Meningkatkan Kualitas Ruang dengan Renovasi

erlina_erlina
Erlina Anastasia, ST Lulusan dari Departemen Arsitektur ITB. Pernah bergabung di sebuah studio penulisan arsitektur terkenal di Jakarta. Kini kesibukannya mengurus ketiga putrinya sambil terus menulis, mengerjakan beberapa architecture project dan juga berbisnis. Buku terbaru yang ditulisnya secara mandiri adalah 20 Desain Salon Rumahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Website: http://ibuarsitek.blogspot.com/
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Dalam artikel ini saya masih akan berbagi cerita mengenai renovasi. Project yang akan saya share kali ini adalah renovasi sederhana sebuah rumah ‘jadul’ alias rumah jaman dulu. Di sini saya ingin menunjukkan bahwa lewat renovasi sederhana yang tepat, kualitas suatu ruang bisa diperbaiki. Jadi, ruang yang tadinya terasa kurang nyaman bisa dibuat lebih baik, misalnya ruang yang gelap jadi lebih terang, ruang yang aktivitasnya mati bisa lebih useful dan sebagainya. Suasana baru di dalam rumah bahkan bisa dicapai lewat re-layout furniture yang mudah dilakukan.

Rumah ini belum terlalu tua sebetulnya, mungkin dibangun sekitar tahun 80-an, terbaca dari karakter material rumah yang antara lain masih menggunakan keramik warna terakota persegi panjang, penggunaan kolom bernuansa semi klasik, penggunaan konsol-konsol pada jendela, dan penggunaan fixture di kamar mandi yang terbuat dari pualam.

Saya tidak menyajikan foto-foto indah dengan hasil renovasi yang mewah, intinya semua sederhana. Interior dalam rumah ini-pun tidak banyak mengalami perubahan. Namun saya harap urban mama-papa bisa turut merasakan atmosfer baru pada rumah ini.:) khususnya pada ruang-ruang yang pada awalnya kurang fungsional.

Ok, urban mama papa… let’s take a look!

Tampilan denah sebelum renovasi

Tampilan denah setelah renovasi

Teras
Before


Halaman depan kurang terawat dan di bagian teras hampir seluruhnya tertutup perkerasan sehingga air hujan sering menggenangi teras.

After


Kolom klasik putih dilapisi bata ekspos, serta keramik teras diganti dengan cement tile. Pintu masuk utama digeser letaknya untuk kenyamanan dan privasi pemilik rumah.

Interior Rumah
Before


Ruangan open plan membuat pemilik rumah bingung menempatkan furniturnya.

After


Dengan re-layout furnitur, peruntukkan setiap area menjadi lebih jelas.

Taman samping
Before


Ruangan terbuka tertutup atap dengan sistem konsol. Selain gelap, air seringkali luber sampai ke lantai keramik putih.

After


Atap sistem konsol diganti dengan dak beton supaya taman lebih bisa diterangi matahari. Keramik merah terakota diganti dengan batu andesit. Nantinya tepat di depan dinding akan ditanami vegetasi hijau.

Kamar Mandi Utama
Before


Kamar mandi ini sudah sangat membutuhkan perbaikan, tampak suram sehingga kurang nyaman digunakan.

After


Seluruh dinding dan lantai diganti. Dinding dan lantai diganti dengan marmer, sedangkan sebagian dinding di bagian shower dilapisi batu andesit untuk aksentuasi. Sky light pada langit-langit masih dipertahankan untuk sumber pencahayaan.

Dapur
Before

Dapur tidak nyaman karena terlalu kecil dan letaknya terpisah dari ruang lain di dalam rumah.

After

Untuk membuatnya lebih nyaman, akses menuju dapur dipindahkan. Selain itu make-over pada kitchen set juga dilakukan supaya dapur tampil lebih modern.

Taman belakang
Before


Taman terlihat gelap karena hampir seluruhnya tertutup atap konsol. Pada denah awal dapur harus dicapai melalui taman ini.

After


Untuk membuatnya tampilan taman belakang lebih menyenangkan, atap konsol dibuang lalu diganti dengan dak beton. Hasilnya taman menjadi lebih terang. Selanjutnya tinggal diberi sentuhan vegetasi hijau agar taman tampil lebih segar.

Selanjutnya renovasi bertahap masih akan dilanjutkan pada rumah ini. Beberapa rencana seperti mengganti seluruh keramik rumah, menambah mezanin di atas ruang makan serta memperbaiki area carport akan dilakukan dalam renovasi tahap kedua. Jadi, saat memutuskan untuk melakukan renovasi selalu concern pada budget ya. Skala prioritas sangat diperlukan agar budget Anda tetap aman.

6 Comments

  1. sLesTa
    shinta lestari June 18, 2013 at 8:52 am

    Seru deh liat transformasinya. Rumah lama itu keren karena biasanya luas dan lapang, dibanding rumah2 jaman sekarang yang kurang spacious, jadi mesti minimalis deh. Kalau rumah lama udah di upgrade begini, sedikit aja upgretnya udah keliatan kerennya.

    Seneng liatnya. Thanks buat sharing foto dan idenya ya mbak Erlina :)

  2. siska.knoch
    Siska Knoch June 20, 2013 at 2:14 pm

    Selalu suka tiap baca artikel/tips mbak erlina, keren hasil renovasinya, dan paling pangling ama kamar mandinya!!

  3. Irma Ardian
    Irma Ardian June 23, 2013 at 9:55 am

    Keren deh mba, jd ingat rmh mama jaman dl. apalagi tegel tjap kunci nya…cara pesennya gmna mba tegelnya? Hrs ke jogja kah..

  4. ninit
    ninit yunita June 23, 2013 at 9:37 pm

    suka banget kalo liat artikel ttg renovasi :) liat before & afternya itu lohhh… bagus banget!

  5. erlina_erlina
    Erlina Anastasia June 24, 2013 at 3:01 pm

    Hai semua…syukurlah kalau ada manfaat yang bisa diambil dari artikel saya:)
    Untuk foto taman samping sorry foto before-afternya kebalik ya..
    @Irma. Sebetulnya tegel tjap kuntji itu merk, jenis ubin seperti ini sekarang bisa dipesan kok di Jakarta ga usah jauh-jauh ke Jogja. Tapi memang motifnya masih terbatas. Silahkan mampir ke blog saya untuk informasi lebih detil ya mengenai si tegel.

  6. NadiraMalik
    NadiraMalik July 3, 2013 at 1:01 pm

    Mba erlin, aku mau nanya, aku kan ngeliat before-after Renov. Sekiranya rumah aku ini luas tanah sama kyk mba erlin, nah aku niatnya mau dibikin tingkat 2. klw boleh tw habis biaya berapa mba ? Di pm aja ya mba.thx

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.