Surat Tugas

rahima

Ini hal yang luar biasa! Sebagai ibu perah, yang pertama kali ‘diributkan’ kalau mendapat surat tugas keluar kantor adalah mencari kulkas untuk menyimpan ASI hasil perah. ‘Surat tugas’ untuk mencari kulkas ini tidak kalah penting bagi baby Azkia.

Oktober tahun lalu, saya mendapat kesempatan dari kantor untuk mengikuti training Information technology Infrastructure library yang diberikan oleh Inixindo di Twin Plaza Hotel. Saya pikir karena ini hotel, gampang saja mencari tempat yang ada kulkas. Ternyata setelah tanya-tanya ke bell boy, receptionist… dan keliling-keliling menghimpun petunjuk ke sebuah bar yang disebutkan oleh mereka, akhirnya bisa juga nitip di rak pendingin di bawah meja bar lobby hotel. Botol ASIP terlebih dulu ditulisi label agar tertera nama pemilik, asal instansinya, dan jam berapa akan diambil. Di dalam rak pendingan itu ada macam-macam bahan minuman dalam botol khas sebuah bar.

Lalu untuk hari kedua dan selanjutnya? Untuk hari kedua dan ketiga training, saya tidak lagi berlama-lama, tinggal datang ke bar itu lagi tapi tetap harus menjelaskan apa sih yang saya titipkan itu dan mengapa sebegitu penting. Penjelasan ulang pun disampaikan pada pegawai bar hotel yang berganti orang karena sistem kerja yang berotasi.
Ya memang harus sabar bila tempat yang kita singgahi belum menyadari apa itu ASI perah dan bagaimana penanganannya.

Lain halnya ketika saya dapat tugas kunjungan ke Direktorat TI Bank Indonesia. Di sana para ibu pegawainya dengan senang hati menunjukkan tempat yang biasa mereka pergunakan untuk memerah ASI (musholla yang memang terpisah antara tempat sholat pria dan wanita). Kulkas pun tersedia untuk hasil perahannya. Malah karenanya saya jadi lebih kenal akrab dengan beliau, ibu-ibu perah yang senasib. :)

Seringnya sih saya cuek dan santai aja, misalnya datang ke ruangan pejabat (kulkas hanya di ruangan itu), seperti waktu ditugaskan untuk mengikuti mini assesment di Gedung Djuanda Kementrian Keuangan dan sewaktu rapat draft KMK di Pusintek Lapangan Banteng.

Semangat ya, Mama. Sebagai working mama, tantangan pasti selalu ada dalam memberikan ASI.

5 Comments

  1. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati August 24, 2011 at 7:43 am

    klo ke djuanda tinggal nitip padaku mbak .. ada 4 kulkas di lantai 5 nih :)

  2. evi pane
    evi pane August 24, 2011 at 8:30 am

    i have u, pas ada surat tugas harus jadi penguji kompetensi siswa SMK di Tuban, aku jg bingung mo nitip ASIP dimana. hasilnya aku titipin di kulkas sekolahnya n di homestay tempat nginepnya..

    suka juga ditanyain, apa sih mba’ yg dititipin,, obat yach ? aku bilang aja iyah.. biar tak terlalu banyak pertanyaan selanjutnya..

  3. Mama Athar
    Mama Athar August 24, 2011 at 10:29 am

    Kalau aku lg ST keluar, misal di hotel, aku suka cari sendiri (he3 lebih tepatnya menyelinap :p)ruang-ruang kosong di hotel yang sekiranya bisa digunakan memerah. Karena pernah sekali waktu minta dicarikan ruang memerah asi kepada manajemen hotel, jadinya yang ada malah proses belibet dan menghabiskan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk memerah. Pernah juga aku amazed banget pas minta dicarikan ruang memerah kepada petugas cleaning service hotel, eh sama dia langsung disediakan ballroom kosong + ac dan lighting di seluruh ruangan hanya buat aku seorang :p. Kalau sekiranya tempat ST tidak ada kulkas, hasil perahan biasanya aku taro di cooler bag Medela, lumayan blue ice-nya bisa bertahan lama :)

  4. bubu kika
    Risqa Prasista August 24, 2011 at 8:28 pm

    di surabaya ada nggak yah?

  5. eka
    Eka Wulandari Gobel August 25, 2011 at 8:47 am

    wow..cemmunguuudh! :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.