126

Re: single mom, anyone?

Ikutan curhat ya.

Saya sendiri dalam proses menjadi single mom. Meskipun sudah dibicarakan tetapi partner tetap minta bubar. Partner secara verbal sudah bilang kalau hak asuh anak akan diberikan kepada saya dan akan memberikan bantuan finansial untuk anak kami.

Kami juga sudah memutuskan untuk urus semuanya secara hukum secepatnya demi kebaikan kedua belah pihak.

*tarik napas* Koq rasanya kecewa sekali ya. 5 tahun terbang bersama, memang penerbangan kami tidak sempurna, banyak cobaan dan banyak masalah. Tetapi tidak sekali pun dia mau cari jalan keluar baik secara sendiri maupun bersama dan langsung lompat ke pemberhentian terakhir. Tidak mau ke konsultan pernikahkan atau apapun.

Dia sendiri sudah menyatakan alasan bubarnya dan saya juga berhubung 5 tahun jam terbang sudah kena akibat dari tindakan-tindakan dia yang tidak membuat saya nyaman. Tapi bubar belum resmi pun dia sudah banyak ulah juga.

Saya sendiri sih ragu kalau mau kembali bersama kecuali kalau memang Allah yang turun tangan dan memberikan keajaiban.

Tapi mungkin itu hidup ya. Sekarang saya cuma bisa berdoa dan minta ke Allah berikan saya dan anak saya yang terbaik.

FB: Savitri Siddharta    Twitter: savitri     posterous & WP: savitris     tumblr: savitri

127

Re: single mom, anyone?

sharing aja yah.. aku setaun yang lalu hampir jg jadi single mom.. tp sebenernya mungkin karna married di umur yang masih muda, 21tahun, masi kuliah, masih egois and so on .. at that time aku udah siap , ak pikir biar lagi hamil anak kedua aku masih cari uang, masi cukup memenuhi kebutuhan anak2ku, but tiap liat anak pertamaku setiap ada org dewasa yang laki2 seperti caper, pengen dketn dll ak jdmiris.. kok kayanya nih butuh ya figur papa.. sementara pas aku hamil emang bawaannya benci sama suamiku.. jd seperti ga ada rasa aja, biarpun dia rutin telpon, ajak pulang dll ak tetep ga mau *bawaanbayi?*
setelah anak kedualahir baru terpikir , hati ini melunak.. sepertinya kami memulai dengan cara yang salah.. tp toh bisa memperbaiki dan punya akhir yang indah? pdahal saat itu katanya suami lagi proses guagat cerai, krn sudah hampir setahun ak pisah rumah.. meskipun ga pernah ada realisasi berbulan2.. ak pikir mgkn dia juga masi ragu,. akhirnya memang kami rujuk kemabli dan berjanji sma2 memeprbaiki..
yang di rasakan di efeknya ke anak ya.. sepertinya mereka lebih bahagia,.. lebih nyaman..
aku juga anak dari single parents ya.. dari sd mom udah ga tnggal bareng kai.. dulu pun ak malu ajak teman ke rumah karena kalo setiap main ke rumah teman selalu ada ortunya.. sedangkan di rumahku ga ada sapa2.. at that time ak sebel bener karna mom always keluar setiap hari pagi sampe sore entah ngapain..

tp intinya sekarang setelah ak jadi mom juga, semua ternyata mungkin meang udah ada jalannya.. mungkin kita aja sebagai manusia harus lebih super ya? saat keharusan membesarkan anak berdua harus menjadi sendiri maka kita ditempa harus lebih effortnya.. but i bet u single moms pasti mampu ya.. dan memang komunikasi nomor 1 sama anak.. jd mereka ga akan mersa terlalu kehilangan dan bisa encurahkan perasaan mereka dengan bebas.. itu yang aku rasa kurang di pengasuhanku hehe..

keep fighting yah single moms..

128

Re: single mom, anyone?

Iseng2 mampir ke thread ini, dan ternyata, OH MY!! Banyak sekali ibu2 muda, single parent yang sangat kuat dan inspiratif!

