang membuat dilema, anak-anak biasanya membuat kegaduhan di saat orang dewasa melakukan sholat tarawih. InsyaAllah dengan penjelasan dan latihan, anak-anak bisa juga tertib. Saya jadi inget masa-masa kecil saya dulu, sholat tarawih di kampung yang sangat menyenangkan, membekas sekali sampai sekarang.

Kegiatan selama bulan Ramadhan
Yang tidak kalah pentingnya, bagaimana mengisi kegiatan selama Ramadhan. Sekarang banyak sekali prakarya yang bisa kita cari di internet. Manfaatkan hal itu untuk mengisi waktu anak-anak selama ramadhan.

Sewaktu anak-anak kami masih TK dan awal SD, berikut yang kami lakukan:

  • Print gambar-gambar untuk mereka warnai atau membuat tulisan dan gambar sesuai keinginan mereka.
  • Rule no TV selama weekdays, kami tiadakan selama Ramadhan, walaupun tetap tontonan/DVD yang mereka tonton under control kami.
  • Membuat prakarya sesuai keinginan mereka, sediakan bahan & alatnya, tidak perlu beli, bisa menggunakan bahan bekas rumah tangga (botol, dus, kertas bekas dll, go green plus menghemat).
  • Membuat chart dan diisi sendiri. Apa saja kegiatan mereka, dipasang stiker dan dapat reward sesuai kesepakatan bersama.
  • Mengikuti pesantren ramadhan, tahun lalu anak-anak ikut pesantren ramadhan yang diadakan di sekolah dan di mushola komplek kami.
  • Kalau anak udah benar-benar sudah bosen dengan segala macam alternatif yang ada, alternatifnya adalah mandi berendam.

Untuk anak-anak usia TK, yang penting adalah memberi alternatif kegiatan selama mereka berpuasa. Rata-rata anak perlu 2-5 hari untuk adaptasi di awal-awal puasa, kalau ini sudah terlewati, ke belakangnya insyaAllah sudah lebih mudah.  Sewaktu anak-anak masih TK, saya selalu mengambil cuti di awal bulan Ramadhan untuk mendampingi mereka puasa di awal Ramadhan.

Dari chart yang anak-anak buat kami juga membuat kesepakatan tentang reward jika mereka bisa berpuasa. Misal bila puasanya bisa sehari, mereka mendapat 2 bintang. Di akhir Ramadhan akan terkumpul berapa bintang yang mereka kumpulkan. Tentang reward, ada pendapat nantinya anak jadi ‘nyandu’, maksudnya puasa hanya untuk mendapat reward saja. Tetapi kami percaya insya Allah dengann bertambah usianya, mereka akan mengerti bahwa puasa itu emang kewajiban umat muslim.

Tip terakhir adalah kesabaran orangtuanya, yang sabar saja ya urban Mama Papa yang baru mengajarkan puasa buat anak-anaknya, rengekan bahkan tangisan bisa terjadi di awal-awal anak-anak belajar berpuasa. Insya Allah pada saatnya nanti anak akan mandiri dan bisa mengisi kegiatan ramadhan dengan inisiatif sendirinya. Alhamdulillah tahun lalu, saat kakak Shafa kelas 4 dan mas Hafiz kelas 2, bundanya sudah bisa bernafas lebih lega, kehebohan di atas tidak terjadi lagi.

Selamat menikmati bulan penuh berkah bulan Ramadhan ya urban Mama dan urban Papa, mohon maaf lahir dan batin.

5 Comments

  1. finika
    Finika August 8, 2011 at 8:24 am

    waaa… TFS y mom… Sng bgt bunda sharing ttg ini… Coz memang sy agk2 binun kpn&gmn awal utk mgnalkn praktek puasa pd anak… Anakku br playgroup, sdkt2 sdh dknlkn apa seh puasa itu, tp blm k praktekny… Skl lg TFS y mom… :)

    1. Lilik
      Lilik August 8, 2011 at 1:13 pm

      Sama2 bunbun Rakha, tetap semangat yaa ;)

  2. ninit
    ninit yunita August 8, 2011 at 5:52 pm

    tks lily,
    keren banget nih tipsnya. alde masih belajar shaum. jam 10 udah buka :D

    krn sekolah islam jadi ga boleh bawa bekal kalo sekolah selama ramadhan.

    selamat shaum yaa :)

    1. Lilik
      Lilik August 9, 2011 at 7:02 am

      sama2 Ninit :)
      gutlak ya buat Alde shaumnya ;)

  3. ratsinmilkbottle
    ratsinmilkbottle August 16, 2012 at 2:38 pm

    Halo, salam kenal! Iya nih thanks banget tipsnya bagus banget :) kalo saya selama ini minta si kecil minum susu supaya badannya kuat.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.