Dian Arsita Kurniawati
Saya ini orangnya kemraben, selalu bersemangat bila membicarakan pernikahan. Dalam bayangan saya, menikah itu menyenangkan. Punya suami yang siap menemani kemanapun serta anak lucu yang selalu menghadirkan senyum. Karena itu, ketika Mas Tri mewacanakan menikah segera setelah saya menyelesaikan DIII, saya mengiyakannya.
Kami sudah saling mengenal sejak SMA. Saat itupun Mas Tri telah bekerja di salah satu instansi milik pemerintah dan sedang bersiap membeli sebuah rumah. Segalanya tampak sempurna. Keluarga kecil ini nampaknya akan menjalani kehidupan yang nyaman dan damai.
Apa daya, mimpi itu kemudian kandas. Sebuah musibah tiba-tiba mengguncang keluarga (calon) mertua saya. Begitu cepat segalanya terjadi, namun begitu parah kerusakan yang ditimbulkan. Dana yang tadinya akan digunakan untuk biaya pernikahan dan DP rumah terkuras habis untuk recovery. Bahkan harus ambil kredit lagi untuk menutupinya.
Walaupun sempat dilema, kami akhirnya memutuskan untuk tetap menikah di tanggal yang telah ditentukan; 9 hari setelah saya diwisuda. Memulai dari bawah, bukan hanya
dari nol tetapi dari minus.
Bayangan rumah pribadi kami hapus. Tergantikan oleh sebuah rumah kontrakan dengan
perabot minim; kasur, lemari pakaian dan 2 buah cabinet plastik. Televisi kami adalah
monitor komputer butut yang dipasangi TV Tuner, sudah saya pakai sejak tingkat 2 kuliah. Kulkas pun bawaan dari Ayah, dulu dibeli second dari seorang rekan.
Kami belum sempat bulan madu karena saya harus segera mengurus pemberkasan untuk
diangkat menjadi CPNS. Dua minggu setelah menikah kami jatuh dari motor. Kejutan terbesarnya, belum sembuh luka-luka akibat kecelakaan itu, dokter mengatakan saya
positif hamil! Apalagi saat itu Asa diduga tidak berkembang dan harus dikuret
(namun akhirnya tidak jadi). Setelah kejadian itu, panggilan untuk mulai ngantor datang.
Saya harus mulai menjalani ikatan dinas.
Betapa berat rasanya saat itu. Saya belum menerima gaji. Gaji ayah dipotong angsuran
kredit, ayah masih kuliah, masih membantu kuliah dan sekolah adik. Saya hamil, lemas dan mun-mun parah sampai tak bisa melakukan apapun. Sempat bedrest. Biaya transportasi membengkak karena harus menempuh rute Bintaro-Jakarta Pusat setiap hari.
Uang makan sulit dihemat karena saya sama sekali tak sanggup memasak, lewat dapur
saja mual. Belum lagi memikirkan apakah saya punya hak untuk cuti bersalin nantinya.
Yang paling membuat pesimis tentu saja biaya persalinan. Apalagi kami harus bersiap untuk operasi caesar karena Asa sungsang. Tapi benar kata orang, bayi punya rejekinya sendiri. Sebulan sebelum Asa lahir, saya akhirnya gajian. Disusul rapel hasil kerja rodi berbulan-bulan. Besar sekali jumlahnya.

Asa pun akhirnya tidak jadi sungsang, lahir secara normal, tanggal 12 Juli 2009. Dari yang tadinya pesimis, tidak punya uang, akhirnya kami mulai merangkak naik. Ternyata,
bila sudah pernah hidup pas-pasan, punya ART dan mesin cuci itu nikmat sekali ya? Dan bila sudah pernah semalam suntuk mengipasi bayi yang gerah dengan udara Jakarta, AC itu serasa anugerah tak terkira.
Sekarang, alhamdulillah kami tengah mencicil rumah kami yang pertama.