Im not a single mom, but orang tua saya berpisah saat usia saya masih 7-8 tahun. Dan saya beserta kakak & adik saya tinggal bersama ayah kami.

menurut saya, gak ada yang salah to be a single parent. kalau memang itu lebih baik kenapa tidak? sbagai anak, tentu saat itu saya merasa ada yang kurang. gak ada sosok ibu. (biar bagaimana pun, sosok ibu itu tidak tergantikan loh!)

walaupun saat itu, ayah saya mencurahkan segala kasih sayang & perhatian hanya untuk anak2 nya. Ayah saya sgt menyayangi anak2 nya, ia berusaha menjalankan 2 peran, ayah dan ibu. Tetapi, sperti yg saya bilang tadi, sosok ibu tidak tergantikan. Terutama bagi saya & adik saya yg sama2 perempuan. Kami tinggal bersama ayah sampai usia kami 14 tahun.
Frekuensi bertemu ibu kira-kira 2 kali seminggu. Saat ia pulang untuk menginap di rumah, atau sekedar mengunjungi anak-anaknya. Tapi itu pun, harus berakhir dengan pertengkaran Ibu dan ayah saya yg selalu terjadi setiap mereka bertemu.

Mungkin saat itu saya terlalu muda untuk mengerti semua nya. Saya selalu minder dgn keadaan keluarga saya. Gak ada teman2 saya yg tahu tentang kondisi ini. Saya pun, jujur saja malu untuk cerita ke teman2.

Berbeda dari anak lainnya, yang mungkin masih mendapatkan kasih sayang dari keluarga besar (kakek, nenek, om, tante), Saya tidak demikian.
Saya tidak terlalu merasa nyaman berada bersama keluarga besar saya. baik dari pihak ayah mau pun ibu.

Sampai akhirnya, keadaan berbalik. Ayah saya meninggal, dan saya, kakak & adik, harus tinggal bersama Ibu. Yang selama ini tidak pernah tinggal bersama kami.

Dan ternyata, kehidupan bersama ibu juga tidak terlalu membaik. Saya dan Ibu terlalu sering berbeda pendapat. dan berakhir dengan pertengkaran kami. Waktu itu saya masih terlalu labil. Saya masih SMA, masih emosional dan masih suka main.
dan waktu itu, saya merasa, perpisahan ayah & ibu saya mungkin terjadi karna sifat ibu saya.

Tetapi, di balik itu semua, saya juga menyadari posisi Ibu. Ia juga berusaha untuk anak2 nya. Ia mulai belajar untuk lebih bertanggung jawab kepada anak2 nya. satu yg saya rasakan sejak saya tinggal bersama ibu. Kekosongan salah satu sosok orangtua tidak lagi begitu terasa. Walaupun tidak ada ayah, tapi ibu masih dapat menjadi semua nya.

Intinya, saya belajar dari kedua orangtua saya. Perpisahan kedua orangtua saya yang begitu mengerikan bagi saya dulu, kini perlahan-lahan bisa saya cerna dengan baik dan di jadikan pelajaran.

Dan smpai skr, saya gak pernah menyesali keputusan mereka. Keputusan mereka lah yg membuat saya menjadi seperti sekarang ini. Strong and mature beyond my age. Di saat teman2 seusia saya yg lainnya masih asik clubbing atau hura-hura dengan harta orangtua nya. Saya sudah asik membangun rumah tangga saya smile

sekali lagi, saya tidak menyesal dengan keputusan mereka.

walaupun sampai skr saya belum juga paham apa sebenarnya penyebab mereka berpisah. mereka jg tidak pernah memberitahu anak-anaknya.
Tapi skr, itu tidak penting lg. Dan menurut saya, mungkin itu yg terbaik untuk mereka dan kami anak-anaknya. Dan pengalaman kedua orangtua saya yang membuat saya belajar dan berusaha membangun keluarga yang harmonis untuk anak saya.

--
for all single moms,

jangan takut menjalani hari2 kalian sbg seorang single parents.
Keputusan yang telah di buat itu mungkin menjadi keputusan yg terbaik untuk anak2 kalian.

awalnya, setiap anak pasti tidak akan paham dengan keputusan perceraian. Tapi percaya deh, mereka akan mengerti seiring berjalannya waktu.
tetap dampingi anak2 ya moms. Mereka sangat membutuhkan mommy nya loh!

dan jangan takut dengan masalah financial, anak punya rezeki nya masing-masing.

So, keep fighting strong momma!

astridreza WOW! aku suka sekali article mu smile very inspirational! Perjuanganmu patut di acungi jempol! Anakmu pasti bangga banget punya ibu seperti kamu smile

a wife of a hero, a mother of an angel
www.littlehannahshop.com; follow us @littlehannah21

129

Re: single mom, anyone?

savitris - aw!! *bighugs*... smoga ini yang terbaik ya buat elo & fara...

comic and crochet addict
creative & product development
theurbanmama.com | @turniptopia

130

Re: single mom, anyone?

