Retroverted Uterus

dr.riyana
Riyana Kadarsari, dr., SpOG Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia. Obgyn di RSIA Hermina Ciputat.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Dear Dokter Riyana,

Setelah melahirkan, rahim saya terbalik ke belakang.
Keluhan yang saya rasakan selama ini adalah pinggang pegal dan perut bawah seperti mau mens.

Yang ingin saya tanyakan:

  • Apakah retroverted uterus bisa menjadi prolapsus uteri?
  • Bagaimana mencegah agar retroverted uteri tidak menjadi prolapse uteri?

Terimakasih, Dok.

Atik
[email protected]

Hai Mama Atik,
Uterus retrofleksi merupakan variasi normal dari arah rahim pada sebagian perempuan normal. Bisa juga terjadi akibat persalinan sebelumnya, adanya skar akibat tindakan operasi, infeksi, atau endometriosis.

Pada sebagian besar kasus tidak menimbulkan gejala. Namun bisa juga terdapat gejala seperti yang Mama sampaikan yaitu kram perut bawah seperti mau mens.
Jika posisi hiperretroofleksi pada kehamilan bisa menimbulkan keluhan gangguan berkemih.
Pada umumnya keluhan tidak diberikan terapi, namun pada kasus yang dirasa mengganggu bisa dilakukan reposisi manual dengan pemeriksaan dalam.

Uterus yang retrofleksi (rahim menghadap ke belakang) tidak berhubungan dengan prolaps uterus (turunnya rahim dari posisi normal).

Hal-hal yang menyebabkan prolaps uterus atau turunnya rahim adalah kelemahan ligamen penggantung rahim dan lemahnya otot-otot dasar panggul yang bisa disebabkan oleh faktor persalinan dengan fase mengejan yang terlalu lama, persalinan dengan alat bantu (vakum atau forsep), bayi besar, jumlah persalinan yang banyak.

Keluhan ini tidak dirasakan segera biasanya menjelang menopause karena hormon estrogen yang rendah membuat elastisitas jaringan berkurang.
Untuk mencegah sebaiknya Mama rajin melakukan senam kegel untuk dasar panggul. Yaitu seperti gerakan menahan buang air kecil tapi disaat tidak berkemih.

Mudah-mudahan infonya membantu.

3 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel February 7, 2013 at 12:25 am

    terima kasih ya dok, infonya. jadi semangat untuk latihan senam kegel nih :)

  2. yenarosa
    yenarosa February 7, 2013 at 4:18 pm

    Wah dok, kalo.retrofleksi uterus gitu susah hamilnya nggak sih dok? kan si sperm jd sdikt jumpalitan nyari indung.telurnya. hehehe..maap bahasa gw ya bumod :-p

  3. titiefitrah
    titiefitrah February 10, 2013 at 7:51 pm

    sekedar mau share berdasarkan pengalaman sendiri.. :)
    saya termasuk yang punya retrofleksi uterus.. taunya setelah cek dokter pas positif hamil pertama kali.. alhamdulillah bagi saya tidak susah hamil dengan kondisi seperti ini karena 4 minggu setelah nikah saya langsung hamil.. walaupun kehamilan pertama saya keguguran di usia 9weeks tapi 6 bulan setelahnya (memang program pasca kuret supaya menjaga rahimnya fit lg) saya hamil lagi dan anak pertama saya sekarang sudah 16mos..
    makasih dok share-nya, saya dulu jg sempat khawatir turun rahim pasca kuret..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.