Tips Membangunkan Bayi Baru Lahir yang Malas Menyusu

Fatimah Berliana Monika Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.

Salah satu pertanyaan umum yang diajukan oleh seorang Mama yang baru melahirkan adalah "Perlukah membangunkan bayi yang tidur terus dan malas menyusu?" Secara umum, jawabannya tergantung pada usia bayi, berat badan bayi, pertumbuhan berat badan bayi, dan kondisi kesehatan bayi secara umum.

kredit foto: siska knoch

Masih terdapat kesalahpahaman di antara para Mama maupun yang membantu mengasuh bayi seperti Nenek mengenai scheduled feeding (menyusu yang dijadwal) vs nursing on demand (menyusu sesuai keinginan bayi). Ada yang menerapkan scheduled feeding yang umumnya menyusu setiap 2 atau 3 jam selama berbulan-bulan hingga bayi menerima MPASI, ada juga yang menerapkan nursing on demand pada bayinya yang baru lahir (newborn) sehingga bayi dibiarkan saja terus tidur sehingga bayi kurang mendapatkan ASI.

Para ahli laktasi menyarankan bahwa untuk bayi yang baru lahir perlu mendapatkan ASI yang cukup dan dengan ukuran lambungnya yang kecil, bayi baru lahir secara umum perlu menyusu sebanyak 8 – 12 x dalam 24 jam atau sekitar 2 hingga 3 jam sekali. Lalu hingga kapan hal ini diperlukan?

Syaratnya adalah terpenuhinya berbagai parameter kecukupan ASI seperti buang air kecil dan besar serta yang paling penting adalah pertumbuhan bayi. Pada usia 2 minggu, berat badan bayi harus melampaui Berat Badan Lahir (BBL) nya. Dan setelah itu setiap minggu pertumbuhan bayi berkisar antara 170 – 240 gr per minggu hingga usia 3-4 bulan dan lanjutkanlah dengan memasukkan data-data pergerakan berat badan bayi ke Growth Chart WHO. Silakan baca juga tulisan saya tentang Growth Chart di sini

Ketika pertumbuhan bayi baik, produksi ASI Mama baik, Mama dan bayi sudah memiliki hubungan menyusui yang baik, Mama paham sejak awal Feeding Cues (tanda-tanda bayi ingin menyusu) maka nursing on demand (menyusu sesuai keinginan bayi)  adalah yang terbaik untuk pertumbuhan, perkembangan kesehatan fisik, dan psikologis bayi.

Banyak Mama yang mengeluhkan bayi newborn-nya malas untuk menyusu, tidur sangat panjang, sulit dibangunkan, mudah tertidur saat mulai menyusu. Hal ini diperberat bila bayi menderita berbagai penyakit di mana yang paling umum adalah menderita kuning (jaundice). Semakin berat kuning pada bayi, maka bayi akan makin sulit dibangunkan .

Selain karena bayi menderita jaundice, hal-hal berikut ini juga memengaruhi bayi dan membuat bayi lebih mengantuk dan makin sulit dibangunkan:

  1. Obat-obatan yang diterima Mama selama persalinan, termasuk epidural (bius lokal) atau jenis bius lainnya yang digunakan pada persalinan SC (Section Caesarea) serta berbagai obat pengurang nyeri (pain killer).
  2. Tindakan medis yang diterima bayi seperti sunat (sirkumsisi).
  3. Terlalu banyak stimulasi di sekitar bayi. Beberapa bayi newborn bereaksi dengan tidur ketika lingkungan sekitar bayi terlalu ramai atau lampu yang terlalu terang.
  4. Aliran ASI yang terlalu deras. Beberapa bayi mudah kelelahan menghadapi aliran ASI yang terlalu deras sehingga tertidur saat mulai menyusu pasca LDR (Let Down Reflex/Refleks Pengeluaran ASI)
  5. Bayi kurang mendapat ASI karena berbagai sebab seperti posisi pelekatan yang tidak baik & dibiarkan, bisa juga karena ada masalah pada anatomi payudara Mama dan atau anatomi oral bayi seperti Tongue Tie, Lip Tie. Hal ini dapat membuat bayi frustasi, kelelahan dan makin malas menyusu.

