Menyambut Ramadhan Bersama Anak-Anak

Adenita Priambodo

Bagaimana ya memperkenalkan bulan puasa pada balita?

Ini sepertinya pertanyaan dari banyak ibu yang anaknya sedang memasuki fase mengajukan pertanyaan-pertanyaan ajaib. Setiap keluarga pasti punya cara sendiri menghadapi tantangan ini. Tantangan untuk menjelaskan soal puasa dan bulan Ramadhan kepada balita, karena di usia tersebut mereka butuh sesuatu yang nyata.

Tantangannya adalah cara memperkenalkan bulan Ramadhan penuh suka cita ini dengan cara visual yang menyenangkan. Juga memperkenalkan keistimewaan bulan Ramadhan yang banyak bertabur rahmat Allah, membuat banyak malaikat turun untuk mengaminkan doa setiap orang yang berpuasa, belum lagi setiap amalan kebaikan dilipatkan pahalanya. Kalau diibaratkan sebagai tamu, maka bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti dan harus disambut dengan meriah.

Ketika kemeriahan orang dewasa adalah mempersiapkan hati agar khusyuk beribadah, beda ceritanya dengan kemeriahan di benak anak-anak. Karena itulah, sejak sebulan lalu saya berniat untuk membuat kemeriahan kecil di rumah menjelang Ramadhan. Dengan ini saya bisa sambil bercerita kepada Oza (3 tahun 4 bulan) tentang apa itu bulan puasa. Yang terbayang di benak saya saat itu mau membuat bendera kertas dan bendera dari kain perca, pasang balon-balon di beberapa sudut rumah dan tempat bermain Oza.

Untuk bendera kain, karena saya kurang canggih urusan jahit-menjahit, jadi saya bawalah ke tukang jahit keliling langganan. Sementara bendera kertasnya, saya libatkan Oza untuk membuatnya sehari menjelang puasa. Selain ia ikut merasakan persiapannya, membuat bendera dengan mengelem dan menempel juga jadi ajang melatih motorik halusnya.

Bahan bendera kain:

  • Kain perca digunting bentuk segitiga, jahit kedalam sekitar 1 cm pada salah satu sisinya.
  • Benang bangunan berwarna putih atau tali apa pun yang bisa dipakai

Bahan bendera kertas:

  • Kertas warna-warni (saya pakai kertas berwarna bekas ukuran HVS), gunting segitiga sesuai keinginan.
  • Benang bangunan/tali kenur/atau tali apapun yang bisa digunakan untuk menggantung bendera
  • Lem

Persiapan menyambut Ramadhan ini benar-benar bisa jadi ajang bermain untuk anak di rumah. Saat bosan mengelem, saya ajak Oza ikut memompa balon-balon. Wah, kalau yang ini sih anak-anak senang sekali!

Sambil mempersiapkan semua, saya cerita soal bulan Ramadhan. Sesekali melontarkan pertanyaan-pertanyaan kecil yang sudah sering  saya ajukan sebulan terakhir ini,

“Kita mau menyambut apa, De?”
“Ra-ma-dan.”
“Bulan Ramadhan itu bulan apa?”
“Bulan puasa.”
“Kalau bulan puasa, ayah sama bunda nggak makan siang, tapi makannya kapan?”
“Kalau ada Adzan”
“Adzan apa?”
“Magriiiib!”
“Yeaay… Pintar!”

Waktu sedang memasang bendera di taman, saya lihat banyak anak-anak main sepeda di depan rumah. Tiba-tiba salah satu dari mereka berhenti dan bertanya,

“Tante, mau ada pesta ulang tahun ya?”
“Nggak,”
“Kok banyak bendera sama balon?”
“Kan mau menyambut Ramadhan!”

Tiba-tiba saya langsung teringat bahwa mereka sudah masuk musim liburan. Terpikirlah ide mengundang mereka untuk main bersama di sore hari. Di luar dugaan, mereka langsung merespons cepat dan keliling dengan sepedanya untuk memberi tahu anak-anak lain.

Sebentar, kalau cuma main bersama rasanya kurang seru. Harus ada suguhan dong! Akhirnya saya beli es krim dan beli buah untuk dibuat sate. Pukul lima sore, anak-anak yang sudah mandi langsung datang dan duduk manis siap antre untuk mendapatkan es krim dan sate buah. Suasananya seru sekali! Yang datang bukan hanya batita dan balita, tetapi juga kakak-kakak kelas 4-6 SD dan 1 SMP. Mereka berbagi tugas mengawasi adik-adik kecilnya dan mengatur antrean. Sambil melayani es krim, saya sambil mengenal teman-temannya Oza. Sambil makan ada yang bertanya,

“Kalau bulan puasa, kita nggak bisa makan es krim sore-sore di luar kaya begini ya, Tante?”

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh kakak-kakak besar yang ikut menikmati es krim dan sate buah. Senang sekali deh!

Sore itu suguhan es krimnya ludes, sementara sisa sate buahnya rebutan untuk dibawa pulang. Bahagia rasanya karena kemeriahan kecil ini tidak hanya dinikmati Oza saja, tetapi juga teman-teman main di rumah. Setelah sore itu, saya jadi ingin kemeriahan kecil ini jadi agenda rutin menjelang bulan puasa, supaya mereka selalu semangat menyambut datangnya tamu istimewa bulan Ramadhan. Urban Mama, selamat menikmati kemeriahan bulan Ramadhan bersama keluarga dan selamat menjalankan ibadah puasa! 

 

7 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit July 8, 2014 at 11:07 am

    kereeennn… seru nih acaranyaaa… asiik juga yaa menyambut ramadhan seperti ini :)

  2. Shinta_daniel
    Shinta Daniel July 8, 2014 at 2:03 pm

    Ya Ampuun, lucu2 banget ini anak2, nyenengin deeh liatnya.. seru juga kalau dibikin versi ngabuburitnya…

  3. hananafajar
    hanana fajar July 8, 2014 at 2:06 pm

    wah mba idenya kreatif sekali dan Oza pinter ya:)

  4. ninit
    ninit yunita July 8, 2014 at 9:48 pm

    nittt kreatif banget siiih. idenya keren bangeeet!
    seneng bacanya :)

    oza bikin gemeeesssh! *cyubittt*

  5. ZataLigouw
    Zata Ligouw July 9, 2014 at 9:57 am

    Sumpah ini ide bagus bangettt.. ;p

    Suami pernah agak merasa sedih karena suasana di komplek kami saat bulan Ramadan nggak seperti waktu dia kecil, kayaknya ini ide yang harus ditiru untuk kembali mengajak anak2 lebih tahu dan lebih bersemangat menjelang/selama Ramadan.

    Thank you sharing-nya Adenitaaa…

  6. Inayati
    Inayati July 12, 2014 at 7:52 pm

    serunyaaa…:)

  7. rainiw
    Aini Hanafiah July 16, 2014 at 9:04 am

    seru banget ini cara mengenalkan ramadhannya, buat anak2 malah lebih kena ya krn fun :D

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.