1

Topic: Anak Belajar Menghargai Uang

saya paling suka bertemu ibu-ibu dan menimba ilmu dari mereka. salah satu yang sangat berkesan adalah ketika hilda, teman saya, ‘transit’ di singapur dan sempat main ke apartemen kami.

anak hilda yang paling besar, namanya raffa.

“bunda… raffa mau mainan dong… ambil uangnya di atm yah, bun.”

lalu hilda menjelaskan kepada raffa bahwa untuk mendapatkan uang itu, bukan dari atm. tetapi, hilda harus bekerja dan menerima gaji (uang).

“jadi kalo raffa mau mainan, raffa harus kerja. baru dapat uang. jadi raffa bisa beli mainan.”

jadi lah raffa kecil ini ‘bekerja’.
misalnya, cuci sepeda… rp 10.000.
membereskan mainan… rp 5.000.

ini untuk mengajarkan kepada anak kita bahwa money doesn’t come cheap. wink

suatu hari, nenek raffa datang berkunjung. lalu, neneknya memberi uang.

tau reaksi raffa apa?

“ngga mau ah, nek. raffa kan ngga kerja (hari itu, raffa ngga mencuci sepeda dan sudah mendapatkan ‘gaji’ dari membereskan mainan). jadi ngga usah dikasih uang.”

smile
what a sweet little boy.

bagaimana cara moms & dads mengajarkan anak-anak agar menghargai uang? silakan cerita-cerita ya... smile

a pro in changing diaper
editor in chief theurbanmama.com | @ninityunita

2

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

wah ide yang bagus tuh nit untuk menerapkan arti uang buat si anak.  tar gue juga mau cobain ah kalo naia udah gedean. 

although on the other hand, gue juga sebenernya ga terlalu pengen untuk memperkenalkan uang ke anak terlalu cepat. 

pengennya nerapin cara orang tua gue waktu memperkenalkan uang ke gue & adek gue.  jadi bukan memperkenalkan uang untuk belanja, tapi untuk saving. 

dengan cara, "daripada duitnya dipake buat beli maenan, nanti rusak, beli lagi, duitnya abis deh.. mendingan ditabung aja.  jadi nanti kalo sudah gede bisa sekolah di tempat yang bagus.. "  dulu, gue ama adek gue pengen banget bisa sekolah di luar negeri, dan itu jadi ancar2 bonyok gue.. "kalo duitnya banyak, bisa sekolah ke luar negeri".  pokoknya patokannya selalu gitu.  dan selalu ukurannya itu untuk sekolah, beli buku, dll. 

akhirnya malah jadi kebiasaan, kita berdua malah jadi super saver. semua ditabung, duit di tabungan banyak, tapi jadi pelit untuk ngeluarin.  heheh..

a worker by choice, a mom & wife by nature
business director - theurbanmama.com
owner - slesta.com | @slesta

3

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Aku waktu main ke apartemennya Rani lihat cara seru juga tuh. Noe dikasih duit tiap hari untuk nonton TV. Tiap 30 menit nonton TV harus bayar ke ibunya. Tolong ibu Chaerani di share pengalamannya.

Works hard, plays harder with his kids.
- Papa to Shavira & Arkan -
http://emergencyrecipes.wordpress.com
http://chandramarsono.wordpress.com

4

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Baru seminggu yl anakku buka tabungan Br***** Junio. Dapet buku tabungan bersampul superman dan atm superman. Keren katanya. Uang thr lebaran ditabung di situ, uang celengan juga. Sebenernya sih hanya pengen memperkenalkan Bank (bukan hanya tempat ambil uang tp jg menabung). Konsep memberi reward dg uang belum aku terapkan, tp reward dlm bentuk mainan atau buku atas usaha keras sudah dipahami.
pengalaman dia di bank, seperti orang besar, rupanya membekas. Sejak itu Raka jadi pengumpul uang yang senang bekerja --> beneran provide services bukan sekedar berperilaku baik seperti yg seharusnya ya. Pekerjaan favorit: pijitin ayahnya dan dibayar 1 koin 500 rupiah.

