Tips Hamil Saat Jauh dari Suami dan Keluarga Besar

Sejak baru berkenalan, kami memang tidak tinggal di kota yang sama, ia di Bandung dan saya di Jakarta. Keluarga besar saya juga tinggal terpencar, ayah saya di Jambi, sementara Ibu dan adik-adik di Surabaya. Hubungan jarak jauh saya dan suami ternyata berlanjut sampai menikah dan hamil. Sempat terpikir untuk berhenti bekerja dan tinggal satu kota dengan suami, tetapi ternyata baru dua bulan menikah saya sudah hamil. Akhirnya saya pun harus menjalani kehamilan ini sendirian, jauh dari suami ataupun keluarga.

Warna-warni pengalaman menjalani kehamilan sendirian antara lain:

Lebih mandiri

Saya tinggal menyewa kamar kos di Jakarta, jadi sebisa mungkin semua masalah harus saya selesaikan sendiri. Saya berusaha menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti mencuci, mengepel, dan mencari makan sendiri. Hamil tidak menghalangi saya melakukan semua pekerjaan ini, yang saya hindari biasanya hanyalah mengangkat barang berat, seperti galon air.

Banyak berjalan kaki

Kebetulan tempat tinggal saya jaraknya dekat dengan kantor, hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki. Pas dengan kondisi saya sebagai ibu hamil yang dianjurkan agar banyak berjalan kaki, jadi saya mengharuskan agar pulang pergi kantor dengan berjalan kaki. Padahal banyak teman yang menawari saya tumpangan ke tempat kos, tetapi saya tolak dengan alasan ibu hamil kan harus banyak jalan kaki.

Bebas jajan dan belanja online

Ini memang tidak terlalu positif, tetapi memang tinggal di tempat kos membuat saya setiap hari harus mencari makanan di luar. Kadang suami melarang makan ini atau itu. Jadi sesekali kalau kepengin saya makan dulu baru bilang pada suami. Begitu juga dengan belanja online, saya jadi tidak perlu deg-degan kalau banyak paket tiba di rumah.

 

Sedihnya baru terasa kalau sedang sendirian dan harus pergi ke mana-mana sendiri. Lalu di kamar juga tidak ada teman mengobrol secara langsung. Harus mencari makanan sendiri juga kadang menjadi masalah karena bosan dengan makanan di sekitar tempat kos, apalagi kalau sedang turun hujan. Saya paling sedih kalau migrain sedang kambuh atau asam lambung naik sehingga muntah-muntah. Tidak ada yang bisa memanjakan saya setelahnya. Yang paling ditakuti adalah kalau-kalau ada kejadian gawat darurat dan sedang jauh dari suami. Untungnya sampai hari ini belum pernah ada kejadian yang parah.

Tips untuk urban mama yang menjalani LDM saat hamil:

  • Jangan manja, ini kadang susah karena sedang hamil inginnya dimanja. Usahakan ditahan-tahan agar tidak drama setiap hari.
  • Jangan sungkan minta tolong orang lain ketika jauh dari suami. Contohnya jika tidak bisa keluar untuk beli makanan, manfaatkan fasilitas jasa beli antar makanan dari ojek online. Kumpulkan juga nomor telepon restoran dekat tempat tinggal yang bisa mengantar makanan. Kalau capek mencuci dan menyetrika baju, serahkan saja pada laundry.
  • Kirimkan update keadaan diri pada suami dan keluarga, agar mereka tahu kondisi kita. Tidak bermaksud berlebihan, tetapi kadang ada hal yang kita sepelekan dan ternyata penting.
  • Ajak ngobrol bayi di dalam kandungan. Biasanya saya lakukan kalau saya mulai muntah-muntah atau migrain kumat. Saya selalu membisikkan, “Sabar ya sabar, nanti weekend ketemu Papa.” Entah apa pengaruhnya, tetapi bisa membuat perasaan jadi lebih enak.
  • Jaga makanan dan kesehatan. Kalau memang alergi makanan tertentu ya jangan coba-coba bandel Ingatlah bahwa kita sendirian dan hindari menciptakan keadaan gawat darurat apa pun pada diri sendiri. Nanti kita bisa susah sendiri.
  • Catatlah nomor telepon keluarga yang tempat tinggalnya paling dekat dengan kita atau teman yang bisa diminta bantuan, kalau-kalau ada kondisi yang membutuhkan pertolongan.
  • Banyak-banyak berdoa dan minta dilindungi terus sama Allah. Ini yang penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga tips dan cerita di atas berguna bagi Urban Mama dalam menghadapi hal yang sama. Mungkin ada yang mau menambahkan? 

4 Comments

  1. avatar
    Leila Niwanda October 18, 2017 1:39 pm

    Ingat waktu hamil yang kedua dulu, sempat bertahan di kontrakan di Bangka sendirian beberapa minggu karena suami mendadak dipindahtugaskan ke Jakarta. Tapi berhubung banyak yang khawatir karena kehamilan sebelumnya nggak berlanjut, jadi akhirnya mengikuti saran pindahan ke rumah dinas dekat kantor (bersyukur banget ada ibu pejabat yang berbaik hati berbagi). Soal jangan sungkan minta tolong, bener banget...akhirnya pakai jasa laundry juga.

    1. avatar
      Szasa Diandra October 18, 2017 2:18 pm

      Kadang ada yg sok sungkan minta bantuan. Kalau lagi hamil sih jangan subgkan, drpada kenapa2 hehe

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  2. avatar
    Musdalifa Anas October 16, 2017 7:57 am

    Mama Szasa, aku jadi ingat dulu jaman ngekos, tp dulu masih single sih dan kebayang saat hamil dan ngekost sendiri, salut sama mama Szasa, mandiri. Sehat selalu ya ma, terima kasih tulisannya.

    1. avatar
      Szasa Diandra October 18, 2017 2:18 pm

      Terima kasih mom :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.