Mitos ASI dan Menyusui (2)

sarahanief
Sarah Audia Hasna, dr. S1 Fakultas Kedokteran UGM. Dokter umum dan konselor laktasi di Eka Hospital.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Minggu lalu, saya sudah memaparkan mengenai Mitos ASI dan menyusui (1). Nah, hari ini saya akan melanjutkan bagian yang kedua mengenai mitos ASI dan menyusui yang penting diketahui urban Mama Papa.

11. Mitos: Ibu yang mengkonsumsi obat-obat tertentu harus menghentikan menyusui
Penjelasan: ada banyak pilihan obat yang aman untuk menyusui. obat hanya sedikit yang muncul di ASI, diskusikan dengan dokter pertimbangkan benefit and risk-nya, akan lebih bijak jika ada obat yang lebih aman yang dipilih sehingga bayi tidak harus dihentikan menyusu sementara.

12. Mitos: ibu dengan payudara kecil berarti menghasilkan ASI yang sedikit
Penjelasan: Banyak tidaknya ASI tidak dipengaruhi ukuran payudara, akan tetapi tergantung seberapa sering bayi menyusu.

13. Mitos: Ibu dengan puting datar atau puting “masuk kedalam” tidak dapat menyusui langsung
Penjelasan: bayi menyusu di areola dimana ASI terkumpul di areola, apapun bentuk putingnya ibu tetap dapat menyusui. Bayi yang akan mengeluarkan sendiri puting ibu yang masuk ke dalam.

14. Mitos: Jika bayi sudah diatas 6 bulan perlu ditambahkan susu formula untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Penjelasan: yang diperlukan adalah makanan pendamping ASI, ASI tetap diteruskan. Susu formula tidak dianjurkan. MP-ASI dan ASI sudah cukup.

15. Mitos: sekali ibu tidak menyusui, ibu tidak akan bisa menyusui bayinya lagi.
Penjelasan: Ada metode relaktasi yang dapat membuat bayi menyusu kembali ke ibu, minta bantuan dan bimbingan langsung ke konselor laktasi. Jika diawali dengan tekad dan dukungan yang kuat, ibu dapat kembali lagi menyusui.

16. Mitos: Bayi yang terus rewel bisa jadi ASI kurang sehingga perlu ditambahkan susu formula
Penjelasan: Cari penyebab bayi menangis. Menangis satu-satunya media komunikasi bayi, bisa saja bayi tidak lapar mungkin dia hanya butuh kehangatan, butuh ditimang-timang, sedang BAK atau BAB, kolik, tidak nyaman, sakit. Jadi jika bayi menangis bukan semata-mata ingin menyusu terus.

17. Mitos: Sebelum menyusui, ibu perlu mencuci putingnya agar bersih
Penjelasan: Payudara sudah mengandung minyak alami. Mencuci puting dapat menghilangkan minyak alami yang tugasnya melindungi dan menyebabkan kelembaban putting sehingga bisa saja puting rawan lecet.

18. Mitos: Ibu menyusui perlu pantang banyak makanan agar bayi tidak alergi
Penjelasan: makanlah makanan dengan gizi seimbang, tidak perlu banyak pantang selagi bayi tidak menunjukkan gejala alergi. Apabila bayi menunjukkan gejala alergi, konsultasikan dengan dokter anak dan konselor laktasi.

19. Mitos: Menyusui dapat mempersulit kembalinya tubuh ibu ke bentuk semula.
Penjelasan: justru karena pengaruh hormonal dari hormon-hormon ASI, tubuh ibu menyusui akan lebih cepat kembali ke bentuk semula dibandingkan yang tidak menyusui.

20. Mitos: Keberhasilan menyusui hanya tergantung dari perjuangan ibu.
Penjelasan: statement ini kurang tepat ya, justru dengan dukungan besar dan kuat dari ayah dan keluarga dapat meningkatkan keberhasilan menyusui.

Semoga sharing beberapa mitos ASI dan menyusui ini dapat membantu Mama semakin memahami pentingnya ASI dan menyusui. Semangat terus dan happy breastfeeding.

9 Comments

  1. ririndeasita
    ririndeasita May 27, 2013 at 11:56 am

    dok, apakah asi bisa membuat kulit sekitar mulut dan pipi bayi menjadi bercak2 putih?.. pipi bayi saya ada bercak2 putih, kata orang2 itu karena setelah menyusui saya tidak membersihkannya dengan benar.. tolong penjelasannya dokter.. bagaimana cara menghilangkan bercak2 putih di sekitar pipi bayi saya? terima kasih sebelumnya..

  2. sarahanief
    sarah audia May 27, 2013 at 6:30 pm

    @mama riirindeasita: gapapa ma itu wajar ada bercak putih, lama-lama akan hilang sendiri. cukup dibersihkan pipinya dengan air hangat, lama-lama akan hilang sendiri :)

  3. kanahayaku
    kanahayaku May 28, 2013 at 10:02 am

    no 19 bener bangeet :D
    ga usah diet2 badan langsung kembali seperti semulaa *bahkan jd lbh kurus lg buat kasus ku huhu* :p

  4. mamamozes
    Jessica Wijaya May 29, 2013 at 12:23 pm

    @mama Ririndeasita kalau kata DSA aku sih itu babynya alergi sama sesuatu yang kita makan.. hehehe… lama2 juga ilang sih….

  5. bunda RnD
    bunda RnD May 30, 2013 at 3:48 pm

    Dokter,saya ibu dari bayi 9.5 bulan.Saya masih aktif mompa ASI (pagi jam 6 dan siang jam 12) serta aktif menyusui sepulang kantor.4 hari yang lalu,sepertinya ASI saya mulai mampet.Biasanya durasi pumping saya hanya 30 menit bisa menghasilkan 200cc. Namun sejak 4 hari lalu 60 menit kok cuman keluar 130-170cc ya.Apa ada sumbatan di saluran ASI saya?Saya sudah coba massage,minum air hangat dan kompres PD dengan air hangat,tapi kok kayaknya belum terasa plong ya setelah ASI keluar.Bagaimana caranya agar bisa terasa plong ya dok?

  6. mamizidan
    Azzahro Wijaya June 6, 2013 at 2:51 pm

    Dok, mau tanya apakah pendapat kalau pipi bayi ketetesan asi bisa membuat borok atau kelamin bayi laki-laki ketetesan asi bisa menyebabkan impoten, apakah itu benar? terimakasih..

  7. sarahanief
    sarah audia June 7, 2013 at 5:53 pm

    @bunda RnD: mungkin saja ada sumbatan karena pengosongan yang tidak sempurna, coba perah ASI setiap 3-4 jam sekali di kantor, selama di rumah biarkan bayi yang mengosongkan payudara ibu. kompres air hangat dan massage sudah baik ma, bisa dilanjutkan

    @mamizidan: ASI cairan hidup satu-satunya kebutuhan nutrisi untuk bayi 0-6 bulan dan sangat sangat besar manfaatnya, jadi kalau sampai “diduga” bisa bikin borok atau impoten ga masuk akal ya ma ;) mitos aja :D

  8. siana
    siana June 17, 2013 at 4:26 pm

    Dokter, asi saya sedikit sekali, apakah masih ada harapan buat saya untuk bisa memproduksi asi yang lebih banyak lagi, sedangkan usia bayi saya saat ini sudah 4.5 bln?

  9. syarach
    syarach June 19, 2013 at 3:29 pm

    Dok, ada yang bilang agar asi dapat banyak, sebelum melahirkan kompres payudara dengan air dingin & air hangat bergantian selama 20 kali. itu bener gak ya Dok ?

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.