Rencananya sih tiap bulan Raka nabung. Aku bilang ini utk sekolah. Biar jd tentara pintar.

Last edited by thelilsoldier (2009-12-07 18:34:47)

And thelilsolder is back. Fire!

5

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

karena kita berdua pedagang, jadi setiap di toko kita selalu ajarin vanya untuk rawat barang jualan dan bersihkan barang2 tersebut. karena kalau banyak yang beli nanti kita bisa beli buku buat dia. jadi untuk konsep kita bekerja untuk cari uang sepertinya dia sudah cukup ngerti. karena hampir tiap hari dia lihat bapak ibunya kerja.

oiya kemarin juga kebetulan ada temannya yg ultah di kidzania pasific place. walaupun baru 3 tahun tapi dia bisa masuk juga dan ternyata untuk beberapa bidang 'pekerjaan' si vanya dah bisa ikutin.

jadi pengenalan konsep bekerja untuk si kecil via kidzania oke juga tuh

bapak dari vanya sekaligus baby assistant di nenen baby shop

6

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Hi semua,
Kebetulan hari ini saya baca artikel tentang "Spending on children - Saying NO". Memang kadang susah untuk mengatakan "tidak" pada rengekan anak2, akan tetapi dengan menuruti segala keinginan mereka sebetulnya malah membuat anak2 "deprive of pleasure" .. selain juga mengakibatkan para ortu "tong-pes" alias bokek .. hehe.

"you see pleasure occurs when an intense need is meet. if you never allow a child to wait or not giving in to their request, he/she never enjoys the pleasure of receiving it. You see, saying NO at times might be a good character builder for your child" ...

Begitu menurut artikel yg saya baca tadi. Walaupun pada prakteknya kadang anak2 lebih "cerdik" dari yang kita kira .. contoh: saya selalu menentukan "budget" jika bepergian dengan anak2, misalnya ke toko buku budget saya $10 per anak (lebih dikit $1 masih bolehlah) ... tapi jika kami pergi sekeluarga (dengan papa nya anak2 juga), mereka pura2 tdk tahu "anggaran", karena merasa ada papa yg bisa dimintai anggaran lebih .. haha .. maka dari itu para urban papa hendaknya seia-sekata dengan istri sebelumnya sehingga sadar jika sang buah hati mulai beraksi ... smile

You know your children are growing up when they stop asking you where they came from and refuse to tell you where they're going - PJ O'Rourke, Author.

7

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

watiyusuf wrote:

.. maka dari itu para urban papa hendaknya seia-sekata dengan istri sebelumnya sehingga sadar jika sang buah hati mulai beraksi ... smile

betul banget, saya dan brenda dari dulu selalu sepakat utk seia sekata dalam memperlakukan vanya, apakah memuji atau menegur. tidak ada good cop dan bad cop diantara kita berdua big_smile

jadi kalau ada hal2 baru dari vanya harus rajin kita komunikasikan berdua, supaya tidak kalah pinter sama si keriting

bapak dari vanya sekaligus baby assistant di nenen baby shop

8

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

watiyusuf wrote:

.. maka dari itu para urban papa hendaknya seia-sekata dengan istri sebelumnya sehingga sadar jika sang buah hati mulai beraksi ... smile

Kalo disini si Papa strict, si Mama pelit, hahaha... si Vira pinter banget dah, tau aja celahnya. Kalo ke mall minta EyangPapi atau Maminya ikut biar bisa dimintain ini-itu.

Eyang Papi & Mami ini nih kalo dilarang pasti "Jarang-jarang jalan sama cucu, ngga' apa-apalah."

