Menyusui Balita

hestia

image credit: gettyimages.com

Tanpa terasa Safina kini sudah berusia 2 tahun 5 bulan. Semua drama dan perjuangan menyusui dan kejar tayang breastpumping di kantor, terbayar sudah melihat Safina sehat dan aktif. Apakah perjuangan selesai sudah?

Ternyata belum. Dengan keyakinan untuk menyapih dengan cinta alias weaning with love, saya merasa santai untuk menyapih Safina. Saya enyahkan jauh-jauh keinginan untuk mengoleskan saus ke payudara dan trik-trik “jalan pintas” lainnya.

Tentu masa menyusui 2 tahun sudah memberi saya “sertifikat” keahlian menyusui. Zaman latch-on-belum-pas kan sudah lulus, jadi mestinya mudah menyusui anak 2 tahun. Ternyata tidak juga.

Walaupun tidak sesulit menyusui newborn atau ketika usia di bawah 1 tahun, menyusui balita ternyata banyak juga tantangannya. Tapi lebih banyak yang lucu, tidak pakai air mata berderai seperti zaman dulu.

Ini beberapa pengalaman saya.

1.       Honey, please stop playing with mom’s boobs!

Entah kenapa, semakin besar, pose-pose Safina ketika menyusu makin bermacam-macam. Ia bisa menyusu sambil menungging. Sambil mengilik-ngilik payudara satunya. Atau bisa juga dia menyusu di payudara kiri, tapi bukannya menghadap ke arah saya di kanan, ia “melintir” memaksa menghadap ke kiri juga.

Rasanya? Nyut-nyutan, pasti. Pusing melihatnya jungkir balik, pasti. But one thing for sure, momen ini hanya kami yang punya. Biasanya seiring protes saya, Safina malah cekikikan. Dan membuat saya makin “mengomelinya”. Dan ia makin tertawa menggoda. Alhasil sesi menyusui diakhiri dengan tertawa-tawa bersama.

2.       Breastfeeding toddlers in public

Kalau dulu, saat berjalan-jalan lalu Safina mau menyusu, saya tinggal pake nursing apron dan langsung menyusui. Sekarang? Tidak semudah itu. Seiring Safina makin besar, dia sudah bisa merasa “terganggu” kalau ditutupi oleh nursing apron. Dan ia membuka nursing apron sehingga apa yang seharusnya tertutup jadi kelihatan.

Untungnya frekuensi Safina menyusu di ruang publik sangat jauh berkurang. Paling kalau di perjalanan bosan, baru dia minta menyusu.

3.       I need my sleep, please.

Ada yang bilang kalau semakin besar si anak, makin tenang tidurnya atau jarang bangun malam. Tapi ini tidak (mudah-mudahan belum saja) berlaku pada anak saya. Mungkin karena masih mencari “kehangatan” badan ibunya, kalau saya mengubah posisi tidur atau terbangun, entah mau ke kamar mandi atau sekedar me-time membaca buku, Safina pasti terbangun dan memanggil, “Ibuuu…”

4.       Victoria’s Secret has finally opened its first sore in Indonesia. Hmmm, I’ll stick with my Mothercare nursing bra, thank you.

Dulu saya punya beragam bra (dan pasangan panties-nya) berwarna-warni dan lucu-lucu. Seksi-seksi deh pokoknya. Sekarang? Mothercare nursing bra sudah paling keren . Dari pada beli merek lain yang lucu-lucu, tapi repot saat pergi-pergi bersama Safina, ya sudahlah, mari kita kumpulkan loyalty point di Mothercare saja untuk sementara ini…

5.       “Ih sudah besar kok masih disusui? ASI-nya kan sudah basi!”

Nah ini dia satu lagi tantangannya. Banyak sekali persepsi yang keliru di dunia per-ASI-an, salah satunya menganggap kalau anak sudah besar (di atas 2 tahun), ASI dianggap tidak baik bagi mereka. Padahal tidak begitu lho. Coba baca di sini.

Bahkan bagi yang Muslim, surat Al Baqarah ayat 233 saja menyarankan ibu untuk menyusui bayinya minimal sampai 2 tahun. Minimal lho. Setelah itu sebaiknya berhenti atas kerelaan kedua belah pihak (ibu dan anak). Ayat ini juga jadi salah satu andalan saya untuk menangkis komentar-komentar usil. Selebihnya sih tersenyum sajalah. Toh yang menikmati kan saya dan Safina, kenapa orang lain yang ribut?

Dengan semuanya itu, saya masih meneguhkan hati untuk tetap menjalani weaning with love, bila tidak ada kondisi kesehatan yang melarang saya untuk menyusui. Someday, she won’t be this small. So why the rush?