Kelahiran Asa ternyata membuat saya harus menunda banyak hal. Ketika teman-teman seangkatan sibuk mereguk berbagai pengalaman baru yang ditawarkan pekerjaan mereka,
saya justru sibuk mengurus cuti bersalin. Saat mereka mengikuti diklat prajabatan, saya terbaring kelelahan di rumah; menikmati bekas jahitan episiotomi sambil berjuang menyusui Asa yang juga terserang kolik. Saat mereka hangout dan kuliah lagi, saya berkutat memerah ASI serta mengurus printilan-printilan MPASI.

Saya sadar akan risiko ini dan tadinya merasa kuat menjalaninya. Tapi ternyata saya menangis juga. Iri sekali rasanya melihat seluruh teman-teman dilantik menjadi PNS, sementara saya hanya bisa gigit jari. Lebih iri lagi ketika mendapati kenyataan bahwa
sebagian besar dari mereka telah ’bersinar’ di kantor masing-masing, mengembangkan
diri dengan sangat baik. Sedangkan saya stagnan.
Apalagi saat itu suasana kantor kurang menyenangkan. Saya bekerja diantara bapak-
bapak sepuh yang masih menjunjung azas senioritas. Mereka sulit dihadapi. Pekerjaan
itu juga mengharuskan saya pulang malam setiap hari. Membuat saya kesulitan
mempertahankan stok ASIP untuk Asa serta tak punya banyak waktu untuk mengerjakan
urusan rumah tangga lainnya.
Untunglah setelah satu tahun, atasan akhirnya mengambil ’tindakan penyelamatan’
dengan menawarkan saya pindah ke bagian lain. Disana saya akan punya lebih banyak
waktu untuk keluarga, banyak kesempatan untuk berkembang dan mencicipi pengalaman
baru, namun harus merelakan setengah dari penghasilan karena tak lagi mendapatkan
lembur khusus. Tanpa pikir panjang saya mengiyakan tawaran itu.
Sekarang, Asa sudah semakin besar. Saya mulai bisa mengurangi rasa bersalah bila
terpaksa pergi untuk ’mengejar ketertinggalan’. Saat mengikuti diklat prajabatan, saya
pergi 10 hari. Diklat bersama adik-adik kelas ternyata lebih menyenangkan dari yang saya
kira. Berat dan kangen sama Asa memang, tapi tidak sia-sia karena bisa lulus dengan baik.

Saya juga telah merancang jadwal diklat untuk tahun ini dan berencana mengambil pendidikan DIV tahun depan.





Sidta, you are the fighter mama! Salut banget dengan usahamu dan suamimu. Jadi inget critamu di tret ‘naik motor ketika hamil’ soal rute bintaro-lapangan banteng-cawang bintaro.addduuuhh….. Bener2 ga kebayang. Tapi rewardnya Asa tumbuh sehat ya,sid :’) Alhamdulillah.
Rina Aulia / 14 Mar 2011 06:53 / Log in to ReplySalut banget ya buat perjuangan. Insya Allah semua jerih payah itu akan terbayar ya. Amiiin…
trias kelly / 14 Mar 2011 07:11 / Log in to ReplyKalo melihat perjuangannya sidta, insyaALLAH masa depan sidta+suami dan Asa akan merangkak naik, karena sidta punya mental orang sukses nih
Apalagi sidta usianya masih muda ya, mudah2an banyak kesempatan bagus yang bisa diambil. Tiup smangat ah, Woozzh..
nuri sadida / 14 Mar 2011 08:44Kalo melihat perjuangannya sidta, insyaALLAH masa depan sita+suami dan Asa akan merangkak naik, karena sita punya mental orang sukses nih
Apalagi sita usianya masih muda ya, mudah2an banyak kesempatan bagus yang bisa diambil. Tiup smangat ah, Woozzh..
