My Daughter, My Besties

ernanrea

Persahabatan adalah satu hal yang indah dan menyenangkan dalam mengisi hidup ini. Saya mulai memiliki sahabat sejak beranjak remaja, SMP tepatnya. Memiliki sahabat membuat kita bersemangat sekolah, les, apalagi jalan-jalan. Kalau sudah bergerombol di keramaian, rasanya keren banget. :)

Bukan hanya sahabat keroyokan yang menyenangkan, punya sahabat individu tempat mengadu suka dan duka pun tak kalah seru. Tempat kita berbagi dan menyimpan rahasia, tentu saja sahabat yang seperti ini harus melalui proses yang tidak sebentar dan mudah, biasanya setelah kita kenal lama baru kita bisa memastikan dia bisa dipercaya atau tidak.

Tetapi tidak ada sahabat yang paling sempurna seperti Mama. Pasti semua setuju. :)

Sejak kehamilan anak pertama, saya berjanji akan menjadi sahabat bagi anak saya, apalagi ketika dokter menyatakan yang saya kandung anak perempuan, semangat saya berkobar kobar…. Wow, my besties for life will be born!

Leia Zalika Atarea lahir dengan selamat, walaupun perjuangan saya cukup menegangkan, 15 jam kontraksi hanya sampai bukaan 2. Dokter memutuskan di caesar karena kondisi Leia sudah gawat janin dan energi saya sudah habis. Tiba di ruangan operasi, harus menunggu dokter anastesi yang kena macet. Keajaiban Allah akhirnya tiba untuk saya, ketika akan di mulai, dokter memeriksa ulang dan sudah bukaan 9. Dengan tenaga yang tersisa akhirnya saya bisa mendorong Leia lahir dengan selamat. Setelah itu rasanya hilang rasa sakit dan lelah saya, yang ada hanya kegembiraan luar biasa.

And she grows… dan saya menemukan fakta bahwa bersahabat dengan Leia tidak semudah yang saya bayangkan. Sulit memang menempatkan diri kita sebagai Ibu yang senantiasa harus memberikannya segala rupa ‘wejangan’, sekaligus sahabat yang senantiasa harus “setuju” dengan apapun yang diinginkan dan dilakukan Leia.

Apalagi Leia sudah bukan bayi kecil lagi sekarang, perlahan lahan dia sudah mulai mengerti tentang banyak hal. Banyak hal yang kami sukai bersama sama, tetapi banyak juga yang bertentangan. Ada kalanya kami seperti Tom & Jerry, tetapi seringkali kami adalah Chip&Dale, Spongebob&Patrick, atau Minnie& Daisy.

Whoever we are, we’re best friends for life… Leia & Ibu

7 Comments

  1. nanad
    swastikha nadia January 9, 2012 at 7:58 am

    wuuuiiihh….!seru yaaa,jadi sahabat bwt anak kita.. :D
    Walopun rasya cowok tp moga2 besok aku bisa jadi temen berbagi bwt rasya… :)

    Btw,Leia cantiik,mirip ibunya..namanya pun bagus…. :)

    1. ernanrea
      ernanrea January 9, 2012 at 7:06 pm

      mbak nadine, ada temenku yg udah punya anak cowok abg, menurut dia lebih enak berbagi dengan anak cowok, apalagi kalo sedang masa2 puber, sekalian kita juga bisa mengontrol pergaulannya tanpa mengekang…. rasya pasti juga akan lebih seneng curhat ke mama nya ;)

  2. ninit
    ninit yunita January 9, 2012 at 6:41 pm

    iya yaaa… senengnya sama anak bisa jadi sahabat :)
    semoga terus sampai besar yaaa…

    leia cantik dehhh :) rambutnya baguuus!

    1. ernanrea
      ernanrea January 9, 2012 at 7:09 pm

      kalo sedang “tegang” kami bener2 seperti tom&jerry lho… ejek2an ala anak tk, seru, hihihihi…. tapi setelah itu biasanya Leia yg duluan minta maaf sambil peluk cium, duh rasanya gimanaaaa gitu……

  3. January 9, 2012 at 11:43 pm

    aw, cantik cantik! semoga aku ntar bisa sahabatan ama aina juga, ampe udah gede :D

  4. mama mili
    mama mili January 11, 2012 at 1:36 pm

    semoga ya aku sama anakku milinka, juga bisa jadi sahabat .. jd ga sabar nunggu milinka gede dech …

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.