Menyapih Farand

sariyayi

Farand termasuk “penenen berat”. Dia tidak mau dan tidak bisa menggunakan dot/empeng. Sehingga menyusui adalah satu-satunya cara oral menenangkan dan menidurkan Farand. Ketika saya mulai bekerja, butuh waktu untuk membuat Farand tidak rewel dan bisa tidur siang tanpa menyusu. Untuk melakukan hal yang sama di malam hari, sudah pasti lebih sulit. Tidur siang hanya sekitar 3 jam. Sedangkan tidur malam sekitar 10 jam. Selama 10 jam Farand biasa terbangun 3-4 kali untuk menyusu. Sudah terbayang bagaimana sulitnya menyapih Farand.

Jadwal diklat prajabatan selama 3 minggu di Jatinangor saya jadikan momentum untuk menyapih Farand. Toh usianya saat itu sudah 2 tahun 2 bulan. Sudah tiba saatnya untuk disapih. Berbagai cara, termasuk cara-cara menyapih dengan cinta, saya lakukan. Saya juga melakukan cara lain, misalnya dengan mengoleskan “pahitan” di area puting, tapi tidak berhasil. Nikmatnya menyusui mengalahkan rasa pahit. Farand tetap asyik menyusu. Salah satu hal yang selalu menggagalkan percobaan menyapih Farand adalah rasa tidak tega. Bukan hanya tidak tega kepada Farand, tetapi juga kepada Doori dan babysitter yang terganggu tidurnya.

Akhirnya, ketika jadwal diklat prajabatan semakin dekat, saya menguatkan hati untuk segera menyapih Farand. Strategi sudah disusun. Penyapihan akan dilakukan mulai Jumat malam, agar saya dan Doori bisa bergadang, serta tidak perlu ke kantor keesokan harinya. Saya, Doori, dan babysitter akan bergantian menjaga Farand. Ketika yang satu menjaga, yang lainnya memanfaatkan waktu untuk tidur.

Akhirnya, pelaksanaan mengalir begitu saja, tidak sesuai rencana. Saat Farand sudah mengantuk dan rewel, saya dan Doori membujuknya dengan iming-iming pergi ke toko DVD. Jadilah pukul 21.30 kita ke toko DVD yang masih buka di seputaran Tebet. Dari toko DVD, kita tidak langsung pulang. Kita ajak Farand jalan-jalan naik mobil sampai dia tertidur pulas. Kembali ke rumah pukul 22.30. Alhamdulillah hari itu Farand hanya sebentar tidur siang. Sehingga dia sudah sangat mengantuk dan tidak terbangun ketika dipindahkan dari mobil ke tempat tidur. Sempat terbangun satu kali sekitar pukul 2 dini hari. Alhamdulillah lagi ayahnya Farand ketiduran di kamar sebelah. Sehingga tangisnya Farand tidak mengganggu ayah tidur. Dan saya bisa bertahan tidak menyusui sampai akhirnya Farand berhenti menangis dan tertidur kembali. Farand bangun lagi ketika sudah pagi dan ayahnya sudah cukup tidur untuk kemudian bergantian menjaga Farand.

Karena sudah pernah berhasil satu malam, saya merasa lebih percaya diri menyapih Farand di malam-malam berikutnya. Apalagi ketika sudah beberapa malam. Sayang sekali kalau harus menyerah dan harus mulai menyapih lagi dari awal. Saat ini saya sudah pulang kembali dari diklat prajabatan selama 3 minggu di Jatinangor. Sudah 1 bulan lebih Farand disapih. Alhamdulillah, terlewati lagi satu tahap perkembangan anakku. Pada akhirnya, apa pun caranya, saya yakin setiap ibu akan menyapih anaknya dengan penuh cinta.

9 Comments

  1. ruuzuly
    Ruliyani Nuzuly September 3, 2012 at 1:09 am

    wowww HAPPY BIRTHDAY Farand imuuut..
    duuuh tfs yaah mbak sari.. aku juga udah beberapa bulan ini kepikiran tentang bagaimana menyapih Lian, paaasss banget sebulan lagi nih, Lian usia 2th..

    masih maju-mundur niatnya.. macem2 artikel udah dibaca yaah balik lagi deh ~> ga tega :p

    semoga saatnya nanti, Lian sukses disapih dengan cinta deh yaah, Aamiin..

    1. sariyayi
      Sarityastuti Santi Saraswati September 3, 2012 at 3:11 pm

      Sama-sama ya Mbak Ruli. Salam kenal :) Setiap anak dan ibu pasti punya cerita indah sendiri dari mulai menyusui sampai menyapih. Semoga sukses ya nanti menyapih Lian.

  2. Shinta_daniel
    Shinta Daniel September 3, 2012 at 6:35 pm

    waaaah, Farand sama kayak Baron, masih suka kebangun 3-4 kali cari ‘empeng ibu’ just for his comfort.. pas banget mau nyapih Baron bulan depan… huhuhu semoga bisa sekseeiss kayak farand yaa… *berdoa*

    1. sariyayi
      Sarityastuti Santi Saraswati September 5, 2012 at 9:38 am

      Salam kenal Mbak Shinta dan Baron. Amiiinn…. Semoga lancar ya Mbak menyapihnya. Berat di awal, tapi ga kerasa kok tau2 nanti udah berhasil aja :)

  3. maudy
    maudy kiranayanti September 4, 2012 at 11:27 am

    Sari.. ini gw :) Sampe detik ini gw belum berhasil nyapih Naila diusianya yang 2 th 3 bln.. Padahal Insya Allah diperut ada calon adiknya yg usianya 11 minggu. Gimana iniiii, gw ga tega kalo pake pahitan, obat merah, tensoplast dst..

    1. sariyayi
      Sarityastuti Santi Saraswati September 5, 2012 at 9:43 am

      Maudyyy… kalo bukan karena prajab mungkin juga gw belum nyapih Farand. Ga usah pake pahitan, dll Mod. Dialihin aja ke hal lain kesukaannya. Kadang2 tega itu perlu untuk kebaikan *pembenaran, hehe… Maudyyy… selamat yaa buat kehamilannya. Tos dulu kita gw juga baru hamil 9 minggu :D

  4. momshirley
    Shirley Lim September 8, 2012 at 2:41 am

    waaah kereeen mom.. anaknya pinter ya..
    anakku zoe, cewe tapi juga kuat empengnya.. kalo ga liat emaknya kaga minta sih.. cuman sekali emaknya pulang langsungg dikit2 minta nen.. berdoa 4 bulan lagi Zoe bisa lulus menyapih tanpa drama telenovela.. ameenn

  5. sariyayi
    Sarityastuti Santi Saraswati September 11, 2012 at 11:00 am

    Salam kenal mom shirley. Thanks for the nice comment :) Zoe juga pasti nanti pinter pas udah waktunya disapih. Sukses ya menyapihnya buat mom shirley dan Zoe :)

  6. Honey Josep
    Honey Josep September 25, 2012 at 3:57 pm

    Selamat ulang tahun Farrand!

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.