SD Alam Pelopor, Rancaekek – Bandung
Anak pertama saya, Annisa, menuntut ilmu dengan bermain di Sekolah Dasar Alam Pelopor. Letaknya di Jalan Kaktus Raya Rancaekek Kabupaten Bandung. Sekolah alternatif di tengah sawah dengan kurikulum unggulan Pendidikan Agama Islam, science, english, dan matematika.

Pendirinya adalah Ir. Imas Maryani, seorang Ibu yang ramah dengan visi yang jauh ke depan, merintis mendirikan sekolah ini sejak 2003. Awalnya, murid-murid di sekolah ini adalah anak dari pengajar. Terdiri dari 6 kelas, mulai dua tahun lalu ada kelas A dan B untuk masing-masing tingkatan. Saat ini baru sampai kelas 2. Sudah meluluskan satu angkatan dan angkatan kedua tahun ini.
Metoda belajarnya, fun dan prestatif. Guru menyediakan suasana yang fun untuk belajar, otomatis anak suka dengan belajar. Begitu pengertian fun yang saya tangkap dari Ibu Dedeh, guru wali kelas Annisa. Di kelas Annisa ada 2 guru untuk 20 orang murid. Guru wali kelas dan guru pendamping yang biasa dipanggil Bunda. Bunda Annisa di sekolah bernama Bunda Seroya, teman bermain anak-anak. Sekarang sedang proses wawancara multiple intelligence untuk pengarahan minat dan bakat anak yang unik. Kerjasama guru dan orangtua untuk kesuksesan anak di sekolah.
Prestatif pun terlihat dari piagam dan piala yang terpajang di administrasi sekolah. Misalnya sekolah berakreditasi A menuju standard Internasional, juga Pemenang Sekolah Sehat untuk Kabupaten Bandung tahun 2010.
Untuk ekskul, sekolah bekerjasama dengan pihak luar sekolah yang sudah ahli di bidangnya. Misalnya sepak bola, menggambar, pencak silat, dan sebagainya.

Suasana sekolah masih kental suasana Sunda. Anak saya celingukan kagok berbahasa Sunda. Mayoritas temannya berbahasa Sunda. Tapi so far Annisa enjoy dan sekarang sudah mulai bisa sedikit berbahasa Sunda.
Yang menyenangkan, Annisa tidak merasa belajar di sekolah ini, tapi bermain bersama teman. Belajarnya bisa dimana saja. Kadang di panggung, di saung, atau di sawah. Kadang kelas jadi tempat main bola, belajarnya di panggung. Sistemnya memang moving class. Untuk kelas 1 dan 2 stay di kelas untuk masa peralihan dari TK, begitu kata Bu Imas.

Sekolahnya dari Senin sampai Jum’at, pukul 8 pagi sampai ba’da ashar, sholat ashar di sekolah. Dua kali istirahat, istirahat kedua untuk makan siang dan sholat. Istilah kerennya full day school. Baju seragam hanya 3 hari saja, selebihnya baju bebas bahkan tidak pakai alas kaki pun boleh. Senin, baju kebangsaan SD, putih merah. Selasa, baju olah raga sekolah. Jum’at, seragam pramuka. Murid perempuan setiap hari memakai kerudung. Kalau sedang becek setelah hujan, memakai sepatu boot.
Sekolahnya dikelilingi sawah. Annisa pun sudah hafal proses terjadinya nasi sejak dari padi. Terjadi tanya jawab langsung dengan pak tani. Annisa bercerita bahwa prosesnya seperti ini, sawah dibajak dengan munding (kerbau), setelah dibajak, diratakan lalu ditanam. Padi hijau, menguning, panen, heler, dan jadilah beras. Pelajaran hidup yang tidak ada di buku sekolah ya.

Sekolah ini lumayan berjarak dari rumah. Rumah kami di Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan sengaja menyekolahkan anak ke Rancaekek Kabupaten Bandung, berharap Annisa bisa memaksimalkan potensi dan keunikan pribadinya di sekolah ini.
Annisa sudah mendaftar sejak masuk TK B. Uang masuknya 3.100.000 rupiah karena bayar lebih awal mendapat potongan, menjadi 2.850.000 rupiah. Uang bulanannya Rp 280.000 sudah termasuk makan siang. Kegiatan per semester Rp 400.000. Bargain price ya untuk sekolah dengan kualitas ini. Kalau bisa terjangkau kenapa harus mahal. Yang penting anaknya enjoy belajar.