Works hard, plays harder with his kids.
- Papa to Shavira & Arkan -
http://emergencyrecipes.wordpress.com
http://chandramarsono.wordpress.com

9

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

watiyusuf wrote:

"you see pleasure occurs when an intense need is meet. if you never allow a child to wait or not giving in to their request, he/she never enjoys the pleasure of receiving it. You see, saying NO at times might be a good character builder for your child" ...

setuju banget. anak harus diajarkan berusaha.

And thelilsolder is back. Fire!

10

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

kalo gue, so far sih mencoba ngajarin naia untuk gak minta maenan di toko dengan cara.. gak membelikan maenan itu di depannya!

contohnya, misalnya dia masuk ke toko maenan, ada yang dia suka, dimaenin dan emang lucu banget.  walopun kita juga gemes liatnya, kita gak akan beli di depan dia.  biasanya kita biarin dia maen sampe puas, trus kalo udah selse, kita ajak naia ngomong "bye bye.. xxxx (bentuk maenannya, bisa fish, barney, etc)"  dan so far sih dia tau, kalo udah bye bye berarti dia mesti ninggalin maenan itu. 

nah kalo emang ternyata papanya ato opa nya pengen beliin, ya di beliin tapi ga di depan dia.  nanti sampe di rumah misalnya dia melakukan hal yang baik (makan sendiri, gak marah2, etc) baru kita keluarin sebagai rewards nya.

nah so far sih di umur naia yang 20bln sih berhasil ya.  gak tau deh kalo udah gedean gimana.  yang pasti kita berharap dengan cara ini dia ngerti kalo barang yang dia liat di toko gak bisa jadi miliknya begitu aja.

a worker by choice, a mom & wife by nature
business director - theurbanmama.com
owner - slesta.com | @slesta

11

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

wah, cara gue sama persis ama slesta:

sLesTa wrote:

biasanya kita biarin dia maen sampe puas, trus kalo udah selse, kita ajak naia ngomong "bye bye.. xxxx (bentuk maenannya, bisa fish, barney, etc)"  dan so far sih dia tau, kalo udah bye bye berarti dia mesti ninggalin maenan itu.

kemaren aja, aina baru "jatuh cinta" ama boneka elmo di plaza singapura. bonekanya emang lucu banget. tapi, ya itu, kita ga mo beliin hanya karena dia minta. pas udah "bye bye baby elmo" (pake cium dulu segala, soalnya dia suka banget), ari balik lagi buat beli. soalnya emang mo dibeliin buat hadiah natal ntar di akhir bulan ini...

other than that, aina blum beneran diajarin tentang "uang". dan, honestly, masih blum ada rencana gimana ngajarinnya... jadi seneng banget nih baca2 isi thread ini big_smile

comic and crochet addict
creative director & product development
theurbanmama.com | @turniptopia

12

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Thalia: iya nih bingung ngejalasin tentang uang dengan bener gimana.  Sejauh ini anakku taunya Reward = Mainan / Buku / Jalan-jalan.

Masih agak bimbang ngasih uang untuk sesuatu yang seharusnya dia lakukan. Ntar matre kayak emaknye lol Mungkin harus dijelasin konsepnya dulu kali ya. Gimana sih konsepnya? roll binun

Nemu ini:
Money for Preschoolers
Money for Kids

Last edited by thelilsoldier (2009-12-08 20:33:10)

And thelilsolder is back. Fire!

13

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

gue juga nerapin kayak slesta dan thalia. kalo ke toko mainan, bukan berarti dia pasti dapat mainan. he has to 'earn' it.
sejak kecil kita ajarinnya juga gitu.. persis seperti naia.. disuruh bye2 sama mainannya kalo udah mau pergi dari situ.
sekarang udah tambah gede, dia ngerti gak mesti beli sesuatu tiap pergi.
dari rumah kita udah bilang kita mo pergi kemana hari ini. trus ntar dia tanya, "can i get something new later other than food?" tongue
kalo kita bilang nggak, ya udah.. dia ntar kalo lewat toko mainan bakal cuma liat2 aja. dan gw ingetin lagi "kita gak beli apa2 ya" dia jawab "ok, i know i know.. i just want to see"

