Menyiapkan Sendiri Pesta untuk 50 Anak

Pesta ini sebenarnya sudah 1,5 tahun lalu, tapi boleh ya saya berbagi cerita sedikit tentang perayaan sederhana ulang tahun Zia ke-2 yang meriah ini tanpa bantuan Event Organizer.

Pada awalnya kami memang tidak berniat untuk merayakan ulang tahun Shazia dengan mengundang selain keluarga. Apalagi saat itu ayahnya Zia sedang menimba ilmu di Jepang, wah kalau saya harus ng-host acara sendiri agak mati kutu deh. Tapi dengan dorongan (sebenarnya paksaan sih) dari tetangga-tetangga sebelah rumah mertua (kami tinggal dengan mertua) apalagi sebelumnya Zia telah diundang ke acara HUT teman-temannya di sebelah rumah, saya pikir sebagai tanda balas kasih telah mengundang Zia dan mau menemani anak kami bermain, apa salahnya saya mengundang balik.

Tadinya sempat kepikiran untuk mengadakan di salah satu restoran fastfood, ya tinggal bayar beres deh acaranya. Tapi karena kebetulan teman-teman main Zia (dan tetangga-tetangga kami) sebagian besar berasal dari keluarga golongan sangat sederhana sekali sehingga dipikir-pikir susah juga mobilitas mereka membawa diri ke tempat acara. Akhirnya diputuskan untuk diadakan di rumah mertua saja.

Setelah itu saya minta pengasuh Zia menyusun daftar undangan. Begitu selesai disusun, hampir saya pingsan di tempat! Ada 50 anak dalam daftar tersebut! "Ini serius, Mbak?" jawabannya itupun sudah dikurangi anak-anak dari gang di bawah, maklum anaknya agak selebritis Mampang Prapatan cucu jawara setempat pula dengan embel-embel kalau tidak diundang nanti digosipin. Apa mau dikata, sekarang saya harus putar otak menyesuaikan budget.  

Untungnya ibu mertua sangat party-goers klop deh ketemu menantu yang apapun dibuat hemat, jadi saya, ibu mertua, dan adik ibu mertua hunting peralatan pesta sampai Pasar Asemka. Peralatan pestanya canggih-canggih dan beraneka ragam bentuk balon. Untuk goodie bag saking lengkapnya sampai hampir kalap, murah pula. Tadinya hampir sesat mau beli Pinata, yang di mall bisa dijual ratusan ribu di Pasar Asemka hanya di bawah Rp100.000,00 saja. Untuk goodie bag karena saya tidak mau isinya permen atau makanan yang mengandung pengawet dan kawan-kawannya, maka diputuskan isi goodie bag-nya adalah handuk warna-warni dengan bordiran “Zia’s Bday” dengan kotak kecil nasi kuning. Harapannya insha Allah sehat dan berguna.

Karena acaranya hari Sabtu, sepulang kantor saya langsung mengerahkan om-om-nya Zia yang ada tiga orang itu untuk… meniup balon! Tidak ketinggalan EyangTi Zia yang mengoordinir EyangKung untuk memasang hiasan di ruang tamu dan balon-balon. Entah berapa balon yang sudah meledak!

Berikut poin-poin yang disiapkan pada acara Zia, yang minimal harus ada:


  1. [caption id="attachment_10270" align="alignleft" width="175" caption="undangan Zia"][/caption]

    Undangan: saya membuat undangan dengan browsing di situs pesta, saya buat dengan kreasi sendiri (dengan gambar Ipin Upin karena Zia sedang suka itu), cetak sendiri dengan mesin cetak berwarna dan kertas HVS yang tebal. Hal itu saya kembali lakukan untuk gift tag-nya dan ditulis nama masing-masing anak.


  2. MC: Ibunya Zia dibantu dengan Om Yogi (kembaran ayahnya Zia), tapi kami tidak memakai kostum badut lho, hanya butuh pinjam toa dari mesjid sebelah rumah saja.

  3. Daftar permainan anak-anak: Ibunya Zia berterima kasih pada pakde Gugel, dapat ide permainan di berbagai situs pesta, ada tebak gambar, tebak lagu. Tak lepas pula dari partisipasi anak-anak yang hadir juga dan latihan di kantor untuk menguji kelucuan dari calon MC. Semua permainan dapat hadiah, berupa tas sekolah Ipin Upin, puzzle Dora Spongebob, alat tulis Upin Ipin atau Ben10 atau Princess, buku mewarnai atau buku baca. Semua hadiah didapat di Pasar Asemka atau ITC Ambasador dengan harga paling mahal Rp20.000,- (tas lengkap dengan alat tulis).