nuri sadida / 14 Mar 2011 08:45Salut dengan perjuangannya mam. Saya meyakini bahwa kalau hidup kita awalnya sudah ditempa dengan berbagai hal sulit dan kita pantang menyerah, kita makin kuat dan semakin merasakan betapa nikmatnya hidup ini jika kita bisa melaluinya dan saat berada di titik yang makin tinggi. Semoga keluarga dan karir bisa berjalan seiring dan saling mendukung ya mam. Salam buat Asa, selalu sehat ya nak
BunDit / 14 Mar 2011 08:53 / Log in to ReplyDuh hebat perjuangannya, insya Allah nanti semuanya akan jadi lebih baik buat Sita dan keluarga. Amin. Salam buat Asa ya
Pangastuti Sri Handayani / 14 Mar 2011 09:33 / Log in to ReplyBunda Asa ini emang top markotop!!!
)
Salam gemuk hihihi :p
Chrisye Wenas / 14 Mar 2011 09:50 / Log in to ReplyApalagi dirimu masih muda bangett ya ternyata, sid…
Salut buat perjuangannya dan ngga heran Asa jadi survivor juga, itu turunan aybunnya
Smangat buat karirnya, ya
Salam toss dari El buat Asa
Sita…dikau masih muda sekali…salut untuk perjuangannya dan selamat untuk keberhasilannya…
mamashofi / 14 Mar 2011 10:11 / Log in to ReplyKejar terus cita-citamu, kesempatan akan selalu ada…(Ngomong-ngomong dikau di kemenkeu ya…maap OOT).
Salam buat Asa ya jeng…
Kalau melihat tulisan-tulisan Sita di forum, Sita tuh bukan ibu yang jaim, suka men-judge, dan empatinya tinggi. Sepertinya pengalaman hidup di awal menikah dan membesarkan Asa yang telah membentuk Sita menjadi pribadi yang menyenangkan. Pengalaman memang guru terbaik. Semangat terus ya Mom sita, semoga sukses di keluarga dan karir.
indriani budi utami / 14 Mar 2011 10:13 / Log in to Replysalut buat perjuangannya..
insyaAllah segala sesuatunya ada hikmah dibaliknya.. sukses selalu buat sidta n keluarga.. salam buat Asa (yg di foto terakhir, Asa ganteng banget..)
citRa / 14 Mar 2011 10:26 / Log in to Replytwo thumbs up buat sita. msh muda udh kaya pengalaman hidup. tulisannya bnr2 membri inspirasi buat aku. semoga kedepannya akan semakin lancar ya. salam buat keluarga.
shanteevhathra / 14 Mar 2011 10:40 / Log in to Replysaluuutt sama pengalamannya sita, mudah2an kegigihan & usaha kalian juga bisa ditiru Asa. Asa pasti bangga punya bunda spt Sita.Iri sih memang manusiawi, tp balik lagi lebih penting menyelamatkan keluarga drpd memikirkan materi dunia yang bisa hilang & didapat di waktu yang lain.
Dinni Williansyah / 14 Mar 2011 11:12 / Log in to Replybtw foto trakhir itu pas prajab ya,biar yg nebeng foto cepetan nikah & cepetan ikutan TUM tuh hehehe salam ya buat pipit * maaf OOT *
makasih ya bunda Asa sudah berbagi cerita. mengingatkan kita (gw terutama) utk selalu brsyukur dalam segala kondisi. tetap semangat ya mam! Gusti Allah mboten sare…
cyndewi / 14 Mar 2011 11:30mama alula, gak sehebat itu jg kok, kadang ya taksi jg
trias kelly, mb Nuri, bundit, Otty : pada doain yg baik2 ya .. amien. aku belajar dari kalian kok (waving to bundit
Crey, kalo kata bapak2, aku orang yang terampas masa mudanya
… tp gpp, thx TUM udah membuat semuanya jd lebih menyenangkan. salam gemuk jg bwt El n maaaany thanks udah bikin klub slow growth ..
