Menjadi Ibu (Baru) yang Bahagia

kriww

Tidak bisa dipungkiri, dalam perubahan peran menjadi seorang ibu, selain suka cita, syukur, dan cinta yang besar, pastilah datang juga perasaan lain: frustrasi, bingung, panik, tidak siap, bahkan bagi sebagian orang mungkin penolakan dan penyangkalan. Atau malahan baby blues. Yah, namanya juga peran baru, banyak hal baru, banyak hal yang harus disesuaikan, banyak hal yang harus dikorbankan, mulai dari jam tidur sampai kenikmatan kecil semacam spa di salon setiap minggu. Selain fisik yang kelelahan, mental yang belum siap, dukungan dari sekitar yang kurang, sampai penyebab lain seperti perasaan bahwa kita tidak menarik, perhatian sekitar yang tiba-tiba berpusat pada si bayi, dan sebagainya dan sebagainya.

Saya percaya sekali bahwa ibu yang bahagia juga berarti bayi yang bahagia dan keluarga yang bahagia. Karena itu, apa pun kondisinya, saya selalu mengusahakan agar diri saya selalu bahagia, agar dapat melaksanakan tugas sebagai ibu dan istri dengan baik.

image credit: freedigitalphotos.net

Jadi, selama awal-awal menjadi ibu, inilah hal-hal yang saya lakukan untuk menjaga diri saya tetap waras, tenang, dan bahagia dalam menyambut peran sebagai ibu:

  1. Usahakan fisik bugar. Seperti kata pepatah, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, kan? Kalau fisiknya saja amburadul bagaimana isi di dalamnya? Kalau badan sehat, otomatis mood pasti lebih baik. Karena itu saya sebisa mungkin menjaga kesehatan. Banyak makan, istirahat cukup, dan kalau memungkinkan cukup bergerak dan berkeringat.
  2. Meluangkan waktu merawat diri. Walaupun rasanya mustahil menyediakan waktu untuk merawat diri saat menjadi ibu baru, tetapi saya tetap berusaha agar setidaknya saya bersih dan wangi. Tahu sendiri kan, menjadi ibu baru berarti bau ompol dan bau ASI. Kadang mandi saja tidak sempat saking sibuknya dengan bayi. Namun sebisa mungkin begitu bangun pagi saya mandi dan keramas yang lama. Saya bahkan beli toiletries khusus yang beraroma mewah sebelum melahirkan, agar bisa merasa spesial ketika mandi. Nah, karena saya tidak punya pembantu atau pengasuh di rumah, saya tidak mungkin pergi ke salon. Jadi saya memakai lulur dan masker di rumah saat Galuna tidur, atau saat suami sudah pulang dan bisa diminta tolong menjaga Galuna. Kalau punya kesempatan ke salon atau spa sesekali (bayi ada yang menunggu) lakukan saja… Ibu cantik, ibu bahagia.
  3. Tampil yang terbaik. Bagi saya ini penting karena dandan adalah mood booster saya. Selama cuti melahirkan tidak ada aktivitas yang menuntut kita dandan dan berpakaian bagus. Mau seharian pakai daster juga tidak apa-apa, kan hanya di rumah saja. Saya berusaha tetap pakai baju yang membuat saya merasa menarik, berdandan sekadarnya asal tidak kelihatan kusam, biar merasa cantik saja saat menjemur Galuna di depan rumah setiap pagi. Merasa cantik itu sangat penting, apalagi setelah melahirkan saat kulit kusam, rambut rontok, dan badan melar bergelambir sana-sini. Bukan buat siapa-siapa, tapi untuk diri sendiri.
  4. Olahraga (kalau memungkinkan). Bukan agar cepat langsing lagi, tapi olahraga membuat metabolisme lancar dan bisa membuang energi negatif dalam diri kita. Kalau saya, karena kondisi yang cuma memungkinkan olahraga di rumah, biasanya memasang dvd dance aerobik saat Galuna tidur, atau joging (baca= jalan agak jauh saat pagi-pagi jemur Galuna, sekalian menunggu si bayi tidur. Kalau yang punya kesempatan untuk olahraga di luar rumah walaupun hanya seminggu sekali, lakukanlah. Percayalah, kita akan pulang dengan tubuh bugar dan emosi yang lebih baik.
  5. Fokus pada diri kita, bayi, dan keluarga. Tidak perlu terlalu mendengarkan omongan orang, nasihat tentang harusnya begini dan begitu, atau kritik yang tidak membangun, khususnya tentang cara kita menangani anak. Lakukan saja yang terbaik menurut apa yang kita percaya. Kalau energi kita terlalu banyak dicurahkan untuk kata-kata negatif dari orang lain, mood kita juga akan terganggu. Percayalah, semua ibu ingin (dan pasti melakukan) yang terbaik untuk anaknya. Jangan bebani diri dengan omongan yang menghakimi bahwa kita bukan ibu yang baik. You are a good wonderful marvelous mother, all of you!
  6. Rileks. Saat bayi menangis tidak bisa tenang, saat ASI tidak lancar, saat cucian bertumpuk dan hujan terus-terusan, saat dunia jungkir balik… daripada stres dan menangis, lebih baik santai saja dan berusaha dinikmati. Inhale, exhale. Nanti juga berlalu. Kita jadi ibu masih seumur hidup, kalau begini saja sudah stres bagaimana nanti saat anak kita sudah sekolah.
  7. Pamper yourself. Pada dasarnya menjadi ibu itu pekerjaan yang paling mulia kan, jadi mengapa tidak memberi reward pada diri sendiri atas peran kita yang luar biasa ini? Ingin makan es krim coklat setengah liter? Go for it! Ingin ngopi cantik di kafe bintang lima saat akhir pekan? Kalau memungkinkan, mengapa tidak? Kalau itu caranya agar kita bahagia dan lebih menikmati menjadi ibu, then be it.

