Vaksin Pencegah Kanker Serviks

dr.riyana
Riyana Kadarsari, dr., SpOG Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia. Obgyn di RSIA Hermina Ciputat, Klinik Rumah Ibunda Bintaro, dan RS Sariasih Ciledug.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Dear dokter Riyana,

Apakah vaksin pencegah Kanker Serviks masih bisa diberikan pada seorang wanita diatas umur 26 tahun dan sudah memiliki anak? Saya pernah baca bahwa seharusnya vaksin tersebut diberikan saat masih gadis, ataupun max umur 26 tahun.
Apakah benar?

Sebenarnya saya masih ragu dengan vaksin tersebut karena takutnya setelah lewat umur atau syarat tertertu, vaksin tersebut malah menjadi bumerang terhadap penerima vaksin karena kan vaksin pada dasarnya memasukkan virus yang dilemahkan.

Jika masih bisa, apakah Ibu menyusui bisa mendapat vaksin tersebut? Adakah efek samping dan atau KIPI akibat vaksin tersebut?

Mohon penjelasannya untuk menghapus keraguan saya ya, Dok.
-
Otie
[email protected]

Dear Mama Otie,
Vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks pada dasarnya diberikan bagi orang yang belum terinfeksi HPV. Paling ideal diberikan pada mereka yang belum berhubungan seksual. Pada anak remaja sudah bisa diberikan usia 10 th. Hal ini memberikan proteksi yang lebih tinggi. Pada perempuan yang sudah melakukan kontak seksual aktif masih bisa diberikan suntikan tersebut namun sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu untuk skrining apakah sudah terinfeksi HPV, apakah sudah ada lesi prakanker di mulut rahim. Karena jika ada sebaiknya diterapi dulu.

Jika pap smear normal maka bisa diberikan vaksin tersebut. Vaksin tidak boleh diberikan pada ibu hamil. Boleh pada ibu menyusui.

Diberikan 3 kali suntikan. Jarak suntikan pertama dan kedua tidak lebih dari 2 bulan. Jika pada saat suntik pertama ternyata hamil maka suntikan berikutnya ditunda setelah melahirkan.

Vaksin HPV bukan virus yang dilemahkan. Jadi Mama tidak perlu khawatir. Vaksin tersebut berisi komponen protein yang strukturnya mirip dengan virus HPV namun tidak dapat bereplikasi atau memperbanyak diri. Jadi bukan virus asli atau yang dilemahkan. Efek yang sering ditimbulkan hanya nyeri di tempat suntikan.

Semoga menjawab pertanyaannya, ya Mama.

1 Comment

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit April 18, 2013 at 12:09 pm

    Waktu posyandu kemarin dapat penyuluhan dari puskesmas, deteksi dini kanker serviks sekarang bisa melalui IVA yaa dok? menggunakan asam asetat? Keakuratannya gimana ya??
    Makin mudah dan murah deteksi dini kanker, semoga makin mengurangi angka kematian wanita karena kanker yaa.. Informasi yang sangat berguna. Terima kasih, dok! :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.