Tips Menyiapkan dan Menyimpan Makanan

Belakangan ini saya merasa sering kewalahan untuk menyiapkan makanan di rumah. Bosan rasanya setiap hari harus memikirkan makanan apa yang harus dimasak besok. Belum lagi karena Albert lumayan picky eater, jadi tak jarang saya harus menyediakan menu terpisah untuknya.

Selama ini memang saya mempraktikkan apa yang dibahas di sini, yaitu memanfaatkan kulkas dan freezer untuk menyimpan makanan. Namun masih sering tergantung suasana hati dan tidak bisa menahan godaan memesan makanan secara online.

Sekitar sebulan ini saya mulai lagi menyiapkan dan menyimpan makanan di kulkas, ternyata benar-benar bisa menghemat dan mudah-mudahan bisa lebih sehat karena mengurangi jajan di luar. Cara ini juga memperkecil kemungkinan ada makanan atau bahan mentah yang terbuang karena salah perhitungan. Lalu tidak masalah lagi jika makanan saya dan suami berbeda dari Albert karena ia tidak suka tumis pare misalnya. 

Kalau dulu saat sedang di luar rumah, saya sering berpikir, wah di rumah gak ada makanan nih, lebih baik beli dulu sebelum pulang. Sekarang lebih sering berpikir, wah di rumah masih banyak stok makanan, jadi gak perlu jajan dulu.

Bagaimana caranya?

Prinsip yang saya lakukan untuk sebagian besar bahan makanan adalah beli – olah – simpan. Bukan beli – simpan – olah. Jadi saya memang meluangkan waktu beberapa jam seminggu untuk mengolah makanan. Saya juga tidak memasak menu berbeda untuk setiap hari, tetapi memakan menu yang sama beberapa kali dalam seminggu. Makanan yang tersisa akan masuk ke dalam kulkas dan akan dihangatkan saat akan dimakan. Bukankah memasak dalam jumlah lebih banyak terkadang sama usahanya dengan memasak dalam jumlah sedikit?

Jadi, saat pulang berbelanja dari pasar, saya langsung membagi-bagi dan mengolah bahan makanan yang saya miliki. Bumbu-bumbu seperti jahe, kunyit, dan lengkuas akan saya cuci bersih, potong-potong per ruas, lalu disimpan di freezer. Sedangkan daun jeruk, daun salam, dan serai akan saya cuci bersih dan simpan di freezer.

Daging seperti dada ayam akan disimpan setelah diolah terlebih dahulu menjadi pangsit atau nugget. Daging sapi dan ikan biasanya disimpan mentah per porsi sekali memasak. Paha ayam biasanya akan diungkep, lalu kaldu sisa mengungkep ayam saya gunakan untuk membumbui tahu dan tempe. Ada juga paha ayam yang disimpan mentah untuk membuat soto atau nasi hainam.

Saya tidak membuat rencana menu makanan yang mendetail, hanya rencana kasar mingguan. Misalnya minggu ini saya memasak beef teriyaki, ayam suwir, tumis cumi asin, dan pangsit untuk lauknya. Seminggu sekali saya akan memasak nasi gurih, berganti-ganti antara nasi uduk, nasi kuning, dan nasi hainam. Kentang, buncis, wortel, dan labu siam biasanya saya rebus dulu, baru disimpan di kulkas. Sayuran lain seperti brokoli, bayam, horenso, sawi biasanya hanya ditumis saja. Saya juga membuat sambal matah dan acar sebagai teman makan.

Nantinya saya tinggal mengombinasikan makanan yang saya punya di kulkas sebagai menu makanan. Misalnya:

  • kentang, ayam suwir, wortel, dan buncis
  • nasi, tumis cumi asin, labu siam rebus, dan sambal matah
  • nasi, ayam suwir, dan tumis brokoli
  • nasi hainam ayam, pangsit rebus, tumis brokoli
  • kentang, beef teriyaki, wortel, dan buncis
  • nasi, pangsit goreng, tumis buncis jagung muda

Apakah tidak bosan? Sejauh ini sih tidak, karena biasanya saya makan nasi untuk siang dan malam makan kentang. Variasi makanan bisa ditukar-tukar sesuai keinginan, jadi tak jarang menu saya dan suami berbeda. Saat akan pergi saya tinggal memilih mau membawa bekal apa. Seminggu sekali juga kami memasak makanan berkuah seperti soto dan dihabiskan hari itu juga.

Jika di akhir minggu masih memiliki banyak stok sayuran rebus dan kentang, saya akan mengolahnya jadi pastel tutup. Sisa sayuran dan ayam ditumis menjadi isi pastel tutup. Jadi sebisa mungkin semua stok makanan habis dalam seminggu. Saya juga tidak menyimpan makanan matang di freezer kecuali nugget dan pangsit, karena freezer saya kecil. Semoga tips ini berguna juga untuk Urban Mama! 

5 Comments

  1. avatar
    Eka Gobel December 5, 2017 4:24 am

    Toss Ella!
    Aku jg kalau belanja langsung dipilah2 dan diolah. Tapi memang biasanya ga dalam jumlah banyak, krn kulkasnya juga kecil sih.
    Biasanya maksimal utk 3 hari aja. Krn tukang sayur lewat depan rumah tiap hari, dan kadang aku ikut paket katering atau beli di luar.
    Pake cara ini jadi ringkes ya.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Aini Hanafiah December 4, 2017 3:34 pm

    Sama Ella, gw juga simpan bumbu2 sereh lengkuas daun pandan dkk di freezer. OK2 aja aromanya setelah dimasak.
    Aaah... jadi ini kuncinya ya Ella: beli-olah-simpan. Selama ini gw kebalik: beli-simpan-olah

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Honey Josep December 4, 2017 2:55 pm

    nyam nyam! jadi rapi dan dijamin gak kehabisan ide untuk memasak!

    Tfs Ella :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    ninit yunita December 4, 2017 8:35 am

    toss ella! aku juga suka kayak gini. proses memasak jadi lebih simple... dan aku juga termasuk yang ga gampang bosen kalo makan. jadi kalo misalnya menunya itu2 aja tapi enak, ngga masalah :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Cindy Vania December 3, 2017 7:00 am

    Raziiiin kali ka Gab!
    Tapi emang bener banget deh, kalau bikin langsung banyak gini enak. Pas pengen makan tinggal buka kulkas aja, nggak perlu repot nunggu abang2 dateng dan keluar uang lebih banyak :D

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.