mamashofi, iya mb … nyangkul di banteng juga? kopdar yuuk
mb Indri, citra; ini dia nih orang-orang yg udah bantu jg otakku tetap di tempat yg benar ..
shanteevathra, aku cm 1 dari ratusan temen yg nasibnya kurang lebih sama .. banyak kok anak ST*N yg lebih berat perjuangannya, aku belajar dr mereka jg ..
mb Dinni, haha .. enggak. itu lg bikin event trus kelaperan sangat n foto2 pk hp mb Pipit. karna kmren rada darurat akhirny foto itu yg disumbit plus pesan sponsor klo yg punya HP mesti ikut nampang *dijitak mb Pipit.
cyndewi, yupi .. Gusti Allah mboten sare ..
alhamdulillah
Dian Arsita Kurniawati / 14 Mar 2011 12:19 / Log in to Replywaaa baru tau kalo sita ini ternyata masih muda sekaliiii… beda satu dekade deh ama gue *waks* .. tapi cara berpikirnya, view terhadap hidup, pengasuhan anak, sangat mature dari umurnya yang masih early twenties. hebat deh!!
perjuangan awal yang penuh ‘kesusahan’ begini emang bakal jadi “pecut” untuk bisa meraih yang lebih tinggi, dan juga jadi pengingat untuk selalu bersukur ketika sudah cukup. semoga makin sukses dan lancar yaa.. salam buat asa yang makin gede makin ganteng!
shinta lestari / 14 Mar 2011 13:10 / Log in to Replyhaha mb shinta, enggak jg, malah sebenernya manjanya g ketulungan, n tingkahnya juga kadang kayak ababil.
Dian Arsita Kurniawati / 14 Mar 2011 13:18 / Log in to Replydi awal jadi mama sempet stres banget, tapi pulih pelan-pelan .. salah satuny karna sering baca kalimat ini ‘a worker by choice, a mom & wife by nature ‘
walopun aku lebih ke a worker by (no) choice ..
ya ampuuun sidta, ternyata kau anak kecil yach…hohoho
)
) (maap keun oot dikit
)
siti / 14 Mar 2011 15:40 / Log in to Replytp pemikiranmu jauuuuh banget ma gw yg walau dah tua, blm semandiri dirimu (apalg soal masak memasak
gk salah deh klo kepilih jd momods kita yg baru…
Allah maha Tahu yg terbaik untuk hambaNya, ini terbukti didirimu…semangat ya, didoain jd Bos deh..hehehe
btw, suamimu itu “polisi” kantorku yach, tar klo ada yg ngelaporin diriku kusebut nama suaminu ya..
mb Siti, abis ngecek database yaaa ?
Dian Arsita Kurniawati / 14 Mar 2011 16:27 / Log in to Replyjgn lupa nyebut nama suamiku, mesti 3 kali .. biar afdol *hush
Wah baru baca sharing mamod Sidta secara lengkap(kalo di thread khan mencar2 sesuai topik
) .Still young tapi udh dapat byk pengalaman. Insya Allah bekal untuk lebih sukses ya.. Salam buat Asa ganteng
medy / 14 Mar 2011 17:26 / Log in to Replyamien mbak … masih mencari-cari juga nih makanya bawell di TUM … salam jg bwt chaca ..
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:05 / Log in to Replytoss dulu sidta..sama aku juga kerja jd PNS..suami juga..emang harus struggle ya..kerja PNS punya anak, cicil rumah..ternyata ada temennya he3..sidta masih muda juga deh..salam buat suami n Asa.
dinimaya / 14 Mar 2011 18:57 / Log in to ReplyPNSny dimana mb? jgn2 gedung sebelah ..
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:06 / Log in to Replysalut sama perjuangannya
netta / 14 Mar 2011 19:44 / Log in to Replytapi emng kok, dgn memulai segala sesuatu bersama dari awal, semuanya akan berasa semakin indah & pasti jadi keluarga yg kuat kedepannya
amien ..