kalo u/ uang.. naaah.. mesti mulai nih gw ajarin. soalnya januari ini kan dah masuk SD. gue gak yakin dia bakal makan makanan yg dibekal. pasti lebih tertarik  u/ jajan. (gue kayak slesta juga, gak mau cepet2 nerapin ttg uang ke dia. but it's time now)
pernah sih disuruh mijit dapet $1. tapi dia mending ga mijitin dibanding dpt $1.. heheheheh.. (meskipun ada yg dia pingin waktu itu)

btw, caranya chaerani juga seru tuh buat noe. gue mau mulai coba terapin ah. soalnya SD nanti pasti tiap hari udah mulai ada PR.. ga bisa nonton tv teruuus.. tongue
hmmm... TV dan Komputer bisa 'dikaryakan' nih sepertinya big_smile
*bertanduk*

14

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Hihi samaa... (dengan banyak orang tampaknya), tadinya Nara klo ke toko mainan ngertinya dia bisa liat-liat dan nyobain mainan di toko mainan tapi belum ngerti arti "beli" mainan kayanya. Walhasil klo ke toko mainan bisa luamma banget dia liat-liat sama semua mainan disana, mungkin dia berasa di surga kali ya...hihi klo udah puas, dadah-dadah sama mainannya. Klo kita mau beliin, di belakang dia dan ngasinya di rumah ketika kita rasa Nara layak dapat hadiah karena berkelakuan manis. Eyangnya yang suka musti diingetin untuk ngga membanjiri hadiah. Sering  banget gw pulang kantor, di meja udah ada bungkusan mainan buat Nara, yaa Naranya langsung liat dan minta bukain… Jadi sekarang kita minta klo eyangnya mau beliin mainan, kasih ke kita dulu, trus nanti kita yang atur kapan ngasih ke Nara.

Baru akhir-akhir ini dia mulai "minta" dengan caranya sendiri “Ayah/Bunda, Nara belum punya xxx (misal, Guido atau Doc karena dia punya koleksi mobil-mobilan yang ada di film Cars)…” . So far masih sukses ngejelasin klo beli mainan itu pake uang, uang itu musti dicari dengan Ayah/Bunda kerja. Dia paling komentar “klo Ayah/Bunda udah ada uangnya, Nara mau ya xxx” .

Ngga tau deh apa itu cara yang paling baik apa ngga…
help? big_smile

ps. ide mengenalkan uang di cerita Ninit bagus deh. Seneng banget join forum ini karena banyak dapet ilmu parenting...

metariza.com | mother of two |@metariza

15

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Hari ini saya menerapkan ide teman nya Ninit. Anak pertama kami berusia 8 tahun, sudah cukup besar untuk diberi sedikit tugas & tanggung jawab, dia juga sudah bisa berhitung, hitungan2 mudah anak SD seusianya. Kebetulan disekolahnya ada pengumpulan dana untuk sebuah asosiasi yg menangani proyek anak2 kurang mampu di seputar Asia Tenggara. Pengumpulan dana antara lain dengan menjual kartu natal & buku2 berbahasa perancis bekas mulai dari buku2 pre-schooler hingga dewasa. Harganya hanya $1 - $5 jauh sekali dibanding buku2 bahasa perancis yg baru di Kinokuniya, misalnya.

Muncul lah kesempatan "mengajarkan" pendidikan keuangan: kalau ingin beli sesuatu - usaha dulu. Sepulangnya dari sekolah saya katakan dia bisa mendapatkan buku2 bekas lagi besok, dengan cara membereskan ruang bermainnya, satu "session" berberes bisa dapat $1 atau $2 tergantung hasilnya wink dia langsung semangat .. bahkan adiknya yg baru berusia 3 tahun ikut "sibuk" juga ... kami pun "bekerja" bersama-sama.