Ya Allah, aku berderai-derai airmata baca thread ini dari awal-akhir *suami ampe binun*

Aku juga bukan single mom, tapi papaku dibesarkan oleh single mom. Almh. Nenekku harus membesarkan 7 orang anak, tidak punya keterampilan dan kehilangan kakekku pada saat ayahku masih umur setahun (sementara nenekku hamil anak yang ke-7). Aku selalu salut dengan para single moms *hugshugskenceeeng*

Kekuatan seorang ibu dalam membesarkan anak adalah DOA terlepas dari ia single mom/bukan. Tuhan akan mendekap seorang ibu yang berlutut penuh pasrah memohon tuntunan dalam membesarkan anak-anaknya. Karna anak adalah titipan Tuhan bukan? Tidak akan DIA mencipta makhluk mungil tanpa dosa dengan maksud agar ia sia-sia smile

Perjuangan yang telah moms berikan, yang terbaik demi anak pasti akan
dibimbing Tuhan. Tidak ada jalanan rusak tanpa ujung, begitu pun tidak ada penderitaan yang abadi smile

Dan saat moms sudah melewati saat-saat terburuk, berbahagialah karna saat-saat terbaik nantinya akan hadir.  Optimis selalu ya.

Tabah ya moms. May God bless you & your precious one(s) always smile

Desperately want to be 'Emak Asik' for her children
Suka nyampah di @ http://meettheprabandono.blogspot.com

131

Re: single mom, anyone?

thalia Thanks, ya. Doain gue dan Fara ya.

FB: Savitri Siddharta    Twitter: savitri     posterous & WP: savitris     tumblr: savitri

132

Re: single mom, anyone?

sav
sorry to hear that, darl. Semoga yang terbaik buat elo dan fara ya.

Bibunya Izyan Radhaka Wira Agastya ( Raka / Zyan )
Twitter : @tickzie
MP : tickz.multiply.com
Tumblr : bibunyaraka.tumblr.com

133

Re: single mom, anyone?

*dikantor, berderai air mata, diliatin semua orang yang udah mulai afal kelakuan gw klo lagi mellow... (kira-kira saat ini beginilah kondisi gw smile )

for all single moms.. big hugs..

sedikit naif mungkin, tapi coba sering-sering dialog sama Allah ya moms, kalo kita sudah ngga kuat, coba kembalikan lagi sama yang 'ngasih'.. minta bantuannya supaya dikasih kekuatan..

Tidak akan DIA mencipta makhluk mungil tanpa dosa dengan maksud agar ia sia-sia smile -----> indah, baca ini makin meraung-raung tangisan gw

134

Re: single mom, anyone?

hehe...

ini siy karna pengalaman juga siy mom (beda masalah). dulu gwe yakiiin bgt tiap masalah itu bisa diselesaikan secepet mungkin karna gwe 'gerahan' orgnya (baca:gag sabaran). tapi makin ke sini gwe akhirnya sadar, gag ada yg lain kita bisa lakukan setelah pontang-panting kesana kemari selain bersabar (yeah, again cliche) wink

Desperately want to be 'Emak Asik' for her children
Suka nyampah di @ http://meettheprabandono.blogspot.com

135

Re: single mom, anyone?

savitris - pertama kali elo ngasitau, gue kaget, gemeteran, speechless. Pengen nanya banyak tapi ko kayanya ga pantes. Trus pas baca di sini gue malah nangis. Sedih. Semangat Saaaavv! Mudah-mudahan selalu dikasih yang terbaik yaa.. *peluk cium buat elo & Fara*

:: can't wait to see Rinjani's bangs to grow and cover up her forehead ::

@almaviva

136

Re: single mom, anyone?

sharing y moms...

aku bukan single mom, tp mamaku single mom yg ngebesarin 2 anak perempuannya sendiri (aku anak 1 aja dah pegel tongue)
dulu mama papaku pisah pas aku umur 2/3 thnan krn papaku orgnya ga bertanggung jwb bgt..pas aku kecil aku sering ngeliat/denger mereka berantem sampe pernah lempar piring segala (padahal dah pisah) jd dr kecil aku udah ngerti klo mereka udah pisah..

dari awal mamaku ga pernah cerita ato ngejelek2in papaku, klo aku mo pergi sm papa selalu boleh, diongkosin malah. yang ada malah papaku yg selalu cerita jelek ttg mama. waktu kecil aku tuh sakit hati, kesel, sedih trs mikir "knp sih hrs cerai?" "ni pasti salah mama/salah papa" dsb..dsb...

belum lg tetangga malah sampe tmn skolah (sebenernya emak2nya) pd usil ngomongin, nanya2 ga jelas, sebel dh pokoknya...
tp seiring bertambah umur aku sadar klo perceraian orang tua adalah masalah mereka, aku sebagai anak cuma bisa menghormati & menyayangi mereka walaupun papaku peduli juga engga sama anaknya ini.cucunya lahir jg ga ditanya...hiks (sedih bgt)...

jd moms jgn sampai masalah ini membebani anak. slalu kasih anak kata2 positif & membangun, jgn jelek2in ayahnya, & cerita apa adanya yg bs dimengerti anak (sesuaikan umur)...mereka tau kok mana yg salah & benar...

itu sih pendapatku..maaf y moms klo curhatnya kepanjangan big_smile hehehe

137

Re: single mom, anyone?