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:08 / Log in to Replyeyampun..sita tuh masih muda bangged yaa…
eka / 14 Mar 2011 21:24 / Log in to Replykiss kiss buat asa ya sayang… mwah!
kiss balik kakak ekaa .. :kecup2
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:09 / Log in to ReplyEya ampuuun.. Sita masih muda banget ternyata. Salut, umur segitu uda dewasa banget menghadapi cobaan. Kisses buat asa..
riska nurmarlia / 15 Mar 2011 07:18 / Log in to Replycobaan apa coba
.. kisses juga bwt alya ..
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:10 / Log in to ReplyWow… Sita keren… masih muda buanget… beda satu dekade! Sukses terus ya sekeluarga!
Gabriella Felicia / 15 Mar 2011 07:40 / Log in to Replyamien mbak Ella … makasih bwt sharing2nya ya ..
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:10 / Log in to ReplyWaa kita seumur…haha…maunya…
Keren perjuangan di awal menikahnya, ga kebayang klo saya yang ngalamin, pasti nangis mulu seharian. cengeng. Smoga terus diberkahi Allah SWT ya dan selalu diberi kemudahan2.
Btw, OOT berat ni, pas liat foto terakhir, itu kan Pipit, temen SMA ku…hehe…what a small world.
Dyah Arini / 15 Mar 2011 08:04 / Log in to Replysama, saya jg mau komen kalo itu fotonya Pipit.. :p
dewijoshin / 15 Mar 2011 12:13 / Log in to Replynah lo .. mbak Pitbay terkenal bangett
*ngeyelmintadikecup
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:12 (Comments wont nest below this level)dyaharini, klo temen mb pipit berarti aku lebih muda 1 tahun
nah lo .. mbak Pitbay terkenal bangett
, walo NIP lebih tua *ngeyelmintadikecup
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:13 (Comments wont nest below this level)dyaharini, klo temen mb pipit berarti aku lebih muda 1 tahun
Asa, kamu punya ibu yang hebat !
Salut sama Sidta. insyaAllah susah & senang yang dihadapi bersama2 suami bakal jadi pelekat kebahagian di keluarga ya
rainiw / 15 Mar 2011 10:56 / Log in to ReplyBtw, bener bgt yg Sidta bilang : kalo udah terbiasa ngurus rumah sendiri, begitu punya ART rasanya nikmaaaaaaattt tiada tara
Apalagi begitu AC dipasang dirumah, serasa angin surga ikut masuk menyejukkan rumah, hihii.
rainiw / 15 Mar 2011 11:01 / Log in to Replynikmatt benerr emang mbak …
apalagi klo ngurus rumah sendirinya di negeri orang .. salutt deh
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 13:15 / Log in to Replysalut sama Sidta..
*mau komen yg lain, udah diduluin saya mamas yg lain..
dewijoshin / 15 Mar 2011 12:16 / Log in to Reply
thanls ya mb …
Dian Arsita Kurniawati / 15 Mar 2011 18:42 / Log in to ReplySidta, salam kenal ya! Bener deh, ceritanya inspiratif dan mengharukan banget. Salut buat mama Asa!
Vania Aramita Satriadi / 15 Mar 2011 20:28 / Log in to Replysalam kenal juga mbak ..
Dian Arsita Kurniawati / 17 Mar 2011 13:06 / Log in to Replysita..