Walaupun saya lebih banyak andil nya dalam hal membereskan ruangan tsb, namun usaha mereka patut diacungi jempol. Selesai berberes, mereka masing2 dapat upah $1 yang langsung mereka masukkan celengan Pokemon untuk kemudian membeli buku2 bekas disekolah.

Sekali kayuh 2-3 pulau terlampaui, ruangan rapih-bersih, anak2 senang bisa beli buku bekas lagi dan hasil dananya untuk aksi sosial disekolah .. smile

You know your children are growing up when they stop asking you where they came from and refuse to tell you where they're going - PJ O'Rourke, Author.

16

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Gue by far adalah orang tua yang sangat buruk dalam hal maenan. dan ini mungkin berimbas ke reward ya.

Jadi gini, gue sangat suka maenan. Waktu kecil gue jarang-jarang dapet maenan yang gue mau. Akhirnya saat gue punya uang seperti sekarang, gue beli mainan yang gue suka, bukan yang Aldebaran suka. Jadi Aldebaran kaget-kaget aja suatu hari gue bawa pulang Optimus Prime 2009 dan Optimus prime 2007.

Pikir gue: I play with it. Aldebaran plays with it. Arzachel will play with it. jadi, kalo kita beli maenan, harus sesuatu yang gue suka duluan huahahahahah. No use beli 1 maenan kalo yang maen 1 orang aja.

In a way ini cara yang sangat hemat beli maenan. gue beli satu dan awet sampe 5-6 tahun and they are all the cool toys we, well I, want.

Impact positifnya ke Aldebaran adalah, kalo dia mau sesuatu di toko maenan dan kita tolak, dia gak pernah kicking and screaming. Mungkin dia udah ngerti bahwa urusan maenan, I rule. He doesn't.

Mengenai impactnya ke character building dan reward, gue setuju bahwa mungkin yang harus dilatih adalah guenya. Dalam artian gue harus melatih menahan diri beli maenan. kalo pun beli, gak langsung buka di rumah. tunggu sampe dia melakukan seusatu yang hebat, baru kita keluarin itu maenan.

Thanks parents for the tips! goodness this forum is one of the most useful forums around.

Before I have kids I have 2 parenting theories.
I have 2 kids now. And I have no theory.

17

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Adhitya: suami gue juga gitu tuh. Alasannya pun sama persis. Makanya kalo suami beli mainan, gue simpen dan keluarin satu satu sebagai reward.

And thelilsolder is back. Fire!

18

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

hi funky parents,
ikutan share yaa..

kalo aku, sama kayak slesta, dari kecil aku, adikku dan kakak2ku dibiasain nabung.

awalnya sih, nabung buat beli barang2 yg dipengenin. tapi lama2 karena makin lama keinginan semakin pricey, maka nabungpun jadi kebiasaan, jd ritual -- misalnya awalnya pengen beli ensiklopedia; pas uangnya dah kekumpul buat beli ensiklopedia, jadinya malah pengen nabung lagi untuk beli kamus alfalink! ahaha.. waktu zaman SD punya kamus alfalink berasa keren sekali hihihi...

dulu, orang tua ku punya koleksi rupa2 celengan di rumah.
dari yg model toples kaca, replika kaleng kerupuk, kendi2an, keramik2 china, kentongan bentuk cabe raksasa, semar2an,
entah apa maksudnya yaa.. mungkin karena modelnya unik dan lucu jadi mereka ya beli aja gitu meskipun gak semua diisi uang.

kebiasaan kita - anak2nya- ngisi celengan2 tersebut sama uang kembalian. koin rp.25 diisi di celengan A, koin rp.50 diisi di celengan B, koin rp. 100 di celengan C, uang kertas rp. 100 di celengan D, uang kertas rp. 500 di celengan E dst...
jadinya (dulu) semangat banget buat nabung, pengen cepet2 penuh..
agak susah penuhnya karena syaratnya harus dari uang kembalian...

