Permainan Edukatif Untuk Bayi

The Urban Mama
NakitaIis Riesnawiati
Pemimpin Redaksi Nakita.

Permainan amat berperan dalam menstimulasi perkembangan otak bayi, terutama berkaitan dengan fungsi pendengaran, perabaan, dan penglihatan yang akan memengaruhi perkembangan mentalnya kelak. Berikut ini beberapa mainan/permainan yang disarankan.

USIA 1-3 BULAN

• Mainan berbunyi/kliningan/kerincingan. Bermanfaat mengasah indra pendengaran, penglihatan, dan motorik halus saat memegang mainan.
• Mainan dari bahan lembut/kasar/padat, untuk bayi merasakan berbagai sensasi berbeda guna mengasah indra perabanya.
• Mainan gantung yang dapat berputar dan bersuara, bermanfaat mengasah koordinasi mata dan tangan bayi.

USIA 3-6 BULAN

• Bermain cermin: Ajak bayi melihat bayangannya di cermin, kenalkan dengan bagian-bagian tubuhnya. Permainan ini membantu perkembangan konsep diri bayi.
• Mainan ikat: Ada beberapa mainan yang bisa diikat di tangan atau kaki bayi. Saat tangan atau kaki bergerak, mainan itu akan menimbulkan bunyi. Biasanya bayi dengan refleks akan menendang-nendang kakinya. Ini sangat baik untuk melatih motoriknya.
• Mainan dari bahan berisik: Bungkus piring plastik dengan plastik kresek. Tempelkan piring itu ke telapak kaki bayi. Biarkan dia merasakan sentuhan benda tersebut pada kakinya. Seiring dengan pijakan kakinya, ia juga akan mendengar suara kresek-kresek yang membangkitkan rasa ingin tahunya. Permainan ini mengasah sensitivitas telapak kaki sebagai modalnya kelak untuk belajar berjalan.

USIA 6-9 BULAN

• Mainan lampu: Bisa senter mainan atau mainan lain yang memancarkan cahaya warna-warni. Nyalakan mainan itu ke segala arah. Amati saat mata si kecil mengikuti gerak sinar. Selain mengasah kemampuan visual, juga mengenalkan aneka warna.
• Putar musik: Mainan ini bisa berupa boneka binatang, orang, tokoh kartun, dan lain-lain. Jika distel mengeluarkan bunyi atau musik. Bunyikan mainan itu di hadapan bayi. Selanjutnya, putarlah hingga alunan musik terdengar. Seterusnya, tanyalah kepada si kecil, dari manakah bunyi itu berasal? Setelah si kecil menoleh ke arah suara, berilah pujian. Mainan musik ini meningkatkan pendengaran bayi dan membantu merangkaikan koneksi saraf-saraf di otaknya.
• Boneka tangan: Pilihlah boneka tangan yang disukai bayi. Beragam permainan bisa dilakukan dengan boneka tangan. Contoh, bermain petak umpet. Sembunyikan boneka di tempat tertentu seperti di balik punggung atau bantal, lalu keluarkan saat si kecil mencarinya. Sembunyikan di tempat lain, begitu seterusnya. Kita juga bisa berkomunikasi dengan si kecil lewat boneka itu. Permainan ini tidak hanya mengasah kognisi bayi, tapi juga kecakapan berbahasanya.
• Mainan peralatan dapur: Seperti sendok, piring plastik, dan panci. Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil kita jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu. Selain mengenal perbendaharaan alat dapur, juga melatih kemampuan motorik ketika bayi mencoba memegang dan mencengkeram mainan itu.
• Mainan yang dibungkus: Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai kado. Biarkan ia berusaha membuka bungkusan tersebut satu-persatu. Lihatlah reaksinya ketika membuka bungkusan berisi bola, boneka, binatang, dan lainnya. Selain melatih kekuatan jari-jemari, juga menumbuhkan rasa penasaran, dan minat mengeksplorasi.

USIA 9-12 BULAN

• Mainan konstruksi: Bisa berupa balok/kubus, cincin (gelang) susun dengan tekstur yang halus dan ukuran yang cukup besar. Biasanya terbuat dari bahan kain atau plastik. Dorong si kecil untuk menyusun cincin besar ke kecil, kecil ke besar, dengan berbagai cara. Melempar cincin, memasukkan cincin ke jari, memutar cincin, dan lain-lain. Atau, ajari bayi menyusun balok-balok, biarkan dia membuat kreasi sendiri. Selain melatih motorik halus, mainan ini juga sangat baik untuk mengenalkan warna, bentuk, tekstur, dan lain-lain.
• Mainan tabuh: Mirip drum kecil. Bayi belajar memukul-mukul penabuh dan mendengarkan bunyi yang dikeluarkan. Agar lebih semarak, iringi tabuhan musik dengan lagu yang sesuai. Selain mengasah keterampilan motorik, kecakapan musik si kecil juga ikut tertempa.

• Puzzle (Pasel): Ukurannya cukup besar dan hanya terdiri dari dua pasang. Ada pasel petani, binatang, dan lain-lain. Bahannya pun terbuat dari kain. Minta bayi untuk menyusun kepingan-kepingan pasel itu. Permainan ini merangsang konsep berpikir bayi dan menstimulasi motivasi dirinya untuk bisa menyelesaikan sesuatu.

8 Comments

  1. wijayanti80
    Titik Wijayanti August 23, 2011 at 10:23 am

    Arigatou Mbak atas sharingnya…
    Info yg sangat bermanfaat :)

  2. nanad
    swastikha nadia August 24, 2011 at 5:48 am

    TFS! :D
    jadi gak bingung lagi milih2 mainan,bisa ‘tepat sasaran’ deh sekarang.. :)

  3. dessey
    Desy Khoirunnisa Rahman August 24, 2011 at 11:59 am

    Pentiing bgt ini :)
    Thanks for sharing!

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel August 25, 2011 at 8:42 am

    tfs mbak..
    enzo dan dante sampe sekarang masih suka tuh main puzzle & bola…

  5. rintul
    Rina Putri August 28, 2011 at 2:20 pm

    thank you for sharing mbak!

  6. jihan
    Aline Jihan Putranto October 19, 2011 at 2:23 pm

    gotcha…moms, this is the rite games

  7. Niken Niemeijer
    Nik Niemeijer January 2, 2012 at 8:29 am

    thanks infonya mbak…

  8. mami_ds
    mami_ds March 7, 2012 at 9:42 pm

    TQ Mba iis, mulai persiapan nih spy ga salah alamat kasi mainan yg sesuai dgn umur babyku..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.