Hallo mamas, saya pengen sharing tentang menyapih, kebetulan saya dan Aflah (25 bulan) baru saja melewati proses ini. Sebulan yang lalu kita udah mencoba proses menyapih ini tapi gagal karena sayanya belum siap lahir bathin. Hari ini sudah memasuki hari ke-5 penyapihan dan Aflah sudah semakin "stabil". Setiap ibu dan anak berbeda-beda proses menyapih nya, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, untuk pengalaman saya kira-kira berikut ini kesimpulannya :
Siapkan mental adalah yang paling terpenting. Ikhlas dan yakin bahwa penyapihan ini untuk kebaikan Aflah dan saya. Saat kita akan memberikan asi di awal kelahirannya dulu, kita harus merasa yakin bahwa kita mampu memberikan asi. Sama hal nya dengan pada proses menyapih ini dibutuhkan keyakinan yang kuat juga bahwa memang sudah saatnya untuk menyapih.
Kebetulan gigi geraham Aflah sudah mulai tumbuh dan gigi-giginya yang lain semakin besar menjadikan kegiatan menyusui tidak senyaman dulu. Puting saya sering lecet karena bergesekan dengan gigi-giginya Aflah saaat dia menghisap.
Dukungan suami juga sangat penting. Kita berdua harus sama sama sepakat dan bertekad menyukseskan program penyapihan ini. Sepakat untuk tidak mengungkit-ungkit bahkan menyebutkan kata "nenen" di depan Aflah, dan bersedia bergantian menemani Aflah jika bundanya dalam keaadan down atau letih. Karena jika dalam keadaan down/letih dipaksakan untuk menemani anak biasanya pertahanan kita akan runtuh saat dia rewel, keingan untuk memberikan nenen sebagai tantrum healing muncul kembali, dan akhirnya membuat proses menyapih terhambat
Dari jauh hari saya sudah mengurangi frekuensi menyusui. Yang dulunya menyusui menjadi andalan untuk 'tantrum healing', kebiasaan itu pelan-pelan dikurangi dengan cara mengalihkan aflah dengan hal-hal lain. Sampai sebelum proses menyapih, aflah hanya nyusu pada saat mau tidur siang dan tidur malam.
Dari jauh hari saya ngomong ke Aflah kalo "Aflah sudah besar, sudah ngga perlu nenen lagi nanti ya naak". Kalimat ini saya ulangi terus, walaupun kesannya ngga masuk di akal untuk dimengerti Aflah tapi kalimat sugestif ini sangat membantu, terutama membantu saya untuk semakin yakin menyapih Aflah.
Karena Aflah terbiasa nenen saat mau tidur siang dan tidur malam, saya mengalihkan perhatiannya dengan mengganti aktivitas sebelum tidur nya seperti bercerita sambil membaca buku, bermain di tempat tidur dgn membawa mainan kesayangannya, nonton video musik kartun kesayangannya via youtube di hp/bb/tablet, sambil mengelus-elus punggungnya dan "mpok-mpok" pantatnya sampai dia tertidur. Lucunya saya selalu dalam posisi tengkurap di tempat tidur, karena kalo saya telentang Aflah langsung ngambil posisi nenen sambil tidur, kalo sudah begini susah nolaknya hihihi. Kadang saya pura-pura tidur (kadang memang tertidur pulas karena kecapekan hihihi) sambil nepuk nepuk pantatnya, ngga lama kemudian akhirnya Aflah tertidur juga.
Selama proses penyapihan saya menghindari memakai baju yang berdada rendah, bahkan menghindari berganti baju di depan Aflah. Karena kalo dia udah ngeliat nenen Bundanya, kumat lagi keinginan menyusuinya hehehe.
Entah kenapa setelah tidak menyusui lagi, keinginan ngemilnya Aflah meningkat drastis. Karena Aflah tidak menyukai susu baik itu UHT ataupun susu bubuk, saya memberikan Aflah alternatif cemilan lain yang 'finger food', selain untuk mengenyangkan, juga untuk menyibukkan dan mengalihkan perhatiannya.
Hindari hal hal yang membuat traumatis seperti mengoleskan balsem, minyak kayu putih, ato obat-obatan pahit di puting susu. Setelah melewati masa indah menyusui tentunya kita ngga ingin anak kita merasakan hal yang ngga enak dipenghujung proses menyusui ini. Proses menyusui yang diawali dengan indah dan penuh harapan, sebaiknya diakhiri dengan indah pula.
Demikian pengalaman saya mams....semoga bisa bermanfaat ya. Doa saya untuk ibu-ibu yang sedang dalam proses menyapih, semoga lancar dan dimudahkan, Amiiiin.