Lohjinawi Pancarengga
Kadang saya iri dengan orang lain yang memiliki jam kerja “normal”, setiap Senin sampai Jumat, pukul delapan pagi sampai lima sore. Namun sejak kehadiran Albert di tengah kami, saya pun cukup bersyukur dengan jam kerja saya yang “tidak normal” ini.
Bekerja di radio yang siaran selama 24 jam pastilah harus dibayar dengan konsekuensi jam kerja yang tidak beraturan. Dengan jam kerja saya yang tidak beraturan ini, setidaknya saya dan istri tidak meninggalkan Albert terlalu lama di bawah pengawasan orang lain. Hal ini juga membuat saya bisa menciptakan bonding yang lebih erat dengan Albert. Tiga bulan pertama dalam kehidupan Albert, bisa dibilang kami mengurus Albert berdua saja, segala masalah dan rintangan harus kami hadapi berdua. Saya mendukung sepenuhnya tekad istri untuk memberikan ASI kepada Albert, membantu istri menjaga Albert, dan memberikan ASIP kepada Albert saat istri kelelahan. Sekarang, menyuapi Albert, memandikannya, mengajak bermain, membacakan buku, dan sebagainya biasa saya lakukan. Bahkan saat pembantu mudik, saya mampu menjaga Albert sendirian kalau istri saya bekerja.

Saat Albert mulai besar, jika saya berada di rumah, itulah saat untuk bermain. Capek dan lelah pun tak terasa lagi. Berbagai macam permainan kami nikmati bersama. Bahkan saya lebih sering mengantar Albert ke Gymboree ketimbang istri saya yang jam kerjanya “normal”. Saya sudah membayangkan berbagai keasyikan yang bisa kami lakukan berdua jika Albert sudah makin besar. Kami berdua bisa berenang, berjalan-jalan, menjemput Mama, bahkan mungkin saya bisa lebih sering mengantar jemput Albert ke sekolah. Kesempatan ini menurut saya tidaklah tergantikan oleh apa pun. Mensyukuri jam kerja yang “tidak normal” karena bisa lebih sering bermain dengan Albert. Karena menurut saya, jika kita terus mengeluhkan keadaan kita, tidak ada sisi positif yang terlihat. Sekarang saya pun ikutan sibuk menularkan kebahagiaan ini kepada teman-teman senasib dengan jam kerja yang ajaib.





Sll salut sama urbanpapa yg mao ngebantu istrinya ngejaga anaknya walopun cuma sekedar ngajak main.Tp papa Albert ini emang hebat ngt yah ga cuma ngajak maen tp jg urusan yg lainnya..& hasilnya jg dasyat yah,Albert jd dkt sama Papanya.
Neneng Restiana / 02 Aug 2010 09:06 / Log in to ReplyJd kepikiran Mama Gabriella suka iri ga yah sama kedekatan kalian berdua?soalnya saya aja dlu suka iri klo ngeliat Jibril akrab maen sama Ayahnya..tp skrg sih udh nggak,saya udh bisa ngajak Jibril maen jg.
Tapi satu hal yg pasti,saya paham bgt klo Boys will be boys..
waaahhh…senangnya punya papa yang selalu siap sedia..=) btw, liliek sonora suruh join TUM juga donk, hihi! =)
Astrid Lim / 02 Aug 2010 14:49 / Log in to Replywiii seru bangettt…ntar aku tunjukkin artikelnya ke hubby ah..hehe..hubby sih partner yang OK dalam hal menggendong dan ngajak main, tapi dia belum PD tuh kalo nyuapin, mandiin. Apa karena anak kami perempuan kali ya? hehe
Sukma Pertiwi / 02 Aug 2010 14:58 / Log in to ReplyMama Ella beruntung banget punya suami yang multitask! Tetap semangat mengurus Albert dengan jam kerja ajaibnya ya papa Albert
Siska Knoch / 03 Aug 2010 08:34 / Log in to Reply@To All: awalnya sih agak bingung juga kalo pas berdua aja sama albert, tapi lama-lama semakin tambah besar dan bisa diajak main, jadi semakin asyik dan seru.
pancarengga / 03 Aug 2010 14:31 / Log in to Reply@Astrid Lim : Liliek reporter sonora yang rumahnya didepok? sudah aku sampaikan salam dan pesannya utuk join TUM.
kudos buat breastfeeding father,papanya Albert yg mau terlibat ngurus anak. Tetep semangat ya…
medy / 03 Aug 2010 18:14 / Log in to ReplyWaah..ini juga yg terjadi sama saya,suami seorang fotografer yg jam kerjanya gak tentu,dia juga bisa mandiin raphael yg berumur 3bulan..ngajakin main,ganti popok,dsb. Salut utk papanya albert!suami2 yg mau ikut terlibat dalam ngurus anak adalah suami yang hebat!! Bravoo!
Indri / 04 Aug 2010 10:04 / Log in to ReplySalut sm urban papa yg satu ini. Ini juga terjadi sama suami saya, kebetulan jg kerja di media (elektronik). Saya yg juga bekerja di media (elektronik) juga tp dg sistem office hour sangat beruntung sekali punya suami yg jam kerja sedikit fleksibel. Malah kadang ‘cemburu’ kalo suami lebih mengetahui perkembangan & bertambahnya kepintaran sikecil (cewek 3thn). Bahkan ada beberapa omongannya yg hubby lebih mengerti dibandingkan saya
, Semangat ya para urban papa……
Ibuknya Iesha / 04 Aug 2010 13:36 / Log in to Replynawi, salam kenal!
eka / 04 Aug 2010 17:32 / Log in to Replyvery proud of u, breastfeeding father!
waahh the famous breastfeeding father
Chrisye Wenas / 04 Aug 2010 19:47 / Log in to Replysalam kenal juga ya, wi…
ajarin laki gw jg dong ahahahah…
oh ini toh papanya albert..nawi,salam kenal.. sangat salut pada dirimu.lucky u,mama ella & albert..
gamma sinta rini / 05 Aug 2010 10:47 / Log in to Replysalam kenal juga buat semuanya…semoga semakin banyak breastfeeding father yang mau bekerjasama dengan urban mama dalam membesarkan putra-putrinya.
pancarengga / 05 Aug 2010 16:09 / Log in to Replybajunya kembaran! kereeeeenn
shinod / 06 Aug 2010 07:47 / Log in to Replysalut for papanya Albert
yusnita / 13 Aug 2010 12:47 / Log in to Replyhai urban papa…nasibnya sama dengan suami ku..dengan kerja di salah satu tv swasta dan dengan waktu yg tidak tentu buat suami lebih banyak ngabisin waktunya sama anakku dibanding aku.. Kadang suka iri juga ngeliat kedekatan mereka. Bener banget urban papa dengan jam kerja yg tidak normal itu banyak sekali sisi positifnya, urban mama sangat terbantu.
bunda_zara / 24 Aug 2010 08:02 / Log in to Reply@shinod : kompak antara anak dan papa hehehe…
pancarengga / 25 Aug 2010 22:01 / Log in to Reply@yusnita : thanx.
@bunda_zara : salam kompak buat suaminya.
salut banget buat papa yg satu ini ^_^
jessica_pranoto / 15 Feb 2012 14:48 / Log in to Reply