Lala, sekolah ini pernah dijadiin tempat nikahan temen gw dan gw salah kostum
harusnya kayak Anisa ya, pake sepatu boot, bukannya pake hi-heels
Asyik tuh ada kolamnya, dan udaranya sepertinya seger n sehat banget yaaa..
Biayanya jg sangat terjangkau ya La..
Tar mau masukin Enzo ma Dante ke sekolah alam juga ah, tapi mungkin nyari yg lokasinya deket2 rumah aja kali yaa
Sri Eka Wulandari Gobel / 25 May 2010 03:24 / Log in to ReplyAsri banget ya sekolahnya, jadi pengen. Memang benar, sekolah itu harus fun karena nanti anaknya jadi males ke sekolah.
Liz / 25 May 2010 03:32 / Log in to Replyhave fun and learn Anisa!
Bunda shafa – setuju ama Liz! Sekolah itu hrs fun! Jd inget film Laskar Pelangi.Terharu deh, di foto Annisa keliatan seneng+antusias bgt sekolah :’) Btw,di Bdg udah mulai banyak juga ya sekolah alam?
almaviva landjanun / 25 May 2010 03:50 / Log in to ReplyEka: Untuk menyediakan keterjangkauan biayan, on weekend kampus SD Alam Pelopor emang disewain untuk pernikahan atau seminar. hehe. kreatif ya. judul nikahannya “pesta sawah” no high heels please.qiqiqi.
moga enzo dan dante bisa dapet sekolah yang enjoy dan deket rumah yaaa…
Liz: thank you Tante Liz…
Almavica: sekolah alam di Bandung, selain di Rancaekek, juga ada di Dago dan Antapani. Pengelolanya beda-beda sih. Have fun hubting yaa
Fariella Julian / 25 May 2010 05:42 / Log in to ReplyAsyik banget sekolahnya, udara segar..wajah Annisa juga antusias banget..
Windy / 25 May 2010 05:43 / Log in to ReplyAsyik ya sekolahnya…selalu pengen nyekolahin anak di sekolah alam (pdhl dulu waktu niat hamil pun blm
)Semoga kalau anakku besar makin byk sekolah alam berkualitas dan deket rumah.Tfs ya..
medy / 25 May 2010 05:53 / Log in to ReplySeruuu bgt ya sekolah alam..
Chrisye Wenas / 25 May 2010 07:13 / Log in to ReplyAdem ngeliatnya dan suasana viewnya bagus (ga kaya gedung2 sekolah)..
Annisa sgt enjoy skali ya kliatannya..
Tfs ya fariella
ini dia sekolah idaman. tapi kenapa ya, sekolah alam biasanya terletak di pinggir kota? he he..
TFS Fariella..
ayutri indah / 25 May 2010 08:44 / Log in to ReplySekolahnya seru… Pengen banget masukin Nara ke sekolah alam di Surabaya, semoga terwujud
Soalnya kayaknya murid2nya ngerasa enjoy belajar. Kalo udah enjoy n seneng, insya Allah semua yang diajarkan juga gampang masuknya.
@Ayutri – Soalnya harus nyari lahan buat sawah, kan ga ada di tengah kota :p
Pangastuti Sri Handayani / 25 May 2010 08:53 / Log in to ReplyCita2 masukin Lana ke sekolah alam. Liat review diatas semakin ‘ngebet’ mudah2an anaknya seneng. Tapi tempatnya lumayan jauh ya, padahal tahun ini mau pindah ke bandung dan mau mulai nyari PG buat Lana
tfs ya mams
Musdalifa Anas / 25 May 2010 10:00 / Log in to ReplyTFS Fariella! wah sik asik banget liat sawah tiap hari..hmhmhm…kalau di Jakarta di Tanah Tingal kali yah..
Sukma Pertiwi / 25 May 2010 10:06 / Log in to Replywah keren banget ya! seneng deh liat kurikulumnya yang gak hanya one-way teaching seperti sekolah2 konvensional lainnya. apalagi di indonesia yang biasanya murid hanya boleh denger apa kata guru. ini murid diajak & di stimulasi untuk berinteraksi dengan sekitarnya.
kayak gini gak ada nih di singapore kayaknya… eh well, ada yang mirip dikit lah, contohnya daycare nya naia yang di sebelah bedok reservoir, walopun bukan sawah tapi dia melihat nature tiap hari. mayan deh.. *menghibur diri*
anyway, tfs yah fariella! great review..
shinta lestari / 25 May 2010 11:48 / Log in to ReplyWah, keren banget ya! Too bad kita udah ngga tinggal di Bandung
Have fun Annisa!!
Jemima Iskandar / 25 May 2010 14:54 / Log in to Replypengen banget masukin PG Reena disekolah alam, tapi jauh banget dari rumah.
Dini Setyowati / 25 May 2010 16:03 / Log in to ReplyInsya Allah ini semakin memantapkan hati nyekolahin Reena disekolah alam surabaya. paling ngga SD nya.
Tfs yaa..
waduh kalo di bogor aja masih masuk pertimbangan nich… ngiri sama anak2 bandung yang bisa sekolah disini..
*padahal bayiku Kayra juga masih lamaaa sekolahnya*
ada kegiatan non-full day school nya ngga ya? buat semacem outbound atau pengenalan ttg sawah dan menanam padi kepada anak?
Adityo / 26 May 2010 20:53 / Log in to ReplyHai mamas….maaf baru bisa jawab niiihhh..biasa lah emak tangan gurita, segala dikerjain..hehehe..
anyway..thanks ya comment nya..rata-rata mamas pada suka sama ide sekolah alam, karena ke enjoy an belajarnya..
ow ya, kalau mau liat sekolahnya, langsung dateng aja ke Jln. Kaktus Raya No. 100 Rancaekek
@aditya: kadang-kadang suka ngadain outbound juga sih, tapi kalau mau yang sudah biasa ngadain outbound dan cara menanam padi, coba dateng ke SUPER KIDS CAMP di Jatinangor juga, sebelum IPDN kalau dari arah Bandung. Biayanya sekitar 45rb/orang, untuk perorangan dibuka weekend. Waaahh, kayaknya harus bikin review juga nih..hihihi..setuju???
Fariella Julian / 26 May 2010 22:35 / Log in to ReplyWuihh keren nih skolahnya!
Anakku juga pengennya disekolahin di sekolah alam begini sama Bapaknya. Cuma jauh banget di Rancaekek.
Di daerah Gerlong-Setiabudhi-Cimahi ada yang tau nggak dimana ya sekolah alam begini?
Thanks for sharing lho!
Kavita Rezi / 30 May 2010 08:58 / Log in to ReplyDi daerah Dago ada Mbak, Sekolah Alam Dago. jauh juga ya, agak belok.
Fariella Julian / 24 Aug 2010 22:31 / Log in to Reply