“The child who weans himself (usually from 2 to 4 years), is generally more independent, and, perhaps more importantly, more secure in his independence. He has received comfort and security from the breast, until he is ready to make the step himself to stop.” – Dr. Jack Newman, MD, FRCPC, consultant to UNICEF for the Baby Friendly Hospital Initiative and author of The Ultimate Breastfeeding Book of Answers.

Image diambil dari sini.

15 Comments

  1. vieni
    Vini Ratnasari July 10, 2013 at 8:07 am

    ah manisnya… makin besar anak proses menyusui juga makin romantis. kadang kala Aiko suka menggigit puting saya, kayaknya karena gemes. kalo saya teriak kesakitan terus dia nyengir. huuuhhh rasanya hilang sakitnya…

  2. sLesTa
    shinta lestari July 10, 2013 at 10:34 am

    ah iya bener banget loh, menyusui toddler itu lebih repot daripada nyusuin newborn. well, sama2 repot sih, tapi repotnya beda. dan bener bangeeett bobo jadi lebih berkurang karena si anak dikit2 nyariin.

    pengalaman dari anak pertama, emang kalo disapih karena si anaknya yang mau, akan lebih gampang banget. makanya gue juga kurang setuju untuk nyapihnya maksa gitu.. mudah2an anak kedua juga gampang nih sapihnya. udah mau 1.5thn, udah mulai hypnoparenting tiap malem..

  3. Shinta_daniel
    Shinta Daniel July 10, 2013 at 11:04 am

    Hestia, i feel you.. bener banget! walopun uda sapih Baron dari usia 2thn 3bln yg alhamdulillah lancar tanpa paksaan/tangisan *paling ibunya aja menangis dalam hati :’), sampai sekarang 2thn 9bln masih suka ngarep sambil pegang2 PD ibunya atau mbaknya hahaha… kalau mau bobo’ uda nemu/pegang PD ibu langsung anteng..

    Setujaaa buat point no.3. Pernah hampirrr ngompol gara2 Baron gak mau ditinggal sebentar ke kamar mandi jadi terpaksa ditahan2, tapi kalau uda gak tahan yaa langsung ngacir sebentar sambil denger suara tangisan manggil nama ibuuuuu.
    Apalagi sekarang kebiasaan dia tidur dengan posisi kepalanya diatas lenganku, kaki diapit diantara pahaku trus badannya dipukpuk atau dipeluk. Kalau belum nyenyak banget, geser sedikit langsung bangun/kesel minta dikelonin dengan posisi yg sama.
    Keram? tengeng? udah biasaaaa… hahahahaha…

  4. LuchiaChendana
    Luchia Chendana July 11, 2013 at 8:28 am

    “Victoria’s Secret has finally opened its first sore in Indonesia. Hmmm, I’ll stick with my Mothercare nursing bra, thank you.”

    toss….hi55x…i feel you mom..walaupun Leon masih 12m, semua perilaku tadi berlaku untuknya..hihihihi

    anyway, nice sharing :)

  5. arika saputra
    Arika Noormala July 11, 2013 at 8:10 pm

    Hihi seni as mother bner2 tinggi ya bun, dulu jaman gadis yg tergila2 ayahnya skarang uda punya baby nambah lagi fans yg tergila2 sm qt smpe ditinggal mingser dikit aja tak mau he…

  6. hestia
    Hestia Amriyani July 12, 2013 at 10:46 am

    Ahahaha, ternyata banyak juga teman “senasib”! Terima kasih comments-nya, Mamas :)

  7. desei
    desei July 12, 2013 at 11:58 am

    ah saya berpengalaman sekali dengan poin 2. walaupun anak saya baru 9 bulan, sebel banget klo dia latch-on latch-off saat menyusu di tempat umum. karena dia selalu excited kalo dibawa jalan2 dan ga betah ditutupin.
    karena apron atau pasmina ga cukup untuk nutupin, ditambahin deh sama badan misua. ohohoo

  8. sapta
    sapta ningsih July 12, 2013 at 3:02 pm

    toss Mba Hestia..walaupun anakku sekarang baru 17 bulan tp breastfeeding her is more hard than she was a newborn..mungkin karena sudah toddler jadi hanya cari kenyamanan pada saat menyusui, gayanya pun macem-macem persis Safina..somehow walaupun kdg ngeselin tp momennya tidak terlupakan..
    Mba Shinta Daniel, aku pun mbaaa..nahan pipis itu kayanya wajib banget smp anaknya tidur pulees, semalam pun akhirnya saking ga tahan ngacir aja ke WC diiringi suara jeritan tangis anak..daripada ngompol dikasur..hihihihi..

