Stop Worrying, Less Expecting...

Marsha Maria An interior designer who works at home. She loves fashion and enjoy styling her baby girl and lives in Jakarta.

Sebagai orangtua baru, melihat perkembangan anak dari hari ke hari adalah hal yang sangat membahagiakan. Saya ingat saat pertama kali Kaitlynn bisa tengkurap sendiri saya sampai standby dengan hp agar bisa merekam momen ia tengkurap sebagai kenang-kenangan. Tidak jarang kita sebagai orangtua menunggu-nunggu perkembangan si kecil selanjutnya. Namun ketika menurut kita ia seharusnya sudah bisa melakukan sesuatu dan ternyata belum bisa, kita malah jadi terlalu khawatir dan cemas. Kita jadi cenderung membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain. Kenapa anak saya belum bisa melakukan sesuatu yang sudah bisa dilakukan oleh anak lain di usia yang sama? Pertanyaan-pertanyaan demikian sering kali muncul dan menghantui pikiran kita. Padahal pertumbuhan dan perkembangan setiap anak itu berbeda-beda, tidak ada yang persis sama.

Pernah suatu ketika saya sedang menemani suami bertemu dengan seseorang yang kami belum kenal sebelumnya. Ketika itu kita sebut saja Bapak X menyapa Kaitlynn dan bertanya berapa usianya? Ketika itu Kaitlynn berusia 14 bulan dan belum bisa berjalan. Dengan santainya ia berkata: "Kok belum bisa jalan? Seumur itu harusnya sudah bisa jalan loh.." Bukan main kesalnya saya, kenal saja tidak kok bisa berbicara seperti itu yang seolah-olah menghakimi anak saya terlambat berjalan. Memang sih anak-anak seusia Kaitlynn harusnya sudah bisa berjalan. Saya sebagai orangtua juga kadang merasa cemas mengapa ia masih belum juga berjalan. Saya tetap berusaha menstimulasinya untuk mau berjalan, tapi tidak mau memaksa karena dari beberapa artikel yang saya baca bahwa batasan anak belajar berjalan masih sampai usia 18 bulan. Kini di usia menjelang 17 bulan, Kaitlynn sudah berani berjalan sendiri hingga sejauh 3 meter walaupun kadang masih ragu-ragu. Sebagai orangtua, yang harus saya lakukan adalah terus memotivasi dan bukannya memaksa si anak.

Jika saya perhatikan kembali, perkembangan motorik Kaitlynn memang agak lambat dibanding anak-anak lainnya. Namun saya tetap memperhatikan bahwa perkembangannya masih dalam batasan yang normal. Kaitlynn baru bisa tengkurap menjelang usia 5 bulan di mana anak-anak lain sudah ada yang bisa di usia 3 bulan. Kaitlynn baru bisa duduk tanpa disangga di usia menjelang 9 bulan, dan baru mau duduk sendiri, merangkak, dan berdiri berpegangan di usia 12 bulan. Jika dibandingkan dengan anak-anak teman saya yang sudah bisa merangkak di usia 7 bulan dan berdiri di usia 9 bulan ya Kaitlynn terlambat. Tapi ketika saya cek lagi ke batasan usia perkembangan motorik anak, masih bisa di toleransi.

Sekali lagi saya katakan bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda. Misalnya saja ada anak yang bisa berjalan duluan, ada yang bisa bicara duluan. Jadi ketika saya melihat Kaitlynn terlambat berjalan saya tidak terlalu cemas dan memaksa dia untuk bisa berjalan dengan segera karena Kaitlynn ternyata lebih cepat berbicara dari anak-anak lain. Dari yang saya pantau kosa kata Kaitlynn untuk ukuran anak 1 tahun sudah cukup banyak. Dia juga sudah bisa di ajak untuk berkomunikasi 2 arah dan bisa merangkai kalimat dengan 2 kata. Misalnya ketika minta ASI dia akan menghampiri saya dan berkata "Mimi, nenen."