Fanny Hartanti / 16 Mar 2011 01:28 / Log in to Replymalu umur deh sama kamu
pantes gue dipanggil ‘mbak’ hihihi
saluut
mbak Fanny,
*ditimpuk sutil
Dian Arsita Kurniawati / 17 Mar 2011 13:07 / Log in to Replymalu pengalaman deh sm mbak ..
soalny klo dipanggil dek nanti ada yg protes ..
dr awal membaca, aku udah nebak,”ini pasti anak ST*N”..ceritany khas alumni ST*N soal ny
trs cek SIKKA, yg ada nama suami ny..hehe..eniwei, terimakasih sdh berbagi..
vira.jamariss / 17 Mar 2011 10:25 / Log in to Replysetuju ma vira, kayaknya satu instansi deh familiar ma nama suaminy
Anis Zamzami / 17 Mar 2011 12:01 / Log in to Replymaaf OOT, semangat…mb
iya betul kakak2,.. salam kenal ..
Dian Arsita Kurniawati / 17 Mar 2011 13:10 / Log in to Replyeh tnyata kita seumuran *ngaku2* :p
oci / 17 Mar 2011 16:33 / Log in to ReplyCanggih ih bundanya Asa, salut!
haha .. pantes suka klop kalo curhat2 ya …
Dian Arsita Kurniawati / 30 Mar 2011 11:04 / Log in to Replyjiwanya masih main di gelombang yg sama berarti kita
‘lam kenal sidta…heheuuu…kebeneran deh lagih butuh dipecut eh aku terdampar lagih di TUM dan baca cerita dirimu. Bener-bener deh aku salut sama kau. Masih muda tapi kaya pengalaman hidup. Belajar deh aku sama dikau
Ahhh memang segalanya yang dimulai dari nol (hehe…minus) biasanya akan jadi kenangan tak terlupakan selama hidup
Indah Prabandono / 18 Mar 2011 12:46 / Log in to Replyenggak segitunya kok mbak, kebetulan aja sedang diuji …
Dian Arsita Kurniawati / 30 Mar 2011 11:05 / Log in to Replysubhanallah…luar biasa sita perjuangannya…smoga “berbuah manis” dari hasil perjuangannya…
Hersa Maurita / 18 Mar 2011 15:28 / Log in to Replyduuuh salut sekali sama dirimu Sita.
Lala Amiroeddin / 21 Mar 2011 09:08 / Log in to Replysemoga selalu maju dan semakin ditambah segala kebahagian dan balasan usahanya olehNYA.
sidta…
amie kumala / 22 Mar 2011 11:45I give you a stand ovation…bener-bener salut dan terinspirasi sama perjuangan kamu. smoga aja semua itu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih membahagiakan dan aku yakin gak akan jadi sia-sia.
Salam kenal ya mb…
en Makasih dah mengingatkan untuk selalu bersyukur atas kehidupan masing2… ^^
Marissa / 24 Mar 2011 11:57 / Log in to Replyhaduhhh pengalaman erharga bgt buatku yg masih merangkak, jadi merasa gag sendiri dan semangat lagi,dulu aq gag yakin anak bawa rezeki sekarang aq amat sangat percaya klo anak bawa berkah yg luar biasa,,,
latifah arfaizar / 24 Mar 2011 19:37 / Log in to Replyalhamdulillah ada aja rejekinya mbak
Dian Arsita Kurniawati / 30 Mar 2011 11:03 / Log in to Replysemua tepat pada waktunya, dan tepat pula pada jumlahnya
heyakloo..ternyata sidta istri-nya temenku to, salam kenal. mg2 dilimpahi berkah y keluarganya. smangat
hime / 30 Mar 2011 12:48 / Log in to Replysitaaaa, aku pede banget sih manggil kamu ‘mbak’ haha, padahal umurnya beda 2th :p
waduuh segala perjuangan di awal menikah memang selalu membuahkan hasil yang manis di kemudian hari, seneng bacanya..haru… jadi malu kalo aku ngeluh terus sm keadaan skrg,hihi. *hugs sita*
soRella / 31 Mar 2011 09:55 / Log in to Replyaw, baru tau istilah kemraben, hehe
ade / 31 Mar 2011 10:28 / Log in to ReplyKalo dijalani dengan se-ikhlas itu semua emang indah pada waktunya ya Sit
salut deh!
