dr Riyanadr. Riyana Kadarsari, SpOG
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia

Obgyn di RS Melati Tangerang, RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan memiliki 2 anak.

Q:  Teman saya sedang hamil 20-an minggu dan punya riwayat kena herpes. Biasanya muncul di dekat mulut. Beberapa hari ini herpesnya muncul karena kondisi drop. Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus diwaspadai? Apakah ada efek terhadap janinnya?
– pertanyaan dari tiaaja.

A:  Sebelumnya saya klarifikasi yang akan saya bahas adalah soal herpes simpleks. Virus herpes simpleks ini terdiri dari 2 tipe yaitu HSV1 dan HSV2. Dimana tipe yg nongenital adalah terbanyak tipe 1 dan genital yg tipe 2. Walaupun demikian kedua tipe ini memiliki reaksi silang sehingga dapat juga ditemukan pada genitalia atau sebaliknya tipe 2 ditemukan di daerah nongenitalia.

Penularan virus ini melalui kontak langsung kulit dengan kulit atau aktivitas seksual (pada kelainan di genitalia). Infeksi ini dapat bergejala, terutama jika terjadi pertama kali (infeksi primer). Dapat juga tidak bergejala (subklinis) dan dapat terjadi kekambuhan. Pada perempuan hamil sering terjadi kekambuhan.
Adapun risiko infeksi pada janin tergantung apakah infeksi ini primer, rekuren, atau subklinis. Pada infeksi primer risiko infeksi pada janin terjadi 30-50%, pada infeksi rekuren (kambuh) dan aktif sebesar 4-8% dan yang tidak bergejala atau subklinis 0,3-3%.

Risiko yg terjadi pada kehamilan pada infeksi primer di trimester pertama berupa abortus. Bisa juga terjadi herpes kongenital yang menimbulkan kelainan pada janin yang sifatnya bervariasi. Dikaitkan pula dengan kejadian persalinan prematur. Neonatal herpes dapat terjadi jika infeksi primer terjadi pada menjelang persalinan.

Adapun terapi antivirus yang diberikan bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus. Belum terbukti apakah mengurangi infeksi pada janin. Pada pasien yang mengalami infeksi primer aktif dianjurkan untuk sesar untuk mengurangi risiko transmisi virus ke janin. Namun pada kasus rekurensi tidak terbukti bermanfaat.

Sebaiknya Ibu melakukan USG skrining detil untuk mengetahui apakah ada kelainan pada janin mengingat usia kehamilan 20 minggu. Dan mengingat mungkin ini infeksi yang rekuren, jika ada lesi aktif antivirus akan bermanfaat untuk mengurangi penyebaran virus saja. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, dan antioksidan karena penyakit infeksi virus berkaitan dengan daya tahan tubuh. Jika suatu saat timbul lagi hindari kontak kulit dengan lesi tersebut. Misalnya menciumi bayi anda karena bisa menularkan. Semoga daya tahan tubuh anda bisa dijaga dengan baik sehingga kekambuhan jarang terjadi. Semoga membantu. Silakan konsultasi lebih intens dengan dokter anda.

--

if you have question to our resident doctor, please don't hesitate to send it to us.