Menyusui dan Menyapih Marsha

thia_marshmalove

Menyusui adalah salah satu karunia terindah bagi saya. Ada beberapa ibu yang menjalani proses menyusui dengan mudah dan lancar, tetapi ada juga yang menjalaninya dengan rasa sakit di setiap isapannya. Saya termasuk golongan yang kedua, setiap Marsha (20 bulan) menyusu, saya selalu merasakan sakit, tetapi  perlahan-lahan rasa sakit tersebut melebur hampir tidak terasa karena rasa sayang bercampur takjub.

Kami tinggal di Dumai, pesisir timur Provinsi Riau yang masih berkembang. Dumai adalah kota terluas nomor satu di Indonesia, tetapi karena baru saja menjadi kota pada tahun 1999, saat ini Dumai masih menggeliat untuk menjadi kota besar. Rumah Sakit di Dumai ada dua, yaitu RSUD Dumai dan RS Pertamina. Dokter spesialis kandungan di Dumai ada dua orang, dokter spesialis anak pun hanya ada dua orang yang salah satunya telah memasuki usia pensiun. Klinik pun terbatas jumlahnya, namun Posyandu dan Puskesmas cukup banyak. Bagaimana dengan Klinik Laktasi? Belum ada.

Setelah melahirkan Marsha di RSUD Dumai melalui operasi caesar, saya dan Marsha tidak menjalani proses  inisiasi menyusu dini (IMD.) Pada hari yang sama, ASI saya belum keluar banyak; mama mertua pun memberikan Marsha susu formula (dengan persetujuan saya dan suami) karena Marsha terus menangis dan menangis. Memang, saat itu pengetahuan kami masih minim tentang cadangan makanan dalam perut bayi yang masih ada selama dua hari setelah dilahirkan. Walau demikian, saya bersyukur Marsha bisa mendapatkan kolostrum karena ada kerabat bidan yang mengingatkan saya akan pentingnya kolostrum ini.

Selanjutnya hingga masa cuti saya berakhir, saya mulai menyusui Marsha pelan-pelan. Marsha masih diberikan susu formula, tetapi saya bertekad untuk seterusnya bisa penuh memberikan ASI. Marsha minum susu formula hingga usianya 1,5 bulan. Selama minum susu formula, Marsha mengalami alergi seperti timbul bruntusan di kulit dan napasnya berbunyi grok-grok saat tidur. Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, kami putuskan mengganti susu formulanya dengan susu formula hidrolisis partial. Sayangnya, Marsha tidak menyukai susu tersebut, mungkin karena baunya dan saat saya cicipi pun rasanya yang agak pahit.

Setelah 1,5 bulan akhirnya Marsha efektif minum ASI saja. Selama menyusui Marsha, cracked nipple adalah hal yang biasa saya alami. Ini disebabkan Marsha tidak pandai menyusu, mungkin karena terlanjur mengenal dot. Pelekatan Marsha di payudara pun kurang baik juga, sepertinya karena ada tongue tie atau lip tie namun belum diperiksa karena di Dumai tidak ada Klinik Laktasi.  Saya memakai salep untuk mengobati puting yang luka, sembuh, lecet lagi, dan sembuh lagi, selalu seperti itu siklusnya. Namun rasa sakit selama menyusui setimpal dengan perasaan bahagia saat mendengar tegukan Marsha saat menyusu.

Rencana saya adalah agar Marsha bisa mendapatkan ASI hingga usianya 2 tahun. Saat kembali bekerja, ASI saya pompa setiap 2 atau 3 jam sekali. Situasi berubah saat Marsha mulai tumbuh gigi di usia 9 bulan. Marsha menolak minum ASI perahan dan menolak untuk menyusu. Setelah dibujuk dan didekati terus-menerus selama dua minggu akhirnya Marsha mau menyusu kembali. Meskipun rasa sakit saat menyusui kembali datang tetapi saya lega dan senang Marsha mau kembali menyusu.