Dear Single Moms,

Bagaimana caranya kalian menjelaskan ke anak-anak kalian tentang perceraian yang kalian alami? Kapankah waktu yang tepat? Apa yang harus disampaikan? Dan dari pengalaman kalian, bagaimana proses adaptasi sang anak? 

Sampai sekarang yang ada dipikiran saya cuma: 'Ayah dan mama udah nggak bisa tinggal sama-sama lagi, kita tinggal berdua aja ya Nak? Insya allah sama Mbak juga. Nanti Ayah jemput, atau ajak jalan-jalan, dan main sama-sama juga kok, cuma nggak tiap hari kaya sekarang'.

Saya pernah mencoba bertanya secara hypothetical, dengan menggunakan kalau, dan jawaban yang saya dapat adalah:

'Jalan-jalan? Kemana Mama? Sama Ayah, sama Mama, sama Mbak kan?'.

Saya yakin sekali bahwa konsep bahagia bagi dia hanyalah dimana ada kami bertiga. Dan sungguh, saya bingung, karena saya dan ayahnya sudah tidak mungkin lagi bersama. Sudah terlalu banyak faktor yang mendukung. Termasuk hati dan pikiran kami masing-masing.

Saya tidak percaya bahwa berpisah adalah keputusan yang egois, saya sudah cukup melihat dimana Ala sering menjadi korban ketidak cocokan saya dan ayahnya, baik dari segi perilaku dan mental selagi dia bangun maupun tidur. Kami memang harus berpisah, tapi bagaimana cara menjelaskannya?

Sungguh, saya bingung.

138

Re: single mom, anyone?

hai moms...

aku anak baru nih di Urban Mama.. salam kenal ya semua...
aku ikutan sharing ya..
sekarang ini aku sedang dalam proses menjadi single mom..di umurku yang baru 24, kalo dipikir2 rasanya beraaaaaaaaatttt bgt kalo udah harus menjalakan double function, jadi ayah dan ibu untuk Sultan anakku..
Tapi kalo cuma dipikirin ya gak bakalan selesai..harus aku hadapin dan jalanin..

Sampai beberapa minggu yang lalu pun aku masih ragu, tapi ternyata papanya Sultan sudah bertekad bulat, so ya udah lah.. gak papa.. mungkin memang lebih baik kalau kita bercerai..

Life must go on.. smile Apalagi aku baca di sini banyak bgt single mom yg kuat2.. aku jadi ikutan kuat bacanya.. Memang terkadang aku masih suka nangis.. tapi aku gak malu mengakui bahwa ini fase ini berat banget untuk dilalui..

Melihat post dari mom Andienas, aku jd ikut mikir juga, gmn ya cara yg tepat untuk menyampaikan ke anak?

Last edited by nisnesnos (2012-02-26 11:52:36)

139

Re: single mom, anyone?

astridreza
saluuuttt... kagum dengan ketegaran dan kekuatan yang kamu miliki sebagai seorang perempuan. Saya bukan seorang single mom. Dulu pernah mengalami situasi buruk rumah tangga ortu saya, tapi Thanks God, akhirnya ortu saya kembali bersatu, hingga Bapak saya meninggal. Dan mereka baik2 saja.
Dari artikel astridreza, saya semakin menyadari kenapa ibu saya selalu mengajarkan pada saya untuk menjadi wanita yang kuat, mandiri dan tegar. Mungkin ibu selalu berkaca pada pengalamannya sebagai perempuan yg mengalami banyak hal buruk dalam hidupnya bersama Bapak dulu. Saya semakin mantap untuk kembali menularkan ajaran ibu dulu kepada KI-KA, kembar perempuan saya. Menjadi wanita kuat tidak harus mengalami hal buruk dulu... berangkat dari hal yang paling mudah, "belajar mandiri", mungkin bisa mengajarkan KI-KA untuk menjadi wanita yg tidak mudah menyerah...
Salut untuk para single Mom... smile *big Hugz for all Mamas*

-Wiwid-
An ordinary Mother of twin amazing angels, Kira and Kara Setyadi