Mozart Effect: Musik untuk Meningkatkan Intelegensia Anak?

hannanray

Berawal dari melihat salah satu account twitter dosen matematika saya, saya menemukan tulisan mengenai hubungan musik dengan matematika, saya jadi penasaran dan terus membaca sampai banyak hubungan yang didapat. Hal yang menarik untuk saya saat ini, berhubung saya baru saja dikaruniai anak, mengenai pengaruh musik bagi perkembangan IQ anak. Ketertarikan yang utama adalah: Apakah benar bahwa memutarkan musik (yang katanya sih harus klasik) dapat meningkatkan kecerdasaan sang bayi di masa depan?

Baby-Listening-to-musicpicture courtesy of sosoactive

Setelah banyak browsing, ada beberapa hal yang menarik yang saya dapatkan dari parenting science:

1. Ketika kita memutarkan musik untuk didengarkan oleh bayi/anak kecil (disebut juga dengan passive listening) maka tidak ada penelitian yang konsisten menyatakan bahwa terjadi peningkatan kognitif (visual-spatial) dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Kejadian pada beberapa kasus bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif setelah mendengarkan musik adalah kemungkinan terjadinya peningkatan mood dan gairah ketika mendengarkan musik tersebut. Dan jenis musik klasik belum tentu lebih baik dalam meningkatkan mood, tergantung selera anak itu sendiri.

Selain itu, musik tertentu dapat membantu untuk meningkatkan konsentrasi, tapi tetap bukan untuk meningkatkan IQ dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Tetapi pada akhirnya, orangtua disarankan untuk memutar musik kepada anak sejak usia dini untuk memberikan pengetahuan musik di awal dan mengajari anak tentang musik sejak dini. Hal ini membantu agar anak berminat pada musik sejak usia dini, belajar musik secara aktiflah yang membantu anak mengembangkan IQ-nya.

babyheadphone

picture courtesy of news.com.au

2. Anak yang secara aktif mempelajari musik terbukti secara konsisten memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dari mereka yang tidak. Bukan hanya lebih aktif secara aktivitas otak namun juga memiliki volume otak yang relatif lebih besar.

Pengukuran terhadap volume otak terhadap anak berusia 9-11 tahun yang memainkan berbagai instrumen musik membuktikan bahwa volume otak relatif lebih besar dibandingkan dengan yang tidak bermain. Anak-anak ini secara umum menunjukkan kemampuan yang lebih baik secara signifikan dalam tes vocabulary. Dan kemampuan yang kuat (meskipun tidak signifikan secara statistik) dalam kemampuan matematika dan geometri.

Secara umum, musisi memiliki  kemampuan lebih baik dalam kemampuan kognitif (dan volume otak). Hal ini terlihat lebih signifikan pada musisi yang berlatih secara lebih rutin.

Penelitian membuktikan musisi memiliki performa yang lebih baik dalam tes:

  • Geometri
  • Matematika
  • Membaca
  • Vocabulary
  • Verbal

Beberapa faktor yang diduga membantu peningkatan kemampuan kognitif ini dalam aktivitas berlatih musik adalah:

  • Fokus dalam waktu yang relatif panjang
  • Mengartikan simbol-simbol yang kompleks (notasi musik)
  • Mengartikan simbol kedalam aktivitas motorik
  • Mengenali pola suara
  • Mempelajari bentuk dan formasi dari pola suara
  • Memori terhadap urutan musik
  • Improvisasi, kreatifitas dalam konteks aransemen musik

Bagaimana menurut urban mama? Saya rencananya akan mulai dengan memutarkan musik untuk bayi saya dan menumbuhkan minat terhadap musiknya dan saya sendiri, karena selama ini saya sendiri ternyata hanya passive listener.

6 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit May 29, 2013 at 2:47 pm

    pernah baca lupa dimana, membiasakan anak terhadap jenis musik tertentu berpengaruh terhadap panyularan emosi anak. contoh: anak yang terbiasa mendengar musik rock cenderung memiliki emosi yang meluap dibanding anak yang suka mendengar musik klasik. Tapi keakuratannya saya sendiri juga belum tahu.. Sepertinya kembali ke selera musik masing-masing yach?! :)

  2. mama_Nara
    mama Nara May 30, 2013 at 9:48 am

    Sejak dalam kandungan kadang Nara (now 3,4y)kadang saya dengarkan lagu klasik, nyanyiin sendiri lagu anak-anak, tp juga tetap dengar lagu Britney Spears kesukaan saya ;) hasilnya…walau dulu belum bisa bicara jelas, tapi cepat hapal nada lagu. Sekarang Nara sangat suka bernyanyi & lagu dari sekolahnya gampang hapal & banyak sekali (dari balonku sampai ibu kita Kartini) dengan nada & naik-turun nada yang tepat. Dan juga suka mengubah teks & mixmatch lagu dengan seenaknya. Tapi untuk kemampuan bicaranya biasa saja & cenderung lambat, umur diatas 2,5y baru agak dimengerti oleh oranglain (selain mama & papa). Oleh karena itu saya belum pernah mengajarinya bahasa lain selain bahasa Indonesia, wong kata-kata yang agak ‘ribet’ saja diucapkan sekenanya :)

  3. ruuzuly
    Ruliyani Nuzuly May 31, 2013 at 1:04 am

    Hmm.. saat saya hamil dulu jaraaang dengerin lagu2 klasik yang sering dianjurkan..

    tapi sekarang anakku Lian 2y7m udah bisa nyanyiin banyak lagu.. malah dari semenjak usia 2y..
    Mungkin karena suami saya juga hobby dengerin musik dimana pun kapan pun kali yaah..
    Jadi Lian sekarang sudah terbiasa.. malah suka gonta ganti lirik ngarang sendiri..

    waaah moga aja yaah Lian memiliki kemampuan2 positif di atas, Aamiin..

    :) tfs yaaah mbak hannanray..

  4. Resty
    resty May 31, 2013 at 9:19 am

    kayaknya lebih bagus Al-Qur’an deh mom.. ga tau juga c hasilnya gimana, masih terus dicoba buat baby nindy… :)

  5. hannanray
    hannanray June 1, 2013 at 12:49 pm

    Hehe setuju dengan kebanyakan komen di atas, sepertinya memang tiap anak punya kemampuan/selera sendiri dalam mendengarkan dan berekasi terhadap jenis musik yang didengarkan.
    Jadi mungkin memang dari awal di eksplorasi berbagai musik yang ada ke lingkungan anak sejak kecil. Paling tidak anak sudah terlatih dengan suara harmoni sejak kecil… siapa tau itu ada maestro yang teridentifikasi sejak kecil :D…
    Amiin hehe

  6. mamajoe December 15, 2013 at 8:03 pm

    tapi pernah baca juga (saya lupa sumbernya) bahwa mendengarkan musik classic tidak membuat kecerdasan otak bayi meningkat.
    “kecerdasan individu yang mendengarkan musik classic di suasana hening tidak berbeda jauh dengan individu yang mendengarkan musik klasik atau Pearl Jam sekalipun. Banyaknya perdebatan terkait manfaat musik klasik memang memakan waktu lama. Dari 40 riset yang melibatkan 3.000 individu, tak satupun yang mampu memuaskan masyarakat”
    Menurut saya musik lebih bisa mendongkrak EQ dari pada IQ anak kita.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.