Saat ini Marsha berusia 20 bulan, giginya pun sudah tumbuh 8 buah. Dengan kemunculan si gigi,  menyusui Marsha menjadi tantangan yang luar biasa karena Marsha menjadi makin lahap menyusu dan senang menggigit puting juga. Rasanya? Jangan ditanya. Digigit saat menyusui membuat saya makin sering berucap mengingat Tuhan. Sehari setelah ulang bulan Marsha ke-18, Marsha menggigit hingga luka cukup dalam. Hal ini membuat saya sulit untuk menyusui karena makin diisap menyusu terasa makin sakit. Lukanya menjadi cukup parah, dengan sedih dan berat hati saya memutuskan untuk menyapih Marsha.

Saya ingin melakukan WWL (Weaning with Love). Saat itu, di siang hari Marsha sudah tidak menyusu lagi karena sudah kenyang melahap bekalnya. Hari pertama penyapihan dimulai saat akhir pekan. Ternyata sulit untuk mengalihkan perhatian Marsha dari menyusu karena jika Marsha melihat Mama yang teringat adalah ‘nenen!’. Jika Marsha mulai bilang “nenen!”, segera saya alihkan perhatiannya dengan menghidangkan buah-buahan favorit Marsha seperti jeruk dan apel. Bagian tersulitnya adalah saat malam hari. Biasanya sebelum tidur, ritual wajib Marsha adalah menyusu. Sejak disapih, tugas menidurkan Marsha diambil alih oleh Papanya sementara saya keluar kamar hingga Marsha tertidur. Siang hari, Marsha sudah tidak pernah minta menyusu lagi, tetapi malam hari Marsha masih sering terbangun menangis, dalam bawah sadarnya mungkin ingin menyusu. Kami pun mencoba memberikan susu formula dan susu UHT, Marsha selalu menerima keduanya dengan mata berbinar, tetapi tidak pernah dihabiskan.

Sebelumnya kami selalu memberikan susu UHT dan susu formula dalam gelas namun tidak dihabiskan. Kami coba memberikan susu dengan dot, Marsha sangat senang namun susunya tetap tidak dihabiskan juga. Dengan dot, Marsha hanya senang menggigiti dotnya. Ibu-ibu di sekitar saya mengatakan nutrisi tidak hanya melulu dari susu atau ASI. Lambat laun pun kita akan menyapih anak, tentunya dengan cara dan proses yang berbeda.  Mereka juga berkata bahwa biasanya drama ini akan berlanjut hingga seminggu. Saya mengaminkan dalam hati dan berdoa semoga tidak sampai seminggu. Karena sungguh menyedihkan melihat Marsha tidurnya gelisah dan menangis saat terbangun.

Bagi saya, menyapih adalah perpisahan. Perpisahan yang pertama kali dengan si buah hati, saat Mama dan anak harus kuat siap menerima posisi untuk belajar melepas ketergantungan satu sama lain. Meski demikian, setelah menyapih pun Mama harus tetap menjaga bonding dengan anak. Yang saya lakukan adalah tetap menyediakan waktu untuk bermain dengan Marsha, bercakap-cakap, banyak-banyak memeluk dan menciumnya. Sesungguhnya cinta muncul dari hal sederhana seperti kedekatan-kedekatan kecil ini.

Setelah seminggu, Marsha berhasil disapih. Saat ini jika haus, Marsha langsung mengambil gelas minumnya dan meminta saya membuka tutupnya. Jika terbangun tengah malam pun ia mengambil gelas minumnya sendiri dan membangunkan saya setelahnya. Gelas minumnya selalu saya letakkan di samping tempat tidur. Lega bercampur sedih, tetapi mungkin memang ini saat terbaik untuk menyapih Marsha dan saya. Yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah:

  •  Saat menyapih, Mama harus sabar, sabar dan SABAR.
  • Berikan penjelasan sederhana kepada anak kenapa ia disapih, meskipun anak belum bisa berbicara, tetapi ini membuatnya belajar untuk mengerti.
  • Papa selalu siaga untuk mengambil alih tugas Mama seperti menidurkan anak.
  • Ritual sebelum tidur bisa diubah, seperti waktu menyusui menjadi waktu untuk membaca buku cerita atau bernyanyi sebelum tidur.
  • Siapkan air minum dalam gelas bertutup di dekat anak untuk segera anak minum kalau-kalau terbangun dan haus.
  • Saat penyapihan, biasanya pada mama akan terasa emosi sedih mirip seperti baby blues karena merasa tidak cukup menyusui anak (setidaknya ini yang terjadi pada saya). Diharapkan lingkungan sekeliling Mama mendukung dan menyemangati. Saya merasa beruntung dipertemukan dengan March+ 2013 Birth Club, jadi bisa berbagi semangat dan dukungan saat melewati proses menyapih Marsha ini.