Siska Knoch / 05 Apr 2011 10:17 / Log in to Replyeee.. masih muda banget ya, sirik deh *loh?!*
salam kenal sidta…
sepertinya kita sealmamater nih…
Subhanallah…salut baca ceritanya…bener banget ya, setiap anak memiliki rezekinya masing2, dan Alhamdulillah Asa tumbuh jadi anak yg sehat dan insyaAllah sholeh ya….
kiss kiss buat asa
btw, rumahnya masih seputaran bintaro juga ga?biasanya anak2 kampus ga mau jauh2 dr zona nyamannya *including me*
nies mouna / 06 Apr 2011 09:32 / Log in to Replysalam kenal mbak nies,
Dian Arsita Kurniawati / 08 Apr 2011 10:12 / Log in to Replyiya kita sealmamater, kebetulan nemu zona nyaman lain di sawangan, ..
kecup2 bwt icha ya …
Salam kenal Sidta, aku kira aku yang paling muda di TUM hahaha *ngerasa paling kecil* Salut sama perjuangan dirimu! Iya, benar kata moms di atas, pasti nanti akan jadi kenangan yang tidak terlupakan, kalau udah sukses nanti
. Wah Sawangan manaa? Main-main yuuuk!
Winda Lazuardi / 15 Apr 2011 11:06salam kenal ya mba..
BundaTsa2 / 14 Apr 2011 23:45smg slalu dinaungi keberkahan..
wah hebat banget ya perjuangannya…selamat ya sekarang sudah recovery dan mudah2an lebih baik lagi..
nov afni / 16 Apr 2011 09:12 / Log in to Replysita… baru baca ceritamu..
verhakay / 23 Nov 2011 14:38 / Log in to Replysalut deh.. smg slalu berkah ya.. salam buat asa..
mbak sidta.. sungguh mengharukan.. saya juga sedang berhibernasi menjadi kepompong. baru belajar “merangkak”. Semoga suatu saat saya mampu terbang dan menjadi kupu-kupu. Kuat merasakan sakitnya jatuh dan siap berdiri, juga berlari. Semoga suatu saat saya bisa menikmati masa “emas” dan menuai jerih payah yg kami sedang kami tanam sekarang ^_^ Terima kasih untuk suntikan semangatnya..
Kira Kara / 06 Feb 2012 15:10 / Log in to Replyternyata pengalamannya ga jauh dari aku mba



mirmayf / 06 Mar 2012 14:19 / Log in to Replydiinstansi yang sama, cuma beda eselon 1 (aku dilingkungan bintaro)
dulu waktu mau nikah, cuma dapet izin 2 hari, karena sebelum nikah aku samapta dulu, setelah samapta, langsung pulang untuk nikah. 1 hari setelah nikah, berangkat lagi untuk diklat diasramakan selama 1 bulan
klo mba rela ga prajab, aku bela-belain untuk prajab dengan kondisi jahitan episiotomiku belum kering karena baru 2 minggu setelah melahirkan. alhasil baby dinda (4mos) sejak umur 3 minggu sudah minum sufor karena stok ASI ga cukup (50:50).
selesai prajab, aku ga boleh cuti. padahal aku sudah disarankan oleh dokter untuk istirahat total karena kelelahan dan sempat baby blues. tapi apa daya, tetap harus masuk. jadi langsung lah masuk kantor dengan kondisi aku bawa motor sendiri PP depok-bintaro-depok sejak 1 bulan setelah melahirkan sampai detik ini
memang nikmatnya luar biasa dech ada diinstansi ini. ada aja cobaannya hehehe.. *mencoba menikmati*
Mba Sita, ternyata perjuanganmu luar biasa, keren deh ^^9
DD
What a wonder mama
Semoga bisa belajar banyak dari para Moms di TUM.
Lilist / 15 May 2012 11:50 / Log in to ReplyWelcome in new world Yiyist *ketchup*