Mengenalkan Dongeng Pada Rayyan

ayulazu

Salah satu kenangan masa kecil saya yang sangat berkesan adalah dongeng-dongeng yang selalu dibacakan Nenek menjelang tidur. Sebagai cucu pertama, saya memang sangat dekat dengan Nenek. Saat-saat menjelang tidur adalah momen intim bagi kami. Sampai saat ini, otak saya masih merekam dengan jelas dongeng-dongeng yang Nenek ceritakan. Si Kancil yang mencuri timun di ladang Pak Tani, Si Kera yang menjatuhkan diri ke dalam sumur karena hendak menolong kera lain yang ternyata adalah bayangannya sendiri (ini cerita yang menurut saya sedih sekali), serta buaya-buaya yang kena tipu kancil. Ah, saya jadi rindu dongeng-dongeng itu. Rindu cara Nenek menceritakannya.

Saking berkesannya momen-momen tersebut, saya berketetapan hati untuk melakukan hal serupa kepada anak-anak saya. Sejak dalam kandungan, Rayyan sudah saya kenalkan dengan dongeng namun saat itu belum terlalu sering karena si anak belum lahir jadi rasanya kurang seru. Sejak Rayyan lahir, apalagi setelah ia  semakin pandai berinteraksi sosial lewat senyuman, tatapan mata, dan ocehan, saya pun makin semangat membacakan dongeng. Rayyan kelihatannya suka saat dibacakan dongeng. Kadang matanya menatap saya lekat, memperhatikan saya yang sedang membacakan dongeng untuknya. Selain itu, Rayyan juga tertarik dengan buku dongeng berilustrasi warna-warni.

Senangnya lagi, bukan hanya saya yang semangat membacakan dongeng untuk Rayyan tetapi ayahnya juga. Di tengah kesibukan, Ayah masih menyempatkan diri membacakan dongeng untuk Rayyan, terutama saat akhir pekan.

Kami tidak menetapkan waktu-waktu khusus untuk membacakan dongeng kepada Rayyan. Tidak mesti saat akan tidur, di tengah aktivitasnya bermain pun kadang kami membacakan dongeng untuk Rayyan. Yang penting Rayyan dan kami menikmatinya. Kadang dongeng juga menjadi senjata kami saat Rayyan agak rewel. Dengan dibacakan dongeng, ia jadi lebih tenang.

Sejauh ini, dongeng-dongeng yang kami bacakan baru dongeng-dongeng nusantara. Ke depannya, kami ingin membacakan dongeng yang lebih beragam lagi. Harapan saya, semoga kebiasaan kami membacakan dongeng kepada Rayyan dapat berefek baik. Selain menanamkan nilai-nilai positif, dongeng juga diharapkan mampu meningkatkan imajinasi, kreativitas serta kecerdasan Rayyan. Seperti kata Albert Einstein, “If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales“.

Ayo kita mendongeng untuk anak-anak, Urban Mama!

4 Comments

  1. ZataLigouw
    Zata Ligouw June 29, 2014 at 12:48 am

    Rayyan serius banget bacanya Yu :)

    Iya bener, bacain cerita ke anak2 termasuk sebelum tidur efeknya luar biasa, ya buat orang tua,juga buat anak2. Dulu juga nyokap selalu ngedongengin gw dan kakak/adik gw saat lagi ada waktu luang atau pun sebelum tidur dan semua cerita serta kebahagiaan pas dengerin cerita itu masih melekat sampe sekarang…

  2. Kira Kara
    Bunda Wiwit June 29, 2014 at 4:57 am

    yeeaaayyy… *toss* kita sama-sama hobi baca dongeng… seneng ya saat anak menyukai cerita kita… :)

  3. dinitilova
    dinitilova June 30, 2014 at 2:43 pm

    thanks mama… jadi semangat dongein anakku :)

  4. gabriella
    Gabriella Felicia July 2, 2014 at 11:33 am

    Betul banget, gw juga masih ingat dulu Oma suka membacakan buku sebagai pengantar tidur siang…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.