Motherhood is a choice you make everyday to make someone else’s happiness and well-being ahead of your own, to teach the right lessons, to do the right thing even when you’re not sure what the right thing is. And to forgive yourself over and over again for doing everything wrong (author unknown).

25 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel January 22, 2015 at 8:31 am

    Marsha pinteeer! huhu yg patah hati lebih ke Ibunya sih yaa kalau tiba saat menyapih.. jadi memang bener tuuh harus sabar sabar sabar hehe..
    untungnya Ada tum birth club sbg support system yaaa yg membantu wwl. TFS ma

  2. ZataLigouw
    Zata Ligouw January 22, 2015 at 10:09 am

    top deh dedek Marshaaa..

    iya, intinya emang harus sabar ya..

    makasih tipsnya Syinthiaa..

  3. hananafajar
    hanana fajar January 22, 2015 at 1:57 pm

    selalu merinding baca kisah kisah mama-mama soal menyapih, karena sebentar lagi baka ngalamin hal yang sama…
    Mashaaa…u did a great job!
    Sha pun pinterrrr naaakkk….

  4. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ January 22, 2015 at 4:31 pm

    Mommy Eka, iyaa sebenernya yang patah hati adalah ibunya.. Apalagi yang menyapih sebelum dua tahun.. Sediiihhh.. Dan yessss waktu menyapih sedihnya berkurang banget karena di-support sama TUM BC. ❤️

    Mommy Zata, hu um sabar jadi kuncinyaaa ya Mom.. Karena menyapih ternyata melelahkan fisik dan bathin. Makasih kembalii mommy semoga tips nya bermanfaat. ;)

    Mommy Yanaaaaa sang buketu TUM MARCH 13 BC makasih sudah menjadikan kita satuuu di grup WA. Wkwkwkwk. Ibu dan Azani pasti bisa, semoga prosesnya lebih cepet dan painless yaaa. Aamiin :*

  5. Kira Kara
    Bunda Wiwit January 22, 2015 at 5:00 pm

    aaahhh… dimana-mana kisah menyusui selalu bikin haru biru.. You’re a tough mama! :)

  6. Yuni Ratnasari
    Yuni Ratnasari January 23, 2015 at 10:07 am

    Aku malah baru semalem maw proses nyapih tapi 2 jam gelisah anaku, akhirnya di nenenin juga. galau neh

  7. cindy
    cindy vania January 25, 2015 at 12:39 pm

    Marsha pinteeerr.. Mamanya juga hebat dan sabar banget ya :)
    Sama kayak mbak wiwit,cerita menyusui-menyapih selalu bikin terharu ;)

    aku masih menyiapkan diri(sendiri) buat menyapih nih.

  8. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ January 26, 2015 at 10:41 am

    Bunda Wiwit, thank youuuu.. Semua Mama, Ibu, Bunda adalah kuatttt ^^

    Mommy Yuni, Marsha pun gelisahhhh sampe tantrum, tapi karena emang sikonnya mengharuskan disapih, jadi kita mau gak mau kudu konsisteeennn.. hihi, Alhamdulillah tiga hari pertama aja tantrum, trus dua malam berikutnya gelisah, dua malam terakhir mulai terbiasa tanpa nenen.. hehe

    Mommy Cindy, makasiihhh.. Semoga lancar nanti saat menyapihnya dan no drama.. hehe aamiin

    Mommy Etahana, Thanks for sharing :)

  9. Yuni Ratnasari
    Yuni Ratnasari January 26, 2015 at 12:08 pm

    Kemarin siang nangis kejer deh mom gak tega tapi aku tega2in terlewati juga, tapi pas malem nangis nya gak maw berhenti udh 2 jam dan akhir nya aku kasih nenen juga.
    Sama papa nya malah nangis gak karuan jadinya, jadi galau aku neh. skrg tiap malem hampir 3 kali bisa nenen.
    kira2 gimana yah caranya biar gak drama banget.mulai pesimis neh.

