Si Picky Eater Pergi Berlibur

Fiona Esmeralda Health blogger. Penerjemah. Penulis buku "Puberty, What Doctors Want Parents to Know". Penggiat sesi kesehatan untuk anak dan remaja. Ibu tiga putri.

Ikuti: Instagram dan Twitter

Memiliki anak picky eater pastinya tidak mudah. Bayangkan saja, waktu makan yang biasanya minimal tiga kali sekali menjadi perjuangan tersendiri saat menghadapi si picky eater.

Alhamdulillah dari tiga anak saya hanya satu yang paling sulit makannya. Mungkin tidak sampai tergolong picky eater, tetapi pilihan makanan kesukaannya terbatas, tidak jauh-jauh dari makanan yang digoreng, seperti ayam, ikan, dan frozen food seperti nugget atau sosis. Selain itu ia menyukai mi, pasta, rumput laut, gulai ayam, dan soto ayam. Lumayan, tetapi tidak seleluasa kakak dan adiknya yang selalu menyukai berbagai jenis makanan yang disediakan.

Tentu saja konsumsi sayuran dan buah-buahan sangatlah terbatas. Akhir-akhir ini saya memaksa agar ia memilih satu atau dua sayur favoritnya. Ia memilih brokoli dan kangkung. Kami membuat perjanjian bahwa ia harus memakan sayur itu jika kebetulan disediakan di rumah atau ada di restoran. Selain itu, saya tidak terlalu memaksakan.


image credit: pixabay.com

Apa itu Picky Eater?

Dalam laporan penelitian A Practical Approach to Classifying and Managing Feeding Difficulties oleh Benny Kerzner, dkk anak yang selektif atau suka memilih-milih makanan sebenarnya dapat terbagi menjadi dua kategori yaitu mildly and highly selective. Anak yang tergolong highly selective biasanya hanya dapat memakan kurang dari 10-15 jenis makanan dan memang anak memiliki gangguan sensorik nyata seperti pada anak dengan autisme.

Nah, sebagian besar yang kita sebut picky eater itu ada di kategori mildly selective yang dalam berbagai studi disimpulkan tidak akan mengalami gangguan gizi berarti walau suka memilih-milih makanan.

Si Picky Eater Pergi Berlibur

Berlibur menjadi suatu tantangan tersendiri jika memiliki anak yang suka memilih-milih makanan. Secara umum anak memang lebih suka berbagai jenis makanan cepat saji saat bepergian. Namun lama-kelamaan akan bosan juga, apalagi kalau berlibur lebih dari tiga hari.  

Apalagi belakangan ini wisata kuliner juga menjadi salah satu tujuan yang diincar saat berlibur. Berbagai jenis makanan lokal yang khas, penuh nuansa nostalgia, aneh, atau yang sedang tren. Lalu bagaimana cara menyiasatinya? Masa sih, saat liburan pun kita hanya makan ayam goreng tepung dan burger?

Berikut beberapa tips yang pernah saya coba:

Rencanakan tempat makan yang akan dikunjungi
Zaman sekarang kita pasti bisa mencaritahu terlebih dahulu untuk mengetahui makanan apa saja yang ada di tempat tujuan. Dengan demikian, kita bisa membuat catatan lokasi tempat makan yang kira-kira cocok dengan lidah si picky eater. Saat memilih restoran, pastikan ada menu lain yang bisa dinikmati anak-anak. Anak saya pasti akan makan kalau ada pilihan mi, bakso, dan pasta.

Tidak perlu terlalu agresif
Pilih jenis wisata kuliner yang masih mau dicoba atau dimakan anak. Contohnya jika anak biasanya minum es teh manis, kemungkinan besar ia akan menolak kalau diminta mencoba bajigur atau bandrek. Ajaklah ia mencoba teh leci yang tidak terlalu berbeda dari minuman favoritnya.  

Cobalah, jangan memaksa
Prinsipnya, kita hanya menawarkan dan meminta anak mencoba sedikit. Jangan paksa anak menghabiskan makanan yang kita tahu ia tidak suka. Anak saya tidak akan mau kalau disuruh makan yang pedas-pedas atau yang berkecap seperti semur, nasi goreng, atau ayam goreng mentega.

Rencana cadangan
Pergi berlibur dengan anak yang sulit makan memang menjadi tantangan tersendiri. Jika jenis makanan yang disukai anak sangat sedikit, akhirnya orangtua harus mengalah. Persiapkan ransum perjalanan dengan lebih lengkap, misalnya bawa camilan tambahan yang disukai si kecil, belikan roti dan minuman favoritnya. Setidaknya anak bisa mengganjal perut jika makanan yang terhidang kurang cocok dengan seleranya. Kadang memang sulit karena kita sedang berlibur dan bukan di rumah sendiri.

Bila perlu, menginaplah di hotel atau apartemen yang lengkap dengan dapur kecil agar bisa memasak makanan untuk anak kita. Makanan cepat saji standar seperti nugget dan sosis dapat menjadi penyelamat liburan. Orangtua juga bisa memasak makanan terlebih dahulu di rumah dan membawanya dalam kondisi beku untuk dipanaskan di dapur tempat tujuan. Masakan seperti semur atau gulai ayam termasuk yang sangat mungkin untuk dibawa. Sesuaikan dengan kesukaan anak.

Anak yang kenyang dan tidak rewel di perjalanan akan membuat liburan jadi lebih menyenangkan. Lupakanlah sedikit peraturan baku yang biasa berlaku di rumah sehingga pilihan makanan menjadi lebih longgar, terutama untuk makanan cepat saji dan camilan kemasan.

 

Ingatlah, liburan hanya berlangsung sementara. Buatlah rencana yang lebih detail dan jangan lupa bersenang-senang!

4 Comments

  1. avatar
    Laila Arsih November 11, 2017 9:19 pm

    Waduh, aku telanjur maksa anakkku ngabisin makanannya. Musti koreksi diri habis baca artikel ini

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Honey Josep November 8, 2017 11:43 am

    Anakku yang sulung juga picky eater dan semoga bisa hilang seiring berjalannya waktu....

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Ratna Adiguna October 26, 2017 5:54 pm

    Aduhhh ini pas banget deh artikelnya buatku. Terima kasih mbak Fiona. Anakku picky eater kelas berat :(

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Gabriella Felicia October 12, 2017 9:10 am

    Fionaaa, i feel you berurusan dengan picky eater ini. Tapi karena emang dulu waktu kecil picky eater, jadi lebih menjiwai dan mengerti perasaan si kecil sih sekarang. Sambil terus berharap semoga beranjak besar nanti bisa hilang picky-nya dan jadi pemakan segala kayak mamanya...

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.