Enjoy motherhood!

14 Comments

  1. ninit
    ninit yunita January 19, 2015 at 6:51 am

    wulaaan!
    ibu bahagia itu penting bangettt karena mengerjakan segalanya juga jadi lebih happy :) tipsnya bener bgt lan. TFS yaaa…

  2. eka
    Eka Wulandari Gobel January 19, 2015 at 7:25 am

    setuju banget deh, Wulan! happy mama happy family ya!
    tipsnya bener banget!

  3. gabriella
    Gabriella Felicia January 19, 2015 at 7:25 am

    Tfs ya… tipsnya lengkap dan bener banget kalau ibunya hrs bahagia dulu biar keluarganya bahagia.

  4. cindy
    cindy vania January 19, 2015 at 7:31 am

    Setuju bangeet ini mba Wulan,memang kalau ibunya bahagia pasti yg lain ikut bahagia.
    Bener banget kalau olahraga dan makan es coklat setengah liter juga bikin bahagiaa ;)

  5. fameilia
    fameilia January 19, 2015 at 10:32 am

    Makasih tips nya mbakk… :)

  6. evaws
    evaws January 19, 2015 at 11:43 am

    haaaaa…setuju bangen mba. Poin 5-7 seringkali terlupakan bagi ibu muda padahal itu penting bingitssss. Tfs mba :)

  7. adhisti
    adhisti January 19, 2015 at 2:08 pm

    bener banget mbak, kadang banyak ibu baru yang “kaget” dengan hal-hal baru setelah punya bayi dan terjebak stres karena tidak punya waktu untuk diri sendiri.. setuju ama mbak cindy, coklat atau eskrim jadi mood booster yang ampuh :)

  8. wirani
    Yekti Wirani January 20, 2015 at 3:16 pm

    bener bgt mbak, mood booster saya adalah baca buku / menata ulang..
    buntut 2 untuk sementara saya titipkan dulu sembari saya melakukan ritual mood booster.
    thx for sharing.
    Go happy mommy for happy family :) !!

  9. ZataLigouw
    Zata Ligouw January 21, 2015 at 7:00 am

    setuju banget Lan! dari dulu gw selalu percaya, ibu yang baik adalah ibu yang bahagia :)

  10. Mrs. Kiki
    Etta Novretta January 21, 2015 at 10:09 am

    Mba Wulan, tfs. Pas bgt dengan kondisi saat ini, dan salah satu cara yang aku lakukan kalo lagi awur2an di kantor adalah pasang headset, dengerin lagu paporit, dan minum susu coklat :)

    Happy Mom, Happy Family :)

  11. otie
    otie January 21, 2015 at 2:30 pm

    aaaah! Tipsnya sukses bikin aku tersenyum lebaaar!

  12. kriww
    Wulan Hermawati January 23, 2015 at 8:44 am

    all, thanks yah… senangnya ternyata banyak yg punya pengalaman yang sama yah, hihihi… happy moms happy kids happy family yah…

  13. arika
    arika January 28, 2015 at 11:03 am

    iya setuju banget kalo jadi ibu harus ngerasa cantik dan sehat setelah melahirkan..pas anak pertama rasanya kacau banget, badan remuk dan kurang tidur..pas anak kedua kembar sdh jauh lebih santai dan menikmati jadi ibu..ternyata pengaruh jg sama anak2, kalo kita santai dan ngerasa sehat cantik anaknya jg jadi lebih anteng dan ga rewel yaa..

  14. fettyasihta
    fettyasihta September 12, 2016 at 1:24 pm

    Thank you tipsnya! Jadi reminder supaua tetep selalu waras :’))
    Yes, meskipun cuma di rumah, mandi dan dandan secukupnya udah bikin hati bahagia. Atau kalo udah terlalu banyak pikiran ini itu, biasanya dibawa tidur dulu, abis itu sebisa mungkin nyuri2 buat mandi biar fresh :D

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.