  10. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ January 26, 2015 at 2:24 pm

    Mommy Yuni, :( nangis kejer emang bikin ga tegaa.. Marsha juga nangis kejer dan hampir ga tidur juga karena mau tidurnya dia gelisah gak nyaman dan tiap kebangun minta nenen dan nangis pastinya. Tapi bisa terlewati.. Karena ttp konsisten dan anaknya dikasi penjelasan kenapa ga bisa nenen lagi..

    Nanti setelah disapih bebi nya bakalan dikasi sufor atau gak Mom? Kalau iya, bisa dikenalin dulu sama sufornya.. Kalo bebi haus dikasi sufor nya, gitu juga kalo kebangun tengah malem.. Sembari di-sounding juga Mom sama bebi nya kalau sekarang nenennya udah abis atau alasan lain yang masuk akal.. Semangat yah Mom! :* :*

  11. Yuni Ratnasari
    Yuni Ratnasari January 26, 2015 at 4:28 pm

    Hmm sempet aku cobain sufor tapi gamaw, begitupun dengan UHT.
    paling setiap pagi aku kasih UHT sambil pake sendok mom.
    kira2 drama nangis kejer sampe kapan yah ? semalem aku gak kasih 2 jam nangis dan tidurnya kayak ngigo gt seperti gak nyaman. sedih deh mom.

  12. offira
    Offira Tampubolon January 26, 2015 at 11:13 pm

    Huaa.. Huaaa.. Malam ini baru pertama kalinya rai tidur tanpa minta nen..

    Hiks, benar yg dibilang orang, ketika proses menyapih, ibunya merasa patah hati, dan aku sekarang sediih, merasa tidak di perlukan lagi.. Dan beneran kaya baby blues.. Huhuhu..

    My 20 months old baby girl is already grow up..

  13. Yuni Ratnasari
    Yuni Ratnasari January 27, 2015 at 8:38 am

    Betul sekali mom offira,,,sedih yah aku malah sampe nangis kalo pas abis jerit2 aku kasih nenen akhir nya sambil tak henti ucapin maaf.
    Aku masih belum bisa neh sapih sepenuhnya dimalam hari, kalo siang syukur udah bisa terlewati.

  14. BundaNyaAthaya
    BundaNyaAthaya January 28, 2015 at 11:09 am

    huuuaaa… sediihh.. inget bentar lagi athaya harus di sapih now 20 mos… semoga proses sapih nanti athaya ga merasa sedih ga merasa tersiksa karna harus lepas dari aktivitas menyusui…

  15. bunda_rizma
    bunda_rizma January 28, 2015 at 2:09 pm

    Shaaa… pinternya. HIks, bacanya berkaca2 nih tia. Deg2an jg bentar lg tiba masa menyapih.

  16. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ January 28, 2015 at 3:05 pm

    Mommy Yuni, drama nangis waktu menyapih Marsha seminggu pas Mom.. Tetep semangat Mom :)

    Mommy Offira, semangaattt, banyak hal yang insya Allah akan kita lakukan bersama anak kita.. Setelah pisah nyusu, Mama tetep nomor satu. ;) dan poin plusnya Marsha setelah gak nenen lebih lahap makannya. Semoga lancar dan sukses WWL yah Rai dan Mommy. :*

    Bunda Athaya, Aamiin aamiin Athaya insya Allah ngerti yah Bunda..

  17. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ January 28, 2015 at 3:09 pm

    Eloooook Bunda Rizma, udah di sounding sama Rizma belomm..? Rizma udah besar Bunda, udah ngerti.. jadi insya Allah lebih mudah. hehe :)

  18. Yuni Ratnasari
    Yuni Ratnasari January 29, 2015 at 9:50 am

    Ya neh masih galau aja,,,iba nya masih lebih besar neh jadi mengalah terus akhir nya ngasih nenen juga.