  9. fentyes
    fenty ameliza July 13, 2013 at 3:22 pm

    walaupun naryama msh 15bln n bener bgt point nomor 1. dia bisa mimik dgn berbagai pose..

  10. yennisant
    yennisant July 14, 2013 at 10:18 am

    Wahhhh…..arga yang baru 5 bulan aja uda mulai ajaib gaya nyusunya skarang
    Brarti mesti siap2 dengan gaya2 nyusu ajaib selanjutnya nih

  11. dianps
    dianps July 15, 2013 at 1:13 pm

    Aww senangnya baca sharing ini, berarti aku ga sendirian yaa. Zia udah 20 month, semua hampir sama kayak yang mbak hestia ceritain. Dari mulai gaya yang ajaib sampe kalo tidur ga bisa ditinggal. Waktu kakaknya dulu, aku ga berhasil ASI ekslusif, jadi rasanya ini pengalaman yang berharga banget buat aku. Kita nikmatin aja ya moms, mungkin pada saatnya dia menyapih sendiri malah aku yang bakal nangis sesegukan :)

  12. nori888
    nori888 July 16, 2013 at 1:36 am

    Wah ikut senang baca sharing ini, kelakuan anak saat menyusu itu pada lucu-lucu ya, anak ku sudah 13 bulan dan gaya menyusui nya juga bs macam2, bs sambil nungging, sambil kilik2 pd sebelahnya, bentar2 pindah2 pd kiri ke kanan ke kiri lagi (sampe anaknya bosan sendiri), kalau lg nyusu sambil tiduran entah gmn tiba2 muter jadi horizontal gitu (sambil mulutnya tetep nempel di pd), terus balik lagi jadi vertikal tapi posisi nya jadi kebalik >_< (arah kakinya di atas kepala mama nya), tiap malam pun sedikit2 terbangun nangis2 nyarii. Mana dia juga sudah mulai bisa "mengambil sendiri" apa yang menjadi hak nya kapan saja dia mau, cukup menantang juga membujuk anak untuk bersabar sebentar saat di public area, sementara anaknya sibuk menangis rewel "neen neen.." tangan satunya menarik narik turun baju mama nya dan satunya lagi masuk dan berusaha menarik keluar hak nya.
    Tapi apapun gayanya, gimanapun rewelnya, saya benar2 sangat menikmati waktu2 tersebut dimana cuman ada saya dan anak saya, gak bisa ngebayangin gimana perasaan saya nanti saat my little baby sudah nga perlu nempel saya lagi untuk bobo / untuk menenangkan dirinya dari tangisannya **I'll cheris every moment**

    Nice sharing moms, bikin tambah semangat ASI

  13. mamashofi
    mamashofi July 16, 2013 at 7:52 am

    Hestia…hatiku merasa tenang baca sharing ini
    Karena Shofiyya-ku sudah 33 bulan tapi belum mau lepas nenen
    beberapa kali dicoba menyapih paling bisa 1 hari 2 hari…dan kembali ke ne..nen.
    cuman memang frekuensi jauh berkurang, biasanya sore pulang kerja, malam mau tidur dan bangun pagi. Posisi nenen anakku sopan dan nyaman yaitu sambil tiduran di kamar. Rencananya mau kusapih nanti libur lebaran ini, karena banyak yang komentar…cuman merasa berat, karena saya menikmati menyusui baby-ku dan memang menyenangkan buat anak dan buat ibunya…bahagiaaa rasanya. Dan selalu tidak bisa menolak dengan permintaannya “Buu, bobok sambil nen yuuk…” aaah…
    Mudah-mudahan shofiyya-ku bisa menyapih sendiri tanpa dipaksa.

  14. hestia
    Hestia Amriyani July 24, 2013 at 10:05 am

    Terharu membaca pengalaman teman-teman semua:’) Senangnya ternyata banyak yang menyadari bahwa it’s OK to breastfeed your child more than 2 years. Semoga kita semua nanti mudah menyapihnya ya, Mamas! :)

  15. w2
    w2 October 16, 2013 at 2:35 am

    Hihhhihihi ternyata gaya toddler nenen tuh sama aja ya semua. Kirain anak saya yg aneh nenen bs sambil nungging, jungkir balik kaki di atas, tangan satunya ga bisa diem garuk2 puser saya sampe kadang masuk2 ke celana. Ternyata memang menyapih itu mama nya y lbh berat drpd anaknya ya :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.