Membangunkan bayi yang mengantuk dan malas menyusu memang perlu usaha ekstra. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Mama coba:

  1. Lepaskan baju bayi hingga bayi hanya mengenakan popok saja. Lalu letakkan bayi pada dada Mama sehingga terjadi skin to skin contact (kontak kulit dengan kulit) seperti IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Selimuti Mama dan bayi dari atas, bila perlu bayi dapat dipakaikan topi.
  2. Coba susui bayi/tawarkan payudara Mama saat bayi masih di tahap light sleep dibandingkan saat deep sleep yang lebih sulit untuk dibangunkan. Tanda-tanda light sleep adalah REM (Rapid Eye Movement), tangan mengepal, perubahan mimik muka, bergerak-gerak tidak teratur terutama tangan, kaki dan mulut.
  3. Redupkan lampu karena suasana terang membuat bayi lebih senang menutup mata dan tertidur.
  4. Ajaklah bayi berbicara, panggil namanya, usap-usap pipi dan sekitar bibir bayi.
  5. Gendong bayi dengan posisi tegak.
  6. Beri stimulasi seperti menggaruk pelan/menggelitiki telapak kaki bayi, telapak tangan bayi, punggung bayi dengan jari Mama/sikat dengan bulu yang lembut. Bisa juga menggoyang-goyangkan lembut bagian telinga, pundak, tangan dan kaki bayi. Rentangkan (stretching) tangan bayi perlahan.
  7. Usap muka bayi dengan handuk/kain lembut yang telah dibasahi air dingin.
  8. Ganti popok bayi hingga mandikan bayi bila waktu memungkinkan.
  9. Pilih posisi menyusui football hold/clutch dibandingkan posisi cradle hold yang lebih mudah membuat bayi jatuh tertidur. Oleskan ASI pada puting dan areola Mama.Posisi cradle holdPosisi football hold
  10. Topang payudara Mama saat menyusui sehingga payudara tidak jatuh ke dagu bayi.
  11. Perah sedikit ASI dan teteskan, oleskan ke bibir bayi.
  12. Apabila bayi saat baru mulai menyusu / sedang menyusu tidak lama kemudian tertidur, maka salah satu metoda yang direkomendasikan ahli laktasi dunia dr Jack Newman adalah melakukan metoda Breast Compression (Penekanan Payudara). Breast compression membuat LDR kedua bahkan lebih, sehingga bayi terbangun/semangat kembali mengisap.

Bila berbagai cara sudah Mama coba dan bayi masih saja sangat malas untuk menyusu, frekuensi buang air kecil dan output buang air besar sedikit/berkurang, maka sebaiknya Mama berkonsultasi pada dokter spesialis anak agar bayi diperiksa secara menyeluruh.

Karena di hari hingga minggu-minggu awal kelahiran bayi Mama akan fokus untuk menyusui dan mengurus bayi, maka Mama jangan sungkan minta bantuan untuk hal-hal lain seperti pengurusan rumah, memasak, berbelanja kebutuhan rumah tangga, mengurus anak yang lebih besar, dll. Peran Papa sangat besar dan penting dalam membantu Mama juga dari segi psikologis sehingga Mama dapat terhindar dari Baby blues hingga Post Partum Depression (PPD).

Happy Breastfeeding, Urban Mama!

sumber gambar: La Leche League

9 Comments

  1. avatar
    Pejuang ASI May 17, 2017 3:52 pm

    Artikel yang bermanfaat buat bunda bunda yang baru punya baby

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    uci February 14, 2017 12:05 pm

    Pengalaman anak kedua di 2016 bayi kuning karena kurang menyusui. Penting banget buat membangunkan si bayi, apalagi awal2 setelah melahirkan..aku sampe ngelitik2 bayi mbaa :D

    Salam kenal mba monik :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Eka Gobel January 27, 2017 11:20 am

    Ini kejadian sama enzo anak pertama. Bawaannya tiduuur terus. Jadi selalu dibangunkan utk ganti popok abis itu langsung disusuin. Setelah disusuin baru dibungkus lagi deh biar tidur. Makasih teh monik infonya!

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Honey Josep January 25, 2017 10:09 am

    Tfs mbak Monik buat artikelnya, jadi bisa ngasi tau temen yang baru punya bayi dan tidur melulu :)

    1. avatar
      Fatimah Berliana Monika January 25, 2017 5:16 pm

      Sama2 Mba Honey.. ingatkan pemantauan growth BB per minggu sampai bagus n stabil growthnya

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    Febi January 24, 2017 4:48 pm

    Kadang Janna disusui dengan posisi football clutch dan memang lebih terjaga sih anaknya. Kalau aku trik yang berhasil buat Janna terbangun adalah ganti popok. Karena di minggu-minggu awal BAK dan BAB-nya masih sering banget.

    TFS, mba Monik. Artikelnya mencerahkan sekali buat ibu baru seperti aku :)

    1. avatar
      Fatimah Berliana Monika January 24, 2017 5:18 pm

      Semoga dimudahkan hingga lulus S3 ASI ya :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.