taunya, kebiasaan itu pudar (ciee pudaaar..) setelah ada ART/supir yg jahilin celengan kami.
uangnya dicuriii, makin lama makin dikit, kayaknya dibeliin indomie... hihihi...
akhirnya nabung buat lucu2an itu dihentikan dan pindah ke rekening bank masing2.. jadi gak asyik..

jadinya, sekarang celengan2 itu sih cuma jadi pajangan biasa aja.

aku dan kakak2ku suka ngasih kado celengan buat anak2/ponakan. soalnya bentuknya lucu2 smile
tradisi kami, tiap akhir tahun hijriyah celengannya dipanen.. 10% dari jumlah panen disedekahkan dan sisanya bisa buat blanja-blanji..
malah ada ponakanku yg mau beli tiket pesawat pake uang koin smile

oh ya, waktu panen buat celengan ini dipilih bukan saat tahun baru masehi, hari ulang tahun atau hari raya, karena saat tersebut biasanya kita - para orang tua-  biasanya punya uang, baik dari bonus tahunan di kantor, thr, atau angpau/ kado dari paman/bibi.
maksudnya sih biar 'berasa' ada sensasinya gitu deh.. 

oh iya, orang tua kami juga mengajari kami untukmenghargai uang dengan merapikan uang2 kami.
uang koin dan kertas disimpan di dompet, sekat2 di dalam dompet itu gunanya untuk memisahkan nominal satu dengan yg lainnya. puluhan dan ratusan ribu di sekat yg satu dan ribuan di sekat yg lain, begitu pula dengan uang logam. semua gambar pahlawan harus baris menghadap ke depan, jadi gak ada yg terbalik2 atau lecek.

kami pun diajari cara menghitung uang memakai jari2 (yang kayak mbak2 teller di bank ituuu.. ) dan mengelompokkan uang (misalnya pecahan 100 dikelompokan 10 keping sampai jumlahnya 1000, 500 nya 10 keping sampai 5000, dst)
pemisahan ini gunanya untuk memudahkan untuk membayar dan menghitung.

sekarang sih, karena enzo belum begitu ngerti tentang uang paling dibiasain nabung aja tiap ada kembalian, itupun uang koin.
oh ya, karena sebentar lagi tahun baru hijriyah maka celengan enzo sudah dipanen..

Last edited by eka (2009-12-17 00:29:01)

19

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

wah seru... eka, gimana reaksi yg jual tiket waktu dibayar pake koin semua? hahaha...

soal uang anakku belum ngerti darimana datangnya uang, cuman ngertinya kalau ada uang berarti bisa beli2 sedangkan kalo ngga ada uang ngga bisa beli2. jadi kalau dia pengen sesuatu trus dibilangin, mama belum punya uang nanti yaaa kita tunggu bapak punya uang buat beli, dia mau aja ngga beli sesuatu yg dia pengen itu.. smile

tertarik ngenalin kalo kita kerja bisa dapat uang nih. tapi usia berapa bagusnya konsep kek gini dijelasin? caca sih udah 3 tahun dan udah bisa masukin baju kotornya ke keranjang cucian atau ke mesin cuci, seneng nyapu kertas2 bekas dia main gunting2 di lantai (iya pake sapu besar, walaupun ngga bersih hahaha) dan ngepel pura2, seneng njemur dan lipet2 bajunya sendiri... trus pantesnya untuk setiap pekerjaan yg dia selesaikan dikasih uang berapa rupiah ya? hihihi...

soal mainan si bapak masih susah diajak seia sekata nih... nah emaknya strict ngga ngebolehin beli2 mainan yg pake batre eh bapaknya pengin mulu..emaknya suka ngebeliin buku, bapaknya hobi beliin dvd kartun bajakan dan games macem nintendo... cuman alesannya emang bikin terharu, sih. mirip2 kayak adhitya, dia pengen ini itu yg masa kecilnya dulu ngga kebeli karena ngga punya uang. jadi kecilnya dulu dia pengen mainan2 kayak punya temen2nya anak orang kaya, pengen mobil2an kereta2an, pengen bebas nonton tv tapi apa daya cuman bisa numpang nonton tv di tetangga itu pun kadang dimarahin sama yg punya, dll... hikss, jadi ngga tega khan kalau sekarang mau ngelarang2.. but he knows better, dan mulai mengurangi mana2 yg dia tau ngga baek buat anaknya.. smile

20

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

This is a good thread.