  19. gabriella
    Gabriella Felicia January 29, 2015 at 10:25 am

    TFS ya… semoga berguna buat para ibu lain yang mau menyapih…

  20. ibun devan
    ibun devan February 24, 2015 at 10:54 am

    bunda… anak ku juga 18 bulan. kmrn luka gigitan nya ckup dlm. selama luka. anak ku devan tidak mendapatkan asi. ceritanya sama kaya marsha. tidur susah dan gelisah. alhasil tiap malam devan bangun jarang tidur lagi.
    setelah 3 hari lukanya kering. aku gak tega. jadi aku kasih devan ASI lagi. devan nya masih mau.. walaupun masih suka gigit. tapi luka nya gak sedalam kmrn.
    tadinya kalo devan sudah tidak mau ASI, mau aku lanjutin menyapihnya. tapi taunya devan mau lagi…. gagal deh sapihnya

  21. sandya Esti
    sandya Esti March 24, 2015 at 9:16 am

    Hadeeuh, belum berhasil juga nih menyapihnya…udah 2thn 1 bln..hiks…gimana ya, caranya??

  22. thia_marshmalove
    Syinthia Ully ✿ March 24, 2015 at 12:05 pm

    Mommy Yuni, Semangat yaaa.. skrg udh sukses kah menyapihnya?

    Mommy Gabriella, Sama sama mom ^_^

    Mommy Ibun Devan, wah sama persis dengan Marsha ituuu gaya menyusunyaa.. Setelah luka sembuh pun masih mau nenen dan tetap menggigit.. Akhirnya diputuskan untuk disapih saja biar sekalian dramanya hehe.. Skrg devan bgmn Bun..? Tetap semangat yaaah Bunnn..

    Mommy Sandya Esti, hihi mungkin dede nya mau sampai 3tahun ya mom.. Tidak apa apa sih selama Mommy dan Dede nyaman. Kalau berhasil atau tidaknya menyapih sepertinya tergantung karena kebiasaan. Jika sudah terbiasa tidak menyusu, mungkin dengan mengurangi frekuensi nenen di siang hari dan lebih banyak makan sehingga perutnya kenyang mungkin akan lebih santai proses menyapihnya.. Begitupun sebaliknya, kalau candu menyusu agak tricky proses menyapihnya.. Anyway, Good Luck yah Mom! ^_^

  23. adhisti
    adhisti March 26, 2015 at 1:57 pm

    Tiap kali baca tulisan tentang penyapihan, pasti langsung berkaca2 nih ..semoga saja anak saya besok dramanya juga seminggu aja seperti Marsha. Lusa umurnya 21 bulan. Setiap kali minta nenen pasti saya tawarkan air putih or UHT, tp selalu ditolak dan frekuensi malah makin sering..hiiks, mungkin dia ngerasa kali ya bakal berpisah dari ASI. Masih galau nih Mom Marsha.. T.T

  24. momoKICi24
    momoKICi24 April 2, 2015 at 4:02 pm

    salam kenal syhintia .. kita sama2 dari DUMAI .. cerita nya mengaharukan sin .. anakku baru 15 bulan .. rencananya pengen disapih juga pas genap 2 thn .. skrg aku lgi bunting .. jadi semangat Ngasi asi keanakku ..
    marsha nya pintra (Y)

  25. rys
    rys August 4, 2016 at 4:10 am

    Salam kenal moms, saya baru gabung dan sangat menyesal sekali dg kondisi saat ini, baby saya vanya sdh mw masuk 4bln, tp sudah nyapih, sejak keluar Dr RS dy ngak mw nenen ama saya. Sedih banget dan malah ortu nyuruh kasih Sufor pake dot, mw sharing nih moms. Masih bisa ngak saya kasi ASI ama vanya. PD saya masih keluar ASI, tp miris banget hasilnya kadang pumping hanya dapat 20ml max 50 utk kedua PD . Apalagi saya kondisinya kerja. Apa Bisa ASI saya bisa bertambah dg kondisi bayi ngak mw nenen dan usianya memasuki 4 Bln ? Apa yg harus saya laku in ? Mohon pencerahannya moms… Thx

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.