Satu hal lagi yang cukup mengejutkan saya adalah suatu hari teman saya bercerita bahwa kakak sepupunya membawa anaknya yang berusia 2 tahun ke dokter untuk terapi karena menurutnya anaknya terlambat berbicara. Setelah berkonsultasi dokter malah mengatakan bahwa anaknya baik-baik saja dan tidak terlambat, melainkan orangtuanya yang berekspektasi terlalu tinggi bahwa anaknya sudah harus bisa ini dan itu. Ini juga menjadi tamparan keras buat saya yang terkadang juga menuntut Kaitlynn secara berlebihan.

Jadi Urban Mama, stop worrying and less expecting. Biarkan anak kita tumbuh dan bereksplorasi sesuai kemampuannya. Yang paling penting tetap pantau perkembangan si kecil. Kalau memang Urban Mama berpikir anak Mama tidak mencapai tahapan perkembangan yang seharusnya, dan benar-benar ada merasa yakin bahwa ada sesuatu yang salah maka berkonsultasilah dengan dokter sesegera mungkin. Karena kitalah sebagai orangtua yang paling mengerti anak kita.

Sebagai gambaran berikut adalah tahap perkembangan gerakan motorik normal anak (sumber: kompas health):

  • 6-8 bulan: Duduk dan merangkak dengan dua dengkul kaki.
  • 12-18 bulan: Berdiri tanpa bantuan, Berjalan dengan merambat ke perabotan di rumah, Berjalan 2 atau 3 langkah tanpa bantuan.
  • 18-24 bulan: Berjalan tanpa kesulitan, Menarik mainan sambil berjalan, Membawa mainan besar sambil berjalan, Naik/turun bangku tanpa bantuan, Menemukan cara sendiri untuk berjalan mundur, Bisa naik/turun tangga dengan bantuan.
  • 24-36 bulan: Umumnya mampu memanjat dengan baik, berjalan naik/turun tangga dengan menggunakan satu kaki per anak tangga, Berjalan jinjit.

Ingatlah bahwa ketepatan waktu dalam fase perkembangan anak kita seperti kapan anak kita bisa ini dan itu bukanlah yang terpenting, melainkan bahwa anak kita bergerak maju, berubah dan bertumbuh dalam proses perkembangannya. Urban Mama setuju?

11 Comments

  1. avatar
    Febi January 14, 2017 10:45 pm

    Tiap anak beda-beda, betul banget. Dan kita sebagai sesama orang tua harus menghormati itu :) terima kasih artikelnya sudah jadi pengingat buat saya sebagai ortu baru.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Veronica Sri Utami January 13, 2017 8:52 pm

    Thanks mbak Marsha artikelnya.... Iya, suka gimanaaa gt kalo denger orang banding2in perkembangan anak. Tapi kadang sayanya sendiri juga "kelupaan" terlalu khawatir kalau anak nggak secepat anak lain perkembangannya. Makasih udah diingetin mbak...

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    ninit yunita January 13, 2017 8:39 am

    setujuuu cha!
    yang penting sehat yaaa. makasih banget cha udah share artikel ini. perkembangan tiap anak memang beda jadi ngga bisa disamaratakan semuanya. semoga makin banyak yang baca artikel ini yaaa... jadi lebih mengerti.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Honey Josep January 12, 2017 9:56 pm

    Artikel yang melegakan! Jadi pengingat aku nih bahwa setiap anak berbeda, ga perlu membanding-bandingkan dengan anak lain apalagi dengan anak pertama :)

    Tfs Cha!

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Cindy Vania January 12, 2017 1:07 pm

    Akupun gemas kalau ada orang asing yg ikut komen anak kita atau anak orang lain. Ya kan dia ga tau gimana-gimananya. #esmosih

    Makasih artikelnya ya mama Marsha! Mau aku share ke temen2 :)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.