Karena most of the time, the problem is not on my 3yo kid. It's on me and the husband. Suami gue tuh kan cartoonist. Jadi kalo udah masuk toko mainan, dia yang langsung lari ke arah Star Wars etc, sedangkan Aylanya sih nyantai2 aja liat2 dikit2. Nahh, sedangkan gueee, kadang kala kalo liat toys/books yang kayanya Ayla suka banget pasti susah untuk ngeresist ngga beliin even though most of the time bukan karena Ayla yang ngerengek, tapi emang karena guenya yang pengen beliin. Tapi akhir2 ini sih gue udah mencoba dengan KERAS untuk nge-rem manjain dia. Maklum pas gue kecil kayanya gue ngga pernah dapet apa2 dari orang tua gue, jadi sekarang gue kayanya yang pengen melimpahkan semua ke anak gue. TAAPIII, yang paling parah kalo Ayla sama kakek nenek nya (mertua gue), karena tiap kali Ayla keluar diajak mereka, ngga pernah ngga pulang bawa sesuatu!! Dan sebel nya lagi gue, karena mereka selalu bilang, "ini mainan yang beliin siapa?? Papa kaann?? Mama kaann?? Kan Mama Papa sayang Aylaaa.." (Ayla calls the granparents by Mama n Papa), jadi kesannya ngajarin Ayla kalo sayang itu hanya ditunjukin berdasarkan beliin toys atau books atau giving her money which they do, OFTEN. Jadi gue sekarang bener2 butuh pertolongan nih on this T_T

Rock 'n Roll Momma

21

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Ninit, Hilda siapa? Hilda maersk bukan? -halah gak nyambung!-

dulu waktu baru hamil gw dan suami berencana untuk gak terlalu manjain alyssa (at least financially). tapi rencana tinggal rencana, tetep aja mainan Al segudang (but dont just blame us, blame also the grandparents + dll) :-)
akhirnya sekarang si neng AL jadi rada2 spoiled deh. mainan dibeli langsung bosen. bahkan kadang ada yang LUPA di mainin! (masih dlm plastik berbulan2)

nah kmrn nih dia ngebet pengen nintendo ds (NDS), akhirnya geu dan suami suruh dia nabung ngumpulin duit. jadilah dia berbulan2 ngumpulin uang. Gak cuma itu, dia juga 'kreatif'.. segala mo jual maenan bekas dia ke temen2 gue yang dateng ke rumah.. ngerayu tantenya sampe janjian sama oma/mama/papa kalau kado tahun baru kali ini dia minta 'mentah'nya aja. Dia juga semangat nyanyi pas tahun baru ke rumah tetangga + keluarga buat dapet duit (tradisi di belgia, kalau tahun baru anak2 nyanyi -smcm trick and treat hhaloween)

hari ini, duitnya genap terkumpul dan dapet deh dia NDS idaman. dia seneng banget dan bangga bisa 'beli' maenan sendiri smile