  4. Kue dan minuman: karena ada 50 anak yang hadir maka pesan kue the famous Black forest dari Restoran AH Hotel Formule 1 Cikini ukuran terbesar. Kalau tidak salah harganya Rp300.000,- saja. Untuk minuman kami sediakan minuman kotak dan air mineral.

  5. Goodie bag: isinya handuk yang dibordir di Bordir Mania ITC Kuningan dengan harga di bawah Rp25.000,-. Bordirannya rapi dan pelayanannya bikin salut. Sebagai tempat handuk saya beli kantung cantik seharga Rp1.000,- di Pasar Asemka dan memasukkan satu-satu. Selain itu dapat tambahan mainan dorong-dorongan yang bisa bunyi, beli di Pasar Asemka (lagi) seharga Rp2.500,- per mainan.

  6. [caption id="attachment_10265" align="alignright" width="222" caption="dekor dengan balon"][/caption]

    Dekorasi: Balon beli di Pasar Asemka, tiup sendiri tentunya, dan tulisan HBD beli juga. Para peserta memakai topi ulang tahun, itu juga hasil jarahan di Pasar Asemka.


  7. Personil: mengerahkan dari eyang, eyang tante, tante-tante, om-om semua daya dikerahkan jadi fotografer, menertibkan 50 anak-anak (dan ibu-ibu pengantarnya yang cukup heboh rebutan goodies bag).


Inilah beberapa hasil foto dari acara ulang tahun Zia ke-2. Untung ibunya saat itu belum kenal dessert table, kalau sudah kenal pasti akan diadakan juga deh.

[caption id="attachment_10266" align="alignnone" width="222" caption="ibu merangkap MC untungnya bukan badut :)"][/caption]


[caption id="attachment_10267" align="alignnone" width="222" caption="peserta yang membludak"][/caption]

 


[caption id="attachment_10268" align="alignnone" width="222" caption="tiup lilinnya Shazia yang ke-2"][/caption]




Alhamdulillah acara berjalan lancar. Ada beberapa hal yang memang perlu diantisipasi yaitu:


  1. Menertibkan anak-anak dan mendorong mereka untuk aktif dalam acara, Alhamdulillah saya tidak mengalami momen garing, semua anak cukup partisipatif dengan iming-iming hadiah tentunya.

  2. Menertibkan ibu-ibu yang mau berebut goodie bag. Untungnya saya semalam sebelumnya sudah memberikan label pada masing-masing goodie bag sehingga masing-masing anak saya panggil satu per satu ke depan untuk mengambil bingkisan.

  3. Untuk makanan dan goodie bag selalu buat lebih, jangan pas dengan jumlah anak. Ternyata pada acara Zia ada yang membawa kakak atau adiknya.

  4. Sebelum acara selalu berembuk dan berdoa bersama dengan tim acara. Ini adalah kebiasaan mertua saya, selalu berprinsip jika sudah mulai acara selalu pasang muka ceria dan sehancur apapun acara jangan pernah saling menyalahkan. Benar-benar team work deh.


Meskipun si bocah belum terlalu mengerti acaranya (ya dia hanya mondar-mandir saja), tapi semoga kemeriahannya membekas untuk dikenang.

Tapi akhirnya jadi ketagihan, setelah selesai rasanya puas banget meski ada hal-hal yang harus diperbaiki, next time diusahakan pakai dessert table deh.

Bener-bener ketagihan. ;)

9 Comments

  1. avatar
    Tyas Soejoedono-Prabhowo November 19, 2012 2:21 pm

    terima kasih mbak Sari, maaf baru menjawab (setahunan)... dessert tablenya sederhana banget soalnya masih perlu banyak belajar hehehehe

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Honey Josep November 7, 2011 5:39 pm

    wah, hebat pesta untuk 50 orang anak disiapkan sendiri, Zia pasti bangga mamanya serba bisa :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    bubsmum November 7, 2011 1:17 pm

    Salam kenal Tyas. Wah, what a great idea ... birthday party nya keliatannya seru ... jadi pengen ... (ke asemka/ngadain birthday party buat Charlotte/beli cake) ... :-)

    Dessert table nya kayak gimana, Tyas? Jadi curious ... :-)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Tyas Soejoedono-Prabhowo November 7, 2011 11:31 am

    terima kasih Teh Ninit *lagi girang dapat comment dari Teh Ninit*
    alhamdulillah, tp memang makan waktu *sambil minta maaf sama bos* tapi ada bala bantuan niupin balon kok Teh hihihihihihi...

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    ninit yunita November 7, 2011 10:54 am

    wowww tyas!
    keren banget buat 50 anak dan ngerjain sendiri *angkat topi tinggi2*

    terlihat seru sekali dari foto :) keren!

    1. avatar

      As .