22

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Djemima, keadaan yg sama juga terjadi di keluarga gw. Gw punya ponakan2 umur 3 - 6 th. Dan nyokap gw berhubung blm punya cucu, sukaaaa banget bliin ini itu buat mereka. Trus tar nyokap nanya ke mereka, itu sapa yg bliin bajunya? bagus banget. Terang aja mereka menjawab 'atoook!' (nenek/kakek). Tapi menurut gw itu bentuk kasih sayang grandparents sama cucunya, toh mereka ga kaya orangtuanya yg 7 hr 7 mlm nemenin anak. Pernah bbrp hr yg lalu, ponakan gw liat mainan remote control yg menurut nyokap gw mahal banget, dan dia jerit2 minta itu. Nyokap gw bilang 'atok ga bisa beliin, itu mahal banget. Masi banyak toko di atas, kita cari yg sama bagus tapi ga mahal ya'. Ditambah lagi suami gw bilang 'Om juga ga bisa, kalo harganya sgitu ga ada uangnya'. Thanks God, ga jerit2 lagi siy walo masi sesenggrukan. ABis itu emang nyokap gw bliin remote control juga tapi harganya separonya. Ponakan gw seneeeng bgt, sepanjang jalan -kebetulan lagi ada Toys Fair- ga dilirik sedikitpun sama dia krn pengen cepet nyampe rumah buat maen hehehe..

Buat ngenalin duit ke anak2, pas liburan ini gw bawa 2 ponakan gw ke Kidzania. Dimana mereka bekerja jadi kuli bangunan trus digaji berbentuk uang2an kidzos. Trus abis itu mereka bikin SIM dimana harus medcheck dulu dan bayar pake kidzos. Pas udah cape maen, yg umur 5 tahun bilang 'wah duit aa tinggal dikit, harusnya aa kerja lebih banyak lagi tadi, ngumpulin uang dulu, baru ngambil SIM'. Abis itu dia liat duit adenya masi banyak (si ade ga bisa bikin SIM, tingginya blm cukup), dia bilang 'de, uangnya masi banyak ya? bagi aa dooong' wkwkwkwk! Jadi dsitu dia ngerti klo uang didapat dengan kerja keras. Bukti lain dia menghargai uang, sore kmrn kura2nya mati, dia nangis, alesannya 'kura2 aa matiii...huhuw kan aa berasa buang2 uang krn ga bisa ngerawat yg udah dibeli'.

Oia, terangin juga kartu kredit/debit itu bentuk lain uang. Soalnya kapan gitu, kami beliin si abang maenan dan dibayar pake CC. Sampe rmh si abang bilang ke adenya 'De, minta bliin lagi aja sama Om'. Neneknya bilang 'Eeeh..mahal ga tuh?'. Si abang jawab 'Nggak kok! Om malah ga pake uang, cuma ngasih kartu!' big_smile

Engkau takkan pernah bisa menggantikan semua jerih payahnya bahkan satu rintihan diantara rintihan-rintihannya pada saat melahirkan. Di dunia ini tidak ada yg bisa bekerja keras yang melebihi dari yang dilakukan oleh seorang ibu (HR. Muslim)

23

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

sLesTa wrote:

kalo gue, so far sih mencoba ngajarin naia untuk gak minta maenan di toko dengan cara.. gak membelikan maenan itu di depannya!
-----
nah so far sih di umur naia yang 20bln sih berhasil ya.  gak tau deh kalo udah gedean gimana.  yang pasti kita berharap dengan cara ini dia ngerti kalo barang yang dia liat di toko gak bisa jadi miliknya begitu aja.

Kalo udah gedean juga berhasil kok Shin, dulu Rangga juga kita perlakukan demikian (dan tentu Mahesh juga) dan sampai sekarang dia behave kalau di toko...hehe.... Gw sering melihat ada anak2 menangis jejeritan karena nggak dapet yang dia inginkan di toko. Oh no...!
Cara tadi [not buying toys in front of your kids] benar2 cara yang cukup ampuh untuk mencegah hal tersebut terjadi big_smile

24

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Fanny, anaknya kreatif banget, sampe bela-belain jual maenan lamanya. she must be learning how to get things she wants, sampe gede akan keinget terus, bahwa kalau mau sesuatu harus ada "kerja" nya dulu..

love this thread!

25

Re: Anak Belajar Menghargai Uang

Mira oh gitu yaa! i'm glad i'm in the right track... smile

a worker by choice, a mom & wife by nature
business director - theurbanmama.com
owner - slesta.com | @slesta